Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Benarkah Puasa Menyehatkan

Benarkah Puasa Menyehatkan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 12 Mar 2025
  • visibility 425
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Puasa telah menjadi bagian dari tradisi keagamaan dan budaya di berbagai belahan dunia, khususnya dalam Islam. Selain sebagai bentuk ibadah, puasa juga diklaim memiliki banyak manfaat kesehatan. Namun, masih ada sebagian orang yang meragukan apakah puasa benar-benar berdampak positif bagi tubuh. Kita harus membeda fakta ilmiah mengenai manfaat puasa yang menyehatkan.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Berpuasalah niscaya kalian akan sehat.” (HR. Ath Thabrani dalam Mu’jam al Awsath)

Dari sisi periwayatan, hadis ini tergolong lemah. Bahkan sejumlah ulama menyebut hadis ini palsu. Akan tetapi, dari sisi substansinya, hadis ini tidak bertentangan dengan riset ilmiah dan tradisi media modern yang menjadikan puasa sebagai terapi bagi pasien agar mendapatkan kesehatan.

Puasa Menyehatkan?

Puasa, sebagai salah satu rukun Islam, tidak hanya memiliki dimensi spiritual yang mendalam, tetapi juga menyimpan segudang manfaat kesehatan yang telah terbukti secara ilmiah. Meski demikian, masih banyak orang yang meragukan manfaat puasa bagi kesehatan. Padahal, jauh sebelum penelitian modern mengungkap keajaiban puasa, Al-Quran, As-Sunnah, dan kitab-kitab kuning telah lebih dulu membahasnya.

Berbagai penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa puasa memiliki dampak positif bagi kesehatan tubuh. Dalam jurnal ilmiah The New England Journal of Medicine, Rafael de Cabo, Ph.D., dan Mark P. Mattson, Ph.D., melalui artikel berjudul Effects of Intermittent Fasting on Health, Aging, and Disease menemukan bahwa puasa dapat memicu proses autophagy, yaitu mekanisme perbaikan seluler yang dapat membersihkan sel-sel rusak dan mengurangi risiko berbagai penyakit kronis, seperti kanker, diabetes, dan penyakit jantung.

Selain itu, puasa juga dapat membantu mengontrol berat badan, menurunkan kadar gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, serta mengurangi peradangan dalam tubuh. Sebuah studi yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa puasa intermiten dapat membantu menurunkan berat badan dan lemak tubuh, serta meningkatkan kesehatan jantung.

Sejumlah penelitian modern menunjukkan bahwa puasa dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan. Puasa dapat meningkatkan fungsi otak, memperbaiki metabolisme, serta memperpanjang umur. Penelitian lain yang dilakukan Dyayadi (2007) menegaskan puasa adalah bentuk terapi untuk mendapatkan kesehatan, Hasyimsyah (2019) menyebut bahwa puasa menyehatkan sekaligus menegaskan karakter ketakwaan seorang, Harianto (2021) menemukan bahwa puasa berdampak pada psikologis, spiritual, dan meningkatkan kualitas hidup manusia. Temuan riset lain, Hayati dan Hakim (2022) menemukan fakta bahwa berpuasa sepanjang kurang lebih 11-18 jam atau di Indonesia kurang lebih 12-13 jam akan meningkatkan proses autofagi dalam tubuh manusia yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya tahan tubuh manusia.

Dalam risetnya, Oktavia, et. al. (2023) menemukan bahwa  puasa bermanfaat sebagai pengobatan jiwa, pereda kejahatan syahwat dan pengendalian hawa nafsu. Puasa mampu menumbuhkan emosional positif dan mampu mengendalikan ucapan, pandangan, pendengaran serta menahan seluruh tubuh dari kejelekan, menumbuhkan jiwa sosial yang tinggi dan terhindar dari keegoisan.

Puasa juga diketahui dapat mengurangi peradangan dalam tubuh serta membantu proses regenerasi sel melalui mekanisme autofagi, sebagaimana dijelaskan dalam studi Yoshinori Ohsumi (2016), yang memenangkan Hadiah Nobel dalam bidang kedokteran.

Dasar Teologis

Dalam Islam, puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai bentuk pembersihan diri. Allah SWT berfirman: “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah: 184).

Rasulullah SAW juga bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini tidak hanya menjelaskan keutamaan puasa dari segi spiritual, tetapi juga dari segi kesehatan. Dengan berpuasa, tubuh kita memiliki kesempatan untuk beristirahat dan melakukan perbaikan seluler, sehingga dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan

Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa puasa bukan hanya sekadar menahan lapar, tetapi juga menyehatkan jiwa dan raga. Menurutnya, puasa dapat mengurangi hawa nafsu yang berlebihan, mencegah berbagai penyakit akibat konsumsi makanan yang berlebihan, serta meningkatkan ketakwaan.

Sementara itu, dalam kitab Qut al-Qulub, Abu Talib al-Makki menegaskan bahwa puasa adalah bentuk penyucian tubuh dan hati dari segala sesuatu yang berlebihan. Beliau menyebut bahwa puasa dapat memperbaiki metabolisme tubuh, menyeimbangkan zat dalam tubuh, dan mencegah berbagai penyakit akibat pola makan yang buruk.

Selain itu, dalam kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa puasa dapat membantu mengendalikan hawa nafsu dan mencegah perbuatan dosa. Dengan berpuasa, kita dilatih untuk menahan diri dari segala bentuk godaan, sehingga dapat meningkatkan ketakwaan dan keimanan diri kepada Allah SWT.

Tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, puasa juga memiliki dampak positif bagi kesehatan mental. Puasa dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, dan depresi. Puasa dapat meningkatkan produksi hormon serotonin, yang berperan penting dalam penyempurnaan suasana hati dan mengurangi stres. Selain itu, puasa juga dapat meningkatkan kesadaran diri dan pengendalian diri. Dengan berpuasa, kita belajar untuk menahan diri dari segala bentuk keinginan duniawi, sehingga dapat memperkuat mental dan jiwa kita.

Puasa bukan hanya sekadar ibadah ritual, tetapi juga merupakan terapi kesehatan yang alami dan efektif. Berbagai penelitian ilmiah telah membuktikan manfaat puasa bagi kesehatan fisik dan mental. Oleh karena itu, mari kita manfaatkan bulan Ramadan ini untuk berpuasa dengan sungguh-sungguh, sehingga kita dapat meraih keberkahan dan kesehatan yang optimal.

Berdasarkan fakta ilmiah, dalil Al-Qur’an dan hadis, serta pendapat ulama dalam kitab klasik, puasa terbukti memiliki banyak manfaat kesehatan. Puasa tidak hanya meningkatkan ketakwaan, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan fisik dan mental. Oleh karena itu, bagi mereka yang masih ragu, sudah saatnya memahami bahwa puasa bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga anugerah kesehatan dari Allah SWT. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari ibadah ini dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita jadikan Ramadan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah kita.

Aamiin.

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education terindeks Scopus Q1 (2023-sekarang), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI

    PCNU Pati Konsolidasi Ke MWCNU Tayu

    • calendar_month Rab, 27 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Tayu. Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati bersilaturahmi ke MWCNU Kecamatan Tayu,bertempat diSekretariat MWC NU Tayu Jl Ratu Kalinyamat Tayu Wetan, Rabu 22/7 kemarin. “Dalam penguatan organisasi kita harus mengoptimalkan, simpul simpul penting yaitu ranting, sebab apabila ranting berjalan maka dengan sendirinya MWCNU dan PCNU ikut berjalan,” jelas Maskan selaku Sekretaris PCNU Kab Pati […]

  • Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Sabet Perunggu di Olimpiade Biologi Tingkat Internasional

    Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Sabet Perunggu di Olimpiade Biologi Tingkat Internasional

    • calendar_month Sel, 5 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 268
    • 0Komentar

    PATI – Siswa MA Salafiyah Kajen Pati kembali mengukir prestasi. Ialah Ulil Albab, yang berhasil meraih medali perunggu pada ajang International Applied Biology Olympiad (IABO) yang diselenggarakan di Bali pada tanggal 30 Juni hingga 3 Juli 2022. IABO yang diselenggarakan oleh Indonesian Scienctific Society (ISS) dan bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Dan Pemberdayaan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan […]

  • Ansor Pati Akan Gelar Selametan Bumi Pesantenan

    Ansor Pati Akan Gelar Selametan Bumi Pesantenan

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 282
    • 0Komentar

    PATI – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pati akan menggelar kegiatan bertajuk Selametan Bumi Pesantenan. Rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan selama 2 hari, pada 19-20 September 2019 ini terdiri atas tiga kegiatan yaitu 100 Khataman Al Quran, Apel Pembaretan 5.000 Banser, dan Istighosah Kubro. Pamflet acara Selametan Bumi Pesantenan yang akan digelar oleh PC […]

  • LP Ma’arif PBNU Tampilkan Madrasah Inklusif Dan Inovasi Teknologi

    LP Ma’arif PBNU Tampilkan Madrasah Inklusif Dan Inovasi Teknologi

    • calendar_month Ming, 8 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Jakarta – Lembaga Pendidikan Ma’arif PBNU menampilkan Madrasah Inklusif dan Inovasi Teknologi  oleh Madradah Dibawah LP Ma’arif Jateng pada Pameran Pendidikan Kementerian Agama RI. Dalam kesempatan itu, LP Ma’arif Jateng mewakili LP Ma’arif PBNU di Expo Pendidikan dalam Rangka Hari Disabilitas Internasional tahun 2024 pada 3-4 Desember 2024 di Jakarta. Kegiatan itu adalah kegiatan yang […]

  • Siap! Majelis As Saba Wonosobo Akan Sholawatan di Porsema XIII

    Siap! Majelis As Saba Wonosobo Akan Sholawatan di Porsema XIII

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 282
    • 0Komentar

      Wonosobo – Rangkaian kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII PWNU Jawa Tengah akan semakin semarak dengan digelarnya Porsema Bersholawat. Acara ini akan berlangsung pada Jumat malam, 12 September 2025 pukul 19.30 WIB di Alun-Alun Timur Wonosobo, menghadirkan lantunan sholawat penuh hikmah bersama Majelis As Saba Wonosobo. Ketua LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo, […]

  • Sepenuh Hati Mencintai-Nya

    Sepenuh Hati Mencintai-Nya

    • calendar_month Kam, 3 Sep 2015
    • account_circle admin
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Dalam buku karya Yadi Saeful Hidayat yang berjudul “Aku Jauh Engkau Jauh, Aku Dekat Engkau Dekat” penulis mencoba menyuguhkan agar manusia mampu menepis segala keraguan atas nikmat iman yang telah di berikan oleh-Nya serta mampu mencintai Allah secara tulus dan mendahalukan segala urusan agama Allah ketimbang urusan lainnya. Allah telah menjanjikan kepada hamba-Nya yang mencintai-Nya […]

expand_less