Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Fatwa » Menghadiri Undangan

Menghadiri Undangan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 6 Nov 2017
  • visibility 433
  • comment 0 komentar

Assalamu’alaikium warohmatullohi wabarokatuh,
Pak kiai,karena kebiasaan setiap bakda isya’ sudah bersiap-siap untuk tidur,maka saya tidak pernah mendatangi undangan ba’da isya’ yang ada jamuan makan,yang ini bisa membuat begadang yang tidak perlu yang sangat saya hindari,karena menurut saya undangan bakda isya’ adalah undangan yang hukumnya makruh yang kita hukumnya sunnah tidak menghadirinya,karena kanjeng nabi sendiri tidak suka berbincang-bincang bakda isya’, benarkah pendapat saya pak kiai ? apakah bisa dibenarkan udzur karena kebiasaan tersebut ? karena saya tak bisa begadang jika bukan karena hal darurat.mohon penjelasan pak kiai.
Wa’alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh.
Sebelum menjawab pertanyaan anda,ada beberapa hal yang perlu dipahami. Pertama,menghadiri undangan hukumnya berbeda-beda dalam artian melihat untuk acara apa kita diundang,sebagai contoh menghadiri walimatul ‘urs hukumnya wajib jika sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dalam kitab-kitab fiqih,untuk walimah-walimah lain seperti walimatul khitan,aqiqoh,khotmil qor’an dan sebagaianya  hukumnya sunnah menghadirinya,dan jika acaranya adalah sebuah kemaksiatan maka haram menghadirinya kecuali jika untuk menghilangkan kemungkaran tersebut. Kedua, berbincang setelah isya’ hukummya makruh kecuali di dalam hal kebaikan maka hukummya sunnah seperti berbincang mengenai ilmu agama,akhlaq-akhlaq mulia,cerita para orang sholih,zikir,membaca al-qur’an dan sebagainya.
Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa alasan anda tidak menghadiri undangan setelah isya’ dikarenakan akan membuat anda begadang  dan berbincang tanpa guna dan itu dibenci oleh kanjeng nabi (makruh) dan memilih untuk tidur karena sudah menjadi kebiasaan merupakan alasan yang tidak bisa dikatakan “tepat secara mutlak”.artinya kita harus mempertimbangkan acaranya,jika isi acaranya adalah kebaiakan maka kita hadiri dengan tetap menjaga diri dari hal yang tidak baik,apalagi jika itu undangan dari tetangga,kerabat,teman yang mana sebagai muslim kita diperintahkan untuk memuliakan dan berbuat baik kepada mereka, dan lagi agar tidak ada kesan kita bersikap acuh kepada mereka.mengenai pertanyaan anda yang kedua,tidur adalah perkara mubah,kalau ada hal  lain yang lebih baik mengapa kita  tidak memilihnya.wallohu a’lam.
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berdoa Bersama Mengenang Para Pendiri NU

    Berdoa Bersama Mengenang Para Pendiri NU

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 730
    • 0Komentar

    Pati. Madrasah Tarbiyatul Banin Winong Pati, mulai dari tingkatan MA, Mts, MI, dan RA disetiap hari Kamis pada bulan terakhir mengadakan tahlil bersama dan pembacaan manaqib, hal tersebut dilaksanakan untuk mengenang jasa-jasa ulama ahlussuanah waljamaah terdahulu, Kamis, 3/3 kemarin.             Sebelum pambacaan tahlil terlebih dahulu diceritakan tentang sejarah pendirian Madrasah Tarbiyatul Banin pada kesempatan kali […]

  • Rais Syuriah NU Pati: Penanganan Jenazah Covid-19 Harus Sesuai Syariat Islam

    Rais Syuriah NU Pati: Penanganan Jenazah Covid-19 Harus Sesuai Syariat Islam

    • calendar_month Kam, 19 Nov 2020
    • account_circle admin
    • visibility 334
    • 0Komentar

      Pati. Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, Jawa Tengah KH Aniq Muhammadun mengatakan bahwa saat ini pengelolaan manajemen penanganan jenazah Covid-19 masih perlu diperhatikan sehingga bisa ditangani sesuai dengan syariat Islam.       Ia menyampaikan hal ini pada kegiatan rutinan Istighotsah dan Pembacaan Ratibul Haddad bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang […]

  • PCNU-PATI

    Belajar Disiplin dari Kiai Sahal Mahfudh

    • calendar_month Sab, 5 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 472
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Kiai Sahal Mahfudh yang kita ketahui merupakan sosok ulama yang ‘alim dan faqih dari pelbagai fan keilmuan. Hal ini bisa dilihat dari kiprah beliau selama menjadi Rais ‘Aam PBNU, menjadi Direktur Pengururuan Islam Mathali’ul Falah (PIM), dan menjadi pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen Margoyoso Pati. Menunjukkan kalau beliau ‘alim dari pelbagai […]

  • Kejurwil Sepak Takraw Banyumas, MI Ma’arif NU 2 Langgongsari Masuk Runner-Up

    Kejurwil Sepak Takraw Banyumas, MI Ma’arif NU 2 Langgongsari Masuk Runner-Up

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 653
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Banyumas – Prestasi membanggakan diraih oleh MI Ma’arif NU 2 Langgongsari Kecamatan Cilongok dalam ajang Kejuaraan Tingkat Wilayah (Kejurwil) Cabang Olahraga Sepak Takraw tingkat SD/MI se-Karesidenan Banyumas yang digelar pada Selasa, 6 Mei 2025 di GOR Satria Purwokerto. Kejurwil sepak takraw ini diikuti peserta dari Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara. Tim MI Ma’arif […]

  • Lawan Rentenir Digital, Riset Wakil Sekretaris Ma'arif Jateng Ungkap Rahasia Masjid Modern Bebaskan Jamaah dari Pinjol

    Lawan Rentenir Digital, Riset Wakil Sekretaris Ma’arif Jateng Ungkap Rahasia Masjid Modern Bebaskan Jamaah dari Pinjol

    • calendar_month Rab, 24 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.356
    • 0Komentar

    Semarang – Sebuah terobosan ilmiah dalam ranah Ekonomi Syariah berhasil dipresentasikan oleh Wakil Sekretaris Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Ubbadul Adzkiya’ dalam Sidang Promosi Terbuka Program Doktor yang digelar di Ruang Promosi Doktor Lt. 3, Kampus I UIN Walisongo pada Rabu, 24 Juni 2026. Riset mendalam yang mengangkat judul “Model Pemberdayaan Ekonomi Berbasis […]

  • Photo by Pawel Czerwinski

    Putaran Pertama

    • calendar_month Kam, 18 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 430
    • 0Komentar

    Oleh : Iva Azhariyah Saya sering bepergian menggunakan transportasi umum. Bus, kereta, atau travel. Bagi saya, menatap jalan dan lorong yang terlewati seolah memberi sudut pandang baru dalam hidup yang seringkali saya tawar pada Tuhan. Menatap orang-orang berjalan, anak-anak pulang dengan baju putih, sudah kecoklatan, orang-orang mengangkat beban, mendorong kendaraan, atau kelelahan hingga ketiduran di […]

expand_less