Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Dampingi Anak-Anak

Dampingi Anak-Anak

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 13 Okt 2023
  • visibility 362
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Satu bulan belakangan ini banyak sekali berita tentang anak-anak yang mengalami kejadian buruk. Melansir banyak berita mengabarkan bahwa seorang siswa salah satu Madrasah Aliyah kota Demak membacok gurunya. Sedangkan di Kabupaten Cilacap dua orang siswa SMP menjadi tersangka kasus penganiayaan kepada sesama temannya sendiri yang sempat viral di jagat maya. Dan tiga hari yang lalu bertepatan dengan hari kesehatan mental dunia, kita dikejutkan oleh kasus bunuh diri seorang mahasiswi kampus ternama di Semarang.

Saya turut prihatin. Kasus-kasus diatas merupakan bukti kelalaian kita sebagai orang dewasa dalam membimbing dan mengawasi anak-anak. Kabarnya pada kasus yang pertama tersebut karena si anak meminta keringanan agar bisa mengikuti ulangan tengah semester namun sang guru yang bersangkutan tak mengindahkan permintaan tersebut. Alhasil si anak menjadi marah lalu memutuskan untuk pulang kerumah mengambil sabit yang kemudian ia gunakan untuk menganiaya guru tersebut.

Berbeda dengan kasus yang kedua. Dari video yang beredar memperlihatkan dua orang siswa yang masih mengenakan seragam sekolah tengah melakukan perundungan dan penganiayaan kepada seorang temannya secara terus menerus.

Sedangkan kasus yang ketiga mengabarkan seorang mahasiswi yang mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 4 salah satu mal di Semarang. Dalam kejadian itu ia meninggalkan secarik kertas yang berisi tulisan berbahasa inggris, dimana intinya adalah permohonan maaf untuk keluarganya karena ia tidak sekuat yang diharapkan.

Disini saya hanya ingin menyampaikan bahwa bagaimanapun keadaannya setiap anak-anak tidak boleh disalahkan. Kecuali memang apa yang dilakukannya telah menyakiti atau merugikan orang lain. Saya mengutip kalimat dari salah satu scene drama korea yang tak lama ini tengah saya tonton hingga selesai. Salah satu dialognya menyebutkan bahwa anak-anak tak sepatutnya disalahkan karena perbuatannya. Sebab mereka masih baru mengenal dunia ini. Mereka belum mengetahui seluk beluk bagaimana kehidupan ini berjalan. Dan sebaiknya segala tingkah laku dan perbuatannya harus tetap terkontrol dalam pengawasan orang tua dan orang dewasa lainnya.

Dikatakan juga pada dialog tokoh utama perempuan drama korea yang berjudul king the land tersebut, bahwa orang dewasa lah yang seharusnya bertindak lebih dewasa lagi. Agar mampu mengerti dan memahami maksud dan keinginan si anak. Lalu kemudian diarahkan.

Namun terkadang kita melupakan kesadaran sebagai manusia yang hidupnya telah lebih lama dari anak-anak. Kita memandang bahwa mereka sama seperti kita. Mereka harus tahu cara berempati, peduli, mengenal mana yang baik dan buruk dengan sendirinya. Dengan dalih agar mereka mandiri dan tak ketergantungan nantinya.

Terkadang kita juga melupakan tugas dan tanggungjawab terhadap pendampingan dan justru malah fokus membuat anak-anak bertingkah layaknya orang dewasa. Dan jika anak-anak mengungkapkan segala resah, gelisah, gundah, gulana, maka dianggap lebay dan terlalu lemah. Padahal itu sah-sah saja sebagai bentuk ekspresi mereka.

Sampai sekarang ini kita masih banyak menjumpai orang tua dan orang-orang dewasa yang belum mampu mendampingi anak-anak dalam tumbuh kembangnya dengan baik. Dan ketika anak-anak melakukan “kesalahan” yang bagi mereka sendiri tak tahu bahwa itu salah, kita malah melabeli dan menjustifikasi bahwa mereka tak bisa menjadi pribadi yang baik.

