Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Dampingi Anak-Anak

Dampingi Anak-Anak

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 13 Okt 2023
  • visibility 439
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Satu bulan belakangan ini banyak sekali berita tentang anak-anak yang mengalami kejadian buruk. Melansir banyak berita mengabarkan bahwa seorang siswa salah satu Madrasah Aliyah kota Demak membacok gurunya. Sedangkan di Kabupaten Cilacap dua orang siswa SMP menjadi tersangka kasus penganiayaan kepada sesama temannya sendiri yang sempat viral di jagat maya. Dan tiga hari yang lalu bertepatan dengan hari kesehatan mental dunia, kita dikejutkan oleh kasus bunuh diri seorang mahasiswi kampus ternama di Semarang.

Saya turut prihatin. Kasus-kasus diatas merupakan bukti kelalaian kita sebagai orang dewasa dalam membimbing dan mengawasi anak-anak. Kabarnya pada kasus yang pertama tersebut karena si anak meminta keringanan agar bisa mengikuti ulangan tengah semester namun sang guru yang bersangkutan tak mengindahkan permintaan tersebut. Alhasil si anak menjadi marah lalu memutuskan untuk pulang kerumah mengambil sabit yang kemudian ia gunakan untuk menganiaya guru tersebut.

Berbeda dengan kasus yang kedua. Dari video yang beredar memperlihatkan dua orang siswa yang masih mengenakan seragam sekolah tengah melakukan perundungan dan penganiayaan kepada seorang temannya secara terus menerus.

Sedangkan kasus yang ketiga mengabarkan seorang mahasiswi yang mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 4 salah satu mal di Semarang. Dalam kejadian itu ia meninggalkan secarik kertas yang berisi tulisan berbahasa inggris, dimana intinya adalah permohonan maaf untuk keluarganya karena ia tidak sekuat yang diharapkan.

Disini saya hanya ingin menyampaikan bahwa bagaimanapun keadaannya setiap anak-anak tidak boleh disalahkan. Kecuali memang apa yang dilakukannya telah menyakiti atau merugikan orang lain. Saya mengutip kalimat dari salah satu scene drama korea yang tak lama ini tengah saya tonton hingga selesai. Salah satu dialognya menyebutkan bahwa anak-anak tak sepatutnya disalahkan karena perbuatannya. Sebab mereka masih baru mengenal dunia ini. Mereka belum mengetahui seluk beluk bagaimana kehidupan ini berjalan. Dan sebaiknya segala tingkah laku dan perbuatannya harus tetap terkontrol dalam pengawasan orang tua dan orang dewasa lainnya.

Dikatakan juga pada dialog tokoh utama perempuan drama korea yang berjudul king the land tersebut, bahwa orang dewasa lah yang seharusnya bertindak lebih dewasa lagi. Agar mampu mengerti dan memahami maksud dan keinginan si anak. Lalu kemudian diarahkan.

Namun terkadang kita melupakan kesadaran sebagai manusia yang hidupnya telah lebih lama dari anak-anak. Kita memandang bahwa mereka sama seperti kita. Mereka harus tahu cara berempati, peduli, mengenal mana yang baik dan buruk dengan sendirinya. Dengan dalih agar mereka mandiri dan tak ketergantungan nantinya.

Terkadang kita juga melupakan tugas dan tanggungjawab terhadap pendampingan dan justru malah fokus membuat anak-anak bertingkah layaknya orang dewasa. Dan jika anak-anak mengungkapkan segala resah, gelisah, gundah, gulana, maka dianggap lebay dan terlalu lemah. Padahal itu sah-sah saja sebagai bentuk ekspresi mereka.

Sampai sekarang ini kita masih banyak menjumpai orang tua dan orang-orang dewasa yang belum mampu mendampingi anak-anak dalam tumbuh kembangnya dengan baik. Dan ketika anak-anak melakukan “kesalahan” yang bagi mereka sendiri tak tahu bahwa itu salah, kita malah melabeli dan menjustifikasi bahwa mereka tak bisa menjadi pribadi yang baik.

Dari ketiga kasus itu saja mari kita belajar menjadi manusia yang bisa memanusiakan manusia lainnya. Memberikan kesempatan pada siapapun untuk bercerita dan berbicara tanpa memandang berapa usianya, siapa dirinya, dan bagaimana latar belakangnya. Memang hal ini tak mudah, namun apakah tak mungkin jika kita mencegahnya dari diri kita sendiri sebagai lingkup terkecil dalam sistem yang terbentuk di masyarakat?

