Gandeng UPZIS MWCNU Pucakwangi, Paguyuban Sopir Pati Salurkan Air Bersih
- account_circle admin
- calendar_month 35 menit yang lalu
- visibility 19.647
- comment 0 komentar

Gandeng UPZIS MWCNU Pucakwangi, Paguyuban Sopir Pati Salurkan Air Bersih
PATI— Paguyuban Sopir Pati (PSP) berkolaborasi dengan Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) MWCNU Pucakwangi merespons krisis air bersih yang melanda sebagian warga di Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Sabtu (19/9/2026).
Ketua PSP, Muhammad Syahidul Anam, mengatakan bahwa penyaluran air bersih ini didanai secara swadaya oleh para anggota PSP. Melalui aksi ini, PSP membuktikan komitmennya yang selalu hadir menyalurkan bantuan air bersih bagi warga yang dilanda kekeringan setiap tahun.
”Setiap terjadi krisis air akibat kemarau panjang dan manajemen air yang belum optimal di masyarakat, kami berusaha hadir untuk membantu. Penyaluran air bersih ini murni berasal dari sedekah anggota. Dalam pelaksanaannya, kami berjejaring dengan rekan-rekan setempat. Khusus di Pucakwangi, kami bermitra dengan UPZIS MWCNU Pucakwangi,” ujar Anam.
Sementara itu, Pegiat sekaligus Admin UPZIS MWCNU Pucakwangi, Saiful Maarif, menyampaikan bahwa kerja sama dengan PSP dalam hal bantuan sosial dan distribusi air bersih sudah terjalin berulang kali.
”PSP ini basisnya ada di bawah DPC Sarbumusi NU Pati, sedangkan kami menginduk pada LAZISNU. Jadi chemistry-nya langsung menyambung karena berada dalam naungan wadah yang sama. Kendati demikian, bantuan air bersih ini diperuntukkan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang,” terang pria yang akrab dipanggil Ipul tersebut.
Ipul menambahkan, pada Sabtu (19/9/2026) ini, pihaknya menyalurkan total tiga tangki air bersih untuk dua desa terdampak, yaitu satu tangki untuk Desa Triguno dan dua tangki untuk Desa Kletek.
Sebelum mendistribusikan bantuan, tim terlebih dahulu melakukan survei lapangan untuk memastikan ketepatan sasaran.
”Kami cek lokasi terlebih dahulu untuk memastikan wilayah tersebut benar-benar mengalami krisis air. Kami juga memastikan ketersediaan titik penampungan serta meninjau kondisi sosial masyarakat guna meyakinkan bantuan tepat sasaran. Setelah semua terpenuhi, baru kami eksekusi,” jelas Ipul.
Melihat antusiasme dan kondisi warga yang berbondong-bondong antre demi mendapatkan air bersih, baik Ipul maupun Anam mengaku tersentuh.
”Saat berada di Desa Kletek, saya melihat anak-anak kecil ikut mengantre dan mengangkut air. Rasanya sangat prihatin dan menyentuh hati,” tutup Anam.
Untuk diketahui, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, resmi menaikkan status penanganan bencana dari siaga menjadi tanggap darurat kekeringan pada Kamis (17/9/2026). Langkah tegas ini diambil seiring meluasnya krisis air bersih yang kini melanda 40 desa di 10 kecamatan.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mencatat, krisis air bersih yang terjadi sejak pertengahan Juli ini telah berdampak pada 5.054 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 17.172 jiwa. Hingga pertengahan September, total distribusi air bersih yang disalurkan telah mencapai 158 tangki atau setara 740.000 liter.
Sebaran wilayah terdampak meliputi zona kekeringan berat di Kecamatan Jakenan (9 desa) dan Gabus (7 desa), zona kekeringan tinggi di Winong (6 desa) dan Tambakromo (5 desa), serta zona kekeringan sedang di Jaken (4 desa). Sementara itu, zona kekeringan ringan melanda Kecamatan Pucakwangi (3 desa), Kayen (2 desa), Dukuhseti (2 desa), Pati (1 desa), dan Sukolilo (1 desa).
Plt Bupati Pati menjelaskan bahwa penetapan status tanggap darurat ini telah memenuhi syarat Peraturan Bupati (Perbup) Pati Nomor 36 Tahun 2013, yakni area terdampak kekeringan melebihi batas minimal 1.200 hektare lahan pertanian dan 3 desa.
”Saat ini tercatat sekitar 1.700 hektare lahan mengalami kekeringan. Status tanggap darurat ini akan terus berlaku hingga kondisi kekeringan usai,” ujar Chandra usai Rapat Koordinasi Tanggap Darurat Bencana Kekeringan di Ruang Pragola, Kompleks Kantor Bupati Pati, Kamis (17/9/2026) lalu.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar