Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Haji; dari Ibadah Hingga Merasa Wah

Haji; dari Ibadah Hingga Merasa Wah

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 22 Jun 2022
  • visibility 297
  • comment 0 komentar

Senja masih seperti kemarin, ada guratan mega memerah. Mendung bergelantungan. Hujan tak datang. Mendung terus menghadang menemani perjalanan pulang dari rutinitas harian. Pergi pagi pulang sore hari. Maklum karyawan kantoran seperti yang dikatakan orang-orang.

Perjalanan masih panjang. Mendung masih menghadang. Notifikasi pesan masuk di whatshap berdatangan tak karuan. Sesekali panggilan masuk berurutan. Saya tak peduli karena masih menikmati perjalanan pulang. Menikmati mendung tak kunjung hujan datang.

“Ini orang tak sabaran, jika panggilan dua kali tak terjawab mbok yo nyadar bisa jadi yang bersangkutan sibuk, yang bersangkutan ada halangan” celetuk saya dengan hati dongkol.

Sampai di rumah, mandi, cuci kaki dan istirahat sambil menikmati secangkir kopi buatan istri. Saya mengambil handphone merk xiaomi keluaran terlama. Mengecek satu persatu pesan masuk dari whatshap.

“Mohon maaf koreksi, setahu saya orang tersebut belum Haji, kenapa di berita namanya di tulis gelar Haji?”

Saya menggerutu sejadi jadinya. Dari tadi telepon tanpa jeda, mengirim pesan secara berturut turut hanya komplain perihal penulisan gelar? Kok remeh dan receh sekali. Meskipun saya yang bertanggung jawab atas portal media online sepenuhnya terkait isi berita seringkali membuat hati terluka, dan artikel tak jarang membuat hati mangkel serta puisi lebih sering bikin orang berhalusinasi. Jadi wajar apabila komplain dan kritikan langsung kepada saya.

Portal media online yang saya dengan teman-teman kelola adalah sebuah media yang bergerak di bidang sosial keagamaan. Jadi tim redaksi bekerja dengan penuh sosial tanpa adanya gaji. Serta ruang lingkupnya pun terbatasi; tak diperbolehkan menulis sesuatu yang kontroversi, menimbulkan polemik. Beritanya standar saja.

Seketika setelah saya membaca pesan whatshap dari orang yang sudah ber Haji saya segera konfimasi ke teman redaksi yang menulis berita tersebut.

“Berita hari ini yang tayang di portal kita ada yang komplain terkait penulisan gelar pada salah satu tokoh, belum Haji di tulis Haji,”

Dengan santai tanpa beban, sesantai saat kita mengelola portal sosial ke agamaan ini. Dengan santai akan tetapi penuh kepastian.

“Sengaja saya menulis Haji dengan maksud dan tujuan sebagai doa, siapa tahu Tuhan memakbulkan doanya, dari sebuah tulisan di berita menjadi Haji beneran, jadi secara tak langsung kita juga mendapatkan pahala meskipun tanpa sengaja.”

Saya tak bisa menekan atau lainnya; lha wong kerja sosial non profit kok. Masih ada yang mau mengelolanya alhamdulillah sekali. Dari komplain sederhana tapi mengena, saya jadi berfikir nakal sekali, berfikir liar sekali; begitu sangat penting kah? penyematan gelar Haji bagi mereka sudah berhaji dan sangat tak diterima ketika ada orang  belum berhaji ditulis gelar Haji di depan namanya?

Temannya saya melanjutkan pembelaannya; bukankah Haji adalah ibadah; seperti halnya ibadah-ibadah lainnya. Ibadah Haji akan menjadi wajib  ketika seseorang mampu dan jika belum mampu tak mendapatkan kewajiban tersebut.

Dari kejadian salah tulis  gelar di berita tersebut saya beranggapan apabila antara orang yang sudah berhaji dan belum berhaji harus dibedakan, terutama dalam lingkungan masyarakat. Dan ketika ada kegiatan harus ada pembeda, ketika nulis surat undangan nikahan, undangan kondangan di depan namanya harus di tulis Haji.

“Mereka Haji modal mas, jadi wajar saja apabila ingin dihormati, ingin dimengerti, ingin dipahami. Bukankah modalnya juga banyak, dan penantiannya juga panjang dan lama tak secepat saat kita menunggu lampu traffic light nyala hijau setelah itu kita tinggalkan” celetuk teman saya.

Sambil menikmati kopi buatan istri. Dan mengiyakan apa yang dikatakan teman saya tersebut. Wajar saja jika ada orang tak terima ketika belum Haji di depan namanya di tulis Haji. Lha wong penantiannya panjang, modalnya juga puluhan juta, manusiawi sekali.

