Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gelar Pelatihan, Fordaf Komitmen Lahirkan Daiyah Cinta NKRI

Gelar Pelatihan, Fordaf Komitmen Lahirkan Daiyah Cinta NKRI

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 1 Des 2019
  • visibility 738
  • comment 0 komentar

PATI-Strategi dakwa selalu berubah sesuai dengan konteks zaman. Walisongo merupakan salah satu pionir dakwah kontekstual pada zamannya.

Strategi ini yang kemudian diadopsi oleh dai masa kini. Dengan beragam media yang ada, para penceramah tersebut mulai menyebarkan pencerahan.

Para peserta pelatihan daiyah yang diselenggarakan oleh Forum Daiyah Fatayat (Fordaf) Usai mengikuti pelatihan di aula PC NU Pati Minggu (1/12)

Kaum hawa pun tidak luput dari dunia dakwah. Beberapa momentum memang memerlukan wanita sebagai penghantar ayat-ayat Allah tersebut.

Fatayat NU sebagai salah satu pelopor pemudi muslim di Negara Indonesia ini juga tidak mau kehilangan momen untuk memanfaatkan dakwah sebagai media penyebar islam ramah. Melalui Forum Daiyah Fatayat (Fordaf) organisasi pemudi NU mencoba membuka waaasan dakwah untuk para kadernya.

Minggu (1/12) Pagi tadi, PC Fatayat NU Pati menggelar pelatihan daiyah di Aula kantor PCNU Pati. Pesertanya tak kurang dari enam puluh orang yang berasal dari pengurus PC Fatayat NU hingga para ketua dan perwakilan bidang dakaah PAC Fatayat NU se-Kabupaten Pati.

Asmonah, S.Ag., M.Pd., selaku ketua PC Fatayat NU Pati sangat mendukung dengan gerakan Fordaf ini. Menurutnya, wanita juga perlu mengambil peran dalam dunia dakwah.

“Kita semua berharap daiyah-daiyah dari Fatayat NU bisa menjadi subjek dalam menjaga keutuhan NKRI.” Tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 12.00 WIB siang tadi menghadirkan dua pemateri. Drs. H. Sakdullah, M.Pd. didapuk untuk membawakan materi sistematika dakwah.

Dalam pemaparannya, H. Sakdullah menegaskan bahwa berdakwah merupakan kegiatan retorika. Meburutnya, retorika yang baik harus memiliki sitematika yang runtut dan mudah difahami.

“Berbicara itu mudah, tapi membuat lawan bicara kita faham dengan apa yang kita bicarakan serta dengan cara yang sangat elegan, tentu memerlukan skill.” Tuturnya.

Sementara pembicara kedua, Ustadz H. Ilham Suprianto, S.Pd.I., M.Si., membawakan materi tentang public speaking dan finishing dalam berdakwah. Bagi Ust. Ilham, berdakwah memang gampang-gampang susah. Sebab, dakwah membutuhkan kemampuan bicara.

“Saya sepakat dengan Yai Sakdullah bahwa dakwah perlu skill, serta keberanian” ungkapnya.

Ust. Ilham juga terus mendorong agar materi yang disampaikan dalam berdakwah selalu berorientasi pada persatuan. Menurutnya, penyesatan ummat akhir-akhir ini banyak terjadi akibat dai dan daiyah yang mendorong jamaahnya untuk membenci golongan-golongan tertentu.

“Dai atau daiyah itu public figur. Jadi jangan sampai kita memberikan jamaah kita materi-materi kebencian, pengkafiran dan sejenisnya.” Pungkasnya.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenal Lebih Dekat Sosok KH Maimoen Zubair

    Mengenal Lebih Dekat Sosok KH Maimoen Zubair

    • calendar_month Kam, 9 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 525
    • 0Komentar

    KH. Maimoen Zubair merupakan sosok kiai yang ‘alim, faqih, relegius, dan pemersatu bangsa. Kiai Maimoen Zubair juga merupakan mata air keteladanan. Ulama karismatik ini membaktikan seluruh hidupnya untuk santri dan pesantren. Mbah Maimoen, demikian sapaan akrabnya beliau, begitu telaten dalam mendidik santri-santri yang datang dari berbagai penjuru negeri. Ia tak sekedar mengajar, tetapi juga menjadi […]

  • NU dan Wirausaha Masyarakat

    NU dan Wirausaha Masyarakat

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 498
    • 0Komentar

    Sejak berdirinya tahun 1926, Nahdlatul Ulama menjadi organisasi Islam terbesar di Indonesia. NU mempunyai keunikan tersendiri karena berbasis di pedesaan (urban-based organization), unggul dalam mengembangkan pendidikan Islam tradisional, yaitu pesantren yang tersebar terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimatan Selatan, Sulawesi Selatan dan Mataram. Hal ini menyakinkan kita semua bahwa NU memang organisasi […]

  • Pengukuhan Pengurus OSIS & MPK SMA Negeri 1 Tayu

    Pengukuhan Pengurus OSIS & MPK SMA Negeri 1 Tayu

    • calendar_month Sel, 5 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 615
    • 0Komentar

    Tayu. Bertempat di halaman SMA Negeri 1 Tayu telah di adakan apel Pengukuhan Pengurus OSIS & MPK SMA Negeri 1 Tayu Periode 2024/2025 dan serah terima jabatan OSIS & MPK SMA Negeri 1 Tayu Periode 2024/2025 Senin, 4 November 2024 Kepala Sekolah  Setyo Haryono, S.Pd., M.Pd. sekaligus pembina upacara dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada pengurus […]

  • Sutopo Akan Membawa Jakenan Lebih Baik

    Sutopo Akan Membawa Jakenan Lebih Baik

    • calendar_month Sab, 11 Feb 2017
    • account_circle admin
    • visibility 529
    • 0Komentar

    Pati, Jajaran Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Masa Khidmat 2017-2022 di lantik secara resmi oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, Kamis 9/2 kemarin. Menjadi pengurus NU adalah tabungan di akhirat, kita berdakwah harus melalui niat yang ikhlas mengabdi sepenunya terhadap masyarakat, baik melalui agama, sosial dan penguatan ekonomi,             “Jajaran pengurus setelah kami lantik, harus […]

  • Gus Rozin: Santri Harus Menjadi Pelopor Pertanian dan Kemandirian Ekonomi

    Gus Rozin: Santri Harus Menjadi Pelopor Pertanian dan Kemandirian Ekonomi

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.625
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id SEMARANG – Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin mengajak seluruh warga nahdliyin untuk menjadikan Hari Santri 2025 sebagai momentum memperkuat prestasi, bukan sekadar euforia perayaan. Hal itu ia sampaikan dalam pembukaan rangkaian puncak Hari Santri 2025 PWNU Jateng di Stadion Pandanaran Wujil, Bergas, Kabupaten Semarang, […]

  • Pelatihan Dai Milenial, LDNU : Dakwah Bukan Cuma Lewat Mimbar

    Pelatihan Dai Milenial, LDNU : Dakwah Bukan Cuma Lewat Mimbar

    • calendar_month Sab, 16 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Para peserta pelatihan dai milenial oleh PC LDNU Pati yang dilangsungkan di Gedung MWCNU Wedarijaksa, Jumat (15/10) lalu. WEDARIJAKSA – Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama  (LDNU) Kabupaten Pati mengadakan pelatihan da’i milenial, Jumat (15/10) di Gedung MWC NU Wedarijaksa. Kegiatan ini sudah berjalan selama dua tahun.  “Ini kali ke delapan, dan menjadikan NU Wedarijaksa sebagai tuan […]

expand_less