Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Kemampuan yang Berbeda

Kemampuan yang Berbeda

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 9 Des 2022
  • visibility 144
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Beberapa hari yang lalu saya mengajak kekasih pada sebuah tempat. Disana kita sedang menunggu sebuah antrian untuk menanyakan perihal sesuatu pada ahlinya. Kebetulan saya baru pertama kali menghadapi hal semacam ini. Sehingga saya memintanya untuk menemani.

Pada saat menunggu, dia memberi saya masukan perihal apa saja yang harus saya katakan.

“Pokoknya harus ngeyel. Kita kan konsumen. Dan konsumen adalah raja.”

Meski tak sama persis kalimatnya, kira-kira begitu maksud yang dia sampaikan. Dan saya mengangguk tanda mengerti.

Saat nomor antrian saya dipanggil, saya bergegas maju dan menceritakan kronologi secara runtut terlebih dahulu sebelum inti dari hal yang membawa saya kesini saya sampaikan kepada petugasnya. Saya pun mengikuti saran kekasih untuk ngeyel. Namun, petugasnya meminta maaf karena tak bisa membantu banyak. Beberapa kali saya mencoba untuk ngeyel lagi, namun petugasnya tetap berkata tak bisa membantu.

Setelah beberapa detik saya menghadap petugas, akhirnya saya kembali menghampiri kekasih untuk mengajaknya pulang. Dia menanyakan kok cepat sekali. Lalu saya menjelaskan kepadanya bahwa si petugas tak bisa membantu banyak. Tampaknya dia merasa kecewa dan tak puas dengan yang saya sampaikan.

Hingga secara spontan ia berkata, gitu saja kok tak bisa. Saya menghela nafas dan menanggapi perkataannya tersebut dengan perasaan yang sedikit kesal. Saya merasa sudah berusaha dan memang hanya segitu yang saya mampu. Tapi ternyata saya mendapat tanggapan yang begitu dari seorang yang saya sayangi.

Ketika dia mengucapkan hal itu, ada luka yang telah lama saya kubur kembali hadir. Saat kecil saya pernah merasakan hal serupa. Hanya saja berbeda situasi dan keadaan. Dulu saat saya kecil, saya meminta izin kepada bapak dan ibu untuk naik mobil mainan yang ada di alun-alun. Saya dengan rasa penasaran yang tinggi layaknya anak pada umumnya, ingin sekali naik mobil tersebut. Beberapa kali saya diajari oleh petugasnya namun tetap saja tak bisa.

Lalu saat kami perjalanan pulang, bapak berucap, seperti itu saja kok tak bisa. Padahal gampang. Saya merasa diri ini bodoh sekali saat itu. Mengapa saya tak bisa. Waktu itu saya membenarkan ucapan bapak dan menyalahkan diri saya sendiri. Dan karena perasaan menyalahkan diri tersebut, saya selalu merasa was-was dan khawatir dalam bertindak. Inginnya selalu berhasil.

Selama perjalanan proses hidup saya, saya belajar dan mempercayai bahwa setiap orang itu punya keterbatasan yang tak sama dengan yang lainnya. Namun mengapa orang-orang yang katanya menyayangi kita justru terkadang melupakan hal itu. Dan secara tersirat menyalahkan karena tak sesuai harapannya.

Kembali pada cerita awal saya. Saat perasaan kesal dan tak nyaman sedang melanda, saya merenung sebentar. Saya mencoba memahami. Bahwa setiap orang selalu saja pernah melakukan sebuah kesalahan, dan yang pasti setiap orang punya kemampuan dan keterbatasan yang berbeda. Apapun dan bagaimanapun itu.

Saya akan tetap belajar bagaimana menjadi yang lebih baik dari sebelumnya. Karena tak dipungkiri saya pun akan beresiko dapat bertindak spontan seperti yang diucapkan orang-orang yang saya sayangi tersebut. Maka memang benar jika berkehidupan itu ya memang harus mau terus belajar. Belajar dan senantiasa belajar. Sekian.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Ramadan: Bulan Tata-tata

    • calendar_month Sel, 26 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda*  Iki arep ning omahe mbahe, awakmu wes tata-tata durung, Nduk? Ya, saya ingat almarhum mertua saya ketika tanya kepada istriku. “Ini mau pergi ke rumah si mbah, kamu sudah siap-siap belum, Nduk?” Ya, begitu artinya. Kata “tata” sesuai KBBI (2024) berarti aturan, hukum, kaidah, susunan, cara menyusun, sistem. Kalau dalam bahasa Jawa, […]

  • PCNU-PATI

    Pedagogi Ramadan

    • calendar_month Rab, 27 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Beragam sebutan untuk bulan Ramadan. Mulai dari Ramadhan Syahrul Mubarak (Ramadan bulan penuh berkah), Ramadhan Syahrul Adhim (Ramadan bulan agung), Ramadhan Syahrul Maghfiroh (Ramadan bulan penuh ampunan), Ramadhan Syahrul Quran (Ramadan bulan Al-Quran karena bulan Nuzulul Quran), dan sebutan lain. Bagi saya, yang paling berkesan selain sebutan-sebutan atau fungsi-fungsi di atas adalah […]

  • CATATAN LF PCNU KABUPATI PATI AWAL RAMADHAN 1446 H

    CATATAN LF PCNU KABUPATI PATI AWAL RAMADHAN 1446 H

    • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 128
    • 0Komentar

      Ru’yatul hilal hari Jum’at Legi 28 Februari 2025 M/29 Sya’ban 1446 H ketika matahari terbenam di Jawa Tengah dilaksanakan di 18 titik termasuk Desa Jambean Kidul Kec. Margorejo Kab. Pati. Sebagai perbandingan berikut adalah hasil hisab untuk Merauke, Desa Jambean Kidul Pati dan Observatorium Lhoknga Aceh: a. Merauke Tinggi mar’i /topocentrik +2° 43′ 28″, […]

  • PCNU-PATI Photo by Jason Leung

    Puisi Ahmad Amiruddin

    • calendar_month Ming, 25 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Hijrah Burung Burung [kutilang] yang dulu hanya ada didesa ini, sempat menjadi makanan pelor-pelor anak desa ini, kini mulai bertelur diperbatasan desa, anak-anak itu tak sadar bahwa burung yang biasa melompat menerobos cahaya melewati carang-carang daun tiba-tiba hilang. Burung itu merajut sarangnya diantara carang-carang yang belukar, agar kelak anak yang ada dalam telur ini bisa […]

  • PCNU-PATI

    Bolak Balik Mundak

    • calendar_month Rab, 21 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” Kemarin sore saat saya melakukan perjalanan dari Bumi Mina ke kota Atlas dengan menggunakan travel langganan petugasnya berujar jika tarifnya naik menyesuaikan dengan harga bahan bakar yang sekarang sedang melabung tinggi. Saya hanya diam, mengangguk pertanda saya setuju. Akan tetapi orang yang di sebelah […]

  • Pengakuan Hak-Hak Perempuan

    Pengakuan Hak-Hak Perempuan

    • calendar_month Sab, 25 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikhah* Kehidupan pra Islam membatasi bahkan mendiskriminasi para perempuan. Bahkan ia diperlakukan tidak manusiawi, seperti ketika bayi perempuan lahir maka banyak yang menguburnya hidup-hidup dengan alasan menganggap perempuan lemah tidak mampu berkontribusi dalam perang.  Ada juga yang beranggapan jika membiarkannya hidup maka nanti akan merepotkan saja. Hadist dari Ibnu Abbas RA ia bercerita: […]

expand_less