Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Peserta Belum Paham Beda Baca dan Deklamasi Puisi

Peserta Belum Paham Beda Baca dan Deklamasi Puisi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 13 Feb 2023
  • visibility 894
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id- Semarang – Juri Lomba Baca Puisi Religi Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah memberikan catatan bermakna dan menarik. Sastrawan Mirza Sastroatmodjo Juri Lomba Baca Puisi Religi memberikan beberaba catatan terkait perlombaan tersebut.

“Hanya catatan singkat.

Sebelumnya, kami sangat mengapresiasi seluruh peserta dan pendamping yang telah memberikan penampilan terbaik. Tentunya bukan perkara yang mudah untuk sampai di titik ini, butuh pengorbanan waktu dan tenaga. Adik-adik dan pendamping yang kami hormati, ada beberapa hal yang perlu kami luruskan perihal lomba pembacaan puisi. Sekali lagi ini pembacaan puisi dalam konteks perlombaan,” kata pria yang meraih Juara I pada Sayembara Cipta Puisi Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Malaysia Gabungan Komunitas Sastra Asia Tenggara (Gaksa) tahun 2021 tersebut.

Pertama, salah menafsirkan perlombaan baca puisi. Hampir seluruh peserta terjebak dalam deklamasi puisi maupun semi deklamasi. Banyak yang tidak bisa membedakan antara lomba membaca puisi dengan lomba deklamasi puisi. Menurut Mirza, membaca puisi berarti membaca teks/naskah puisi. Fokus pada interpretasi puisi, intonasi, artikulasi, dan mimik wajah. Sementara gestur/gerak tubuh hanya digunakan untuk kondisi yang memang membutuhkan penekanan. Deklamasi menyampaikan puisi tanpa membawa/membaca teks, atau membawa teks tetapi tidak dibaca, hanya dipegang tanpa diapa-apakan . Selain fokus intonasi, artikulasi, deklamasi juga fokus pada pemanfaatan gerak tubuh untuk menyampaikan isi puisi. “Semi deklamasi, membaca teks tetapi hanya beberapa kali selebihnya dihafalkan dan disertai gerakan seperti deklamator,” katanya, Sabtu (12/2/2023).

Kedua, salah menafsirkan/menginterpretasi puisi. Salah menafsirkan puisi berarti akan salah menyampaikan puisi. Misal: puisi cinta ditafsirkan dan disampaikan dengan kemarahan. Salah menafsirkan puisi berarti nanti juga akan salah menentukan nada pembacaan. 

Ketiga, memaksakan diri untuk mengubah suara menjadi suara orang lain atau karakter tertentu. “Yang perlu diingat, lomba baca puisi bukan lomba besar-besaran suara. Lomba baca puisi bukan lomba keras-kerasan volume suara. Tidak semua hal harus disampaikan dengan suara yang menggelegar,” tegas Mirza.

Keempat, over gesture/gerak tubuh yang berlebihan. “Tidak semua kata di dalam puisi harus menggunakan gesture. Misal: selalu menunjuk semua benda yang disebut dalam puisi, bergoyang-goyang padahal tidak ada sangkut pautnya dengan teks. Gerak hanya digunakan dalam situasi yang memang memerlukan gerakan untuk memberi penekanan. “Lomba baca puisi bukan kontes tari,” tegas dia.

Kelima, salah memaknai kata penampilan. “Penampilan dalam lomba baca puisi bukanlah tampilan kostum, tetapi bagaimana si pembaca menyampaikan puisi, apakah puisi itu berhasil disampaikan atau tidak. Penampilan meliputi penghayatan, mimik wajah, sorot mata.

Sekali lagi, kostum tidak dinilai. Kecuali ada kesepakatan sebelumnya. Misal pun ada, maksimal hanya 5 persen,” lanjut dia.

Sementara itu, sastrawan Puji Pistols Juri Lomba Baca Puisi Religi juga memberikan catatan. “Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan, sebagai catatan sederhana. Pertama, puisi yang baik itu tetap memberi ruang penafsiran, tidak seterang penulisan non fiksi, tidak juga seabsurd mantra. Kebanyakan puisi yang saya baca tidak memberikan ruang penafsiran bagi pembaca,” kata sastrawan yang karyanya terpilih dalam Jogjakarta International Literary Festival tahun 2019 tersebut.

