Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bicara Kaderisasi Era Pandemi, NU Gembong : Militan Saja Nggak Cukup

Bicara Kaderisasi Era Pandemi, NU Gembong : Militan Saja Nggak Cukup

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
  • visibility 125
  • comment 0 komentar

K. Sholikhin, ketua MWC NU Gembong  

GEMBONG-Kaderisasi merupakan satu komponen penting dalam organisasi. Hanya dengan kader yang militan dan terdidik, sebuah organisasi bisa tumbuh subur dan eksis. itulah setidaknya yang diungkapkan oleh K. Sholikhin, ketua MWC NU Gembong, Kamis (29/7).

“Organisasi bisa panjang umur kalau pengkaderannya baik,” tuturnya.

Namun, di masa pandemi ini, pengkaderan dalam organisasi apapun terhambat akibat pembatasan kerumunan yang dapat mempercepat penularan Covid 19. Aktivitas seperti pertemuan, rapat, seminar dan sejenisnya, dilaksanakan secara virtual.

Hanya saja, bagi NU, pertemuan secara virtual tidak menyelesaikan seluruh permasalahan. Satu di antaranya adalah kaderisasi melalui Pendidikan Kader Penggerak NU yang menurut K. Sholikhin mustahil dilaksanakan secara virtual.

“Ada persentuhan langsung antara kiai, mentor dan para kader, ada momen-momen sakral yang tidak mungkin dilaksanakan secara virtual,” lanjutnya.

Kader Perlu Dididik

K. Sholikhin memaparkan bahwa MWC NU Gembong seharusnya sudah melaksanakan Pendidikan Kader Penggerak sejak Agustus tahun lalu. Akantetapi, karena pademi yang melanda dunia ini, PCNU Pati dan para Pengurus MWC NU di Kabupaten Pati sepakat untuk menjadwal ulang pelaksanaan kaderisasi tersebut sampai waktu yang belum ditentukan.

Hal ini tentunya mempengaruhi perjalanan organisasi, khususnya dalam hal melahirkan kader penerus. K. Sholikhin tidak memiliki kekhawatiran kehilangan kader-kader militan. menurutnya, hingga detik ini, generasi muda NU yang berada di IPNU/IPPNU, Ansor dan Fatayat memiliki semangat yang luar biasa. Namun, lanjutnya, militansi dan semangat saja tidak cukup.

“Kalau kader militan banyak sekali, tapi kader yang benar-benar terdidik secara organisasi menjadi kekhawatiran sendiri. Militan perlu, tapi militan plus terdidik, ini indikator kader ideal, dan kita sangat butuh kader ideal ini,” tandasnya.

Militansi kader NU di Gembong juga terlihat dari antusiasme Para Ranting-Ranting NU hingga warga NU sendiri yang senantiasa menunggu jadwal pelaksanaan Kaderisasi. Hal ini disampaikan oleh Maulana Luthfi Karim, Ketua Kader Penggerak NU Kecamatan Gembong.

“Banyak sekali yang tanya, kapan ada kaderisasi NU, kalau ada tolong kabari, kalau ada saya mau ikut. Begitu pesan yang saya terima baik lewat WA ataupun secara langsung,” ungkapnya. 

Namun, K. Sholikhin dan para pengurus MWCNU lainnya tidak menyesalkan keaadaan ini. Menurutnya, ada yang lebih penting dari pada kaderisasi, yaitu memutus ranpai penularan Covid-19. 

