Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Doakan Saja, Jangan Pertanyakan

Doakan Saja, Jangan Pertanyakan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 6 Mei 2022
  • visibility 487
  • comment 0 komentar

Selamat merayakan hari raya Idhul fitri untuk segenap umat Islam. Idhul fitri adalah hari yang ditunggu setelah sebulan penuh melakukan ibadah puasa. Momen hari kemenangan sekali dalam setahun digunakan untuk saling berkunjung ke sanak saudara maupun tetangga untuk saling memaafkan atas segala kesalahan disengaja atau pun tak dan saling mendoakan.

Momen tersebut tak akan lepas dari membicarakan banyak hal. Makanan, fashion, sampai urusan pribadi menjadi perbincangan yang menarik. Saya tergelitik dengan pertanyaan yang hampir setiap tahun tak pernah absen untuk diutarakan. Pertanyaan yang bagi siapapun tak tau apa dan bagaimana menjawabnya. Sebuah pertanyaan mengolok sekaligus menohok. Lebih tepatnya.

Mengapa obrolan seputar privasi orang menjadi bahan empuk untuk terus dibicarakan. Apa karena tak ada pembahasan lain atau karena memang hanya itu yang diketahui. Padahal hampir setiap hari selain Idhul fitri saat berkumpul pembahasannya juga itu saja. Apa tak bosan. Entahlah. Bisa jadi sebab sifat dasar manusia adalah selalu penasaran, maka obrolan terkait orang lain terasa nikmat untuk dibicarakan.

Saat saya berkunjung ke rumah saudara di hari pertama Idhul fitri, hampir setiap rumah yang kami kunjungi menanyakan hal yang sama. Kapan menikah? Mengapa kata kapan begitu sangat menarik untuk dijadikan kata pembuka perbincangan. Barangkali ini bukan hanya terjadi pada saya, karena beberapa teman sebaya yang masih melajang juga bercerita mendapat cecaran pertanyaan itu. Pertanyaan sederhana tapi mengena.

Selain kami yang masih melajang ini, para mama papa yang belum dikaruniai momongan juga turut menjadi sasaran. Kapan punya momongan,atau kapan mau nambah lagi dan seterusnya. Saya heran, horor sekali pertanyaan “kapan” ini. Apakah tak ada kata atau kalimat untuk membuka perbincangan selain kata kapan. Atau barangkali ada pertanyaan yang lainnya. Misal pertanyaan tentang capaian soal karir, prestasi atau yang lainnya.

Sejatinya manusia hanya berusaha, Tuhan yang berkehendak. Bagi kita yang masih melajang maupun yang sudah menikah namun belum dikaruniai anak, bukan berarti kita hanya berdiam diri. Pastinya kita telah berusaha, akan tetapi apalah daya kalau Tuhan belum berkehendak. Menyoal kata “kapan” kaitannya adalah soal waktu. Tunggu dan lihat saja waktu yang akan menjawab. Semestinya momen Idhul fitri ini alangkah eloknya digunakan untuk saling mendoakan bukan mengulik privasi orang.

Dalam Idhul fitri tahun ini; saya meminta maaf atas segala salah dan khilaf baik sengaja maupun tak, pada hari kemenangan ini, alangkah indahnya kita saling mendoakan.

(Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1.444 Peserta Ramaikan Persimanu I Ma'arif NU Jateng

    1.444 Peserta Ramaikan Persimanu I Ma’arif NU Jateng

    • calendar_month Rab, 12 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 680
    • 0Komentar

    Semarang – Perkemahan Prestasi Ma’arif NU I (Persimanu I) Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU (Sakoma NU) JawaTengah akan diramaikan 1.059 peserta se Jawa Tengah, 110 panitia dan juri, dan 275 pendukung kontingen. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Sakoma NU Jawa Tengah Kak H. Shobirin pada Rabu (12/7/2023). Dikatakannya, bahwa kegiatan PERSIMANU I Jawa Tengah tahun […]

  • PCNU PATI. Ilustrasi Orang-orang Berkerumun.. Photo by Jacek Dylag on Unsplash

    Curah

    • calendar_month Jum, 29 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 461
    • 0Komentar

    Uang bukanlah segala-galanya, tapi segalanya butuh uang. Siapa yang tidak tergiur dengan uang. Apalagi gratisan. Kali ini pemerintah kita kembali menggelontorkan uang BLT (Bantuan Langsung Tunai) kepada masyarakat pada situasi pandemi Covid-19. Sedikit cerita di desa tempat saya tinggal, ada salah satu warga yang mendapat bantuan. Sebut saja namanya Mbah Rah, sudah sepuh berjalan saja […]

