Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Me (Manfaat) kan

Me (Manfaat) kan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 18 Jan 2023
  • visibility 489
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Tahun telah berganti, akan tetapi banjir tetap tak terganti. Di setiap tahunnya di penghujung tahun atau pun awal tahun; banjir tetap sama, siklus tahunan yang menjadi sirkus hiburan. Sebuah ironi  memilukan. Para relawan yang tak pernah lelah, para penyaji makanan di setiap dapur umum tak mempunyai kepenting apa-apa. Mereka bergerak atas hati nurani, mereka memasak atas dasar kemanusiaan yang adil dan beradap, meskipun yang terdidik ada juga tak mempunyai adab.

Kemarin lalu, saat saya sekadar melepas penat untuk mencari sebuah inspirasi di 38 Café ada sebuah obrolan yang menggelikan sekaligus sebuah ironi menyedihkan. Kisah ceritanya bagini dan begitu; ada dua orang manusia, berjenis kelamin sama mereka dari segi tampilan dan pakaian yang dikenakan sepertinya adalah relawan yang konsentrasi pada kegiatan-kegiatan sosial. Kalau boleh saya mengatakan mereka mengamalkan sila ke lima dari Pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia; lha berubung orang tersebut hanya relawan di dapur umum, memasaknya untuk para korban banjir jadi yang di amalkan dari Pancasila adalah keadilan sosial bagi sebagian rakyat Indonesia.

Dalam obrolan mereka yang terekam dalam keterbatasan ingatan saya kurang lebihnya seperti ini dan apabila kelebihan dapat di kurangi dan jika kurang dapat di lebihi.

“Kok tega ya ada orang yang memanfaatkan nasi bungkus untuk usahanya yang bergerak di bidang pendidikan” celektuknya.

“Ini nasi bungkus dari perusahaan a, tolong dibagikan dan yang di perioritaskan adalah para karyawan s ya…terutama  u  yang ada sangkut pautnya dari perusahaan .”

Salah satu temannya menirukan apa yang telah terjadi, dialognya ditirukan sedemikan rupa; agar mirip-mirip sedikit. Dari obrolan orang yang tak saya kenal tersebut saya dapat memberikan sebuah kesimpulan, kesimpulan saya sendiri bukan mewakili kebanyak orang apalagi orang yang selalu memanfaatkan musibah banjir untuk kepentingan perusahaan yang bergerak dibidang pendidikan.

Dan ternyata dialognya belum berakhir sampai disitu saja, masih ada kelanjutannya. Saya mendengarkan dengan seksama dalam tempo sesingkat singkatnya. Dan tentu pura-pura tak tahu apa yang mereka bicarakan akan tetapi saya berusaha mengambil ide apa yang mereka bicarakan untuk tulisan hari Rabu ini, meskipu dua Rabu kemarin saya tak nulis, bukan kesibukan yang saya kambinghitamkan akan tetapi saya belum ada ide untuk menulis Parodi dan hanya ingin menulis tentang hal lain, yang berhubungan dengan cinta, bahagia dan sedih.

“Kau tahu ndak, kemarin saat meminta apabila di desanya untuk di jadwalkan pemberian nasi bungkus ada orang relawan celetuk sekenannya, jangan minta saja akan tetapi bantu bungkusnya”

Dialog mereka berdua terhenti. Seakan ada sesuatu yang mengganjal akan tetapi harus diobrolkan, meskipun getir dan pahit harus di bicarakan.

“Ngapain bantu-bantu lha wong uang puluhan juta aku yang mengeluarkan”

Saya kaget. Mereka berdua pun tanpaknya juga heran terheran.  Saya dapat melihat dari raut wajah mereka. Dan saya hanya berusaha menerka-nerka, membayangkan bagaimana orang yang mendengarkan langsung. Saya sendiri di zaman sekarang ini kok masih ada mahluk hidup yang pongah dan sombong, selain itu pula tega memanfaatkan musibah banjir ini untuk kepentingan pribadinya yaitu perihal perusahaannya. Lantas selanjutnya bagaimana titik balik orang tersebut? Biarlah alam yang berbicara dan hukum alam yang berupaya atas segala. Secangkir kopi capucino belum sepenuhnya habis akan tetapi gurat sedih dan pilu atas pemanfaatan ini telah pahit untuk dirasakan

