Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Seluruh Madrasah Ma’arif Melaksanakan Upacara Harlah NU Ke 89

Seluruh Madrasah Ma’arif Melaksanakan Upacara Harlah NU Ke 89

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 2 Feb 2015
  • visibility 527
  • comment 0 komentar
Kabar. NU Pati. Sabtu 31 Januari 2015 seluruh madrasah dan sekolah di bawah naungan LP Maarif se-Kabupaten Pati melaksanakan ucapaca bendera dalam rangka memperingati hari lahir Nahdlatul Ulama Ke-89. Upacara ini dilaksanakan secara serempak atas instruksi dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati.
Upacara berjalan dengan sangat khidmat dan meriah. Reporter dari PCNU PATI Online menyambangi salah satu madrasah yang sedang melaksanakan  upacara yaitu di Madrasah MMH Tayu Wetan Kec. Tayu Kab. Pati Jawa Tengah yang diasuh oleh KH. Abdul Mujib Sholeh. Pada upacara tersebut Pembina Upacara menyampaikan sambutan Harlah NU ke-89 dengan semangat tinggi mengajak peserta upacara untuk mengenang kembali perjuangan para ulama pendiri NU dalam mengabdikan dirinya bagi kemerdekaan dan kedaulatan NKRI. Disamping itu peserta juga diajak untuk memahami kembali sejarah berdirinya jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Pada kesempatan itu juga dibacakan sambutan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kab. Pati secara tertulis, sebagai berikut :
Assalamualaikum Wr. Wb.
Yang kami hormati para pimpinan, para sesepuh, para ulama Nahdlatul Ulama dan warga Nahdliyin yang saya cintai dan saya banggakan;
Pada kesempatan yang baik, kesempatan yang bersejarah dan semoga penuh berkah ini, saya mengajak Saudara semua, untuk memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita bisa memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke 89 dalam keadaan sehat wal ‘afiat. Shalawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat, dan pengikut-pengikut Rasulullah, semoga kita semua mendapatkan syafa’at beliau sampai hari kiamat kelak. Amin.
Hadirin yang saya hormati,
Nahdlatul Ulama didirikan di Surabaya pada tanggak 31 Januari 1926 atau bertepatan dengan tanggal 16 Rajab 1344 H dengan KH Hasyim Asyari sebagai rais akbar (pimpinan besar). Lahirnya organisasi Nahdlatul Ulama paling tidak dilatarbelakangi oleh du faktor penting yaitu perjuangan para ulama dalam mempertahankan ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah dan kebebasan bermadzhab. Disamping itu juga untuk menggalang persatuan dan kesatuan seluruh elemen bangsa untuk bertekad mengusir penjajahan dari tanah air Indonesia.
NU menganut paham Ahlussunnah Waljamaah,sebuah pola nalar dalam Islam yang merujuk pada AlQuran dan Sunah Nabi Muhamad SAW, serta Sunah Khulafa Raasyidin. Cara berpikir seperti ini merujuk pada pemikir terdahulu saperti Abu Hasan Al-Asyari dan Abu Mansur Al Matrudi dalam bidang Teologi. Kemudian dalam bidang fiqih mengikuti 4 madzhab, Hanafi, Syafii, Maliki, Hanbali. Sementara dalam bidang Tasawuf mengembangkan metode Al-Ghozali dan Junaid Al Baghdadi, yang mengintegrasikan antara tasawuf dengan syariat.
Secara bahasa NU berarti kebangkitan ulama (Nahdltul Ulama). Kebangkitan ulama tidak menunjuk individu atau institusi ulama, tapi kepada system dan orientasi keulamaan. Artinya kebangkitan ulama harus sejalan dengan kebangkitan masyarakat (Nahdlatul Ummah). Dari peran ulama inilah, NU berupaya sekuat tenaga mensosialisasikan nilai-nilai Islam inklusif, moderat, toleran, yang mencerminkan rahmatan lil’alamin. Gerak aktif ini tidak terlepas dari platform NU yang mampu mengambil jalan moderat, dimana kemoderatan NU mampu mengenalkan wajah Islam yang sejuk terhadap masyarakat internasional sekaligus menghapuskan kesan Islam yang diidentikkan Barat sebagai teroris, perusak harmoni dunia, dan sebagainya.
Sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia bahkan di dunia, NU harus menjadi pioneer dalam upaya menjunjung nilai-nilai humanism universal dan perdamaian global. Dalam konteks keindonesiaan NU harus berani tampil di garda depan dalam meredam aksi anarkis yang merebak akibat menjamurnya aliran yang dipandang sesat.
Oleh karena itu kepada generasi muda penerus para ulama agar senantiasa menjaga diri dari pengaruh negatif aliran-aliran sesat dan gerakan-gerakan Islam garis keras yang mudah mengkafirkan sesama muslim dan menggunakan cara-cara kekerasan dengan mengatasnamakan Islam.
Terakhir kami berpesan juga agar para pelajar ikut berperan aktif dalam mengembangkan ajaran-ajaran Ahlussunnah wal jama’ah melalui berbagai kegiatan IPNU-IPPNU di seluruh lembaga-lembaga pendidikan dan aktifitas kemasyarakatan.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Si Dombos, Logo dan Maskot Porsema XIII Ma’arif NU Jateng