Dari ketiga kasus itu saja mari kita belajar menjadi manusia yang bisa memanusiakan manusia lainnya. Memberikan kesempatan pada siapapun untuk bercerita dan berbicara tanpa memandang berapa usianya, siapa dirinya, dan bagaimana latar belakangnya. Memang hal ini tak mudah, namun apakah tak mungkin jika kita mencegahnya dari diri kita sendiri sebagai lingkup terkecil dalam sistem yang terbentuk di masyarakat?

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Memaknai Satu Abad NU

    Memaknai Satu Abad NU

    • calendar_month Sab, 11 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Tepat pada tanggal 7 Februari 2023 Nahdlatul Ulama (NU) berusia 100 tahun atau lebih tepatnya satu abad menurut kalender hijriyah. Tentunya di usia satu abad ini, NU memiliki kontribusi besar terhadap Indonesia dan dunia dalam hal dunia Islam. Dalam usia satu abad NU, ada tonggak-tonggak sejarah yang patut dicatat dan dikenang. Adapun […]

  • Pemindahan Kuburan Karena Ada Proyek Pelebaran Jalan

    Pemindahan Kuburan Karena Ada Proyek Pelebaran Jalan

    • calendar_month Sel, 7 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 503
    • 0Komentar

    Ada area kuburan waqaf/makam orang Islam (musabbal), yang mana makam tersebut terkena proyek pelebaran jalan raya, sehingga mayat yang dikubur terpaksa harus diambil terlebih dahulu dan dipindahkan.   Pertanyaan :   Bagaimana hukumnya pelebaran jalan raya tersebut, dan apa status jalan raya tersebut ?   Jawaban : ü  Hukum pelebaran tersebut adalah haram (tidak diperbolehkan). Karena […]

  • Kebijakan Full Day School Membingungkan

    Kebijakan Full Day School Membingungkan

    • calendar_month Kam, 19 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Pemerintah melalui kementerian pendidikan dan budaya mengeluarkan peraturan baru lewat permen no. 20 tahun 2017, tentang kebijakan sekolah 5 hari alias full day school yang banyak menuai kontra di kalangan madrasah dan pesantren. Kebijakan yang kurang tepat sasaran tentunya, karena menuai banyak kontroversi dan kritikan di kalangan akademisi. Suara keras juga dari PBNU tentunya, secara […]

  • PENGUATAN KADER, PENDIDIK SEBAYA  (LELAKI BERESIKO TINGGI DAN PEKERJA SEKS) HIV&AIDS.

    PENGUATAN KADER, PENDIDIK SEBAYA (LELAKI BERESIKO TINGGI DAN PEKERJA SEKS) HIV&AIDS.

    • calendar_month Sel, 27 Okt 2015
    • account_circle admin
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Peran dan keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan Progam Pencegahan dan Penanggulangan  HIV& AIDS di Kabupaten Pati secara promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative yang berkesinambungan dapat mempertajam kepekaan dan tindakan terhadap kasus HIV-AIDS sejak dini oleh masyarakat . Menindaklanjuti hal tersebut diatas KPA Kabupaten Pati mengoptimalkan  koordinasi  penguatan progam pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS KPA Kab. Pati dengan […]

  • Berkebun di Lahan Sempit

    Berkebun di Lahan Sempit

    • calendar_month Sel, 14 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Oleh : Sirril Wafa* Jeruk nipis merupakan jenis tumbuhan yang masuk ke dalam suku jeruk-jerukan. Nama lain buah ini di Asia dan Amerika Tengah dikenal sebagai jeruk pecel.  Menanam pohon jeruk nipis sangat perlu untuk dicoba. Sebab, selain mudah dibudidayakan, buah mungil ini juga punya segudang manfaat.  Di luar sana, tanaman yang memiliki nama beken […]

  • Suluk Maleman Kali ini Menyoal Punjernya Peradaban

    Suluk Maleman Kali ini Menyoal Punjernya Peradaban

    • calendar_month Ming, 19 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id Suluk Maleman edisi ke-166 kembali mengulik hal-hal yang menarik. Lewat tema “Sejarah Dimulai Dari Rumah”, yang digelar pada Sabtu (18/10) ngaji budaya tersebut memantik persoalan keberadaan sosok ibu sebagai pusat peradaban. Bagi Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman, hadits “surga di bawah telapak kaki Ibu” tak hanya untuk dilihat dari sisi seorang anak ke […]

expand_less