Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Dampingi Anak-Anak

Dampingi Anak-Anak

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 13 Okt 2023
  • visibility 415
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Satu bulan belakangan ini banyak sekali berita tentang anak-anak yang mengalami kejadian buruk. Melansir banyak berita mengabarkan bahwa seorang siswa salah satu Madrasah Aliyah kota Demak membacok gurunya. Sedangkan di Kabupaten Cilacap dua orang siswa SMP menjadi tersangka kasus penganiayaan kepada sesama temannya sendiri yang sempat viral di jagat maya. Dan tiga hari yang lalu bertepatan dengan hari kesehatan mental dunia, kita dikejutkan oleh kasus bunuh diri seorang mahasiswi kampus ternama di Semarang.

Saya turut prihatin. Kasus-kasus diatas merupakan bukti kelalaian kita sebagai orang dewasa dalam membimbing dan mengawasi anak-anak. Kabarnya pada kasus yang pertama tersebut karena si anak meminta keringanan agar bisa mengikuti ulangan tengah semester namun sang guru yang bersangkutan tak mengindahkan permintaan tersebut. Alhasil si anak menjadi marah lalu memutuskan untuk pulang kerumah mengambil sabit yang kemudian ia gunakan untuk menganiaya guru tersebut.

Berbeda dengan kasus yang kedua. Dari video yang beredar memperlihatkan dua orang siswa yang masih mengenakan seragam sekolah tengah melakukan perundungan dan penganiayaan kepada seorang temannya secara terus menerus.

Sedangkan kasus yang ketiga mengabarkan seorang mahasiswi yang mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 4 salah satu mal di Semarang. Dalam kejadian itu ia meninggalkan secarik kertas yang berisi tulisan berbahasa inggris, dimana intinya adalah permohonan maaf untuk keluarganya karena ia tidak sekuat yang diharapkan.

Disini saya hanya ingin menyampaikan bahwa bagaimanapun keadaannya setiap anak-anak tidak boleh disalahkan. Kecuali memang apa yang dilakukannya telah menyakiti atau merugikan orang lain. Saya mengutip kalimat dari salah satu scene drama korea yang tak lama ini tengah saya tonton hingga selesai. Salah satu dialognya menyebutkan bahwa anak-anak tak sepatutnya disalahkan karena perbuatannya. Sebab mereka masih baru mengenal dunia ini. Mereka belum mengetahui seluk beluk bagaimana kehidupan ini berjalan. Dan sebaiknya segala tingkah laku dan perbuatannya harus tetap terkontrol dalam pengawasan orang tua dan orang dewasa lainnya.

Dikatakan juga pada dialog tokoh utama perempuan drama korea yang berjudul king the land tersebut, bahwa orang dewasa lah yang seharusnya bertindak lebih dewasa lagi. Agar mampu mengerti dan memahami maksud dan keinginan si anak. Lalu kemudian diarahkan.

Namun terkadang kita melupakan kesadaran sebagai manusia yang hidupnya telah lebih lama dari anak-anak. Kita memandang bahwa mereka sama seperti kita. Mereka harus tahu cara berempati, peduli, mengenal mana yang baik dan buruk dengan sendirinya. Dengan dalih agar mereka mandiri dan tak ketergantungan nantinya.

Terkadang kita juga melupakan tugas dan tanggungjawab terhadap pendampingan dan justru malah fokus membuat anak-anak bertingkah layaknya orang dewasa. Dan jika anak-anak mengungkapkan segala resah, gelisah, gundah, gulana, maka dianggap lebay dan terlalu lemah. Padahal itu sah-sah saja sebagai bentuk ekspresi mereka.

Sampai sekarang ini kita masih banyak menjumpai orang tua dan orang-orang dewasa yang belum mampu mendampingi anak-anak dalam tumbuh kembangnya dengan baik. Dan ketika anak-anak melakukan “kesalahan” yang bagi mereka sendiri tak tahu bahwa itu salah, kita malah melabeli dan menjustifikasi bahwa mereka tak bisa menjadi pribadi yang baik.