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sosok Arief, Guru MI Mantan Loper Koran Raih Doktor UIN Walisongo

    Sosok Arief, Guru MI Mantan Loper Koran Raih Doktor UIN Walisongo

    • calendar_month Jum, 2 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20.139
    • 0Komentar

    Semarang – Moh. Miftahul Arief, guru MI Miftahul Akhlaqiyah Ngaliyan, Semarang, resmi meraih gelar Doktor Studi Islam dari UIN Walisongo Semarang setelah berhasil mempertahankan disertasinya, dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi S-3 Studi Islam Pascasarjana UIN Walisongo, Rabu 30 September 2026. Ujian terbuka yang dipimpin langsung Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag. […]

  • Bicara Pengendalian Diri, Buya Syakur Singgung Negara Agama

    Bicara Pengendalian Diri, Buya Syakur Singgung Negara Agama

    • calendar_month Sen, 6 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 585
    • 0Komentar

    Buya Syakur Yasin saat membacakan Kita Roaitullah poin ke 16 sampai 20 yang tayang di kanal Youtube-nya, Minggu (5/9) kemarin INDRAMAYU – Prof. KH. Syakur Yasin atau yang akrab disapa Buya Syakur, memang tidak se populer seperti Prof. Quraish Shihab atau Nur Cholis Madjid. Namun, bertahun-tahun silam, Gus Dur sempat menyejajarkan nama Buya Syakur dengan […]

  • LPPNU Pati Turut Serta dalam Penanaman Pohon di Pegunungan Kendeng

    LPPNU Pati Turut Serta dalam Penanaman Pohon di Pegunungan Kendeng

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 740
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Dalam rangka penghijauan di Pegunungan Kendeng, Laskar Lereng Muria (LLM) bekerja sama dengan beberapa organisasi kemasyarakatan, termasuk Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Pati, melakukan penanaman seribu pohon. Penanaman itu tepatnya di wilayah Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo, Pati, Selasa (18/2/2025). Ketua LPPNU Kabupaten Pati, Sutrisno mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian […]

  • Luwur Makam Syekh Jangkung Dikirab

    Luwur Makam Syekh Jangkung Dikirab

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 937
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Ribuan warga tumpah ruah dalam perayaan kirab luwur  makam Syekh Jangkung di Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Sabtu (11/1/2025) siang. Acara tahunan ini menjadi momen sakral bagi masyarakat setempat untuk menghormati sosok ulama karismatik yang turut menyebarkan Islam di wilayah Pati. Kirab dimulai dengan mengarak luwur makam Syekh Jangkung, diikuti punggawa […]

  • Calon Jemaah Haji Pati Mulai Jalani Manasik 9 Februari Mendatang

    Calon Jemaah Haji Pati Mulai Jalani Manasik 9 Februari Mendatang

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.597
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Calon jemaah haji asal Kabupaten Pati bersiap memasuki tahapan penting sebelum bertolak ke Tanah Suci. Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Pati menjadwalkan bimbingan manasik haji tingkat kecamatan akan dimulai serentak pada Senin, 9 Februari 2026. ​Kepala Kemenhaj Pati, Umi Isti’anah, menjelaskan bahwa rangkaian bimbingan ini dibagi menjadi dua fase utama, […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Semua akan NU pada Waktunya

    • calendar_month Kam, 15 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 493
    • 0Komentar

    Oleh : Maulana Karim Sholikhin* Dulu, dulu sekali, diceritakan bahwa Imam Syafi’i sudah mengajar di Masjidil Haram sebelum usianya genap 12 tahun. Santrinya bukan anak-anak yang masih belajar a-ba-ta, melainkan para syaikh, pemuka agama. Bukan main! Al kisah, di suatu hari di Bulan Ramadhan, Imam Syafi’i mengajar sejak pagi sampai siang bolong. Saat mencapai tengah […]

expand_less