Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Perempuan dalam Tradisi Pesantren

Perempuan dalam Tradisi Pesantren

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 17 Apr 2022
  • visibility 433
  • comment 0 komentar

Tradisi pesantren selama ini yang kita kenal mempunyai kehidupan yang diwarnai dengan norma-norma ajaran Islam. Di mana ajaran Islam ini menekankan pada sikap patuh dan tawadlu’ kepada pengasuh pesantren (kiai).

Seperti yang dijelaskan oleh Zamakhsyari Dhofir dalam bukunya, Tradisi Pesantren, sikap patuh dan tawadlu’ ini bisa terbentuk. Hal ini tidak lepas setiap harinya di lingkngan pesantren sudah dicontohkan dan diajarkan oleh kiainya. Karena kiai dalam lingkungan pesantren merupakan pemilik otoritas pesantren, sehingga memiliki peran yang sangat urgen untuk membentuk karakter santri.

Dengan adanya sikap patuh dan tawadlu’, maka akan tercermin pula sikap disiplin santri terhadap segala sesuatu yang menjadi kewajibannya. Dari sini akan terlihat pula betapa para santri itu ditempa dan digembleng untuk bisa mengisi dirinya dengan akhlakul karimah, karena tingkah laku santri selama 24 jam selalu mendapat pengawasan dari kiai yang mengasuhnya. Sudah barang tentu, timbulnya sikap ini dilandasi dengan kesederhanaan, kemandirian, dan kesetia kawanan.

Maka, dari semua sikap dan watak di atas, merupakan modal sosial yang kuat bagi para santri dalam membawa dirinya untuk memperoleh keberhasilan apa yang menjadi cita-citanya. Dan apabila jika nanti terjun ke masyarakat, harapannya mampu sebagai agen of change dalam masyarakat tersebut, baik sebagai pemimpin keagamaan dan sosial.

Selain itu, pesantren yang awalnya didominasi santri putra saja, maka setelah para pengasuh mengadakan trasformasi dalam sub-sub tertentu dan dengan berkembangnya pesantren menjadi lembaga yang berfungsi ganda.

Maka lembaga pendidikan pesantren tidak lagi mengkhususkan pada santri putra saja, tetapi juga mengadakan pesantren untuk santri putri. Dan dari situ, pesantren ikut andil dalam menentukan corak pendidikan yang ada di Indonesia dalam perkembangan pembangunan, baik dalam bidang material maupun spiritual.

Oleh karena itu, dalam perkembangannya pesantren memiliki sumbangsih yang tak terhitung jumlahnya dalam pembangunan bangsa. Sejak keberadaannya pesantren telah mampu mengakomodasi berbagai macam perubahan, baik dalam segi struktural maupun sistematika pengajarannya. Setelah diamati, trasformasi yang ada dalam pesantren, telah membawa lembaga ini berfungsi ganda, yaitu sebagai lembaga pendidikan agama dan lembaga pengembangan masyarakat.

Berangkat dari situ, pesantren mampu memberikan perubahan antara lain tergambar dalam beberapa hal, seperti emansipasi perempuan yang mulai dirintis oleh R.A. Kartini. Di mana dari adanya emansipasi perempuan. R.A. Kartini mampu merubah mindset dan kehidupan perempuan yang awalnya tertindas menjadi bangkit dari keterpurukan, mandiri, dan berdaya.

Dan semenjak adanya emansipasi perempuan yang dirintis R.A. Kartini, memberikan akan kesamaan hak yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Dan memang sejak dulu perempuan sudah mempunyai hak dan wewenang dalam mengatur keluarga atau kehidupannya. Hak atau kewenangan dalam lingkungan keluarga dapat dilihat, misalnya hak dalam beragama. Dalam kewenanagan ini, ia menerima beban-beban syariat, karena wanita juga dipanggil dan dituntut untuk bertakwa kepada Allah Swt.

Dalam kewenangan beragama, perempuan tidak ada bedanya dengan laki-laki. Dalam surat an-Nisa ayat 124 disebutkan:
“Dan barang siapa yang mengerjakan atau beramal salih, baik laki-laki maupun perempuan, dan beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak akan dianiaya sedikitpun.”

Dan dari sini, dapat ditarik kesimpulan bahwa laki-laki dan perempuan dihadapan Allah adalah sama, dan di lingkungan keluarga ia merupakan pasangan hidup atau pendamping suami yang dituntut untuk menciptakan hubungan harmonis dan bahagia, di samping ia berhak untuk memperoleh hak pribadi, seperti mendapat kebutuhan hidup dari suami, walaupun ajaran Islam tidak menutup kemungkinan untuk bekerja dalam ikut mendukung kebutuhan ekonomi rumah tangga.