Dari ketiga kasus itu saja mari kita belajar menjadi manusia yang bisa memanusiakan manusia lainnya. Memberikan kesempatan pada siapapun untuk bercerita dan berbicara tanpa memandang berapa usianya, siapa dirinya, dan bagaimana latar belakangnya. Memang hal ini tak mudah, namun apakah tak mungkin jika kita mencegahnya dari diri kita sendiri sebagai lingkup terkecil dalam sistem yang terbentuk di masyarakat?

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    PC LAZISNU Pati, Beri Bantuan Korban Kebakaran

    • calendar_month Sen, 31 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 367
    • 0Komentar

    PC Lazisnu Pati memberikan bantuan kepada korban kebakaran rumah di desa Jimbaran Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati, rabu (26/10) lalu. Dalam hal ini pihak Lazisnu Pati yang diwakili oleh beberapa tim managerial turut serta menggandeng MWC Margorejo selaku wilayah tempat kejadian.  Saiful Huda selaku manager fundrising PC Lazisnu Pati, mengatakan bahwa dirinya mendapat informasi dari group […]

  • Kirab Budaya NU

    Kirab Budaya NU

    • calendar_month Sel, 19 Des 2017
    • account_circle admin
    • visibility 482
    • 0Komentar

    Pati. Panji-panji NU dikibarkan di tengah kondisi kebangsaan yang terus digerus isu perpecahan. Para santri mendukung kiprah NU untuk berada di garda terdepan mengawal keutuhan NKRI. Ratusan santri Pondok Pesantren Roudhotul Tholibin mengibarkan panji-panji Nahdlatul Ulama (NU) saat menggelar kirab budaya dengan mengelilingi Desa Trimulyo, Kayen, 11/12/2017, kemarin. Terlebih, kelompok garis keras yang mengatasnamakan Islam […]

  • NU Memang Asyik

    NU Memang Asyik

    • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Aku, sama sekali tidak pernah mengetahui kapan aku secara resmi menjadi warga NU. Yang jelas konon aku dilahirkan di satu kampung yang masyarakatnya kuat memegang tradisi ke-Nu-anya, walaupun mereka sendiri tidak tahu tentang apa itu NU secara pasti. NU diterima karena warisan leluhur mereka. Ayah, ibu, kakek, buyut dan semua keluargaku juga tidak begitu paham […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Malas Mudik: Gejala Penyakit Jiwa?

    • calendar_month Kam, 19 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.523
    • 0Komentar

        Oleh Hamidulloh Ibda   Saya pernah membuat status WhatsApp pada puasa Ramadan 1446 H tahun 2025 lalu. “Orang yang tidak mau mudik itu sebenarnya adalah peyakit jiwa.” Sontak banyak yang komen. Memang tak sempat menuliskannya dalam bentuk artikel dan baru sempat tahun 2026 ini.   Jumlah pemudik dari tahun ke tahun selalu melimpah. […]

  • MTs Al Fattah Feat PC IPNU-IPPNU Adakan Pelatihan Jurnalistik

    MTs Al Fattah Feat PC IPNU-IPPNU Adakan Pelatihan Jurnalistik

    • calendar_month Sel, 5 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 511
    • 0Komentar

    Suasana sesi pelatihan jurnalistik di MTs. Al Fattah Juwana JUWANA – MTs Al Fattah Juwana menggelar pelatihan jurnalistik pada Senin-Selasa (4-5/10). Kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan kemampuan literasi para santri. Sejumlah materi yang disampaikan dalam pelatihan ini, diantaranya, dasar-dasar jurnalistik, teknik menulis yang baik dan jenis-jenis karya tulis. Selain itu juga diberikan kesempatan untuk praktek […]

  • Ngaji Budaya Lesbumi Pati: Meneladani Akhlak Nabi, Merawat Tradisi

    Ngaji Budaya Lesbumi Pati: Meneladani Akhlak Nabi, Merawat Tradisi

    • calendar_month Ming, 30 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18.357
    • 0Komentar

      Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Pati berkolaborasi dengan Jama’ah Langgar Makam Mbah Wiro Padi Pasucen menggelar Ngaji Budaya bertajuk “Meneladani Akhlak Nabi, Merawat Budaya”. Kegiatan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW itu berlangsung di halaman Langgar Makam Mbah Wiro Padi, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Sabtu (30/8/2026). Sejumlah […]

expand_less