“Pak…Bapak…sampean saja belum Haji kok bergaya nulis tentang orang yang sudah berhaji mengkritisi tentang tingkah polahnya pula, lha mbok di jarke wae; toh Haji itu kan ibadah mau di pamerkan, mau di sombongkan itu haknya. Andaikan saja bapak sudah berhaji apa mau ada orang manggil tanpa menyebutkan Pak Kaji? ujar istri saya denga ketus

Dengan tanpa semangat saya menutup laptop dan menghabiskan secangkir kopi buatan istri meskipun pahit akan tetapi selalu menyisakan rasa nikmat.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadan: Bulan Nggrayangi Dada

    Ramadan: Bulan Nggrayangi Dada

    • calendar_month Sen, 17 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 506
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Ramadan, bulan yang penuh berkah dan maghfirah, hadir sebagai momen spesial yang mengundang umat Islam untuk meresapi makna hidup melalui puasa, ibadah, dan introspeksi diri. Di balik rutinitas menjalankan kewajiban agama, Ramadan membuka kesempatan untuk merenung, mereset diri, dan menggali potensi terbaik yang ada dalam diri setiap individu. Di bulan […]

  • PCNU - PATI

    Kimia Kebahagiaan

    • calendar_month Kam, 21 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Dalam filsafat Islam, tujuan tertinggi perjuangan manusia adalah kebahagiaan, iaitu transformasi manusia kepada pengabdian sepenuhnya kepada Tuhan. Ini akan menghasilkan kebahagiaan tertinggi. Ini yang diajarkan oleh Imam Al Ghazali [1-3]. Kebahagiaan yang tertinggi akan didapat jika manusia menuju pada sifat-sifat malaikat melalui peningkatan pengetahuan akan Tuhan. Untuk sampai pada ini, manusia mesti mengetahui dirinya (knowing […]

  • PCNU-PATI

    Kunci Sukses Meraih Ridha-Nya?

    • calendar_month Sen, 5 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Belajar memahami Islam menjadi modal dalam memilah dan memilih jalan untuk mencapai hidup sukses dan mulia. Pemahaman yang benar akan menjaga kita dari kesesatan dan kerugian. Merasa sudah ada di jalan yang akan menghantarkan pada kesuksesan dan kemuliaan, ternyata akhir yang didapat tidak sesuai dengan yang diharap. Pemahaman yang benar tentang Islam akan menuntun setiap […]

  • Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Kunjungi Pokdakan Sido Maju II Jepara untuk Belajar Pemberdayaan Masyarakat

    Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Kunjungi Pokdakan Sido Maju II Jepara untuk Belajar Pemberdayaan Masyarakat

    • calendar_month Sen, 18 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Pati-Sejumlah Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dari Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) mengadakan kunjungan ke Pokdakan Sido Maju II di Kabupaten Jepara. Kamis, (14/11/24) Kegiatan ini merupakan bagian dari Matakuliah Dasar-Dasar Pengembangan Masyarakat Islam untuk mendalami lebih lanjut tentang pemberdayaan masyarakat secara langsung. Kunjungan dimulai dengan sambutan hangat dari Bapak Wahyu, selaku pendamping […]

  • Berikut 10 PTKIN Terbaik di Indonesia Versi Webometrics Januari 2025

    Berikut 10 PTKIN Terbaik di Indonesia Versi Webometrics Januari 2025

    • calendar_month Sel, 4 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 695
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), berikut adalah daftar 10 PTKIN terbaik di Indonesia versi Webometrics edisi Januari 2025. Adapun metode pemeringkatan Webometrics edisi Januari 2025 mencakup hampir 32.000 institusi pendidikan tinggi dari seluruh dunia. Model pemeringkatan ini berdasarkan pada indikator Webometrics dan bibliometrik […]

  • NU Gabus Galakkan Peran Lazisnu

    NU Gabus Galakkan Peran Lazisnu

    • calendar_month Ming, 24 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 349
    • 0Komentar

    GABUS – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan zakat, infaq dan shodaqoh, Lazisnu MWC NU Kecamatan Gabus menggelar Pelatihan Amil Zakat dan Sosialisasi Program Lazisnu, Minggu (24/4) pagi tadi. Kegiatan yang dilangsungkan di Balaidesa Tanjunganom tersebut, dihadiri langsung oleh Wakil Katib Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Pati, KH. Abdur Rohman dan K. Yusuf Hasyim. Selain itu, […]

expand_less