Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Kisah Pencuri Sajadah Mbah Dullah Salam

Kisah Pencuri Sajadah Mbah Dullah Salam

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 7 Apr 2022
  • visibility 564
  • comment 0 komentar

KH. Abdullah Zain Salam merupakan sosok kiai kharismatik yang terkenal ‘alim dan memiliki sifat dermawan kepada siapa pun. Sehingga banyak tamu dari segala penjuru daerah yang setiap harinya berdatangan ke ndalem (rumah) beliau untuk mendapatkan barokah atau sekedar bersilaturahim. Mereka meyakini kalau doa beliau mujarab dan dikabulkan Allah. 

Di samping itu, Mbah Dullah panggilan akrabnya juga terkenal dermawan kepada setiap orang yang membutuhkan bantuan. Bahkan uniknya beliau setiap bersedekah tidak melihat terlebih dahulu nominal uang yang akan diberikan kepada orang yang membutuhkan bantuan. Beliau langsung memberikan begitu saja kepada orang yang meminta-minta atau yang membutuhkan. Begitulah cara beliau dalam bersedekah,tanpa melihat terlebih dahulu jumlah nominal uang yang akan diberikan kepada orang yang meminta-minta. Karena menurut beliau “sedekah itu pahalanya bisa sampai ke anak cucu, bahkan kalau yang sedekah itu dilakukan oleh ibu-ibu justru pahalanya sampai delapan orang.”

Beliau mengutip ayat dalam surat al-Baqarah ayat 267 sebagai dasar sedekah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Yang artinya:” Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah,bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS. 2: 267).

Dari ayat di atas beliau menegaskan, bahwa sedekah itu selain mendatangkan reziki dan membersihkan sebagain harta benda juga sebagai tolak balak. Karena dengan bersedekah hidup akan terasa damai, nyaman,dan teduh. Begitulah cara beliau untuk melakukan amal ibadah yang berbentuk fi’liyah (tindakan).

Selain itu, Mbah Dullah juga terkenal sosok kiai kharismatik yang doanya mujarab. Dalam konteks ini, ada sebuah kisah antara Mbah Dullah dengan seorang pencuri. Suatu ketika seorang pencuri masuk ke dalam ndalem Mbah Dullah yang ingin mengambil uang atau barang berharga lainnya. Dan pada waktu yang bersamaan Mbah Dullah melihat sosok pencuri yang kebingunan mau mengambil barang yang ingin dibawa kabur. Sehingga pada waktu itu juga, Mbah Dullah berkata,”Aku ra duwe opo-opo lho…”  “Saya gak punya apa-apa lho..”. Mendengar ucapan Mbah Dullah dari balik pintu dan takut ketahuan banyak santri. Maka, mata si pencuri seketika tertuju pada sajadah yang berkilau,sehingga menurut si pencuri itulah satu-satunya barang berharga yang bisa dibawa pulang untuk dijual kembali.    

Dan sebelum berhasil membawa pulang sajadah yang dinilai satu-satunya barang yang sangat berharga untuk dibawa kabur. Si pencuri segera mungkin keluar dari ndalem Mbah Dullah sambil membawa sajadah ditaruh di pundaknya. Dan setiap melangkah untuk kabur, si pencuri merasa ada yang aneh dengan sajadah yang dia bawa. Bahkan, setiap melangkah, kaki si pencuri semakin berat dan berjalan sempoyongan saat membawa sajadah tersebut. Melihat gerak-gerik dan tingkah laku yang mencurigakan, para santri melihat kalau sajadahnya Mbah Dullah yang setiap hari dipakai untuk jamaah dibawa orang yang mencurigakan tadi. Seketika para santri mengejar sambil berteriak maling….maling…..maling….! Dan seketika itu, para santri berbondong-bondong ikut mengejarnya. 

Mendegar suara santri yang teriak maling…maling…maling…! Si Pencuri melihat ke belangkang sudah banyak santri yang mengejar. Sehingga tanpa banyak berfikir, si pencuri seketika  melamparkan sajadah yang dia bawa, khawatir kalau ketangkap. Baru si pencuri bisa berlari dengan cepat dan lolos dari kejaran santri.

Oleh karena itu, melihat kejadian tersebut, Mbah Dullah hanya bisa berdoa kepada si pencuri. “Semoga anak-anaknya menjadi anak yang sholih dan kelak bisa memberikan manfaat kepada orang lain.”

Dan benar doa yang dipanjatkan Mbah Dullah menjadi kenyataan, anak si pencuri yang didoakan Mbah Dullah menjadi orang yang memiliki budi pekerti yang baik dan bahkan di lingkunganya menjadi tokoh masyarakat.

