Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » LP Ma’arif NU Jateng Bidik 6.000 Peluang Pelatihan dan Sertifikasi bagi Lulusan SMK

LP Ma’arif NU Jateng Bidik 6.000 Peluang Pelatihan dan Sertifikasi bagi Lulusan SMK

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 8 Agu 2026
  • visibility 17.583
  • comment 0 komentar

SEMARANG, 8 Agustus 2026 — Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Jawa Tengah terus memperkuat ekosistem pendidikan vokasi agar lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ma’arif NU tidak hanya siap memasuki dunia kerja di dalam negeri, tetapi juga mampu berkompetisi di pasar kerja global.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penjajakan kolaborasi antara LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) Jawa Tengah, dan Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang. Kolaborasi itu dibahas dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Kementerian P3MI Jawa Tengah, Sabtu (8/8/2026).

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat program SMK Go Global, sebuah pendekatan pendidikan vokasi yang tidak hanya menekankan penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan bahasa asing, sertifikasi kompetensi, pemahaman budaya kerja internasional, karakter, serta kesiapan mental dan profesional calon pekerja migran.

Kepala Kantor Kementerian P3MI Jawa Tengah, Dewi Aryani, menyampaikan bahwa pada 2026 pihaknya memiliki kuota lebih dari 6.000 peserta untuk mendapatkan pelatihan dan sertifikasi bagi lulusan SMK di Jawa Tengah.

Menurutnya, peluang tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal oleh satuan pendidikan vokasi, termasuk SMK yang berada di lingkungan LP Ma’arif NU Jawa Tengah.
“Pada tahun 2026 ini kami memiliki kuota lebih dari 6.000 untuk pelatihan dan sertifikasi lulusan SMK di Jawa Tengah. Kami berharap kerja sama dengan LP Ma’arif NU Jawa Tengah dapat membuka akses dan kesempatan seluas-luasnya bagi lulusan SMK untuk menjadi tenaga terampil yang memiliki peluang bekerja di luar negeri,” ujar Dewi.

Ia menilai, kolaborasi dengan lembaga pendidikan menjadi penting karena penyiapan pekerja migran tidak cukup hanya melalui proses penempatan. Calon pekerja migran harus dibekali kompetensi yang sesuai kebutuhan negara tujuan, kemampuan beradaptasi, serta pemahaman terhadap aspek legalitas dan perlindungan.

LP Ma’arif Miliki Potensi 30.000 Lebih Lulusan SMK
Ketua LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani, mengatakan bahwa potensi lulusan SMK Ma’arif NU di Jawa Tengah sangat besar. Setiap tahun, jumlah lulusan SMK di lingkungan LP Ma’arif NU Jawa Tengah mencapai lebih dari 30.000 orang.

Besarnya jumlah lulusan tersebut menjadi potensi sekaligus tantangan. Di satu sisi, pendidikan vokasi telah menghasilkan sumber daya manusia dengan beragam kompetensi. Namun di sisi lain, ketersediaan lapangan kerja belum sepenuhnya mampu menampung seluruh lulusan.

“Alhamdulillah hari ini kami bertemu dan berdiskusi tentang kolaborasi antar-lembaga dengan tujuan membantu memastikan lulusan SMK Ma’arif bisa bekerja ke luar negeri dengan mendapatkan jalur yang aman, legal, kompeten, dan bermartabat,” kata Fakhruddin.

Menurutnya, pendidikan vokasi harus mulai melihat pasar kerja global sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. Lulusan SMK tidak cukup hanya memiliki ijazah, tetapi juga harus memiliki kompetensi yang terukur, sertifikasi, kemampuan komunikasi, literasi digital, kecakapan bahasa asing, serta karakter kerja yang kuat.

Dalam konteks tersebut, LP Ma’arif NU Jawa Tengah dan UNISSULA dapat mengambil peran pada sisi pendidikan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Sementara Kementerian P3MI memperkuat aspek informasi, pelatihan, sertifikasi, perlindungan, hingga akses penempatan pekerja migran.

“LP Ma’arif NU Jateng dengan didampingi UNISSULA berperan memperkuat pendidikan dan pelatihan karakter peserta didik. Sementara Kementerian P3MI dapat memperkuat ekosistem perlindungan, informasi, penempatan, dan pengembangan kompetensi pekerja migran,” jelasnya.

SMK Go Global Jadi Jembatan Pendidikan dan Dunia Kerja
Fakhruddin menegaskan, program SMK Go Global harus ditempatkan bukan sekadar sebagai program pengiriman lulusan ke luar negeri, tetapi sebagai strategi penguatan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja internasional.

Melalui program tersebut, peserta didik sejak di bangku SMK perlu diperkenalkan dengan standar kompetensi kerja internasional, budaya kerja negara tujuan, kemampuan bahasa asing, keselamatan dan kesehatan kerja, etika profesi, serta hak dan kewajiban sebagai pekerja migran.

Pendekatan tersebut penting agar lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi berkembang menjadi tenaga profesional yang memiliki daya tawar dan daya saing global.

