Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Menjadi Perempuan; Itu Tak Mudah

Menjadi Perempuan; Itu Tak Mudah

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 3 Feb 2023
  • visibility 112
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Mengapa hanya karena terlahir sebagai perempuan selalu dilemahkan? Mengapa ruang bicaranya selalu ditutup? Apakah dia tak berhak mendapatkan haknya sebagai manusia? Mengapa dan mengapa hal ini masih sering dan terus terjadi? Apakah jika perempuan mendapatkan haknya yang setara dengan laki-laki akan menimbulkan masalah? Dan segala pertanyaan lainnya.

Saya akan bercerita perihal apa yang terjadi dan apa yang dirasakan sahabat saya beberapa hari terakhir ini. Tentang peralihan status dari single menjadi marriage hingga tentang desas desus bahkan ke-irian yang menimbulkan sebuah fitnah dalam dunia kerjanya. Dia bercerita panjang kali lebar dengan penuh keseriusan dan dalam tempo cukup lama.

Bisa dikatakan usia sahabat saya sudah masuk kategori usia siap menikah jika mengacu pada hukum yang berlaku di negaranya saat ini. Namun pada kenyataannya sampai sekarang dia belum memutuskan untuk menikah. Entah sebab apa saya tak perlu ikut mencampuri karena itu ranah privasinya.

Dia hanya bercerita soal seringnya ditanya tentang kapan menikah oleh keluarga dan orang-orang disekitarnya. Dan yang membuat dia merasa tak nyaman adalah urusan privasinya banyak orang yang ingin mengetahui dan mencampuri.

Dia berkata sebenarnya tak masalah jika ada yang membantu mencarikan pasangan untuknya. Namun yang menjadi persoalan adalah ketika dia dipaksa. Dia meyakini bahwa pemaksaan adalah sebuah bentuk kekerasan. Dan siapapun tak boleh melakukan hal itu meski dengan alasan sudah merasa dekat atau merasa memiliki atau sebab yang lainnya.

Masalah yang dihadapi sahabat saya tak hanya itu. Ia kembali melanjutkan ceritanya tentang kondisi lingkungan kerjanya yang toxic. Awalnya saya menyalahkan dirinya mengapa tak keluar saja dan mencari pekerjaan yang lainnya? Namun setelah saya mendengarkan penjelasannya, saya terdiam. Saya seperti diingatkan lagi untuk tak mudah memberikan penilaian terhadap apa yang dilakukan orang lain.

Kembali pada cerita tentang kondisi lingkungan kerja sahabat saya. Sahabat saya termasuk perempuan yang vokal dalam hal apa saja. Segala hal yang menyinggung prinsip yang dia yakini, maka dia akan bersuara. Hingga suatu ketika dia mendapatkan statement dari salah satu senior tertuanya.

“Kamu galak sekali menjadi perempuan. Nanti malah tak ada laki-laki yang mau lho.”

Kata sahabat saya, untung saja yang berbicara itu usianya lebih tua dari dirinya. Maka dia hanya menanggapi dengan senyuman. Batin dia, mengapa sikap seorang perempuan yang mengatakan kebenaran harus disangkut pautkan dengan pasangan. Bukankah jika belum ada laki-laki yang mendekat itu tanda seleksi semesta akan dirinya. Mengapa suara perempuan seolah tak menjadi pertimbangan dan bahkan malah dibungkam.

“Berarti jika laki-laki tak mau mendekat, berarti dia adalah laki-laki yang tak pantas bersanding dengan saya.”

Itu adalah kalimat yang dia sampaikan kepada saya. Saya membenarkan, dan juga rasanya seperti mendapat angin segar. Sahabat saya telah menjadi perempuan yang merdeka atas dirinya. Dan saya meyakini bahwa diluaran sana masih banyak perempuan-perempuan yang berjuang akan hal itu.

