Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gelar Pelatihan, Fordaf Komitmen Lahirkan Daiyah Cinta NKRI

Gelar Pelatihan, Fordaf Komitmen Lahirkan Daiyah Cinta NKRI

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 1 Des 2019
  • visibility 837
  • comment 0 komentar

PATI-Strategi dakwa selalu berubah sesuai dengan konteks zaman. Walisongo merupakan salah satu pionir dakwah kontekstual pada zamannya.

Strategi ini yang kemudian diadopsi oleh dai masa kini. Dengan beragam media yang ada, para penceramah tersebut mulai menyebarkan pencerahan.

Para peserta pelatihan daiyah yang diselenggarakan oleh Forum Daiyah Fatayat (Fordaf) Usai mengikuti pelatihan di aula PC NU Pati Minggu (1/12)

Kaum hawa pun tidak luput dari dunia dakwah. Beberapa momentum memang memerlukan wanita sebagai penghantar ayat-ayat Allah tersebut.

Fatayat NU sebagai salah satu pelopor pemudi muslim di Negara Indonesia ini juga tidak mau kehilangan momen untuk memanfaatkan dakwah sebagai media penyebar islam ramah. Melalui Forum Daiyah Fatayat (Fordaf) organisasi pemudi NU mencoba membuka waaasan dakwah untuk para kadernya.

Minggu (1/12) Pagi tadi, PC Fatayat NU Pati menggelar pelatihan daiyah di Aula kantor PCNU Pati. Pesertanya tak kurang dari enam puluh orang yang berasal dari pengurus PC Fatayat NU hingga para ketua dan perwakilan bidang dakaah PAC Fatayat NU se-Kabupaten Pati.

Asmonah, S.Ag., M.Pd., selaku ketua PC Fatayat NU Pati sangat mendukung dengan gerakan Fordaf ini. Menurutnya, wanita juga perlu mengambil peran dalam dunia dakwah.

“Kita semua berharap daiyah-daiyah dari Fatayat NU bisa menjadi subjek dalam menjaga keutuhan NKRI.” Tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 12.00 WIB siang tadi menghadirkan dua pemateri. Drs. H. Sakdullah, M.Pd. didapuk untuk membawakan materi sistematika dakwah.

Dalam pemaparannya, H. Sakdullah menegaskan bahwa berdakwah merupakan kegiatan retorika. Meburutnya, retorika yang baik harus memiliki sitematika yang runtut dan mudah difahami.

“Berbicara itu mudah, tapi membuat lawan bicara kita faham dengan apa yang kita bicarakan serta dengan cara yang sangat elegan, tentu memerlukan skill.” Tuturnya.

Sementara pembicara kedua, Ustadz H. Ilham Suprianto, S.Pd.I., M.Si., membawakan materi tentang public speaking dan finishing dalam berdakwah. Bagi Ust. Ilham, berdakwah memang gampang-gampang susah. Sebab, dakwah membutuhkan kemampuan bicara.

“Saya sepakat dengan Yai Sakdullah bahwa dakwah perlu skill, serta keberanian” ungkapnya.

Ust. Ilham juga terus mendorong agar materi yang disampaikan dalam berdakwah selalu berorientasi pada persatuan. Menurutnya, penyesatan ummat akhir-akhir ini banyak terjadi akibat dai dan daiyah yang mendorong jamaahnya untuk membenci golongan-golongan tertentu.

“Dai atau daiyah itu public figur. Jadi jangan sampai kita memberikan jamaah kita materi-materi kebencian, pengkafiran dan sejenisnya.” Pungkasnya.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Santri Pesat Temanggung Diajak Dakwah Lewat Media Massa

    Santri Pesat Temanggung Diajak Dakwah Lewat Media Massa

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 592
    • 0Komentar

    Temanggung – Bertempat di Pondok Pesantren Salafiyah Tawangsari (PESAT) dan SMP PESAT Kabupaten Temanggung, dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa santri Pesantren Pesat harus berdakwah melalui media massa. “Selain penyebaran informasi, mengasah kemampuan literasi menulis, membangun kepedulian sosial, menjadi duta pesantren, berlatih kritis dan analisis, […]

  • PCNU-PATI

    Agama Versus Agama

    • calendar_month Ming, 6 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 609
    • 0Komentar

    Dr. Ali Syariati adalah seorang Sosiolog dan Martir yang terbunuh atas perjuangannya menyalakan api revolusi di Kerajaan Syah Pahlevi di Tanah Persia. Api revolusi yang dikobarkannya menyala terang dan berhasil meruntuhkan tembok kerajaan Syah yang sudah berumur ribuan tahun. Namun beliau tidak sempat menyaksikan hasil perjuangannya tersebut dikarenakan kesyahidannya tepat 3 tahun sebelum revolusi. Meskipun […]

  • PCNU - PATI

    Semarak Jalan Santai Hut RI Ke 77

    • calendar_month Rab, 31 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 517
    • 0Komentar

    GEMBONG – Semarak kemerdekaan masih belum usai. Di Kecamatan Gembong, hampir setiap dukuh dan RW memperingati HUT Republik Indonesia yang ke-77 tersebut. Bahkan, di RT 01/RW 02 Gembong, melaksanakan lomba 17-an di tingkat Rukun Tetangga.  Tak terkecuali RW 02 Desa Gembong, melaksanakan agenda 17-an selama dua hari berturut-turut. Kegiatan berpusat di lapangan Kavoc (Kauman Volly […]

  • PCNU-PATI Photo by Microsoft 365

    Menjadi Guru untuk Diri Sendiri, Syukur-syukur Orang Lain

    • calendar_month Sen, 19 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 500
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Dulu, saya sering resah saat memberi ceramah, entah itu bentuknya khutbah jumat, idul fitri, idul adha, maupun kultum. Resah karena merasa tidak pantas menceramahi orang, sedang diri sendiri masih belangsakan. Tapi setelah mendapat nasihat dari dua orang guru, perasaan itu menjadi hilang. Guru pertama mengatakan bahwa penceramah sama halnya profesi […]

  • Jejak Gus Dur

    Jejak Gus Dur

    • calendar_month Kam, 19 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 531
    • 0Komentar

    Tokoh Ulama ; Selama menjadi Ketua Umum PBNU selama 15 tahun, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) banyak mengunjungi daerah, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan. Pada akhir tahun 1985, Gus Dur diundang berceramah oleh Rektor IKIP Makassar, Gubernur Prof. Dr. H. A. Amiruddin.Waktu itu, Gus Dur berangkat ke IKIP dan dijamu sarapan pagi. Di meja makan, […]

  • PCNU-PATI

    Luka yang Kau Tinggal Senja Tadi

    • calendar_month Ming, 11 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 554
    • 0Komentar

    Kembali lagi dengan review wattpad. Tarik nafas dulu..authornya sama seperti Rembulan di Pinggang Bukit, kak Susan. Saya harus peringatkan kalau mau baca karya-karya beliau harus siap mental buat nggak jatuh hati sama tokoh utamanya. Bener deh! Sejak Diary Jingga kalo ga salah, trus Tsani & Athaya, Ranjang yang Ternoda, sampe ini yang juga masih berlanjut […]

expand_less