Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » NU dan Pesantren Sebagai Embrio Pendidikan Nasional

NU dan Pesantren Sebagai Embrio Pendidikan Nasional

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 29 Nov 2021
  • visibility 419
  • comment 0 komentar

 Oleh : Siswanto*

png_20211124_000000_0000-6282946

Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan dan keagamaan, Nahdlatul Ulama (NU) telah berperan serta dalam bidang pendidikan. Bahkan sejak kelahirannya pada tahun 1926 organisasi tersebut sangat memperhatikan pendidikan terutama keberadaan  pesantren. Dalam Anggaran Dasarnya (1927) maupun dalam Statutent Nahdlatoel Oelama (1927) dinyatakan, bahwa bidang garapan NU untuk mencerdaskan sumber daya manusia dengan membantu pembangunan  pesantren.

Istilah  pesantren sebagaimana dikutip oleh Zamakhsyari Dhofier berasal dari kata santri, yang diawali dengan awalan pedan akhiran an yang artinya adalah tempat tinggal bagi santri. Di mana Pesantren tidak hanya sebagai tempat tinggal bagi santri, tetapi pesantren bisa dijadikan sebagai tempat belajar mengajar dalam mencari ilmu agama bagi santri dan masyarakat sekitar.

Oleh karena itu, untuk mendeskripsikan lebih lanjut tentang pesantren, ada lima unsur penting dalam pesantren yaitu kiai, santri, kitab kuning, masjid, dan pondok. Kelima unsur itulah merupakan pondasi utama dari keberadaan pesantren dalam melakukan interaksi timbal balik. Karena sifatnya yang dinamis dalam mengikuti perkembangan zaman, baik meliputi di bidang sosial, pendidikan, budaya, dan ekonomi. Maka, eksistensi pesantren tidak lepas dari peran kiai dalam melakukan manajemen pesantren. Sehingga kiai dalam pesantren merupakan pemilik otoritas tertinggi di pesantren serta memiliki pengaruh kuat terhadap santri dan masyarakat sekitar.

Selain itu, pesantren juga merupakan embrio munculnya sistem pendidikan nasional di Indonesia. Karena sejak dahulu sampai sekarang pesantren memiliki sumbangsih yang sangat besar dalam mencetak kader muda bangsa. Hal ini sesuai dengan tujuan awal dari pendidikan nasional  sebagaimana disebut dalam UU No. 2 tahun 2003, bahwa “pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar, menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, sehat, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.

Karena selama ini pendidikan moral selalu mengacu pada baik buruknya manusia, nilai yang berlaku di masyarakat merupakan sumber acuan nilai dan standar baik buruk bagi suatu perilaku individu di tengah masyarakatnya.       

Kegagalan pendidikan nasional  disebabkan oleh penerapan konsep pendidikan yang telah mengabaikan pendidikan watak dan kemampuan bernalar atau dengan kata lain telah mengabaikan dengan pendidikan moral.

Pendidikan seharusnya tidak saja mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi diarahkan untuk membangun watak bangsa yang mampu memadukan akal dan perasaan untuk menimbang baik dan buruk suatu perbuatan, sehingga peserta didik akan cenderung untuk berbuat baik, bermoral mulia, disertai kemampuan untuk berinovasi, kreatif, produktif, dan mandiri. Pendidikan Nasional tidak akan berarti apa-apa kalau hanya dapat melahirkan orang-orang yang pintar, tetapi rakus dan tamak.

Oleh karena itu, pendidikan harus diarahkan untuk membangun kesadaran kritis peserta didik tentang berbagai hal, termasuk dengan nilai-nilai moral, hak asasi manusia, kebenaran, keadilan dan kejujuran. Dengan demikian peserta didik dapat menyadari bahwa, menyontek, tawuran, dan menganiaya orang lain itu tidak baik.

Semua unsur pendidikan yang ada di sekolah, baik secara langsung ataupun tidak langsung, akan mempengaruhi pembinaan akhlak peserta didik. Guru dan tenaga kependidikan non-guru, bidang studi serta anak didik itu sendiri, akan selalu mempengaruhi antara satu sama lain, di samping suasana sekolah pada umumnya. Semua itu mempunyai pengaruh dalam proses pembinaan akhlak peserta didik.

Oleh karena itu, adanya pendidikan pesantren selain untuk memperkuat pendidikan moral juga sebagai bentuk pendidikan berbasis karakter. Mengingat pesantren saat kuat sekali pendidikan keagamaannya. Selain fokusnya pada pembentukan karakter dan moralitas, pesantren juga selalu beradaptasi dengan perkembangan zaman dengan tujuan para santri tidak ketinggalan informasi dan tekhnologi. Sehingga dengan adanya penyeimbang baik akhlak atau budi pekerti dan milek dalam tekhnologi. Santri juga mampu dalam mengemban amanah menuju Indonesia maju ke kancah Internasional. Sepertihalnya kaidah yang sering kita dengar adalah al muhafadzatu ‘alal al qadimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah (menjaga khazanah lama yang masih relevan dan mengambil khazanah baru yang lebih baik). 


