Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gus Muwaffiq Hadir di Gembong? Ini Jawaban Panitia

Gus Muwaffiq Hadir di Gembong? Ini Jawaban Panitia

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 25 Jul 2019
  • visibility 349
  • comment 0 komentar

GEMBONG-Isyu akan hadirnya seorang kiai nyentrik, Gus Muwaffiq di Gembong kian menggema. Beberapa pecinta Gus asal Jogja ini mulai mempertanyakan kebenaran kabar burung ini. Namun tidak seorangpun bisa memberikan jawabab pasti. Entah darimana info ini beredar, yang jelas masyarakat menginginkan kejelasan akan berita ini.

Dari kiri : K. Sholikhin (ketua MWC-NU Gembong), M. Subhan (ketua pasukan inti Banser Gembong), Gus Muwaffiq, Suhartotok, M.H.Kes., (bendahara MWC), K. Bahrun (Tlogowungu) dan Maulana Luthfi Karim (Ketua Kader Penggerak NU Gembong)

Wajar saja, sosok Gus Muwaffiq menjadi sangat fenomenal dengan materi dakwah berbau sejarah. Penguasaan materi tentang sejarah islam nusantara menjadikan beliau salah satu dari empat Gus paling berpengaruh di Indonesia versi LTN-NU Bali.

Teka-teki ini pun akhirnya terjawab. Baru-baru ini, ketua MWC-NU Gembong, K. Sholikhin mengonfirmasi kabar burung tersebut. Pengurus NU memang berencana menghadirkan Gus Muwaffiq dalam rangka pelantikan ketua ranting NU se-Kecamatan Gembong.

“Benar memang, beberapa bulan lalu, saya beserta KP-NU, Banser dan Gus Bahrun (Tlogowungu) sowan ke jogja dan alhamdulillah kami berhasil bertemu Gus Muwaffiq”. Ungkap K. Sholikhin, Kamis (25/7) pagi.

Mengenai waktu dan tempatnya, masih didiskusikan. Suhartotok, M.H.Kes., selaku ketua panitia kegiatan menandaskan rencananya kegiatan tersebut akan berlangsung di Lapangan Joko Tingkir Gembog. Adapun tanggalnya adalag 25 September 2019 jika tidak ada perubahan.

“Masalah hari dan tempat belum bisa kami pastikan. Untuk tempat baru kami urus ijin penggunaan lapangan di PSDA Jateng, karena lokasi itu (Lapangan Joko Tingkir) adalah area sabuk hijau waduk. Sedangkan tanggalnya akan kami pastikan secepatnya” kata Suhartotok.

Sebelumnya, MWC-NU beserta timnya telah mendapatkan jadwal tanggal 25 September 2019 tapi, K. Sholikhin dan panitia pelaksana berencana sowan lagi ke rumah Gus Muwaffiq untuk memastikan waktunya.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto: Santunan 10 ribu anak yatim PT Sukun di Kabupaten Pati disebut sebagai tradisi yang baik. (pcnupati/Hanafi)

    Santunan 10 Ribu Anak Yatim PT Sukun, PCNU Pati: Teladan Perusahaan Lain

    • calendar_month Sel, 11 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 311
    • 0Komentar

    PCNUPATI.OR.ID, Pati – Santunan 10 Ribu Anak Yatim PT Sukun mendapatkan apresiasi dari Ketua PCNU Pati, KH Yusuf Hasyim. Ia menyebutkan, acara yang digelar rutin ini sebagai contoh atau teladan yang perlu diikuti perusahaan lain. Setelah menggelar di beberapa kabupaten/kota. Santunan 10 Ribu Anak Yatim PT Sukun kini menyambangi Kabupaten Pati, Selasa (11/3/2025). Acara yang […]

  • Viral, Warga Palestina Sholat Ghaib untuk Mbah Moen

    Viral, Warga Palestina Sholat Ghaib untuk Mbah Moen

    • calendar_month Sab, 10 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 539
    • 0Komentar

    GAZA-Bukan hanya warga NU dan Indonesia, sosok Mbah Maimun Zubair ternyata juga sangat digandrungi oleh bangsa lain. Sebut saja orang-orang arab yang sangat terlihat penghormatannya saat Mbah Moen berpulang (6/8) lalu. Salah satu potongan video yang memperlihatkan proses sholat ghaib yang diadakan oleh Warga Palestina untuk almarhum Mbah Moen Akhir-akhir ini beredar video yang merekam […]

  • PCNU-PATI

    Antara Istiqlal dan Katedral

    • calendar_month Kam, 30 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Salihin* Narasi toleransi yang berkaitan dengan Istiqlal dan Katedral telah banyak dipaparkan para penulis. Awalnya pun saya sangat kagum, dan kekaguman itu membawa saya pada fakta sejarah, dimana Nabi Muhammad SAW. pernah melakukan hal yang lebih fantastik dari pada “pelaminan” Katedral-Istiqlal. Kekaguman itu pun berangsur ‘surut’. Saat itu, rombongan Nasrani Najran mengunjungi […]

  • PKPNU 2025 Tinggal Menghitung Hari, Sekretaris PCNU: Sudah Siap!

    PKPNU 2025 Tinggal Menghitung Hari, Sekretaris PCNU: Sudah Siap!

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.359
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Pelaksanaan kegiatan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKP-NU) Kabupaten Pati tinggal menghitung hari. Kecamatan Gembong menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan acara tersebut. Rencananya, PKP NU tahun 2025 ini akan diselenggarakan di ponpes Raudlatul Falah dan Pondok Thoriqoh Tanwirul Qulub, Bermi, Gembong Pati mulai 31 Oktober hingga 2 Nopember 2025. Dedi Syarif, Sekretaris […]

  • Gus Mus Ijazahkan Tiga Sholawat

    Gus Mus Ijazahkan Tiga Sholawat

    • calendar_month Ming, 4 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 582
    • 0Komentar

    KH. Musthofa Bisri (Gus Mus) (sumber : Instagram @s.kakung) REMBANG-KH. Musthofa Bisri atau Gus Mus baru-baru ini mengijazahkan amalan sholawat kepada ummat islam. Ijazah ini disampaikan langsung melalui postingan Instagramnya, @s.kakung Kamis (1/7). Dalam video berdurasi tujuh menit dua puluh detik tersebut, Gus Mus memaparkan sekaligus mengijazahkan tiga sholawat sekaligus. Kiai asal Rembang tersebut juga […]

  • PCNU-PATI

    Pesyair Pulo Lasman Simanjuntak Ikut Baca Puisi Pendoa Yang Lupa Nama Tuhannya Karya Nuyang Jaimee

    • calendar_month Rab, 20 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jakarta, Selasa 19/12/2023,- Pesyair  Pulo Lasman Simanjuntak, 62 tahun, mendapat giliran pertama dalam parade baca puisi “Pendoa Yang Lupa Nama Tuhannya” karya Nuyang Jaimee di Rooftop, Pasar Gembrong Baru,  Jln.Jendral Basuki Rachmat, Prumpung, Jakarta Timur, Selasa sore (19/12/2023). Pada kesempatan tersebut Pesyair Pulo Lasman Simanjuntak-yang sehari-harinya adalah seorang pewarta- dari komunitas sastra Kampung Seni […]

expand_less