  • PCNUPati.or.id, Pati – Gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menghantam hingga area Masjid Agung Baitunnur Pati saat demo 13 Agustus 2025, kemarin. LPBHNU Pati pun menyayangkan tindakan represif aparat. Beredar video, gas air mata ditembakkan hingga halaman Masjid Agung. Sejumlah warga pun menjadi korban. Naasnya, bukan hanya massa demo yang terkana imbas. Warga yang hendak jemaah pun menjadi korban. Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Pati Ahmad Shofwan angkat bicara. Menurutnya demo merupakan hak masyarakat. ”Menanggapi tindakan represif tindakan aparat yang sampai mengejar ke masjid agung. Yang pertama, demo itu hak dan sudah diatur dalam undang-undang, bahwa menyampaikan pendapat di muka umum itu boleh. Kemarin demo itu memang legal dan berizin masih batas waktu yang diperbolehkan,” ujar Shofwan, Kamis (14/8/2025). Ia pun menyayangkan tindakan kepolisian yang dinilai terlalu represif. Apalagi pihak kepolisian sampai menembakkan gas air mata ke halaman Masjid Agung Pati. ”Sementara tindakan aparat polisi mengejar para demonstran sampai masjid sangat disayangkan. Karena masjid itu tempat ibadah. Tidak boleh aparat itu represif sampai ke sana. Karena di sana bukan para pendemo. Ada masyarakat yang ingin ibadah,” tutur dia. Tindakan aparat ini membuat sejumlah masyarakat menjadi korban. Bahkan banyak masyarakat yang hendak jamaah, ibu-ibu dan anak-anak terkena imbasnya. ”Apalagi gas air mata itu memang diarahkan ke halaman parkir mobil (masjid) dan juga ke tempat wudlu. Itu saya sayang kan,” ungkap dia. Tak hanya itu, tindakan aparat juga dinilai terlalu berlebihan lantaran juga menembakkan gas air mata di gang-gang permukiman warga.Ia pun berharap kejadian semacam ini tak terjadi lagi. ”Pak Kapolda, Kapolres harus mengevaluasi dan berbenah kejadian tidak terulang lagi. Di gang sampai masyarakat kena. itu tidak boleh. Kalau menangkap pendemo yang rusuh silahkan. Saya pastikan pendemo yang rusuh itu didatangkan dari luar sengaja membikin rusuh. Bukan orang Pati. Orang Pati tidak seperti itu,” tandas dia. Sementara itu, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto mengaku pihaknya sudah sesuai SOP. Meskipun, banyak ibu hingga anak yang menjadi korban. ”Oke, tentunya protap SOP yang dilakukan oleh pihak kepolisian sudah sesuai. Karena kita dari awal pada saat aksi unjuk rasa yang damai Itu berjalan dengan lancar dan kita menjamin keamanan dari para demonstran,” pungkasnya.

    Gas Air Mata Hantam Area Masjid Agung, LPBHNU Pati: Aparat Jangan Represif

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 651
    • 0Komentar

      PCNUPati.or.id, Pati – Gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menghantam hingga area Masjid Agung Baitunnur Pati saat demo 13 Agustus 2025, kemarin. LPBHNU Pati pun menyayangkan tindakan represif aparat. Beredar video, gas air mata ditembakkan hingga halaman Masjid Agung. Sejumlah warga pun menjadi korban. Naasnya, bukan hanya massa demo yang terkana imbas. Warga […]

  • Faedah Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab

    Faedah Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab

    • calendar_month Jum, 24 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 600
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Bulan Rajab yang merupakan bulan ke tujuh dalam kalender Islam senantiasa mencurahkan berbagai amalan bagi umat Islam. Berbagai amalan mulai dari do’a, sedekah, sholat hingga amalan puasa yang dipercaya melalui hadits-hadits shohih akan memberikan pahala yang luar biasa bagi yang mengamalkannya. Bulan Rajab juga dipercaya sebagai bulan pengampunan dari Allah SWT. Karena […]

  • Petani Harus Mandiri

    Petani Harus Mandiri

    • calendar_month Kam, 21 Apr 2016
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Pati. Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Margorejo mengadakan diskusi bersama dengan Pengurus Cabang NU Pati perihal pemahaman pembuatan pupuk organik agar para petani bisa mandiri dan menambah nilai jual ketika panen. Karena wilayah Margorejo   kebanyakan masyarakatnya menggantungkan mata pencariannya dari menanam ketela dan jagung. Diskusi bertempat di Ponpes Al-Akrom Pati Banyuurip Margorejo Pati (09/04) […]

  • Bagi-Bagi Masker oleh Pelajar NU Gembong Tuai Pujian

    Bagi-Bagi Masker oleh Pelajar NU Gembong Tuai Pujian

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Salah satu pengurus IPNU membagikan dan  memakaikan masker kepada pengendara yang lewat di Pasar Gembong GEMBONG-Para pelajar NU Kecamatan Gembong yang tergabung dalam organisasi IPNU dan IPPNU kembali membuat gebrakan. Kali ini, Rabu (22/4) dengan menggandeng Polsek dan Koramil Gembong, para pelajar tersebut membagi 1000 masker untuk menanggulangi covid 19. Program ini diinisiasi oleh PAC […]

expand_less