Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Peran Pesantren Sebagai Pengembangan Civil Society

Peran Pesantren Sebagai Pengembangan Civil Society

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 3 Jun 2023
  • visibility 499
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Berbicara tentang pemberdayaan masyarakat dalam konteks Indonesia, tentunya sangat kompleks sekali ranah dan dimensinya.  Mulai dari banyaknya angka kemiskinan, keterbelakangan masyarakat, dan kurang terciptanya lapangan pekerjaan yang merata, sehingga dari situ dibutuhkan para agen perubahan sosial untuk memberikan sumbangsih pemikiran dan solusi terhadap masyarakat. Agar problem solving di masyarakat bisa teratasi dan mendapatkan solusinya.

Dari banyaknya problem sosial di masyarakat, maka kehadiran pesantren menjadi suatu keniscayaan untuk dilibatkan. Sebab, pesantren sejak kemunculannya memang tidak dapat dilepaskan dari peran masyarakat. Karena lembaga keagamaan ini bisa tumbuh dan berkembang dari dan untuk masyarakat.

Maka, pesantren didirikan dengan tujuan mengadakan trasformasi sosial bagi masyarakat daerah sekitarnya. Ia hadir untuk mengabdikan dirinya dalam mengembangkan dakwah Islam dalam pengertian secara luas, dan mengembangkan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai keagamaan, serta pada gilirannya didukung secara penuh oleh masyarakat sekitar.

Adapun aspek lain siginifikansi pelibatan pesantren dalam pemberdayaan masyarakat berpulang pada kenyataan, bahwa masyarakat Indonesia yang mayoritas terdiri dari komunitas muslim terbesar di dunia pada umumnya menetap di daerah pedesaan.

Karena mayoritas masyarakat yang tinggal di pedesaan adalah alumni dari pesantren. Sehingga  keberadaan pesantren di masyarakat sangat berpengaruh dalam memberikan kontribusi kongkrit baik dalam bentuk keagamaan serta dalam bentuk edukasi masyarakat. Oleh karena itu, nuansa khas pesantren sangat kental di dalam masyarakat pedesaan dan ada manfaatnya terhadap masyarakat sekitar.

Maka, dalam hal ini setiap pengembangan pemikiran dan interpretasi keagamaan yang berasal dari luar kaum elit pesantren sebagai pusat pendidikan Islam dan instruksi keagamaan tidak akan memiliki dampak signifikan terhadap way of life dan sikap masyarakat Islam di daerah pedesaan. Hal ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat Indonesia,khususnya dalam bentuk pengembangan civil society, mutlak harus melibatkan pesantren.

Secara embrional, pesantren sebenarnya telah mengemban aspek-aspek tertentu dari nilai-nilai yang ada pada civil society. Sejak awal berdirinya Lembaga keagamaan dan sosial ini sangat menekankan kepada moralitas yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemandirian, kesederhanaan, takdhim, dan lain sebagainya.

Sedangkan kemandirian dan moderasi yang dianut di pesantren lebih ditekankan kepada santri. Hal ini dimaksud sebagai modal utama dalam mengantarkan para santri dan masyarakat sekitar menuju pembentukan masyarakat yang diinginkan.

Karakteristik semacam itu telah mengantarkan pesantren kepada eksistensinya yang unik sebagai subkultur dengan alternated way of life. Dan ini tentunya memberikan posisi menguntungkan bagi pesantren.

Pesantren dengan kemandiriannya misalnya, memperlihatkan bahwa pola dan cara hidupnya berbeda dan berada di luar hierarki negara, sehingga secara potensial memiliki posisi daya tawar cukup tinggi vis avis negara. Pada posisinya seperti itu, pesantren secara subtansial merupakan agen civil society yang sejati.

Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat yang terpusat pada pesantren bisa berjalan dan ada kontribusi kongkrit terhadap masyarakat yang perlu diperhatikan adalah pada konsep awal dari adanya pesantren dan peran sentral dari pengasuh pesantren,serta menyiapkan santri sebagai agen perubahan sosial dengan maksud dan tujuan, santri Ketika lulus dari pesantren sudah siap terjun di masyarakat. Dengan begitu, sumbangsih nyata pesantren bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekitarnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wisuda ke-32 INISNU, Rektor Laporkan Lonjakan Kinerja Akademik, Akselerasi Internasionalisasi, dan Kesiapan Alih Bentuk Institusi

    Wisuda ke-32 INISNU, Rektor Laporkan Lonjakan Kinerja Akademik, Akselerasi Internasionalisasi, dan Kesiapan Alih Bentuk Institusi

    • calendar_month Sel, 7 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 167
    • 0Komentar

    TEMANGGUNG — Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung sukses menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-32 pada Selasa, 7 Juli 2026 di Gedung Pemuda Temanggung. Momentum sakral ini tidak sekadar menjadi panggung seremoni kelulusan bagi 122 wisudawan, melainkan bertransformasi menjadi forum akuntabilitas publik yang komprehensif. Di hadapan para tokoh penting Nahdlatul Ulama, koordinator Kopertais, serta jajaran […]

  • PCNU PATI - Misi Tersembunyi Dibalik Lomba Tilawah dan Hias Tumpeng

    Misi Tersembunyi Dibalik Lomba Tilawah dan Hias Tumpeng

    • calendar_month Sen, 22 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 428
    • 0Komentar

    SUKOLILO – Semarak hari kemerdekaan belum usai. Baru-baru ini, Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Sukolilo menggelar lomba antara ranting dan anak ranting yang tidak biasa. Kompetisi yang dihelat di Gedung Haji Sukolilo pada Minggu (21/8) tersebut mempertarungkan para qori’ di lingkungan PAC kecamatan ujung selatan Kabupaten Pati tersebut. Bukan hanya itu, Mukaeni, ketua panitia menegaskan […]

  • NU dan Pem Kab  Mengadakan Istigousah Terakhir Tahun 2015

    NU dan Pem Kab Mengadakan Istigousah Terakhir Tahun 2015

    • calendar_month Sen, 7 Des 2015
    • account_circle admin
    • visibility 499
    • 0Komentar

    Kamis 26/11/15 kemarin  bertempat di Pendopo Kabupaten Pati telah di selenggarakan Istigosah ulama dengan umaro’. Acara rutinan tiga bulan sekali tersebut atas kerjamasa NU dan Pem Kab Pati.  Dan pada malam Jumat kemarin adalah acara Istigosah terakhir di tahun 2015.             “Ini adalah Istigosah terakhir di tahun 2015, dan sudah berlangsung selama 3 tahun. Maka […]

  • city beside body of water during daytime

    Ilusi Kaum Kota: Slow Living di Desa

    • calendar_month Kam, 6 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 756
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Desa memang cenderung lebih unggul dibandingkan kota dalam urusan kualitas udara. Jumlah kendaraan berbahan bakar fosil dan industri makro yang sedikit menjadikan desa tempat yang baik untuk bernapas. Masyarakatnya juga punya kepedulian tinggi dan ramah-ramah. Gedung-gedung belum menjamah sampai ke sana, sehingga view alamnya lebih natural, tanpa solek bangunan tinggi. Nilai […]

  • Pemuda Adalah Ruh Perubahan

    Pemuda Adalah Ruh Perubahan

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 490
    • 0Komentar

    Pati, – Wakil Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (PP LESBUMI) KH Agus Sunyoto mengatakan, bahwa pemuda adalah ruh dari berbagai perubahan. Menurutnya, sejarah agama dan bangsa adalah sejarah anak muda. Islam dapat berkembang berkat gerakan pemuda. “Awal Islam, para pemuda lah yang menjadi motor penggerak perkembangan Islam. Sahabat Ali bin Abu Thalib masuk Islam […]

  • Suluk Maleman Kali ini Menyoal Punjernya Peradaban

    Suluk Maleman Kali ini Menyoal Punjernya Peradaban

    • calendar_month Ming, 19 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 446
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id Suluk Maleman edisi ke-166 kembali mengulik hal-hal yang menarik. Lewat tema “Sejarah Dimulai Dari Rumah”, yang digelar pada Sabtu (18/10) ngaji budaya tersebut memantik persoalan keberadaan sosok ibu sebagai pusat peradaban. Bagi Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman, hadits “surga di bawah telapak kaki Ibu” tak hanya untuk dilihat dari sisi seorang anak ke […]

expand_less