Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Seni Perebutan Kepentingan

Seni Perebutan Kepentingan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 17 Mei 2023
  • visibility 293
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Belakang ini; di berbagai tempat seperti warung kopi, cafe, dan restoran-restoran lama saji. Banyak yang membicarakan, mendiskusikan, diopinikan perihal perayaan tahun depan. Pergantian pemimpin, siklus lima tahunan untuk melanjutkan estafet tentang perubahan baik dari segi keluarga dan negara.

Kondisi demikian tak dapat terelakan, karena lima tahunan pergantian dan setiap orang mempunyai hak untuk mencalonkan, menunjukan ke eksistensi nya dalam berbagai disiplin kemampuan; kemampuan menjual ide, gagasan, bahkan bisa kehormatan. Lebih spesifik yaitu bidang ke ilmuan atau non keilmuan. Bahkan untuk menunjukan hal tersebut ada yang perang baliho besar besar dengan wajah tersenyum penuh dengan tanda tanya. Senyum untuk kepentingan bersama atau untuk kemakmuran keluarga. Soal itu semua, hanya wajah di baleho tersebut yang bisa memahaminya dan menjelaskannya.

Meskipun saya tak terlibat langsung dalam urusan ini. Kegiatan menata negara dan umat terasa amat begitu berat. Bahkan apabila saya pun disuruh dan dibiayai untuk maju membuat perubahan, menggantikan yang sudah ada, dengan memamerkan wajah terpampang di pertigaan jalan, perempatan jalan raya besar, dengan senyuman, dengan janji yang dituliskan. Saya tak akan kuat sebab pengabdian dan memimpin orang banyak itu berat. Apalagi soal seni perebutan kepentingan lebih berat lagi.

Melihat fenomena sekarang ini banyak yang berperang menggunakan baliho baliho besar, yang tersebar dimana mana, semua itu adalah bentuk permainan seni dalam perebutan kepentingan. Bagaimana orang orang itu mampu memberikan keyakinan atau klaim-klaim nya terkait program-program yang ditawarkan dan direncanakan. Selain itu, harus mampu memainkan peran, merencanakan strategi; apa pun caranya harus ditempuh dengan satu tujuan harus jadi. Sebab  bandar sudah menggelar.

Jika hal demikian terjadi, maka bukan lagi sebuah perjuangan untuk kemakmuran negara dan umat, akan tetapi untuk sebuah kepentingan-kepentingan siapa pemodalnya dan bagaimana cara mengembalikannya. Jadi apabila sudah begitu, tentu inti dari sebuah perjuangan dan dasar pengabdian tak akan terwujudkan.

“Apa pun itu, semuanya membutuhkan modal mas, nyalon apapun itu harus ada modalnya dan tak hanya punya modal status sosial tentu harus mencari orang yang memodali. Jadi tak usah heran atau pura pura tak tahu, jika sudah jadi akan melupakan apa yang sudah dijanjikan itu sudah pasti. Tak usah ber serius serius membahas atau pun ikutan ikutan percaturan mereka, kita ini wong cilik bisanya hanya melirik pertarungan yang menarik tersebut, ada sebuah pengabdian yang diperebutkan”celetuk teman saya.

Dalam urusan seni itu bebas. Dan apabila seni tersebut diterapkan dalam sebuah kepentingan kekuasaan tentu akan menghalalkan segala cara, akan menempuh cara apapun untuk tercapainya sebuah tujuan. Karena yang tertanam dalam diri tak ada orang lain selain dirinya sendiri.

“Saya yang terbaik, dari segi sosial dari segi keilmuan, dari segi keturunan dan lainnnya, bukan mereka yang tak terlahir dari siapa siapa”

Seni yang dimainkan adalah tentang identitas, tentang status sosial atau paling spesial. Bahkan ada yang memainkan tentang rekam jejak kepemimpinan nya atau pun prestasinya. Semua boleh boleh saja, sebab itu adalah seni berperan, maka jika ada yang peran kocak akan terbahak bahak, peran yang sedih akan tertatih tatih, peran yang pintar akan berkoar koar. Itulah yang akan terjadi pada tahun tahun intrik dan politik.