    Si Dombos, Logo dan Maskot Porsema XIII Ma’arif NU Jateng

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 532
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Wonosobo – Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) PWNU Jawa Tengah kembali menggelar agenda besar, Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (PORSEMA) XIII Tahun 2025. Kegiatan bergengsi ini akan berlangsung pada Rabu 10 September 2025 – Sabtu 13 September 2025 di Kabupaten Wonosobo dengan tema “Kolaborasi membangun generasi yang sehat, hebat dan […]

  • PCNU - PATI

    Buku Saku AD & ART Nahdlatul Ulama Ke 34

    • calendar_month Sel, 2 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 605
    • 0Komentar

    Kekuatan jam’iyah Nahdlatul Ulamasebenarnya sangat luar biasa. Tapi, selamaini, banyak warga Nahdlatul Ulama yanghanya memosisikan diri sebagai jamaah,belum ber-jam’iyah. Inilah yang perlu kitajam’iyah-kan. Dan, pemahaman terhadapAD/ART merupakan pintu gerbang dalamproses men-jam’iyah-kan jamaah tersebut

  • MA Salafiyah Kajen Gelar Rihlah Ilmiah dan Praktik Rukyat Hilal di UIN Walisongo

    MA Salafiyah Kajen Gelar Rihlah Ilmiah dan Praktik Rukyat Hilal di UIN Walisongo

    • calendar_month Sel, 24 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 357
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. PATI – Madrasah Aliyah Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, adakan Rihlah Ilmiah dan Praktik Rukyat Hilal di Observatorium dan Planetarium UIN Walisongo Semarang, Ahad (22/1/2023) lalu. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan madrasah yang diikuti oleh seluruh peserta didik kelas XII jurusan IPA dan IPS konsentrasi Kitab Kuning. Praktik Rukyat Hilal menjadi ajang bagi peserta […]

  • Hak Perempuan dalam Islam

    Hak Perempuan dalam Islam

    • calendar_month Sel, 13 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 536
    • 0Komentar

      Islam adalah agama rohmatan lil’alamin, semuanya sudah ada tata cara dan ketentuan untuk menjadi panduan kita dalam beragama. Ada banyak aspek yang dibahas didalam Islam, salah satunya mengenai perempuan. Saya mencoba mengulas kitab Assittin Al-Adliyyah semampu saya, dan sesuai dengan pemahaman saya. Dalam kitab tersebut terdiri dari 60 hadist yang bisa menjadi rujukan bagaimana […]

  • Roman Terpendam Marah Rusli

    Roman Terpendam Marah Rusli

    • calendar_month Jum, 23 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 569
    • 0Komentar

     Apakah ada yang kekal di dunia ini? nyawa dengan badan saja, yang sedemikian rapat hubungannya, pada suatu ketika akan berpisah juga, seperti dua benda yang tak pernah terhubung.(hal 25).  Gaya bercerita marah rusli dalam novel ini begitu mempesona, teks – teks yang lahir dari hal – hal biasa di tangannya mengalir terasa begitu ajaib, ringan, […]

  • Luwur Makam Syekh Jangkung Dikirab

    Luwur Makam Syekh Jangkung Dikirab

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 900
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Ribuan warga tumpah ruah dalam perayaan kirab luwur  makam Syekh Jangkung di Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Sabtu (11/1/2025) siang. Acara tahunan ini menjadi momen sakral bagi masyarakat setempat untuk menghormati sosok ulama karismatik yang turut menyebarkan Islam di wilayah Pati. Kirab dimulai dengan mengarak luwur makam Syekh Jangkung, diikuti punggawa […]

expand_less