Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Kenali, Pahami Rayuan Anak

Kenali, Pahami Rayuan Anak

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 5 Agu 2022
  • visibility 453
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Beberapa hal yang berkaitan dengan parenting utamanya soal anak, saya rasanya ingin belajar lagi dan lagi. Sudah tentu untuk menyiapkan diri agar bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak saya kelak dimasa depan. Mulai dari mengikuti akun yang membagikan tips bagaimana menjadi orang tua yang baik, bagaimana memahami anak-anak dalam situasi dan kondisi apapun, dan sebagainya. Karena saya tahu anak adalah anugerah terindah yang diberikan Tuhan pada setiap pasangan.

Anak-anak juga manusia. Ia memiliki perasaan dan akal. Sama seperti orang dewasa pada umumnya. Mereka memiliki hak untuk menentukan apa yang mereka inginkan, tanpa intervensi dari pihak manapun termasuk orang tuanya. Namun, terkadang kita lupa, sebab rasa sayang yang berlebihan justru malah membuat kita menuntut si anak sesuai dengan kemauan kita. Kita tak membiarkan mereka berekspresi dan menjalani kehidupannya sesuai dengan apa yang dia inginkan.

Saya punya banyak pengalaman dengan keponakan saya Tsania. Pada tulisan sebelumnya, saya membagikan pengalaman saat saya tengah pergi ke pasar dengan Tsania. Dia mengeluarkan jurus tantrumnya. Sama seperti Naruto yang mengeluarkan jurus Kage Bunshin No Jutsu untuk mengelabuhi lawannya agar dia bisa menang. Tsania juga sama. Ia berusaha mengelabuhi saya dengan jurus tangisannya, agar saya kalah dan menuruti keinginannya yang mendadak itu.

Pengalaman lainnya adalah saat Tsania berkunjung kerumah saya. Waktu itu orang tuanya memberinya handphone agar dia mau anteng. Ayahnya pergi bekerja, sedang ibunya sedang mengobrol dengan saudara yang lain. Hingga ibunya tiba-tiba berkata dengan nada cukup tinggi kepada Tsania. Hal itu dimaksudkan untuk memperingati Tsania agar tak bermain handphone lama-lama. Namun karena perintahnya hanya melalui kata-kata, jelas Tsania menolak dan tak bergeming. Menghiraukan begitu saja perkataan ibunya.

Terlihat tak hanya sekali ibunya berkata kepada Tsania. Lalu saya keluar dari kamar berusaha menengahi keduanya. Saya mendekati Tsania dan membujuknya untuk menyudahi bermain handphone. Respon yang saya dapat adalah diacuhkan. Saya tak kehabisan akal. Lalu saya mencoba berkata lagi,

“Mbak kasih waktu lima belas menit lagi ya.”

Setelah itu saya disampingnya menemani bermain handphone.

Waktu terus berjalan. Saat telah mencapai lima menit, saya katakan kepada Tsania. Begitu seterusnya. Lima menit pertama ia masih tenang. Namun lima menit berikutnya, ia tampak was was. Barangkali berharap waktu tak berjalan dengan cepat. Saya melihat ekspresi itu dari raut wajahnya yang mungil. Hingga sampai pada lima menit terakhir, saya kembali berkata.

“Sudah ya dik mainnya. Kan sudah lima belas menit sesuai perjanjian tadi.”

Setelah berkata demikian, handphone saya ambil. Tsania menangis dengan keras. Tangisannya bak dentuman Hirosima dan Nagasaki yang mengagetkan seluruh jagat raya. Lalu handphone saya serahkan kepada ibunya, dan Tsania saya peluk guna mendengarkan khotbah dari saya. Ia masih terus saja menangis. Namun tak lama kemudian ia akhirnya berhenti.

“Adik boleh kok main handphone, tapi sebentar saja. Kita cari permainan lainnya yuk.”

Lain waktu saat ia kembali berkunjung kerumah, dan seperti biasanya ia akan dibiarkan bermain handphone oleh orang tuanya. Saya memperingatinya dengan hanya memberinya waktu lima belas menit lagi. Apa alasannya? Saya yakin di rumahnya ia pasti sudah sering bermain handphone. Setelah lima belas menit terlewati, saya memberitahunya untuk berhenti. Dan dengan sadar ia lalu mengembalikan handphone pada ibunya. Saya yang melihat kejadian itu merasa senang. Dan tak lupa saya memberinya pelukan serta ciuman sebagai tanda apresiasi.

