Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gelar Pelatihan, Fordaf Komitmen Lahirkan Daiyah Cinta NKRI

Gelar Pelatihan, Fordaf Komitmen Lahirkan Daiyah Cinta NKRI

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 1 Des 2019
  • visibility 801
  • comment 0 komentar

PATI-Strategi dakwa selalu berubah sesuai dengan konteks zaman. Walisongo merupakan salah satu pionir dakwah kontekstual pada zamannya.

Strategi ini yang kemudian diadopsi oleh dai masa kini. Dengan beragam media yang ada, para penceramah tersebut mulai menyebarkan pencerahan.

Para peserta pelatihan daiyah yang diselenggarakan oleh Forum Daiyah Fatayat (Fordaf) Usai mengikuti pelatihan di aula PC NU Pati Minggu (1/12)

Kaum hawa pun tidak luput dari dunia dakwah. Beberapa momentum memang memerlukan wanita sebagai penghantar ayat-ayat Allah tersebut.

Fatayat NU sebagai salah satu pelopor pemudi muslim di Negara Indonesia ini juga tidak mau kehilangan momen untuk memanfaatkan dakwah sebagai media penyebar islam ramah. Melalui Forum Daiyah Fatayat (Fordaf) organisasi pemudi NU mencoba membuka waaasan dakwah untuk para kadernya.

Minggu (1/12) Pagi tadi, PC Fatayat NU Pati menggelar pelatihan daiyah di Aula kantor PCNU Pati. Pesertanya tak kurang dari enam puluh orang yang berasal dari pengurus PC Fatayat NU hingga para ketua dan perwakilan bidang dakaah PAC Fatayat NU se-Kabupaten Pati.

Asmonah, S.Ag., M.Pd., selaku ketua PC Fatayat NU Pati sangat mendukung dengan gerakan Fordaf ini. Menurutnya, wanita juga perlu mengambil peran dalam dunia dakwah.

“Kita semua berharap daiyah-daiyah dari Fatayat NU bisa menjadi subjek dalam menjaga keutuhan NKRI.” Tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 12.00 WIB siang tadi menghadirkan dua pemateri. Drs. H. Sakdullah, M.Pd. didapuk untuk membawakan materi sistematika dakwah.

Dalam pemaparannya, H. Sakdullah menegaskan bahwa berdakwah merupakan kegiatan retorika. Meburutnya, retorika yang baik harus memiliki sitematika yang runtut dan mudah difahami.

“Berbicara itu mudah, tapi membuat lawan bicara kita faham dengan apa yang kita bicarakan serta dengan cara yang sangat elegan, tentu memerlukan skill.” Tuturnya.

Sementara pembicara kedua, Ustadz H. Ilham Suprianto, S.Pd.I., M.Si., membawakan materi tentang public speaking dan finishing dalam berdakwah. Bagi Ust. Ilham, berdakwah memang gampang-gampang susah. Sebab, dakwah membutuhkan kemampuan bicara.

“Saya sepakat dengan Yai Sakdullah bahwa dakwah perlu skill, serta keberanian” ungkapnya.

Ust. Ilham juga terus mendorong agar materi yang disampaikan dalam berdakwah selalu berorientasi pada persatuan. Menurutnya, penyesatan ummat akhir-akhir ini banyak terjadi akibat dai dan daiyah yang mendorong jamaahnya untuk membenci golongan-golongan tertentu.

“Dai atau daiyah itu public figur. Jadi jangan sampai kita memberikan jamaah kita materi-materi kebencian, pengkafiran dan sejenisnya.” Pungkasnya.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Majelis Shohib Nurussalam : Kebutuhan Air Bersih Santri Wajib Diperhatikan

    Ketua Majelis Shohib Nurussalam : Kebutuhan Air Bersih Santri Wajib Diperhatikan

    • calendar_month Rab, 2 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 646
    • 0Komentar

    KAYEN-Ponpes Al Jamal, Kayen menerima bantuan sepuluh ribu liter air bersih. Bantuan ini berasal dari majelis dzikir dan sholawat Shohib Nurussalam, Penambuhan Margorejo. Dua truk tangki yang mengirim air bersih tersebut mendarat di Ponpes yang berada di Desa Slungkep tersebut Selasa (1/10) siang. Meskipun melibatkan dua lembaga, namun tidak ada penyerahan secara simbolik dalam pengiriman […]

  • Meriahnya Kenduri Kupatan di Wonosekar Gembong

    Meriahnya Kenduri Kupatan di Wonosekar Gembong

    • calendar_month Kam, 18 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 532
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Ribuan ketupat dan lepet diarak warga Wonosekar, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Rabu (17/4/2024) siang. Kegiatan ini dilaksanakan Pemerintah Desa (Pemdes) Wonosekar agar anak-anak muda tertarik dan tidak meninggalkan budaya syawalan. Sebagaimana diketahui, masyarakat Muslim Jawa punya tradisi lebaran ketupat yang dirayakan sepekan setelah Idulfitri. Acara bertajuk Kenduri Seribu Ketupat ini sudah dua tahun […]

  • MENUNGGU GEBRAKAN NU DALAM MENGHADAPI MEA

    MENUNGGU GEBRAKAN NU DALAM MENGHADAPI MEA

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2015
    • account_circle admin
    • visibility 600
    • 0Komentar

    Oleh: Faiz Aminuddin*                                                                                 Warga di kawasan Asia Tenggara sebentar lagi akan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean yang akan dimulai pada tanggal […]

  • Dosen UIN Walisongo Dapat Penghargaan Abdi Nagari Award 2025

    Dosen UIN Walisongo Dapat Penghargaan Abdi Nagari Award 2025

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.581
    • 0Komentar

        Semarang – Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Prof. Syamsul Ma’arif, M.Ag., mendapatkan penghargaan Abdi Nagari Award 2025 dalam Malam Penganugerahan Abdi Nagari Award 2025 yang digelar Jawa Pos Radar Semarang dan Radar Semarang Academy, Jumat malam (12/12/2025) kemarin. Selain Prof Syamsul, terdapat pula sebanyak 32 aparatur negara mulai dari guru, dosen, […]

  • A blurry image of a flower on a purple background

    (b)Untung

    • calendar_month Rab, 2 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Ada sebagian orang yang berprinsip dengan melalukan apa saja harus diperhitungkan; semuanya yang dilakukan dan dijalani harus ternominalkan. Sebab geraknya penuh perhitungan seperti halnya rumus fisika ada gaya dan tekanan, pada sejatinya ketika banyak gaya maka tekanan semakin kencang dan keras. Seperti yang dikemukakan seorang kawan jika untuk bertahan hidup […]

  • PCNU-PATI

    Teknik Menulis Artikel Tembus Scopus dengan Artikel SLR

    • calendar_month Sab, 15 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Temanggung – Banyak teknik, cara atau metode menulis artikel ilmiah untuk tembus di databased Scopus, salah satunya melalui artikel dengan teknik Systematic Literature Review (SLR). Hal itu diungkapkan dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Hamidulloh Ibda, Jumat sore (14/4/2023). Kegiatan tersebut dilaksanakan […]

expand_less