Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gelar Pelatihan, Fordaf Komitmen Lahirkan Daiyah Cinta NKRI

Gelar Pelatihan, Fordaf Komitmen Lahirkan Daiyah Cinta NKRI

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 1 Des 2019
  • visibility 763
  • comment 0 komentar

PATI-Strategi dakwa selalu berubah sesuai dengan konteks zaman. Walisongo merupakan salah satu pionir dakwah kontekstual pada zamannya.

Strategi ini yang kemudian diadopsi oleh dai masa kini. Dengan beragam media yang ada, para penceramah tersebut mulai menyebarkan pencerahan.

Para peserta pelatihan daiyah yang diselenggarakan oleh Forum Daiyah Fatayat (Fordaf) Usai mengikuti pelatihan di aula PC NU Pati Minggu (1/12)

Kaum hawa pun tidak luput dari dunia dakwah. Beberapa momentum memang memerlukan wanita sebagai penghantar ayat-ayat Allah tersebut.

Fatayat NU sebagai salah satu pelopor pemudi muslim di Negara Indonesia ini juga tidak mau kehilangan momen untuk memanfaatkan dakwah sebagai media penyebar islam ramah. Melalui Forum Daiyah Fatayat (Fordaf) organisasi pemudi NU mencoba membuka waaasan dakwah untuk para kadernya.

Minggu (1/12) Pagi tadi, PC Fatayat NU Pati menggelar pelatihan daiyah di Aula kantor PCNU Pati. Pesertanya tak kurang dari enam puluh orang yang berasal dari pengurus PC Fatayat NU hingga para ketua dan perwakilan bidang dakaah PAC Fatayat NU se-Kabupaten Pati.

Asmonah, S.Ag., M.Pd., selaku ketua PC Fatayat NU Pati sangat mendukung dengan gerakan Fordaf ini. Menurutnya, wanita juga perlu mengambil peran dalam dunia dakwah.

“Kita semua berharap daiyah-daiyah dari Fatayat NU bisa menjadi subjek dalam menjaga keutuhan NKRI.” Tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 12.00 WIB siang tadi menghadirkan dua pemateri. Drs. H. Sakdullah, M.Pd. didapuk untuk membawakan materi sistematika dakwah.

Dalam pemaparannya, H. Sakdullah menegaskan bahwa berdakwah merupakan kegiatan retorika. Meburutnya, retorika yang baik harus memiliki sitematika yang runtut dan mudah difahami.

“Berbicara itu mudah, tapi membuat lawan bicara kita faham dengan apa yang kita bicarakan serta dengan cara yang sangat elegan, tentu memerlukan skill.” Tuturnya.

Sementara pembicara kedua, Ustadz H. Ilham Suprianto, S.Pd.I., M.Si., membawakan materi tentang public speaking dan finishing dalam berdakwah. Bagi Ust. Ilham, berdakwah memang gampang-gampang susah. Sebab, dakwah membutuhkan kemampuan bicara.

“Saya sepakat dengan Yai Sakdullah bahwa dakwah perlu skill, serta keberanian” ungkapnya.

Ust. Ilham juga terus mendorong agar materi yang disampaikan dalam berdakwah selalu berorientasi pada persatuan. Menurutnya, penyesatan ummat akhir-akhir ini banyak terjadi akibat dai dan daiyah yang mendorong jamaahnya untuk membenci golongan-golongan tertentu.