Sebagai orang yang umurnya lebih tua dari Tsania, sudah tentu saya yang notabene adalah tantenya ikut andil membimbing sekaligus menjadi pendamping untuknya. Meski sebenarnya itu bukan menjadi kewajiban saya, namun menemaninya bermain bagi saya sekaligus sebagai wujud belajar parenting.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Tangerine Newt

    Saweran

    • calendar_month Rab, 21 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 603
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Pada sebuah kafe saya dengan beberapa tim kerja, membahas sesuatu hal yang berkaitan dengan pengumpulan orang, menghimpun masa, menggiring opini untuk satu tujuan yaitu salah satu klien dari kami yang ingin maju dalam pertarungan merebut simpati dari masyarakat dan umat. Dan klien kami ingin menjadi pemenang dalam perebutan pemimpin tingkat nasional. […]

  • Ulama dan Umaro' di Gembong Sambangi Nahdliyyin di Desa-Desa

    Ulama dan Umaro’ di Gembong Sambangi Nahdliyyin di Desa-Desa

    • calendar_month Sel, 11 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 539
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id. – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama’ (MWCNU) Kecamatan Gembong, menggandeng Forkopimcam dan KUA untuk menyapa warganya melalui kegiatan Tarawih Keliling Ulama-Umaro’ Kecamatan Gembong. Kegiatan ini dimulai Selasa (11/3) dan akan berakhir Rabu (19/3) mendatang. “Kami ambil lima ranting untuk kegiatan tarawih keliling ini,” terang K. Sholikhin, Ketua MWCNU Gembong. Rencananya agenda rutin ini […]

  • Ketua PCNU Ingatkan Kembali 7 Medan Dakwah NU Pati

    Ketua PCNU Ingatkan Kembali 7 Medan Dakwah NU Pati

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.288
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id. – Setelah diundur beberapa waktu, akhirnya PCNU Pati resmi menggelar Rapat Pleno, Sabtu (18/4) pagi di SMKN Jateng, Pati. Acara yang tersebut sekaligus menjadi ajang halal bi halal. bagi perwakilan dari 21 satu MWCNU se-Kabupaten Pati, Pengurus Harian Syuriyah, Jajaran Tanfidziyah beserta lembaga dan Banom. “Seharusnya acara (Rapat Pleno) ini kami adakan di […]

  • LPBI NU Gelontorkan 4 Ton Minyak Goreng untuk Warga Miskin

    LPBI NU Pati Gelontorkan 2,5 Ton Minyak Goreng untuk Warga

    • calendar_month Sel, 5 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 406
    • 0Komentar

    PATI – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati menyelenggarakan aksi bhakti sosial pasar murah. Kegiatan semacam ini sebenarnya telah menjadi agenda rutin LPBI NU Pati. Setidaknya, selama empat tahun terakhir ini, Lembaga NU yang menangani bencana alam ini telah menjalankan misi bagi-bagi sembako. Agenda ini, menurut Imam Rifai, ketua LPBI […]

  • Naharul Ijtima’ di “Kampung Ace” Cabak Tlogowungu

    Naharul Ijtima’ di “Kampung Ace” Cabak Tlogowungu

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 590
    • 0Komentar

    Warta NU; Sehabis sholat Jum’at,6 Maret 2015 Pengurus Harian PCNU Pati bergegas menuju kantor untuk Turba ke ranting dan MWC se-kab. Pati. Kebetulan pada acara Naharul Ijtima’ yang pada jum’at kali ini giliran di MWC Tlogowungu. Masjid yang dipilih sebagai tempat pertemuan adalah Masjid Al Ikhlas Ds. Cabak Kec. Tlogowungu yg merupakan desa penghasil buah […]

  • Beda Puasa Nabi Dungan Ummat Masa Kini. Photo by Rauf Alvi On Unsplash.

    Beda Puasa Nabi dengan Ummat Masa Kini

    • calendar_month Kam, 23 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Tahun ke-6 Hijriyah, terjadi kesepakatan antara Nabi Muhammad SAW. (Kaum Muslimin) dengan Kaum Kafir Quraisy di daerah Hudaibiyah, tepian Makkah. Dalam ar Rahiq wal Makhtum milik Syaikh Shafiyyur Rahman al Muarakfuri, berkisah tentang ‘puasanya’ Nabi dalam perjanjian tersebut. Mulanya, Nabi memandatkan Ali bin Abi Thalib untuk menulis kesepakatan. Ali membuka perjanjian […]

expand_less