*Aktivis Literasi

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Rozin; Tugas Besar Ma`arif Mencerdasakan Anak Bangsa

    Gus Rozin; Tugas Besar Ma`arif Mencerdasakan Anak Bangsa

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 475
    • 0Komentar

    Semarang –  Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) memimpin doa dan pemotongan pita sebagai simbol diresmikannya kantor baru Lembaga Pendidikan Ma`arif NU Jawa Tengah yang berlokasi di Jl. Majapahit No.70 Pandean Lamper, Gayamsari Kota Semarang. Peresmian kantor Ma`arif merupakan rangkaian dari perayaan Hari Santri Nasional (HSN) yang diselenggarakan oleh […]

  • Afif Imam Anshary Pimpin Ansor Juwana

    Afif Imam Anshary Pimpin Ansor Juwana

    • calendar_month Ming, 4 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 536
    • 0Komentar

    Afif Imam Anshary terpilih menjadi ketua PAC GP Ansor Kec, Juwana. Pemilihan ketua baru ini dilaksanakan melalui Konferensi Anak Cabang Ansor (Konferancab) yang berlangsung sejak Ahad (4/8) pagi. Afif Imam Anshary menggantikan pemimpin lama, H. Muhammad Sutomo. Sebagaimana diberitakan NU Pati sebelumnya, PAC GP Ansor Kecamatan Juwana menggelar Konferensi Anak Cabang Ansor (Konferancab) pada Ahad […]

  • Turba ke Gembong, Ketua Lazisnu Cabang Senggol Transparansi dan Digitalisasi

    Turba ke Gembong, Ketua Lazisnu Cabang Senggol Transparansi dan Digitalisasi

    • calendar_month Ming, 19 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 507
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Diskusi Upzis – Lazisnu yang digelar oleh Lazisnu MWC NU Gembong dihadiri oleh PC Lazisnu Kabupaten Pati, Ahad (19/1). Agenda yang dilangsungkan di MI Hidayatul Islam Gembong tersebut, dihadiri langsung oleh Edi Kiswanto, Ketua Lazisnu PCNU Pati. Edi, didampingi tiga rekannya menyapa para pengurus Upzis se-Kecamatan Gembong. Selain memperkenalkan kepengurusan baru Lazisnu […]

  • Perkokoh Militansi Kader, DKAC CBP KPP Kec. Trangkil gelar DIKLATAMA

    Perkokoh Militansi Kader, DKAC CBP KPP Kec. Trangkil gelar DIKLATAMA

    • calendar_month Sab, 30 Jan 2021
    • account_circle admin
    • visibility 446
    • 0Komentar

      DKAC CBP KPP Kec. Trangkil sukses gelar kegiatan Pendidikan Kaderisasi tingkat pertama DIKLATAMA selama 2 hari 28-29 Januari 2021. Kegiatan yang berlokasi di TPQ Uswatun Hasanah Asempapan Trangkil Pati, di ikuti 28 peserta yang berlangsung dengan khidmat. Mengangkat tema “Refitalisasi Roh Loyalitas dan Militansi, Menyongsong Kader CBP  KPP bela NKRI” Bertujuan untuk mengkokohkan militansi […]

  • PCNU PATI - Majelis an Nuronniyyah Gelar Maulid di Pinggir Waduk Gembong

    Majelis an Nuronniyyah Gelar Maulid di Pinggir Waduk Gembong

    • calendar_month Ming, 7 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 534
    • 0Komentar

    GEMBONG – Majelis Maulid an-Nuronniyyah Posono, Klakahkasihan, Kecamatan Gembong kembali membuat gebrakan antimainstream. Setelah bulan lalu meramaikan tempat wisata Bukit Kayangan, Sabtu (6/8) kemarin, majelis dibawah bimbingan Gus Mahmud Al A’shom Muhammad ini kembali membikin geger. Belokasi di tempat wisata Waduk Poncodan, Desa Pohgading Kecamatan Gembong, Majelis an Nuronniyyah lagi-lagi menggelar maulid dibawah langit Waduk […]

  • Raih IPK 4.00, Dian Marta Wijayanti Sah Jadi Doktor Manajemen Pendidikan Lulusan UNNES

    Raih IPK 4.00, Dian Marta Wijayanti Sah Jadi Doktor Manajemen Pendidikan Lulusan UNNES

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 581
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Semarang – Program Studi S3 Manajemen Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar sidang promosi doktor pada Jumat pagi, 26 September 2025. Sidang yang berlangsung di Gedung G Lantai 1 Sekolah Pascasarjana UNNES tersebut menghadirkan promovenda Dian Marta Wijayanti dengan disertasi berjudul “Determinan Kinerja Guru Sekolah Dasar di Kota Semarang dengan Digital […]

expand_less