Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Fatayat NU Pati Didorong untuk Berani Tampil dalam Perpolitikan

Fatayat NU Pati Didorong untuk Berani Tampil dalam Perpolitikan

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
  • visibility 431
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id. PATI – Para perempuan didorong untuk berani tampil dalam dunia politik. Apalagi mampu menempati jabatan yang strategis, baik di eksekutif maupun legislatif.

Hal itu sebagaimana yang diungkapkan oleh Presiden Pecinta Sholawat (Pecis) Muh Zen, saat menghadiri kegiatan bertema “Peningkatan Partisipasi Perempuan dalam Proses Pengambilan Keputusan sebagai Implementasi Serat Kartini”.

Adapun kegiatan yang bertempat di Aula Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, pada Rabu (8/2/2023) siang itu diselanggarakan atas kerjasama antara Komisi E DPRD Jateng dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah.

Puluhan perwakilan dari Fatayat dan Garda Fatayat (Garfa) NU Pati menjadi peserta dalam kegiatan tersebut. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh ketua Fatayat NU Pati Asmonah dan perwakilan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati.

“Sebagaimana program dari dinas perempuan anak dan keluarga berencana memang dia punya program politik bagi perempuan. Ini dilakukan oleh pemerintah dengan kami di DPRD satu tujuan, utamanya adalah partisipasi politik perempuan,” terang Muh Zen.

Muh Zen berharap, ke depan banyak perempuan yang tampil di publik sebagai pemangku kebijakan.

“Karena kepedulian perempuan masih belum banyak. Padahal kalau mau jujur, ketika perempuan mau tampil ke publik dengan segala kompetensi dan kapasitasnya itu banyak hal bisa dilakukan,” tutur dia di hadapan puluhan Fatayat NU Pati.

Sementara itu Plt. Sekretaris Dinas Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah, Faiza Henggar menjelaskan, bahwa perempuan harus sejajar dengan laki-laki.

“Tingkat pendidikan perempuan lebih tinggi dalam statistik. Tapi dalam menduduki jabatan itu mengerucut. Seperti piramida. Jangan mau kalah dengan laki-laki,” jelas wanita yang merupakan istri Pj Bupati Pati ini.

Ia menyebut, kesetaraan gender sangatlah penting. Sehingga menurut dia, perempuan bisa saja menempati posisi strategis dalam pengambilan keputusan.

“Kita mulai tingkat RT, desa, kecamatan. Bahkan jika ingin menjadi wakil rakyat sangat memungkinkan sekali bagi perempuan,” tutup dia. (Angga/Ltn).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meriah, Porsema Hadirkan Ekspo di Alun-Alun Wonosobo

    Meriah, Porsema Hadirkan Ekspo di Alun-Alun Wonosobo

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Wonosobo – Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII PWNU Jawa Tengah tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, seni, pertunjukan Seni Warok Lengger dan Tari Topeng, Porsema Bersholawat, tetapi juga diramaikan dengan ekspo dan bazar yang berpusat di Alun-Alun Wonosobo. Tahun ini, Porsema XIII diikuti oleh 5.577 peserta, 1.794 official, serta lebih dari 4.000 partisipan dari […]

  • Etika Komunikasi Politik

    Etika Komunikasi Politik

    • calendar_month Jum, 13 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 606
    • 0Komentar

      Menulis bagi seorang dosen adalah menjadi sebuah keharusan. Karena melalui sebuah tulisan dosen akan mengabadikan pemikiran-pemikirannya serta ikut menyumbang khasanah keilmuan negara Indonesia, seperti halnya yang dilakukan oleh salah satu dosen senior program studi Ilmu Komunikasi Unika Atma Jaya, Prof. Dr. Alois A. Nugroho menerbitkan buku baru dalam bidang komunikasi yang bertajuk “Komunikasi & […]

  • PENGUATAN KADER, PENDIDIK SEBAYA  (LELAKI BERESIKO TINGGI DAN PEKERJA SEKS) HIV&AIDS.

    PENGUATAN KADER, PENDIDIK SEBAYA (LELAKI BERESIKO TINGGI DAN PEKERJA SEKS) HIV&AIDS.

    • calendar_month Sel, 27 Okt 2015
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Peran dan keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan Progam Pencegahan dan Penanggulangan  HIV& AIDS di Kabupaten Pati secara promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative yang berkesinambungan dapat mempertajam kepekaan dan tindakan terhadap kasus HIV-AIDS sejak dini oleh masyarakat . Menindaklanjuti hal tersebut diatas KPA Kabupaten Pati mengoptimalkan  koordinasi  penguatan progam pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS KPA Kab. Pati dengan […]

  • Kiai Kampung Yang Rendah Hati

    Kiai Kampung Yang Rendah Hati

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

    Almaghfurlah KH Ahmad Suyuthi merupakan sosok kiai yang alim tetapi rendah hati. Kontribusinya dalam forum Sidang Syuriah Bulanan di pendopo maqbaroh Syeikh KH Ahmad Mutamakkin Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah, diakui para ulama dan tokoh masyarakat. Khususnya ketika PCNU dipimpin oleh sahabat karibnya, KH Suyuthi Abdul Qodir, Pendiri Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan.Katib Syuriah KH Abdul […]

  • Pemkab – PCNU Gelar Istighosah Bersama Ulama dan Umaro

    Pemkab – PCNU Gelar Istighosah Bersama Ulama dan Umaro

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 592
    • 0Komentar

    Bupati Pati, H. Haryanto, SH, MM, M.Si, memberikan sambutan dalam Istighosah Bersama Ulama Umaro Kab. Pati (dok. ltnnu) PATI-Pemerintah Kabupaten Pati bersama PCNU Kabupaten Pati kembali menggelar Istighosah Bersama Ulama dan Umaro. Kegiatan yang dilaksanakan rutinan setiap dua bulan sekali ini dilangsungkan di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (22/08/2019) malam. Dari unsur ulama, hadir kiai dan ulama dari seluruh […]

  • Memecah Kebisuan

    Memecah Kebisuan

    • calendar_month Rab, 20 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Tulisan berikut ini merupakan liputan hasil kegiatan bedah buku karya Dr. Nur Rofi’ah yang berjudul “Memecah Kebisuan (Agama Mendengar Suara Perempuan Korban Kekerasan Demi Keadilan): Respon NU” (2010). Buku yang memaparkan suara-suara perempuan yang mengalami kekerasan ini menghadirkan narasumber Dr. Nur Rofiah, pembahas Maman Abdurrahman, dan dimoderatori oleh Ulfah Mutiah Hizma. Dalam kegiatan kali ini, […]

expand_less