Sebelum berperan atau memainkan seni perebutan kepentingan alangkah baiknya jujur terhadap diri sendiri, jika tak jujur nanti akan kecewa pada suatu hari hanti terhadap diri sendiri atas program yang sudah ditulis di baliho baliho di pinggir jalan. Percaya diri boleh, mengklaim yang terbaik juga boleh, asalkan semua itu tersadarkan dari sadar diri yang murni.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Polina Kuzovkova

    Nahdlatul Tujjar Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan NU

    • calendar_month Sab, 4 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto Sebagaimana kita pahami Nahdlatul Ulama (NU) yang kita kenal tidak hanya konsen dalam gerakan sosial-keagamaan saja, melainkan juga fokus NU pada bidang wirausaha atau yang lebih kita kenal dengan gerakan ekonomi kerakyatan rakyat dan bisa juga disebut dengan Nahdlatul Tujjar (NT). Dalam sejarahnya oranganisasi NT didirikan pada tahun 1918 yang bergerak dalambidang ekonomi […]

  • PCNU-PATI

    Ramadan Bulan Produktif Berkarya

    • calendar_month Kam, 4 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Ramadan sebagai bulan suci dalam agama Islam, tidak hanya merupakan waktu untuk meningkatkan ibadah spiritual, tetapi juga merupakan kesempatan untuk menjadi lebih produktif dalam berkarya. Berkarya apa? Apakah ngonten video Youtube, TikTok, menulis artikel ilmiah, artikel populer, esai, menulis puisi, cerpen, novel, atau apa? Ya, bagi saya berkarya apa saja asal positif. […]

  • Mahasiswa Jogja Adakan Sarasehan Bahas Tasawuf Weton

    Mahasiswa Jogja Adakan Sarasehan Bahas Tasawuf Weton

    • calendar_month Sen, 13 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Gus Luthfi Mustofa (paling kiri) semangat memberikan materi ‘Tasawuf Weton’ dibawah bendera Matan. YOGYAKARTA – Mahasiswa Ahlut Thariqoh Al Mu’tabaroh an Nahdliyyah (MATAN) Yogyakarta menggelar Rotiban dan sarasehan di Selasar Masjid Kampus UIN Sunan Kalijaga Yigyakarta, Sabtu (11/12) lalu.  Acaara bertajuk ‘Majelis Lidz-Dzikr Rotib al Haddad dan Sinau Bareng’ tersebut merupakan agenda rutin Matan. Tema […]

  • Pengurus Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama Jateng 2024-2029 Resmi Dilantik, Ini Rinciannya

    Pengurus Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama Jateng 2024-2029 Resmi Dilantik, Ini Rinciannya

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 325
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Semarang – Bertempat di Aula PT Penerbit Erlangga Cabang Semarang, Pengurus Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakomanu) Jawa Tengah periode 2024-2029 resmi dilantik oleh Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Kakak Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc., pada Sabtu (10/5/2025). Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah Nomor […]

  • Secangkir Kopi, Doa, dan Jalan Panjang Menuju Aceh

    Secangkir Kopi, Doa, dan Jalan Panjang Menuju Aceh

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 6.940
    • 0Komentar

      Malam belum sepenuhnya ramah ketika rombongan relawan NU Peduli PWNU Jawa Tengah kembali menghidupkan mesin. Di sebuah rest area sunyi, secangkir kopi hitam berpindah dari tangan ke tangan. Hangatnya sederhana, namun cukup untuk menjaga mata tetap terjaga dan hati tetap kuat. Di situlah, di antara lelah dan doa, perjalanan kemanusiaan menuju Aceh Timur terus […]

  • Jawab Krisis Pangan, Hasil Padi Kadang Tani Sarwotulus Capai 13 Ton

    Jawab Krisis Pangan, Hasil Padi Kadang Tani Sarwotulus Capai 13 Ton

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Semarang – Kelompok tani Kadang Tani Sarwotulus (KTST) berhasil melaksanakan panen raya yang bertempat di desa Ketapang, kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang pada Sabtu pagi (21/9/2024). Hal itu terungkap dalam Panen Padi Organik Kadang Tani Sarwotulus Jawa Tengah yang merupakan panen raya edisi tahun ke lima hasil dari budidaya padi dengan pupuk organik. Kadang Tani Sarwo […]

expand_less