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cek Fakta! Video Viral Jemaah Salat Disodok Tongkat Bukan di Pati

    Cek Fakta! Video Viral Jemaah Salat Disodok Tongkat Bukan di Pati

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.342
    • 0Komentar

      PATI – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, menanggapi beredarnya video viral yang menunjukkan aksi tidak terpuji sekelompok anak-anak dan remaja saat pelaksanaan ibadah salat di masjid. ​Dalam video tersebut, tampak sejumlah remaja menyodok jemaah yang sedang bersujud menggunakan tongkat. Mirisnya, imam salat pun tak luput dari aksi jahil tersebut. ​Video […]

  • BIN Bersama NU Pati Gelar Sosialisasi Kebiasaan Baru

    BIN Bersama NU Pati Gelar Sosialisasi Kebiasaan Baru

    • calendar_month Jum, 17 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 502
    • 0Komentar

    Tim Velox BIN sedang memaparkab materi edukasi kebiasaan baru di aula lantai tiga PCNU Pati, Jumat (17/9) pagi tadi. PATI – Tim Velox Badan Intelejen Negara (BIN) menggelar kegiatan sosialisasi terkait edukasi adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi covid-19. Kali ini mereka menggandeng NU Pati sebagai mitra.  Berlokasi di aula PCNU Kabupaten Pati, Jumat, (17/09), […]

  • Perayaan HSN se-Kabupaten Pati Berlangsung Semarak, Ini Agendanya

    Perayaan HSN se-Kabupaten Pati Berlangsung Semarak, Ini Agendanya

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 546
    • 0Komentar

    PATI-Semarak Hari Santri Nasional (HSN) 2019 sudah mulai tercium. Perayaan yang puncaknya dihelat pada 22 Oktober ini, telah dirayakan oleh sebagian warga sebelum tanggal tersebut. Pengurus Besar PBNU Mengintruksikan untuk membaca sholawat nariyah untuk warga nahdliyin dalam skala nasional. PBNU menargetkan akan adanya 1 miliyar sholawat untuk keselamatan negeri dalam memperingati HSN tahun ini. Salah […]

  • PCNU-PATI

    Islamku Islam Anda Islam Kita

    • calendar_month Rab, 30 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 558
    • 0Komentar

    Dalam buku tersebut beliau menjelaskan secara gamblang bagaimana seharusnya umat islam dalam menjalankan sebuah sistem yang ada. Bahkan tulisan beliau ini sangat relevan di masa sekarang dalam masalah sosial, ekonomi dan politik. Padahal buku ini ditulis jauh sebelum seperti saat ini. Disinilah dilihat bahwa beliau memiliki pemikiran jangka panjang dan berkelanjutan dimasa datang perihal perkembangan […]

  • Ngruwahi Apem, Tradisi Warga Tlogorejo Menjelang Ramadan

    Ngruwahi Apem, Tradisi Warga Tlogorejo Menjelang Ramadan

    • calendar_month Sel, 12 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 493
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Warga Desa Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, punya tradisi sendiri di akhir bulan Sya’ban atau Ruwah, yaitu melakukan bancakan dan berebut kue apem. Kegiatan ini juga dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Masyarakat sekitar menyebut perayaan ini dengan istilah “Ruwahan Apem” atau “Ngruwahi Sewu Apem”. Untuk menyiapkan acara tersebut, masyarakat setempat membutuhkan […]

  • PCNU - PATI

    Semarak Jalan Santai Hut RI Ke 77

    • calendar_month Rab, 31 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 506
    • 0Komentar

    GEMBONG – Semarak kemerdekaan masih belum usai. Di Kecamatan Gembong, hampir setiap dukuh dan RW memperingati HUT Republik Indonesia yang ke-77 tersebut. Bahkan, di RT 01/RW 02 Gembong, melaksanakan lomba 17-an di tingkat Rukun Tetangga.  Tak terkecuali RW 02 Desa Gembong, melaksanakan agenda 17-an selama dua hari berturut-turut. Kegiatan berpusat di lapangan Kavoc (Kauman Volly […]

expand_less