Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Me (Manfaat) kan

Me (Manfaat) kan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 18 Jan 2023
  • visibility 119
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Tahun telah berganti, akan tetapi banjir tetap tak terganti. Di setiap tahunnya di penghujung tahun atau pun awal tahun; banjir tetap sama, siklus tahunan yang menjadi sirkus hiburan. Sebuah ironi  memilukan. Para relawan yang tak pernah lelah, para penyaji makanan di setiap dapur umum tak mempunyai kepenting apa-apa. Mereka bergerak atas hati nurani, mereka memasak atas dasar kemanusiaan yang adil dan beradap, meskipun yang terdidik ada juga tak mempunyai adab.

Kemarin lalu, saat saya sekadar melepas penat untuk mencari sebuah inspirasi di 38 Café ada sebuah obrolan yang menggelikan sekaligus sebuah ironi menyedihkan. Kisah ceritanya bagini dan begitu; ada dua orang manusia, berjenis kelamin sama mereka dari segi tampilan dan pakaian yang dikenakan sepertinya adalah relawan yang konsentrasi pada kegiatan-kegiatan sosial. Kalau boleh saya mengatakan mereka mengamalkan sila ke lima dari Pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia; lha berubung orang tersebut hanya relawan di dapur umum, memasaknya untuk para korban banjir jadi yang di amalkan dari Pancasila adalah keadilan sosial bagi sebagian rakyat Indonesia.

Dalam obrolan mereka yang terekam dalam keterbatasan ingatan saya kurang lebihnya seperti ini dan apabila kelebihan dapat di kurangi dan jika kurang dapat di lebihi.

“Kok tega ya ada orang yang memanfaatkan nasi bungkus untuk usahanya yang bergerak di bidang pendidikan” celektuknya.

“Ini nasi bungkus dari perusahaan a, tolong dibagikan dan yang di perioritaskan adalah para karyawan s ya…terutama  u  yang ada sangkut pautnya dari perusahaan .”

Salah satu temannya menirukan apa yang telah terjadi, dialognya ditirukan sedemikan rupa; agar mirip-mirip sedikit. Dari obrolan orang yang tak saya kenal tersebut saya dapat memberikan sebuah kesimpulan, kesimpulan saya sendiri bukan mewakili kebanyak orang apalagi orang yang selalu memanfaatkan musibah banjir untuk kepentingan perusahaan yang bergerak dibidang pendidikan.

Dan ternyata dialognya belum berakhir sampai disitu saja, masih ada kelanjutannya. Saya mendengarkan dengan seksama dalam tempo sesingkat singkatnya. Dan tentu pura-pura tak tahu apa yang mereka bicarakan akan tetapi saya berusaha mengambil ide apa yang mereka bicarakan untuk tulisan hari Rabu ini, meskipu dua Rabu kemarin saya tak nulis, bukan kesibukan yang saya kambinghitamkan akan tetapi saya belum ada ide untuk menulis Parodi dan hanya ingin menulis tentang hal lain, yang berhubungan dengan cinta, bahagia dan sedih.

“Kau tahu ndak, kemarin saat meminta apabila di desanya untuk di jadwalkan pemberian nasi bungkus ada orang relawan celetuk sekenannya, jangan minta saja akan tetapi bantu bungkusnya”

Dialog mereka berdua terhenti. Seakan ada sesuatu yang mengganjal akan tetapi harus diobrolkan, meskipun getir dan pahit harus di bicarakan.

“Ngapain bantu-bantu lha wong uang puluhan juta aku yang mengeluarkan”

Saya kaget. Mereka berdua pun tanpaknya juga heran terheran.  Saya dapat melihat dari raut wajah mereka. Dan saya hanya berusaha menerka-nerka, membayangkan bagaimana orang yang mendengarkan langsung. Saya sendiri di zaman sekarang ini kok masih ada mahluk hidup yang pongah dan sombong, selain itu pula tega memanfaatkan musibah banjir ini untuk kepentingan pribadinya yaitu perihal perusahaannya. Lantas selanjutnya bagaimana titik balik orang tersebut? Biarlah alam yang berbicara dan hukum alam yang berupaya atas segala. Secangkir kopi capucino belum sepenuhnya habis akan tetapi gurat sedih dan pilu atas pemanfaatan ini telah pahit untuk dirasakan

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fatayat dan DLH Pati Bersatu Perangi Sampah

    Fatayat dan DLH Pati Bersatu Perangi Sampah

    • calendar_month Sel, 27 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 121
    • 0Komentar

    PATI – Menjaga lingkungan merupakan kewajiban bagi seluruh umat manusia. Bagaimanapun, manusia membutuhkan lingkungan yang baik untuk hidup yang sehat. Dalam konteks islam, hal ini disebut dengan konsep rahmatan lil alamin. Islam yang menjadi payung bagi semesta alam. PC Fatayat NU bersama dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pati, Ir. Purwadi (17/8). Foto: Fatayat NU Alam […]

  • Gelar Tasyakuran Harlah 102 Tahun NU, PCNU Pati Beri Harapan Pada Pemkab

    Gelar Tasyakuran Harlah 102 Tahun NU, PCNU Pati Beri Harapan Pada Pemkab

    • calendar_month Jum, 31 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 165
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menggelar tasyakuran harlah ke-102 tahun NU pada Jumat, (31/1/2025). Berbagai harapan disampaikan pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dibawah calon bupati terpilih. Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung PCNU Pati tersebut, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pati, KH Yusuf Hasyim menyinggung perihal tindak lanjut Peraturan Bupati (Perbup) […]

  • Sama dengan PCNU, Fatayat Ajak Pengurus Lakukan Doa Bersama

    Sama dengan PCNU, Fatayat Ajak Pengurus Lakukan Doa Bersama

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Ketua PC Fatayat NU Pati Asmonah mengajak pengurus Fatayat NU di semua tingkatan untuk membaca doa bersama.  PATI-Malam ini Warga NU Pati diimbau untuk melakukan doa bersama di rumah masing-masing. Imbauan ini dibuat oleh PCNU Kabupaten Pati. Dikonfirmasi dari K. Yusuf Hasyim, PCNU telah membuat urut-urutan doa yang harus dibaca. Doantaranya, sholawat nariyah 11 kali, […]

  • Photo by Dima Solomin

    Mbak Meta

    • calendar_month Rab, 28 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Beberapa bulan kebelakang saya melihat beranda di Facebook saya berseliweran ibu-ibu baik muda atau pun setengah tua berbicara tanpa jeda. Mereka mensosialisasikan kegiatannya baik dalam urusan dapur, sumur, tapi kasurnya di skip. Sedangkan dalam unggahan tersebut di kasih tulisan-tulisan yang menghalangi vidio untuk di tonton. Jadi ketika saya melihat vidio […]

  • PCNU-PATI

    Dalam Mihrab Cinta

    • calendar_month Ming, 13 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Syamsul, pemuda 20 tahun-an yang bertekad menuntut ilmu di sebuah pesantren di Kediri, meninggalkan kehidupannya yang cukup nyaman. Di pesantren tersebut, ia bertemu dengan Zizi, putri pemilik pesantren yang pernah ditolongnya. Suatu ketika, Syamsul terusir dari pesantren karena dituduh mencuri akibat fitnah sahabatnya sendiri, Burhan. Keluarganya sendiri pun tidak mempercayainya. Hal ini membuat Syamsul akhirnya […]

  • Islam Agama Nurani. Photo by Mubashir Ahmet on Unsplash.

    Islam Agama Nurani

    • calendar_month Kam, 29 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Malam takbir Idul Qurban mengingatkan pelajaran Fiqih di madrasah tempo dulu. Seorang guru menjelaskan binatang yang sah digunakan qurban, di antaranya, genap usianya dan tidak cacat fisik. Step berikutnya, kalau bisa ya yang jantan, berbadan besar dan lain sebagainya. Intinya, carilah binatang terbaik di kelasnya. Kalau domba ya domba terbaik, kalau […]

expand_less