Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Peran Pesantren Sebagai Pengembangan Civil Society

Peran Pesantren Sebagai Pengembangan Civil Society

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 3 Jun 2023
  • visibility 458
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Berbicara tentang pemberdayaan masyarakat dalam konteks Indonesia, tentunya sangat kompleks sekali ranah dan dimensinya.  Mulai dari banyaknya angka kemiskinan, keterbelakangan masyarakat, dan kurang terciptanya lapangan pekerjaan yang merata, sehingga dari situ dibutuhkan para agen perubahan sosial untuk memberikan sumbangsih pemikiran dan solusi terhadap masyarakat. Agar problem solving di masyarakat bisa teratasi dan mendapatkan solusinya.

Dari banyaknya problem sosial di masyarakat, maka kehadiran pesantren menjadi suatu keniscayaan untuk dilibatkan. Sebab, pesantren sejak kemunculannya memang tidak dapat dilepaskan dari peran masyarakat. Karena lembaga keagamaan ini bisa tumbuh dan berkembang dari dan untuk masyarakat.

Maka, pesantren didirikan dengan tujuan mengadakan trasformasi sosial bagi masyarakat daerah sekitarnya. Ia hadir untuk mengabdikan dirinya dalam mengembangkan dakwah Islam dalam pengertian secara luas, dan mengembangkan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai keagamaan, serta pada gilirannya didukung secara penuh oleh masyarakat sekitar.

Adapun aspek lain siginifikansi pelibatan pesantren dalam pemberdayaan masyarakat berpulang pada kenyataan, bahwa masyarakat Indonesia yang mayoritas terdiri dari komunitas muslim terbesar di dunia pada umumnya menetap di daerah pedesaan.

Karena mayoritas masyarakat yang tinggal di pedesaan adalah alumni dari pesantren. Sehingga  keberadaan pesantren di masyarakat sangat berpengaruh dalam memberikan kontribusi kongkrit baik dalam bentuk keagamaan serta dalam bentuk edukasi masyarakat. Oleh karena itu, nuansa khas pesantren sangat kental di dalam masyarakat pedesaan dan ada manfaatnya terhadap masyarakat sekitar.

Maka, dalam hal ini setiap pengembangan pemikiran dan interpretasi keagamaan yang berasal dari luar kaum elit pesantren sebagai pusat pendidikan Islam dan instruksi keagamaan tidak akan memiliki dampak signifikan terhadap way of life dan sikap masyarakat Islam di daerah pedesaan. Hal ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat Indonesia,khususnya dalam bentuk pengembangan civil society, mutlak harus melibatkan pesantren.

Secara embrional, pesantren sebenarnya telah mengemban aspek-aspek tertentu dari nilai-nilai yang ada pada civil society. Sejak awal berdirinya Lembaga keagamaan dan sosial ini sangat menekankan kepada moralitas yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemandirian, kesederhanaan, takdhim, dan lain sebagainya.

Sedangkan kemandirian dan moderasi yang dianut di pesantren lebih ditekankan kepada santri. Hal ini dimaksud sebagai modal utama dalam mengantarkan para santri dan masyarakat sekitar menuju pembentukan masyarakat yang diinginkan.

Karakteristik semacam itu telah mengantarkan pesantren kepada eksistensinya yang unik sebagai subkultur dengan alternated way of life. Dan ini tentunya memberikan posisi menguntungkan bagi pesantren.

Pesantren dengan kemandiriannya misalnya, memperlihatkan bahwa pola dan cara hidupnya berbeda dan berada di luar hierarki negara, sehingga secara potensial memiliki posisi daya tawar cukup tinggi vis avis negara. Pada posisinya seperti itu, pesantren secara subtansial merupakan agen civil society yang sejati.

Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat yang terpusat pada pesantren bisa berjalan dan ada kontribusi kongkrit terhadap masyarakat yang perlu diperhatikan adalah pada konsep awal dari adanya pesantren dan peran sentral dari pengasuh pesantren,serta menyiapkan santri sebagai agen perubahan sosial dengan maksud dan tujuan, santri Ketika lulus dari pesantren sudah siap terjun di masyarakat. Dengan begitu, sumbangsih nyata pesantren bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekitarnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Porsema XII didukung Pemkab Semarang secara Penuh

    Porsema XII didukung Pemkab Semarang secara Penuh

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Semarang – Dalam rangka menyambut peserta Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII, Bupati Kabupaten Semarang menggelar Welcom Party Porsema XII Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah yang bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis malam (9/2/2023). Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH. M. […]

  • Ketua PCNU Datangi Pelantikan NU di Gembong

    Ketua PCNU Datangi Pelantikan NU di Gembong

    • calendar_month Ming, 19 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 369
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – Pengurus MWC NU Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati resmi dilantik Ahad (19/5) malam. Selain pengurus MWC, sebanyak 13 Ranting juga dilantik dalam forum yang sama. Kegiatan yang diselenggarakan di Lapangan Joko Tingkir Gembong ini dihadiri langsung oleh Ketua dan sekretaris PCNU Pati, KH. Yusuf Hasyim dan H. Maskan. Sebagai pamungkas, agenda bertajuk MWC dan […]

  • Diikuti 28 Ribu Orang, Jalan Sehat Santri Jawa Tengah 2024 Dibuka Gus Rozin dengan Meriah

    Diikuti 28 Ribu Orang, Jalan Sehat Santri Jawa Tengah 2024 Dibuka Gus Rozin dengan Meriah

    • calendar_month Ming, 27 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 461
    • 0Komentar

      Semarang – Puncak Acara Resepsi Peringatan Hari Santri Nasional Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah 2024 melalui kegiatan Jalan Sehat Santri Jawa Tengah berlangsung meriah di Lapangan Pancasila Simpanglima, Kota Semarang, pada Ahad (27/10/2024). Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin dalam sambutannya menuturkan bahwa total peserta Jalan Sehat Santri Jawa Tengah […]

  • IPMAFA Peduli Korban Banjir

    IPMAFA Peduli Korban Banjir

    • calendar_month Jum, 7 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Pati. Program Studi Manajemen Zakat Wakaf IPMAFA Pati mendatangi salah satu wilayah korban banjir Pati. Bapak Dr. Jamal Ma’mur Asmani, MA selaku Kaprodi Zawa didampingi Sekprodi M. Luthfi, S.Pd.I perwakilan dari anggota BEM Pro Zawa menyerahkan bantuan secara langsung kepada bapak Agus Sutrisno (Ketua RT 02/03) Dukuh penggingwangi, Desa Kasiyan Sukolilo Pati. Di desa yang […]

  • Peduli Banjir Pati, LTNNU Bagikan Ratusan Porsi Nasi Sambil Sosialisasi Bahaya Hoaks

    Peduli Banjir Pati, LTNNU Bagikan Ratusan Porsi Nasi Sambil Sosialisasi Bahaya Hoaks

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.530
    • 0Komentar

      Pati – Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Pati mempunyai cara unik dalam membantu korban banjir Pati. Mereka membagikan ratusan porsi nasi ayam geprek sambil memberikan sosialisasi bahaya hoaks atau berita bohong, Minggu (18/1/2026). Banjir sudah sepekan lebih menerjang Kabupaten Pati atau sejak Jumat (9/1/2026). Berbagai informasi pun tersebar luas di media sosial. […]

  • Memahami kembali masyruiyyah-ihtifal

    Memahami kembali masyruiyyah-ihtifal

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 381
    • 0Komentar

    الحمد لله ثم الحمد لله الحمد حمداً يوافي نعمه ويكافئ مزيده، يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك ولعظيم سلطانك، سبحانك اللهم لا أحصي ثناءاً عليك أنت كما أثنيت على نفسك، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله وصفيه وخليله خير نبي أرسله، أرسله […]

expand_less