Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tanggapi Warung Remang-Remang, PCNU : Kami Minta Segera Ditindak

Tanggapi Warung Remang-Remang, PCNU : Kami Minta Segera Ditindak

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 2 Jun 2023
  • visibility 471
  • comment 0 komentar

pcnupati.or.id. – Sikap tegas kembali ditunjukkan oleh Ketua PCNU Pati, KH. Yusuf Hasyim terkait penertiban warung remang-remang di sepanjang Jalan Pantura Pati.

Ketua organisasi sosial keagamaan dengan anggota terbanyak se-Kabupaten Pati tersebut menyampaikan uneg-unegnya kepada pcnupati.or.id pada Jumat (2/1) pagi. Pihaknya meminta Satpol-PP Kabupaten Pati untuk mengambil langkah segera dalam penertiban warung remang-remang di Kabupaten Pati.

“Saya beserta teman-teman PCNU Pati meminta Satpol-PP untuk mempercepat penertiban warung remang-remang yang ada di Kabupaten Pati,” tandasnya.

Jumlah Perceraian Meningkat

Menurut Kiai Yusuf, persoalan prostitusi di Kabupaten Pati sudah selayaknya menjadi perhatian banyak pihak. NU menilai, dampak sosial dilonggarkannya prostitusi sangat berimplikasi negatif.

Ia menyebut, grafik despensasi menikah pada tahun 2022 di Kabupaten Pati meningkat tajam, yakni sebanyak 543. Sementara pada tahun 2021 sebanyak 333 dan sekitar 200-an kasus di 2020.

Angka perceraian di Bumi Mina Tani ini juga semakin banyak. Menurut data Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Pati, lanjut Kiai Yusuf, ada 2.711 kasus perceraian diputuskan oleh PA.

Ia menganalisa, sumber utama dua permasalahan teraebut adalah tingginya perselingkuhan. Hal ini linier dengan merebaknya jumlah lokasi prostitusi di Kabupaten Pati.

“Apapun kedoknya, pihak berwajib harus sesegera mungkin mengambil tindakan. Sebab jika dibiarkan berlarut-larut, dampaknya bisa sangat fatal,” tegas dia.

Dirinya menambahkan, bahwa dengan berlarutnya kasus pembongkaran warung remang-remang yang tidak segera dieksekusi bisa menciptakan stigma negatif masyarakat luar Pati terhadap kabupaten penghasil bandeng ini. Bukan hanya itu, keseriusan pemerintah dalam memberantas prostitusi sebagai sumber bencana sosial juga patut dipertanyakan.

“Akhirnya kita bertanya-tanya bahkan bisa jadi timbul su’udzon terhadap aparat berwenang. Hal ini tentu tidak kita inginkan, sehingga kami meminta Satpol-PP untuk segera mengambil langkah tegas,” pungkasnya.(lut-LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI

    Buku Pintar Aswaja

    • calendar_month Sab, 2 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 524
    • 0Komentar

    Didalam “Buku Pintar Aswaja” ini, Penulis membahas 21 pertanyaan terkait Ahlus Sunnah Wal Jamaah (ASWAJA) yang masih banyak dipertanyakan dikalangan umat islam indonesia. Islam yang masuk ke wilayah nusantara adalah islam yang menganut paham Aswaja. Sampai hari ini, paham Aswaja masih bertahan dengan kokoh yang bersikap tengah-tengah di kalangan umat islam tanpa bermaksud menyalahkan paham […]

  • PCNU-PATI

    Dua Mahasiswa Magang, Ikut dalam Pendistribusian Kotak Koin NU

    • calendar_month Rab, 1 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id-Manajer Fundrising PC Lazisnu Pati bersama dua orang mahasiswa magang terjun melaksanakan kegiatan pendistribusian kotak koin NU di beberapa tempat, selasa (31/01). Kali ini lokasi pendistribusian yang menjadi target ada di lima tempat.  Syaiful Huda selaku Manajer Fundrising PC Lazisnu Pati mengatakan bahwa pendistribusian kotak koin hari ini cukup memuaskan.  “Alhamdulillah dari lima tempat yang […]

  • FKPT Jateng Berperan dalam Penyusunan Instrumen Deteksi Dini Keterpaparan Anak

    FKPT Jateng Berperan dalam Penyusunan Instrumen Deteksi Dini Keterpaparan Anak

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.863
    • 0Komentar

      Semarang – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah turut berperan aktif dalam pembahasan penyusunan Instrumen Deteksi Dini Keterpaparan Anak dalam Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme melalui Bendahara FKPT Jateng Siti Maemunah dan Sekretaris FKPT Jateng Rahmad Winarto. Kegiatan ini digelar di Ruang Rapat Lantai 2 Bakesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Rabu (11/2/2026), mulai pukul 10.00 […]

  • Peringati Harlah ke 43, KMPP Semarang Gelar Serangkaian Kegiatan di Mangunrekso

    Peringati Harlah ke 43, KMPP Semarang Gelar Serangkaian Kegiatan di Mangunrekso

    • calendar_month Sen, 14 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Peringati Hari Lahir (Harlah) ke-43, Keluarga Mahasiswa Pelajar Pati (KMPP) Semarang adakan serangkaian kegiatan di Desa Mangunrekso, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yakni mulai tanggal 11 hingga 13 Agustus 2023.  Ketua Umum KMPP Semarang, Yunus Dwi Yulianto mengatakan, pada Harlah KMPP ke 43 ini, pihaknya mengangkat tema “Aksi […]

  • PCNU - PATI

    Definisi Aswaja

    • calendar_month Sen, 8 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Dalam dekade terakhir ini, keberadaan beberapa tokoh dan lembagakeagamaan dinilai berhasil menarik perhatian masyarakat Indonesia.Terlebih lagi dalam kasus kontroversi aliran Ahmadiyah yang hampirbrsamaan dengan krisis politik dan implikasi sosial yang ditimbulkannya.Memang bukan wacana baru dalam konteks kehidupan sosial keagamaandi Indonesia. Namun keberadaan aliran sesat ini mampu menarikperhatian semua kalangan. Fenomena perkembagan alian-alirankeagamaan tidak lagi bisa […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Ngaji Cloud Vs Ibadah Real Life

    • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.985
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda Saya adalah di antara banyak orang yang percaya dan meyakini bahwa ngaji (belajar) itu bisa di mana saja, kapan saja, dengan siapa termasuk melalui sistem maya, digital, atau dalam awam (cloud). Hal ini juga sesuai pesan Ki Hajar Dewantara (1889-1959) yang menegaskan bahwa “Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah.” […]

expand_less