Begitulah cara Mbah Dullah dalam memberikan contoh kepada para santri dan masyarakat sekitar. Beliau juga tidak lupa selalu mendoakan yang terbaik kepada setiap orang yang membutuhkan bantuan, bahkan tak terkecuali  kepada si pencuri sekalipun. (Siswanto)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Catatan Juri Porsema XIII: Puisi Bukan Ajang Gaya, Tapi Kejujuran Rasa

    Catatan Juri Porsema XIII: Puisi Bukan Ajang Gaya, Tapi Kejujuran Rasa

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Wonosobo — Ajang Lomba Cipta dan Baca Puisi Religi dalam Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII LP Ma’arif NU Jawa Tengah yang digelar di Wonosobo tak hanya menyajikan panggung ekspresi seni, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran sastra. Hal ini ditegaskan oleh tim juri dari kalangan sastrawan Pati, yang memberikan catatan penting sebagai evaluasi bersama. […]

  • 49 Tim Ramaikan Lomba Reportase dari Sekolah-Madrasah, Ini Daftar Pesertanya

    49 Tim Ramaikan Lomba Reportase dari Sekolah-Madrasah, Ini Daftar Pesertanya

    • calendar_month Sab, 3 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Pendaftaran lomba Reportase dari Sekolah-Madrasah resmi ditutup. Total peserta 49 tim dari MA/SMA/SMK di Jawa Tengah. SEMARANG- Pendaftaran lomba Reportase dari Sekolah-Madrasah yang diselenggarakan oleh babad.id bekerja sama dengan LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah resmi ditutup sejak 30 April 2025 lalu. Ada total 49 tim yang ikut serta dalam adu keterampilan di […]

  • Pelajar NU Pelajar NU Gelar Sholawatan, Jamaah Terharu

    Pelajar NU Pelajar NU Gelar Sholawatan, Jamaah Terharu

    • calendar_month Kam, 20 Agu 2020
    • account_circle admin
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Habib Hilmy Basyuroh (bersorban) diapit Gus Faiz Aminuddin, M.A. (rida’hijau) dan K. Ro’fat Hilmy, M.Si., Pimpinan Majelis Pembina PAC IPNU-IPPNU Gembong. GEMBONG-Semarak Peringatan tahun baru islam ditambah dengan HUT-RI le-75 diwarnai dengan beragam kegiatan. Salah satunya, dilakukan oleh PAC IPNU-IPPNU Gembong.  Para pelajar NU ini menggelar gema sholawat dengan menghadirkan Habib Hilmy Basyuroh beserta grup […]

  • 20 Guru Ma`arif dan Ustadz Ikuti Program English Capacity Building for Educators di Pare

    20 Guru Ma`arif dan Ustadz Ikuti Program English Capacity Building for Educators di Pare

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 597
    • 0Komentar

    Semarang – Program English Capacity Building for Nahdliyin Educators resmi diluncurkan dan pada 15 November 2024 oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU dan RMI NU Jawa Tengah. Program dan mengirimkan 20 guru untuk mendapatkan pembimbingan di Pare di Camp Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima Semarang. Semua Peserta sudah […]

  • Hadiri Rakor Muslimat NU, Bupati Pati Sampaikan Sederet Kebijakan Strategis

    Hadiri Rakor Muslimat NU, Bupati Pati Sampaikan Sederet Kebijakan Strategis

    • calendar_month Ming, 4 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 407
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id –  Bupati Pati, Sudewo, hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dirangkaikan dengan Halalbihalal dan pelepasan calon jamaah haji Pengurus Cabang Muslimat NU, Perangkat MNU, dan PAC Muslimat NU se-Kabupaten Pati, yang digelar pada Minggu (4/5) di Pondok Pesantren Tahaffudzul Qur’an (PPTQ) “Al Kahfi”, Desa Pekalongan, Kecamatan Winong. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa […]

  • Puisi-Puisi Melisa Yusrina

    Puisi-Puisi Melisa Yusrina

    • calendar_month Sab, 14 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 463
    • 0Komentar

      Sepucuk Kata Untuk Rekanita   Keringatmu adalah semangat Lelahmu adalah cambuk kehidupan Langkahmu tanda perjuangan Pengabdianmu tanda cinta   Semua itu hanya untuk satu tujuan Untuk menyirnakan kegelepan Untuk tetap melanjutkan perjuangan sang panutan Mekar seribu bunga di taman Mekar cinta pada ikatan Sehat selalu rekanita tersayang Tetaplah belajar, berjuang, dan bertaqwa tanpa bosan. […]

expand_less