Kedua, kurang memaksimalkan pilihan diksi. “Ketiga, kurang memaksimalkan susunan kalimat,” kata Puji yang permah aktif dalam Komite Sastra Dewan Kesenian Pati tersebut. (Ibda).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Pati Bangga, Ranting Muktiharjo Resmikan BUMNU Pertama di Pati

    PCNU Pati Bangga, Ranting Muktiharjo Resmikan BUMNU Pertama di Pati

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.693
    • 0Komentar

      Pati – Pengurus Ranting NU Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Pati melakukan inovasi dengan membentuk Badan Usaha Milik NU (BUMNU) Mukti Barokah. BUMNU ini pun menjadi badan usaha NU pertama di Kabupaten Pati. Grand Opening berlangsung khidmat pada Sabtu malam (25/10/2025) sekitar pukul 20.30 WIB. Ketua PCNU Kabupaten Pati, KH. Yusuf Hasyim, M.Si meresmikan langsung […]

  • PCNU - PATI

    Berbagi di Bulan Muharram

    • calendar_month Sen, 8 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Pati- Beberapa UPZIS MWC NU yang ada di Kabupaten Pati serentak menggelar kegiatan santunan Yatim Piatu dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Islam 1444 H, Ahad (7/8). Diantaranya UPZIS MWC Gabus, UPZIS MWC Gunungwungkal, UPZIS MWC Dukuhseti, dan UPZIS MWC Sukolilo. “Bulan Muharram adalah hari rayanya anak yatim. Maka kami bermaksud membahagiakan mereka dengan menyayangi serta […]

  • Lazisnu Targetkan Semua Kecamatan Bisa Donasi Sembako Gratis

    Lazisnu Targetkan Semua Kecamatan Bisa Donasi Sembako Gratis

    • calendar_month Sen, 13 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 516
    • 0Komentar

    Mobil layanan umat Lazisnu Pati bersiap mengantarkan paket sembako Minggu (12/4) pukul 05.00 WIB. pagi.  PATI-Lazisnu Kabupaten Pati disibukkan dengan agenda bagi-bagi sembako untuk warga terdampak covid 19. Bantuan tersebut disalutkan melalui Lazisnu tingkat MWC di masing-masing kecamatan. “Yang dimaksud terdampak itu bukan hanya ODP dan PDP, tapi juga warga yang terdampak secara ekonomi.” Papar […]

  • Teater Suryopati IPMAFA Pati Gelar Pertunjukan Bertema 'Nampi'

    Teater Suryopati IPMAFA Pati Gelar Pertunjukan Bertema ‘Nampi’

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 457
    • 0Komentar

    PATI – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Suryopati Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) menggelar pertunjukan teater di halaman kampus Kamis (19/6/2025) malam dengan mengangkat tema “Nampi”. Pentas ini merupakan produksi utama Teater Suryopati dan menjadi medium ekspresi serta komunikasi mahasiswa kepada publik melalui pertunjukan. Pementasan diawali dengan orasi budaya yang disampaikan oleh Arif Khilwa dari […]

  • PCNU-PATI

    MWC NU Margoyoso Gelar Pasar Murah, Siapkan 500 Paket Sembako

    • calendar_month Sab, 8 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 567
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Margoyoso, Kabupaten Pati, adakan Pasar Murah, Sabtu (8/4/2023). Kegiatan itu bertempat di Kantor Kecamatan Margoyoso.  Ketua Panitia, Anis Zainal Arifin, mengatakan, pihaknya menyediakan 500 paket sembako murah untuk masyarakat. Dalam pelaksanaan, pihaknya  bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam). ”Satu paketnya berisi 2,5 kilogram beras, 2 […]

  • Karnaval HUT Silahul Ulum Dimeriahkan 16 MB dan Dua Angklung

    Karnaval HUT Silahul Ulum Dimeriahkan 16 MB dan Dua Angklung

    • calendar_month Ming, 18 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 530
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.-id- PATI – Puncak Acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Yayasan Silahul Ulum Asempapan, Trangkil, Pati dimeriahkan dengan karnaval akbar, Minggu (18/6/2023). Karnaval tahun ini berlangsung sangat meriah dengan tampilan 16 grup Marching Band (MB) dan dua grup angklung dari berbagai daerah di Karesidenan Pati. Di antaranya, MB. ESSILAHI, MB. MI Silahul Ulum, MB. RA […]

expand_less