“Ulama kita melalui kaidah fiqh mengatakan bahwa mencegah mafsadat itu didahulukan daripada mengambil maslahat. Kita prioritaskan dulu urusan Covid biar cepat selesai dan tidak menimbulkan mafsadat yang lebih besar, sambil kita fikirkan hal-hal yang bersifat maslahat sebagai prioritas kedua,” ungkapnya.(lut/ltn) 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Beri Wejangan KKN Tempura, Ranting NU Tempur: Santri Harus Siap Berkhidmat Kepada Masyarakat

    • calendar_month Sel, 15 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jepara Tempur, 13/08/2023. KKN Tempura bersama DPL sowan kepada Ketua Ranting Nahdlatul Ulama Desa Tempur. Hal ini dimaksudkan dalam rangka melakukan konsultasi terkait program kerja di bidang sosial keagamaan, yaitu melakukan pendirian Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Desa Tempur. Pak Nur Salam, Ketua Ranting NU Tempur menyambut kunjungan dari Tim KKN Tempura dengan hangat. […]

  • Tanya Jawab Bersama Rois Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Rois Syuriah

    • calendar_month Kam, 1 Sep 2016
    • account_circle admin
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum Wr Wb Saya sering minum minuman yang didalamnya terdapat semut dan kadang – kadang lalat juga yang telah mati, kata teman saya jika bangkai itu kita menceburkannya ke minuman maka tidak boleh diminum. Apakah itu benar ? mohon penjelasannya pak. Wa’alaikum salam Wr Wb Bangkai semacam semut dan lalat dalam kitab fiqih dikatakan najis […]

  • Mathali’ul Falah Raih 5 Mendali di MQK Nasional

    Mathali’ul Falah Raih 5 Mendali di MQK Nasional

    • calendar_month Jum, 8 Des 2017
    • account_circle admin
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Pati. Musabaqah Ditjen Pendis Kemenag RI di Balekambang Jepara, 1-5/12 kemarin. Qiraatil Kutub (MQK) tingkat nasional ke-VI 2017 yang diselenggarakan oleh Perguruan Islam Mathaliul Falah Kajen-Margoyoso-Pati ikut berpartisipasi pada event tersebut dengan menyumbangkan lima mendali yang diraih oleh Juara 1 Balaghah Wustha ( Nadilla),Juara 2 Balaghah ‘Ulya ( Basmah Nafisah),Juara 2 Tarikh ‘Ulya ( Moh. […]

  • PCNU-PATI

    Upacara Hari Pancasila Elemen Muda NU Tak Diundang, PMII Pati: Tidak Mencerminkan Persatuan

    • calendar_month Sen, 5 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Pcnupti.or.id- Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Pati yang digelar Halaman Setda Pati pada 1 Juni 2023 lalu tak mengundang elemen muda Nahdlatul Ulama (NU) Pati seperti GP Ansor, Banser, Fatayat, IPNU-IPPNU, maupun PC PMII Pati. Hal itu pun mendapat berbagai sorotan seperti unggahan akun Facebook Ansor Pucakwangi Net, beberapa hari lalu. “Salam Hormat […]

  • Suluk Maleman Kali ini Menyoal Punjernya Peradaban

    Suluk Maleman Kali ini Menyoal Punjernya Peradaban

    • calendar_month Ming, 19 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id Suluk Maleman edisi ke-166 kembali mengulik hal-hal yang menarik. Lewat tema “Sejarah Dimulai Dari Rumah”, yang digelar pada Sabtu (18/10) ngaji budaya tersebut memantik persoalan keberadaan sosok ibu sebagai pusat peradaban. Bagi Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman, hadits “surga di bawah telapak kaki Ibu” tak hanya untuk dilihat dari sisi seorang anak ke […]

  • Tarnsformasi Suara Mercon. Tarnsformasi Suara Mercon On Usnplash.

    Transformasi Suara Mercon

    • calendar_month Kam, 20 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Dulu, sekitar dua puluh tahun lalu, sebelum PUBG dan sejenisnya menyerang, pagi Bulan Ramadhan terasa anggun dan hangat. Anak-anak berjamaah subuh kemudian membuat sebuah agenda tour pagi. Berkelompok mengelilingi desa dengan berjalan kaki.Tim borjuis pun demikian, bedanya mereka berkeliling menggunakan sepeda dengan dua shock depan dan shifter gear. Tak ada satupun […]

expand_less