Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gus Rozin Sampaikan Pesan Penting di Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III IPMAFA Pati

Gus Rozin Sampaikan Pesan Penting di Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III IPMAFA Pati

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
  • visibility 179
  • comment 0 komentar

 

Pati– Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU Jawa Tengah menggelar Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III di Kampus Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati pada Sabtu (13/09/2025). Acara dikemas dalam forum diskusi, pelatihan jurnal ilmiah, serta pelatihan esai khusus bagi para pelajar NU.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh KH. Abdul Ghaffar Rozin atau yang akrab disapa *Gus Rozin*. Dalam sambutannya, Gus Rozin menyampaikan beberapa poin penting terkait arah gerakan NU dan penguatan kaderisasi.

Pendidikan Ramah Anak dalam Koridor Syariat

Gus Rozin menekankan bahwa pembahasan mengenai sekolah ramah anak harus tetap berada dalam koridor syariat. “Seberapa pun kita mendorong iklim yang baik dan ideal, koridor syariat tetap tidak boleh dilanggar,” tegasnya.

Lakpesdam sebagai Forum Kaderisasi

Ia juga mengapresiasi semangat Lakpesdam yang tidak hanya bergerak pada ranah pemikiran, tetapi juga aktif dalam aktivitas nyata. Menurutnya, SDM NU banyak tertumpu pada Lakpesdam, sehingga perlu memperluas kiprah ke berbagai bidang, termasuk dunia industri dan teknologi pertanian.

Refleksi dan Roadmap Baru

Gus Rozin mengingatkan pentingnya kegiatan seperti fikih peradaban yang pernah digagas sebelumnya, namun kini perlu dilengkapi dengan kajian lain seperti ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia berharap muktamar ini bisa menjadi roadmap baru, tidak hanya untuk pemikiran, tetapi juga pengembangan kader di berbagai sektor.

NU Tetap Setia pada Khittah

Menutup pesannya, Gus Rozin mengingatkan bahwa NU selalu menghadapi ujian besar dalam bidang ideologi, akuntabilitas, dan keperhakaan. Namun, NU harus tetap setia pada khittahnya. “Yang paling ikhlas adalah mereka yang berada di bawah, di tingkat ranting. Gerakan di bawah tidak boleh hilang dan harus terus berjalan,” ujarnya.

Menurutnya, sejarah mencatat NU selalu mampu bertahan dari berbagai gelombang politik dan dinamika zaman. Karena itu, konsensus dan kebersamaan harus terus diperkuat agar NU tetap menjadi penopang civil society.

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LPM Terma STAI Pati Terbitkan Majalah Tentang Kekerasan Seksual

    LPM Terma STAI Pati Terbitkan Majalah Tentang Kekerasan Seksual

    • calendar_month Sen, 30 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Teropong Mahasiswa (Terma), Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pati, meluncurkan majalah edisi ke-7 yang membahas tentang kekerasan seksual. Peluncuran Majalah Terma ini digelar bersamaan dengan seminar antikekerasan seksual yang berlangsung di Gedung A STAI Pati, Minggu (29/12/24). Turut hadir dalam acara tersebut, Waka II STAI Pati, Abd Aziz, Pembina […]

  • PCNU-PATI

    Tipologi Kiai di Masyarakat

    • calendar_month Sab, 4 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Tipologi Kiai di Masyarakat Oleh : Siswanto, M A Istilah kiai pada umumnya digunakan masyarakat untuk menyebutkan orang lain yang dinilai memiliki keilmuan dan dianggap pintar oleh masyarakat di kampung halamannya. Istilah kiai juga pada umumnya mengkrucut pada sosok yang dianggap alim dan memiliki pesantren, ahli kitab, serta memiliki ketertarikan pada kajian tradisional Islam di […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Keputusan Bahtsul Masail Maudhu’iyah

    • calendar_month Sab, 8 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Di bumi Nusantara (Negara Kesatuan Republik Indonesia/NKRI) terdapat tradisi danbudaya dalam sistem pengimplementasian ajaran agama, sehingga hal itu menjadi ciri khasIslam di Nusantara yang tidak dimililiki dan tidak ada di negeri lain. Perbedaan tersebutsangat tampak dan dapat dilihat secara riil dalam beberapa hal, antara lain:

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Kam, 3 Des 2015
    • account_circle admin
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Umumnya terjadi di desa  desa , dalam renovasi masjid terdapat sisa pembongkaran bajan material yang tidak terpakai , ( Ranting NU Bungasrejo ) Pertanyaan :    a.       Apakah di perbolehkan melelang material dan hasil lelang di serahkan kembali kepada masjid ? Jawab : Hukum melelang atau menjual material runtuhan masjid seperti pertanyaan di atas hukumnya […]

  • Pelatihan Tilawah Dakom IPNU/IPPNU, Peserta dari Seluruh Indonesia

    Pelatihan Tilawah Dakom IPNU/IPPNU, Peserta dari Seluruh Indonesia

    • calendar_month Sel, 7 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Ruang Google Meeting Pelatihan Tilawah Dakom IPNU IPPNU Pati yabg diikuti oleh 70 peserta dari seluruh Indonesia. PATI – Di masa serba daring ini, tidak menyurutkan semangat peserta untuk mengikuti pelatihan Tilawatil Qur’an. Sekitar 70 peserta yang berasal dari penjuru Indonesia antusias hadir secara online melalui aplikasi Google Meeting pada Sabtu Sore (04/12). Ini merupakan […]

  • Menangkap Cahaya Rayyan

    Menangkap Cahaya Rayyan

    • calendar_month Sel, 4 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 152
    • 0Komentar

    “Sesungguhnya di syurga ada satu pintu bernama Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu itu pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya…. Maka jika orang-orang yang berpuasa telah memasukinya, maka (Pintu Rayyan) akan ditutup dan taka da seorangpun lagi yang memasukinya.” Begitu spesialnya ibadah puasa, hingga diabadikan dalam banyak hadits. Salah […]

expand_less