Terimakasih sahabatku. Cerita yang kau sampaikan akan terabadi dalam tulisan-tulisan saya. Dan saya akan terus menuliskan cerita-cerita yang kau bagikan untuk selanjutnya terbagikan kepada semua orang utamanya kepada para perempuan.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lazisnu Dukuhseti Launching MLU, Gress dari Showroom

    Lazisnu Dukuhseti Launching MLU, Gress dari Showroom

    • calendar_month Jum, 25 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Prosesi Launching MLU. Sebelum dilaunching, terlebih dahulu di doakan oleh Rois Syuriyah PCNU Pati, KH. Aniq Muhammadun DUKUHSETI – Usai dilantik Jumat (25/2) sore, pengurus MWC-NU langsung melakukan gebrakan. Melalui NU Care Lazisnu setempat, para punggawa NU tersebut segera melaunching Mobil Layanan Ummat (MLU). “Setelah pelantikan di Gedung IPHI, kami langsung melaunching MLU di lokasi […]

  • Mahasiswa IPMAFA, PPL di LAZISNU Pati

    Mahasiswa IPMAFA, PPL di LAZISNU Pati

    • calendar_month Sen, 17 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Pati, Kamis 13 Oktober 2022 Dalam progam pendidikan lapangan (PPL), sebagai ranah menciptakan mahasiswa unggul dalam bidangnya yaitu Manajemen Zakat & Wakaf, khususnya bidang Zakat maka untuk itu berkerjasama dengan lembaga  LAZISNU Kabupaten Pati agar mempersiapkan kader amil yang bisa memberikan kontribusi nyata. Dari KAPRODI Manajemen Zakat & Wakaf (Umar Faruq, S. Ikom., M. Pd.) […]

  • PCNU-PATI

    Hasil Keputusan Kombes 2012

    • calendar_month Rab, 28 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Buku hasil Munas Alim Ulama dan Mubes NU memiliki dua nilai penting, Pertama dari sisi konten, buku ini memberikan banyak informasi penting tentang hasil Bahtsul Masail yang berhubungan dengan masalah-masalah terkini mengenai hukum pajak, hukum koruptor, dan juga review beberapa Undang-undang. Hal ini sangat penting bagi masyarakat Nahdliyyin yang terbiasa menjawab segala persoalan berdasar pada […]

  • Momen Kemerdekaan, PCNU : Tanpa Ulama NU Mungkin Indonesia belum Merdeka

    Momen Kemerdekaan, PCNU : Tanpa Ulama NU Mungkin Indonesia belum Merdeka

    • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 134
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati dalam diskusi Kebangsaan bersama mahasiswa KKN Gembira IPMAFA PATI-17 Agustus 76 tahun silam, proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan. Pembacaan naskah keramat ini menjadi simbol kemerdekaan Indonesia.  Masyarakat era milenial, tidak merasakan beratnya perjuangan kala itu. Maka, K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati, mengajak warga Indonesia untuk merenungi jasa-jasa pahlawan, khususnya […]

  • Di Luar Dugaan! Ambulan NU Berikan 122 Layanan Sepanjang 2024

    Di Luar Dugaan! Ambulan NU Berikan 122 Layanan Sepanjang 2024

    • calendar_month Rab, 1 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 166
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kabupaten Pati merilis laporan penggunaan layanan kesehatan mobil Ambulan tahun 2024, Rabu (1/1).   Pada data tersebut, sedikitnya ada 122 layanan ambulan dijalankan oleh Lazisnu. Dari junlah itu, sebanyak 41 layanan di lakukan di dalam kota dan 81 lainnya di luar kota.   […]

  • Naharul Ijtima” PCNU dan LTMNU Kab. Pati

    Naharul Ijtima” PCNU dan LTMNU Kab. Pati

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Naharul Ijtima’ merupakan forum silaturahmi, koordinasi dan konsolidasi antara pengurus dan jama’ah Nahdlatul ‘Ulama yang dilaksanakan setiapsebulan sekali. Nahar artinya siang, sedangkan Ijtima’ artinya pertemuan. Pertemuan ini dilaksanakan pada waktu siang hari, biasanya waktunya ba’dal jum’at.  Kegiatan Naharul Ijtima’ ini sebagai pengganti tradisi Lailatul Ijtima’ yang dilaksanakan pada malam hari. Awalnya ini adalah kebiasaan para kiai […]

expand_less