Dengan demikian, berangkat dari hal di atas, santriwati sebagai pemudi Islam mempunyai kewajiban untuk mengetahui bermacam-macam ilmu, baik agama maupun non-agama. Sehingga harapannya ia mampu memahami variabel-variabel yang bakal mewarnai masa depannya serta mampu menentukan alternatif kehidupan masa depan. (Siswanto)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati Hari Sumpah Pemuda, MA Tarbiyatul Banin Adakan Lomba Parade Puisi

    Peringati Hari Sumpah Pemuda, MA Tarbiyatul Banin Adakan Lomba Parade Puisi

    • calendar_month Ming, 30 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 418
    • 0Komentar

    WINONG – Madrasah Aliyah (MA) Tarbiyatul Banin, Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati mengadakan Lomba Parade Puisi di halaman sekolah setempat, Jumat (28/10). Kegiatan itu dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2022. Peserta merupakan perwakilan masing-masing kelas X, XI dan XII. Dalam kesempatan itu, Kepala MA Tarbiayatul Banin, Lailatul Fitriyah, S.Pd menyampaikan, selain untuk […]

  • Ubah Curhat Jadi Cuan: Satupena Temanggung Motivasi Siswa MTs Ma’arif Nurul Huda Lewat Literasi

    Ubah Curhat Jadi Cuan: Satupena Temanggung Motivasi Siswa MTs Ma’arif Nurul Huda Lewat Literasi

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.426
    • 0Komentar

      ​TEMANGGUNG – Organisasi penulis Satupena Kabupaten Temanggung kembali menunjukkan komitmennya dalam menebar virus literasi. Kali ini, Satupena menggelar agenda Mini Workshop kedua yang bertempat di MTs Ma’arif Nurul Huda, Keblukan, Kaloran, pada Kamis (15/1/2026). ​Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghadirkan narasumber inspiratif, Ahmad Nawawi, atau yang akrab disapa Awi Ahna. Beliau merupakan […]

  • MWCNU adakan santunan Berbagi dengan Yatama dan Dhuhafa’

    MWCNU adakan santunan Berbagi dengan Yatama dan Dhuhafa’

    • calendar_month Rab, 5 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus MWCNU Batangan mengadakan santunan anak yatim piatu dan duafa, bersama keluarga besar ikatan remaja masjid dan Ansor ranting desa Klayusiwalan, Batangan Pati 18/6 kemarin. “Meskipun pada tahun ini kami Pengurus MWCNU Batangan baru bisa memberikan santunan 28 anak Yatama dan 200 dhuhafa’, hal ini merupakan sebuah perkembangan bagi kami, semoga kedepannya akan […]

  • Sidang Komisi PC IPNU-IPPNU Digelar secara Virtual

    Sidang Komisi PC IPNU-IPPNU Digelar secara Virtual

    • calendar_month Ming, 18 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 531
    • 0Komentar

      Seorang pengurus IPNU sedang mengikuti sidang komisi IPNU IPPNU secara virtual PATI-PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati menggelar sidang komisi secara virtual pada Minggu (18/7) siang. Kegiatan ini dipusatkan di lantai 3 gedung PC NU Kabupaten Pati. Muhammad Balya Malkan, Ketua SC Panitia Konfercab IPNU IPPNU Kabupaten Pati menuturkan bahwa sidang komisi ini merupakan rangkaian […]

  • Puasa dari Media Sosial

    Puasa dari Media Sosial

    • calendar_month Jum, 7 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 758
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Puasa kok puasa media sosial iki piye maksude leh? Ya, jika dilogikakan, puasa Ramadan itu bermakna luas, makro, bukan mikro. Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Namun, konsumsi media sosial yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan produktivitas kita. […]

  • PCNU-PATI

    Fikih Energi Terbarukan

    • calendar_month Sen, 19 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 541
    • 0Komentar

    Fikih atau dapat diartikan syariat Islam harus bisa menjawab berbagai masalah yang muncul di tengah – tengah masyarakat dunia yang berkaitan dengan kehidupan, termasuk dalam perubahan.  Unsur alam yang berkaitan dengan kehidupan adalah energi. Perkembangan jaman yang semakin cepat dan maju semakin membutuhkan tunjangan energi untuk menyokong kehidupan manusia. Selain itu, kebutuhan energi yang semakin banyak juga […]

expand_less