Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Petualang Kopi

Petualang Kopi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 21 Agu 2023
  • visibility 520
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Saya tidak tahu persis sejak kapan saya menyukai kopi. Seingat saya sih sejak saya ngantor di Bentang Pustaka. Waktu itu siang menjelang sore, pas lelah dan ngantuk-ngantuknya. Untuk melawan kantuk, saya kemudian cuci muka terus ke dapur hendak bikin teh panas. Di situ saya lihat ada kopi bertuliskan Koffie Fabriek Aroma Bandoeng. Wow, klasik sekali baik tulisan maupun kemasannya.

Saya kemudian mencicipi kopi tersebut. Allahu akbar. Enak sekali. Benar-benar nikmat. Saking enaknya, saya sempat berpikir, “Inikah minuman surga?” wkwkkk…

Sebelumnya saya menikmati kopi sachet saja. Oh, betapa kupernya saya, sudah sedewasa itu tidak tahu kalau kopi begitu beragam rasa dan pilihan. Sudah seakil baligh itu saya cuma tahu kopi sachetan.

Sebelumnya saya adalah penikmat teh. Segala hal yang berkaitan dengan teh, saya geluti. Dari kecil saya sudah akrab dengan minuman teh, karena di rumah orangtua minuman keseharian kami adalah teh, baik yang disimpan dalam teko maupun termos (agar tetap panas), di samping air putih tentunya. Setiap kali bepergian, saya pesan minum teh kalau pas makan di warung. Karena setiap tempat mempunyai cita rasa yang berbeda, tergantung merek dan racikannya.

Kalau Anda pesan teh di daerah Jawa Barat harus lengkap ngomongnya. Misalnya ingin pesan teh hangat, maka akan disuguhi teh hangat tanpa gula alias tawar. Dan sebaliknya, kalau Ada pesan teh hangat di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, maka akan disuguhi teh manis hangat, padahal Anda mungkin ingin pesan teh hangat tawar. Di Jawa orang menyebutnya Es Teh, di Kalimantah Teh Es, dan di Aceh Teh Dingin.

Saya juga sudah mencicipi teh dari beberapa negara, seperti Cina, Jepang, Australia, Iran, dan Belanda. Itu berkat kebaikan orang yang pergi ke negara tersebut dan pulang membawa oleh-oleh teh buat saya. Kalau Anda tanya teh mana yang paling enak? Saya jawab teh dari pegunungan Dieng, karena daun tehnya masih segar, baru petik dari kebun kepunyaan Bu Dhe (Kakak Bapak saya). Begitulah dunia teh yang pernah saya jalani. Dan saya merasa sudah khatam. Kini saatnya mendalami dunia hitam, yaitu kopi.

Jadi, setelah mencicipi kopi Aroma itu, saya mulai keranjingan minum kopi, kopi asli tanpa campuran apa-apa dan bukan kopi sachetan. Dari situ saya bertualang dari kopi ke kopi. Kalau di Jogja, saya sering ngopi di warung kopi Mato, Blandongan, dan Lembayung. Pernah juga di warung kopi Nusantara dan Bjong. Rata-rata di warung kopi tersebut kopinya dari Banyuwangi. Kalau pas pulang kampung ke Pandeglang, saya suka ngopi cap Kupu-Kupu. Kadang juga cap Disco, Kupu-Kupu, dan Kilat. Itu semua kopi lokal dari Pandeglang dan Rangkas Bitung.

Setiap ke daerah yang saya kunjungi, selalu saya tanya apa di sini ada kopi lokalnya? Karena hampir tiap daerah ada produk lokalnya. Lebih istimewa lagi kalau ada kebunnya. Misalnya, pas saya ziarah ke Sunan Muria, saya minum kopi Muria. Di pegunungan Muria itu banyak sekali tanaman kopinya. Begitu juga pas saya ada acara di Wonosobo, saya sempatkan diri ke desa Bowongso, daerah penghasil kopi yang cukup terkenal di Wonosobo. Kalau diminum di sana gratis, bisa dibuatkan dan bisa buat sendiri.

Sampai sekarang, minuman saya masih kopi. Dan masih bertualang mencicipi kopi di pelbagai daerah yang ada di Indonesia.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Logo Konfercab Pelajar NU Tuai Pujian

    Logo Konfercab Pelajar NU Tuai Pujian

    • calendar_month Sab, 3 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 603
    • 0Komentar

    Logo dan makna logo yang direncanakan akan menjadi maskot Konferancab IPNU-IPPNU Kab. Pati tahun 2021 DOWNLOAD LOGO KONFERCAB PC IPNU IPPNU PATI KOTA-Garda depan pelajar NU Pati hendak menyelenggarakan hajat besar. IPNU dan IPPNU Cabang Pati dalam waktu dekat ini akan menghelat Konferensi Cabang.  DOWNLOAD LOGO KONFERCAB PC IPNU IPPNU PATI DOWNLOAD LOGO PELAJAR NU […]

  • PCNU-PATI

    Haji

    • calendar_month Rab, 28 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 748
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Seorang teman yang pada tahun ini menyempurnakan rukun Islam ke lima yaitu ibadah haji. Sebelum berangkat tasyakuran telah dilaksanakan, menerima sumbangan baik gula atau jajanan dari tetangga, saudara, kolega kerja teman sebaya sudah diterimanya. Efuria tentang musim haji telah menghiasi berbagai lini. Karena menurut sebagian teman saya berhaji bukan lagi menjadi […]