“Dai atau daiyah itu public figur. Jadi jangan sampai kita memberikan jamaah kita materi-materi kebencian, pengkafiran dan sejenisnya.” Pungkasnya.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NgAllah Suluk Maleman; Refleksi Kemerdekaan untuk Kedaulatan, Kemerdekaan di Mulai dari Pikiran

    NgAllah Suluk Maleman; Refleksi Kemerdekaan untuk Kedaulatan, Kemerdekaan di Mulai dari Pikiran

    • calendar_month Rab, 19 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18.038
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id.Pada momen bulan kemerdekaan, Suluk Maleman kembali mengajak untuk merenung. Budayawan Anis Sholeh Ba’asyin menyebut merdeka harus diartikan mandiri atau berdaulat. Anis menyebut bahwa istilah merdeka dalam konteks geopolitik adalah terjemahan dari kata independen, yakni tidak bergantung pada yang lain. Dalam kaitan proklamasi kemudian diartikan sebagai pernyataan terlepas dari cengekeraman penjajah. “Jika kemerdekaan hanya dimaknai […]

  • PCNU-PATI

    Hasil Keputusan Kombes 2012

    • calendar_month Rab, 28 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 475
    • 0Komentar

    Buku hasil Munas Alim Ulama dan Mubes NU memiliki dua nilai penting, Pertama dari sisi konten, buku ini memberikan banyak informasi penting tentang hasil Bahtsul Masail yang berhubungan dengan masalah-masalah terkini mengenai hukum pajak, hukum koruptor, dan juga review beberapa Undang-undang. Hal ini sangat penting bagi masyarakat Nahdliyyin yang terbiasa menjawab segala persoalan berdasar pada […]

  • Lazisnu – Zawa Ipmafa Kembali Bekerjasama

    Lazisnu – Zawa Ipmafa Kembali Bekerjasama

    • calendar_month Rab, 17 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Para petinggi Lazisnu Pati dan perwakilan Prodi Zakat dan Wakaf Ipmafa Pati sesaat setelah penyerahan mahasiswa PPL di kantor NU-Care Lazisnu Pati PATI – Sebagai upaya meningkatkan semangat filantropi di lingkungan NU, khususnya bagi anak muda, NU Care-LAZISNU Pati menjalin kerja sama dengan Institut Pesantren Matholiul Falah (IPMAFA). Duet ini dilakukan dalam bentuk program PPL […]

  • Fidyah Aneh (1)

    Fidyah Aneh (1)

    • calendar_month Jum, 27 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 493
    • 0Komentar

    Sebagaimana yang telah berlaku didesa – desa, cara melakukan fidyahberbeda – beda. Ada yang caranya sebagai berikut : Ahli waris mengundang 10 orang misalnya, kemudian setelah berkumpul, Salah seorang ahli waris menyerahkan beras untuk fidyah kepada salah seorang diantara 10 orang tersebut, Setelah itu sebagian atau semua  beras diputarkan diantara orang – orang tersebut dengan […]

  • Gandeng Karang Taruna Mandala, LPBI NU Pati Gelar Pasar Murah di Desa Lahar

    Gandeng Karang Taruna Mandala, LPBI NU Pati Gelar Pasar Murah di Desa Lahar

    • calendar_month Ming, 16 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 420
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Pati, gelar pasar murah di Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu, Ahad (16/4/2023) sore. Kegiatan yang bertempat di musala Balai Desa Lahar itu terselenggara atas kerja sama dengan Karang Taruna Mandala desa setempat.  Adapun dalam pasar murah itu, menjajakkan berbagai bahan pokok masyarakat. Seperti beras, […]

  • PCNU-PATI

    PD PGMI Jateng-DIY Kaji Tugas Akhir Skripsi dan Nonskripsi

    • calendar_month Sel, 23 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 508
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Yogyakarta – Perkumpulan Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Koordinator Wilayah VIII Jawa Tengah dan DIY menggelar Diskusi Pendidikan bertajuk “Tugas Akhir: Skripsi atau Nonskripsi? (Kebijakan, Implementasi, Kelebihan dan Kekurangan)” dengan narasumber dosen PGMI FITK UIN Walisongo Semarang, Hj. Zulaikhah, M.Ag., M.Pd., pada Selasa (23/4/2024) secara daring. Dalam kesempatan itu, Ketua PD PGMI Korwil […]

expand_less