Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gus Muwaffiq Hadir di Gembong? Ini Jawaban Panitia

Gus Muwaffiq Hadir di Gembong? Ini Jawaban Panitia

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 25 Jul 2019
  • visibility 268
  • comment 0 komentar

GEMBONG-Isyu akan hadirnya seorang kiai nyentrik, Gus Muwaffiq di Gembong kian menggema. Beberapa pecinta Gus asal Jogja ini mulai mempertanyakan kebenaran kabar burung ini. Namun tidak seorangpun bisa memberikan jawabab pasti. Entah darimana info ini beredar, yang jelas masyarakat menginginkan kejelasan akan berita ini.

Dari kiri : K. Sholikhin (ketua MWC-NU Gembong), M. Subhan (ketua pasukan inti Banser Gembong), Gus Muwaffiq, Suhartotok, M.H.Kes., (bendahara MWC), K. Bahrun (Tlogowungu) dan Maulana Luthfi Karim (Ketua Kader Penggerak NU Gembong)

Wajar saja, sosok Gus Muwaffiq menjadi sangat fenomenal dengan materi dakwah berbau sejarah. Penguasaan materi tentang sejarah islam nusantara menjadikan beliau salah satu dari empat Gus paling berpengaruh di Indonesia versi LTN-NU Bali.

Teka-teki ini pun akhirnya terjawab. Baru-baru ini, ketua MWC-NU Gembong, K. Sholikhin mengonfirmasi kabar burung tersebut. Pengurus NU memang berencana menghadirkan Gus Muwaffiq dalam rangka pelantikan ketua ranting NU se-Kecamatan Gembong.

“Benar memang, beberapa bulan lalu, saya beserta KP-NU, Banser dan Gus Bahrun (Tlogowungu) sowan ke jogja dan alhamdulillah kami berhasil bertemu Gus Muwaffiq”. Ungkap K. Sholikhin, Kamis (25/7) pagi.

Mengenai waktu dan tempatnya, masih didiskusikan. Suhartotok, M.H.Kes., selaku ketua panitia kegiatan menandaskan rencananya kegiatan tersebut akan berlangsung di Lapangan Joko Tingkir Gembog. Adapun tanggalnya adalag 25 September 2019 jika tidak ada perubahan.

“Masalah hari dan tempat belum bisa kami pastikan. Untuk tempat baru kami urus ijin penggunaan lapangan di PSDA Jateng, karena lokasi itu (Lapangan Joko Tingkir) adalah area sabuk hijau waduk. Sedangkan tanggalnya akan kami pastikan secepatnya” kata Suhartotok.

Sebelumnya, MWC-NU beserta timnya telah mendapatkan jadwal tanggal 25 September 2019 tapi, K. Sholikhin dan panitia pelaksana berencana sowan lagi ke rumah Gus Muwaffiq untuk memastikan waktunya.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Tradisi Buka Puasa Bersama

    • calendar_month Ming, 31 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Baru-baru ini ditetapkan, tradisi buka puasa bersama ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Menarik memang. UNESCO mencatat bahwa budaya berbuka puasa bersama menjadi daftar warisan budaya tak benda yang secara resmi diakui sejak 2023 lalu dan diklaim sebagai budaya warisan milik seluruh umat muslim di dunia. Menurut UNESCO, berbuka puasa diartikan […]

  • MWCNU Jakenan Bersama Forkopimcam Sambut Hari Santri 2021 Dengan Manakiban

    MWCNU Jakenan Bersama Forkopimcam Sambut Hari Santri 2021 Dengan Manakiban

    • calendar_month Jum, 22 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 208
    • 0Komentar

      Ketua MWC NU Kayen, Aris Sutopo (kiri) didampingi Camat dan Kapolsek setempat JAKENAN – MWCNU Jakenan bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) gelar manakiban dan doa bersama dalam rangka menyambut peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021, Kamis malam (21/10). Acara yang dilangsungkan di  di Pendopo Kantor Kecamatan Jakenan, mulai pukul 19.30 WIB dihadiri […]

  • Lestarikan Tradisi NU, Para Pelajar Asempapan Gelar Ziarah Makam Sesepuh Desa

    Lestarikan Tradisi NU, Para Pelajar Asempapan Gelar Ziarah Makam Sesepuh Desa

    • calendar_month Jum, 9 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Kegiatan ziarah  makam sesepuh desa yang dilaksanakan oleh Pengurus Ranting IPNU-IPPNU Asempapan, Trangkil. PATI – Pimpinan Ranting IPNU dan IPPNU Desa Asempapan, Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati rutin gelar ziarah bareng di makam sesepuh desa yang berada di Maqbaroh Desa Asempapan. Kegiatan tersebut digelar satu bulan sekali, setiap hari Jumat pada Minggu pertama. Ihtasya Aulia F.Z, […]

  • Jumlah Rekaat Sholat Tarawih

    Jumlah Rekaat Sholat Tarawih

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2014
    • account_circle admin
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Jumlah Rakaat Shalat Tarawih Bulan Ramadlah adalah bulan penuh berkah, rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Oleh karena itu Rasulullah SAW menganjurkan umat  Islam memperbanyak amal ibadah. Dalam hadits Abu Hurairah diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda; مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ[1] “Barang siapa melaksanakan ibadah pada bulan Ramadlan dengan […]

  • Awali Semester Genap, Ratusan Siswa YPI Monumen Mujahidin Bageng Ikuti Istigasah

    Awali Semester Genap, Ratusan Siswa YPI Monumen Mujahidin Bageng Ikuti Istigasah

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 6.612
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Yayasan Perguruan Islam (YPI) Monumen Mujahidin Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, mengadakan istigasah dalam mengawali semester genap tahun ajaran 2025/2026, Ahad (4/1/2026). Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al-Masyhur Desa Bageng dan diikuti oleh seluruh elemen yayasan. Mulai dari jajaran pengurus, guru, hingga ratusan murid dari jenjang Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Ramadan dan Perjumpaan Budaya Lokal

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.706
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Ada banyak perjumpaan budaya lokal sebelum, saat, dan setelah Ramadan alias Lebaran Idulfitri. Saya saja banyak menulis soal nyadran, dugeran, dandangan, seperti Penguatan Tasawuf Sosial Lewat Nyadrani (2018), Nyadran dan Penguatan Nasionalisme (2018), Nyadran Jelang Ramadan, Bukan Kemusyrikan (2018), Penguatan Nilai-Nilai Sufisme dalam Nyadran sebagai Khazanah Islam Nusantara (2018), Dugderan: Ekspresi Warga Semarang Sambut Ramadan (2025), dan Nyadran, Dugeran, […]

expand_less