Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Upacara

Upacara

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 19 Okt 2022
  • visibility 389
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Beberapa hari lalu, di media sosial baik Facebook Twiter dan Story Instagram serta WhatsApp terkait pengumuman ada kegiatan upacara dengan masa yang begitu fantastis. Tujuh ribu masa berkumpul demi satu tujuan, memperlihatkan kekuatan dengan jumlah masa terbanyak dengan jalur kordinasi tersetruktur, terkoneksi dengan lancar tanpa kendalanya, jaringannya mulai dari tingkat pusat hingga sampai pada tingkat rukun tetangga.

Jumlah tujuh ribu itu bukan sedikit, mengumpulkan masa sebanyak itu akan mudah terjadi ketika ada pembagian sembako atau pembagian dari kenaikan subsidi  bahan bakar minyak, tanpa itu semua saya tak yakin, atau untuk sekadar menyakini.

“Sampean harus yakin mas, bukankah kegiatan upacara seperti itu dengan masa yang fantastis bukan hanya satu kali atau pun dua kali, yakin saja lah lha wong di pamlet di player yang beredar jumlahnya segitu kok, soal realita nya itu urusan beda lagi, yang penting di media sosial rame terlebih dahulu,”

Saya hanya mengangguk atas penjelasan dari teman saya tersebut. Saya yakin saja soalnya teman saya teserbut adalah pekerjaanya penulis warta yang bisa membolak balikkan fakta dari nyata berubah menjadi tak nyata. Bukankah dunia maya adalah bentuk ketidakmampuan di dunia nyata.

Maka, saat ini banyak orang banyak kalangan yang berebut untuk menjadi yang terbaik di dunia maya. Bukan menjadi nyata di dunia sebenarnya. Perihal upacara dengan jumlah yang fantastis akan tetapi praktik realita nya tak sesuai itu tak menjadi masalah bahkan menjadi hal wajar, sebab targetnya awal adalah dunia yang tak sebenarnya. Kalau dalam klan Uchiha dalam serial Naruto namanya Mangekyou Sharingan. Sebab Klan Uchiha soal mengunakan Mangekyou Sharingan lebih hebat dari pada lainnya.

“Sebenarnya kita hidup di dunia maya atau nyata? “

Teman saya selalu bertanya yang prinsipel tersebut. Bahkan boleh dikatakan pertanyaan tersebut tak layak di tanyakan dalam kondisi dan situasi sepeti ini, kondisi dimana setiap orang, setiap komunitas bahkan Ormas saling mengeklaim apabila anggotanya paling banyak, dan tersetruktur demi satu tujuan dan impian agar di lirik orang orang yang saling rebut di tahun 2024 nanti. Gawe besar lima tahunan sudah di hidangkan.

Kembali ketopik awal yaitu upacara yang mengumpulkan masa dengan jumlah yang ribuan akan tetapi realitasnya tak ada; tak masalah. Sebab saat ini yang di perlukan adalah branding, bagaimana kuatnya kita membranding sebuah produk atau pun kegiatan semua itu menjadi tolak ukur yang sebenarnya. Harus rame dan fantastis di dunia maya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerakan Ayo Menulis Santri

    Gerakan Ayo Menulis Santri

    • calendar_month Kam, 2 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 630
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Pondok Pesantren Mansajul Ulum Putri Cebolek Margoyoso Pati mengadakan pelatihan jurnalistik dengan mendatangkan Redaktur Jurnal Khittah M. Iqbal Dawami, bertempat di aula pondok, kamis, 23/3 kemarin. Pengasuh Pondok Mansajul Ulum,  KH. Liwa’uddin memaparkan perlu adanya  Gerakan Ayo Menulis. “ Karena gerakan tersebut sangat di perlukan sekali karena banyak sekali para santri yang […]

  • PCNU-PATI

    Ihya’ Ulum, Al- Din

    • calendar_month Sel, 8 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 706
    • 0Komentar

    Ilmu merupakan pengetahuan secara mendalam atas hasil usaha ijtihad dar ilmuwan muslim (‘ulama’/mujtahid) atas persoalan-persoalan duniawi dan ukhrawi dengan bersumber kepada wahyu Allah. Kitab Ihya’ Ulumuddin mampu menggabungkan antara syariat, akidah dan akhlak. “Kitab Ihya’ Ulumuddin merupakan salah satu kitab yang termasuk yang luar biasa, dikaji para ulama’ sepanjang masa,” ungkapnya. Sejak Imam Ghazali menulis […]

  • PCNU-PATI

    NU dan Kehidupan Bernegara

    • calendar_month Sab, 30 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 709
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Sebagai organisasi sosial kemasyarakat terbesar di Indonesia atau ada yang mengatakan terbesar di dunia Nahdlatul Ulama (NU) menjadi bagian tak terpisahkan dari keseluruhan bangsa Indonesia. NU senantiasa menyatukan diri dengan perjuangan Nasional bangsa Indonesia. NU juga secara sadar mengambil peran aktif dalam proses perjuangan mencapai dan memperjuangkan kemerdekaan dan turut serta […]

  • Malam Tirakatan PPSA Berlangsung Sakral

    Malam Tirakatan PPSA Berlangsung Sakral

    • calendar_month Sen, 16 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 611
    • 0Komentar

    Ustadz Asmu’in (tengah) sedang membaca manaqib Syaikh Abdul Qodir al Jilani di dampingi Gus Faiz Aminuddin (pegang mic) dalam acara malam tirakatan 17 Agustus 2021 di Ponpes Shofa Az Zahro’ (PPSA) Gembong-Pati GEMBONG-Ponpes Shofa Az Zahro’ (PPSA) Gembong, Senin (16/8) malam ini menyelenggarakan malam tirakatan 17 Agustus 2021. Ini merupakan agenda puncak dari rangkaian acara […]

  • Memandang Indonesia Saat Ini

    Memandang Indonesia Saat Ini

    • calendar_month Jum, 3 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 428
    • 0Komentar

    Pati. Para Dosen Institut Pesantren Mathali’ul Falah guna mempertajam wawasan dan pola pikir agar lebih maju dan berkembang. Maka pada kesempatan kali ini menghadirkan Dr. M. Imdadun Rahmat Ketua LAKSPEDAM NU pusat untuk mendiskusikan isu-isu terkini yang berada di Indonesia,kemarin. Moderatisme adalah masa depan politik Islam Indonesia. Moderatisme dalam politik meniscayakan power sharing (pembagian kekuasaan, […]

  • Baznas Pati Bakal Tarik Zakat Petani hingga Kiai

    Baznas Pati Bakal Tarik Zakat Petani hingga Kiai

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.412
    • 0Komentar

      Pati – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pati tak hanya menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menampung zakat. Mereka juga bakal menyasar zakat petani hingga kiai atau penceramah. Ketua BAZNAS Pati, Minanurrohman, menjelaskan langkah ini dilakukan untuk mengembangkan potensi zakat di Kabupaten Pati. Apalagi kewajiban zakat bukan hanya ASN, melainkan bagi orang yang […]

expand_less