  • PCNUPati.or.id, Pati – Gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menghantam hingga area Masjid Agung Baitunnur Pati saat demo 13 Agustus 2025, kemarin. LPBHNU Pati pun menyayangkan tindakan represif aparat. Beredar video, gas air mata ditembakkan hingga halaman Masjid Agung. Sejumlah warga pun menjadi korban. Naasnya, bukan hanya massa demo yang terkana imbas. Warga yang hendak jemaah pun menjadi korban. Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Pati Ahmad Shofwan angkat bicara. Menurutnya demo merupakan hak masyarakat. ”Menanggapi tindakan represif tindakan aparat yang sampai mengejar ke masjid agung. Yang pertama, demo itu hak dan sudah diatur dalam undang-undang, bahwa menyampaikan pendapat di muka umum itu boleh. Kemarin demo itu memang legal dan berizin masih batas waktu yang diperbolehkan,” ujar Shofwan, Kamis (14/8/2025). Ia pun menyayangkan tindakan kepolisian yang dinilai terlalu represif. Apalagi pihak kepolisian sampai menembakkan gas air mata ke halaman Masjid Agung Pati. ”Sementara tindakan aparat polisi mengejar para demonstran sampai masjid sangat disayangkan. Karena masjid itu tempat ibadah. Tidak boleh aparat itu represif sampai ke sana. Karena di sana bukan para pendemo. Ada masyarakat yang ingin ibadah,” tutur dia. Tindakan aparat ini membuat sejumlah masyarakat menjadi korban. Bahkan banyak masyarakat yang hendak jamaah, ibu-ibu dan anak-anak terkena imbasnya. ”Apalagi gas air mata itu memang diarahkan ke halaman parkir mobil (masjid) dan juga ke tempat wudlu. Itu saya sayang kan,” ungkap dia. Tak hanya itu, tindakan aparat juga dinilai terlalu berlebihan lantaran juga menembakkan gas air mata di gang-gang permukiman warga.Ia pun berharap kejadian semacam ini tak terjadi lagi. ”Pak Kapolda, Kapolres harus mengevaluasi dan berbenah kejadian tidak terulang lagi. Di gang sampai masyarakat kena. itu tidak boleh. Kalau menangkap pendemo yang rusuh silahkan. Saya pastikan pendemo yang rusuh itu didatangkan dari luar sengaja membikin rusuh. Bukan orang Pati. Orang Pati tidak seperti itu,” tandas dia. Sementara itu, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto mengaku pihaknya sudah sesuai SOP. Meskipun, banyak ibu hingga anak yang menjadi korban. ”Oke, tentunya protap SOP yang dilakukan oleh pihak kepolisian sudah sesuai. Karena kita dari awal pada saat aksi unjuk rasa yang damai Itu berjalan dengan lancar dan kita menjamin keamanan dari para demonstran,” pungkasnya.

    Gas Air Mata Hantam Area Masjid Agung, LPBHNU Pati: Aparat Jangan Represif

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 592
    • 0Komentar

      PCNUPati.or.id, Pati – Gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menghantam hingga area Masjid Agung Baitunnur Pati saat demo 13 Agustus 2025, kemarin. LPBHNU Pati pun menyayangkan tindakan represif aparat. Beredar video, gas air mata ditembakkan hingga halaman Masjid Agung. Sejumlah warga pun menjadi korban. Naasnya, bukan hanya massa demo yang terkana imbas. Warga […]

  • Tanya Jawab Bersama Rois Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Rois Syuriah

    • calendar_month Sen, 2 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 683
    • 0Komentar

    Pada kesempatan ini redaksi akan menampilkan tanya jawab bersama Rois Syuriah PCNU Pati , KH. M. Aniq Muhammadun. Assalamualaikum Wr Wb Sebagai orang awam, saya ingin bertanya sama pak yai : di bumi nusantara tercinta ini kita sudah lazim dan sering kita lihat orang orang ziarah ke makam para auliya untuk mendoakannya dan sekaligus bertawasul, […]

  • PCNU-PATI Photo by Haidan

    Kemampuan Haji dan Allah Yang Maha Neriman

    • calendar_month Kam, 22 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 676
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Berangkat haji menjadi impian semua muslim. Sebab, ibadah yang satu ini termasuk kategori rukun Islam. Artinya, haji itu wajib bagi yang mampu (istitha’ah). Kemampuan ini meliputi kompetensi finansial dan fisik. Perjalanan yang aman juga termasuk di dalamnya. Namun timbul satu pertanyaan, apakah kemampuan mental juga masuk kategori istitha’ah? Sebab, diakui atau […]

  • Luwur Makam Syekh Jangkung Dikirab

    Luwur Makam Syekh Jangkung Dikirab

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 901
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Ribuan warga tumpah ruah dalam perayaan kirab luwur  makam Syekh Jangkung di Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Sabtu (11/1/2025) siang. Acara tahunan ini menjadi momen sakral bagi masyarakat setempat untuk menghormati sosok ulama karismatik yang turut menyebarkan Islam di wilayah Pati. Kirab dimulai dengan mengarak luwur makam Syekh Jangkung, diikuti punggawa […]

expand_less