“Program SMK Go Global Kementerian P3MI kami harapkan dapat menjadi jembatan antara pendidikan vokasi Ma’arif dan kebutuhan tenaga kerja global. Ini sekaligus membuka peluang bagi generasi muda NU untuk menjadi tenaga kerja profesional, berdaya saing, terlindungi, dan membawa nama baik Indonesia di dunia internasional,” tegas Fakhruddin.

Ia menambahkan, penguatan kompetensi sebelum keberangkatan menjadi salah satu kunci agar pekerja migran tidak berada pada posisi rentan. Karena itu, proses pendidikan, pelatihan, sertifikasi, hingga penempatan harus dibangun sebagai satu ekosistem yang saling terintegrasi.

UNISSULA Perkuat Aspek Pendidikan dan Pendampingan
Keterlibatan UNISSULA dalam kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat aspek akademik, pengembangan kompetensi, pendampingan, dan penguatan karakter lulusan.

Kolaborasi antara pendidikan menengah vokasi dan perguruan tinggi juga membuka ruang untuk membangun jalur pengembangan kompetensi yang lebih berkelanjutan. Lulusan SMK dapat memperoleh akses terhadap pelatihan lanjutan, sertifikasi, literasi bahasa dan budaya global, serta penguatan kapasitas profesional.

Dengan demikian, sinergi tiga lembaga tersebut dapat membentuk model kolaborasi yang menghubungkan sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia kerja global.
Bagi LP Ma’arif NU Jawa Tengah, langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar memperluas kebermanfaatan pendidikan vokasi. Pendidikan tidak berhenti pada kelulusan, tetapi harus memastikan lulusan memiliki akses terhadap kesempatan kerja yang layak.

Ke depan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui pemetaan kompetensi lulusan SMK Ma’arif NU, sosialisasi peluang kerja luar negeri, pelatihan bahasa dan kompetensi, sertifikasi, penguatan kesiapan mental dan budaya kerja, serta fasilitasi penempatan melalui jalur yang resmi dan terlindungi.

Dengan basis lulusan yang mencapai lebih dari 30.000 orang setiap tahun, LP Ma’arif NU Jawa Tengah memiliki modal sosial dan sumber daya manusia yang besar untuk berkontribusi dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang kompeten, profesional, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Terdampak Banjir, Ratusan Warga Desa Sinomwidodo Tambakromo Mengungsi di Masjid

    • calendar_month Jum, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 495
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id -Ratusan warga Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, harus mengungsi karena rumah mereka terdampak banjir bandang, Rabu (30/11/2022) lalu. Ratusan warga itu mengungsi di masjid desa setempat. Penjabat (Pj) Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro mengatakan, terdapat 200 keluarga yang harus mengungsi akibat musibah tersebut. ”Kurang lebih ada 200 KK, nanti kita juga akan monitoring […]

  • PWI Pati Salurkan Air Bersih ke Dua Desa Terdampak Kekeringan

    PWI Pati Salurkan Air Bersih ke Dua Desa Terdampak Kekeringan

    • calendar_month Sab, 23 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Sejumlah wilayah di Kabupaten Pati masih mengalami krisis air bersih. Di antaranya Kecamatan Pucakwangi. Melihat kondisi ini, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pati menggandeng agen LPG mengirimkan bantuan air bersih ke dua desa di wilayah Kecamatan Pucakwangi, yaitu di Desa Plosorejo dan Tanjungsekar, Sabtu (23/9/2023) siang. Masing-masing desa diberikan satu tangki air bersih.  […]

  • Pelajar NU Sumur Sambut Tahun Baru Hijriyah

    Pelajar NU Sumur Sambut Tahun Baru Hijriyah

    • calendar_month Ming, 1 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 664
    • 0Komentar

    CLUWAK-IPNU-IPPNU Ranting Sumur, Cluwak sambut Tahun Baru dengan tahlil dan diba’an. Banyak cara positif yang bisa dilakukan umat Islam untuk menyambut Tahun Baru 1441 H. Salah satunya  yang dilakukan Pengurus Ranting IPNU IPPNU desa Sumur, tersebut. Para pengurus IPNU/IPPNU sedang melakukan mahalul qiyam dalam acara tahlil dan diba’an bersama untuk menyambut tahun baru hujriyah  Acara […]

  • Launching Infak via QRIS, Penggalangan Infak Masjid Al-Ittihad INISNU Terkumpul Rp10.840.000

    Launching Infak via QRIS, Penggalangan Infak Masjid Al-Ittihad INISNU Terkumpul Rp10.840.000

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.301
    • 0Komentar

      Temanggung – Penggalangan infak Masjid Al-Ittihad Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung melalui sistem pembayaran digital QRIS berhasil menghimpun dana sebesar Rp10.840.000. Pengumpulan infak digital tersebut dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Nyadran Kampus Hijau yang digelar pada Jumat pagi (30/1/2026), sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 Masehi atau 1 Abad […]

  • a woman holding a bouquet of flowers in her hands

    Merayakan IWD (International Women’s Day)

    • calendar_month Jum, 8 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 428
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Pagi ini setelah saya bersih-bersih rumah, seperti biasa saya pasti membuka handphone untuk sekadar berseluncur di media sosial. Entah untuk membuka Whatsapp memastikan apakah ada yang mengirimi saya sebuah pesan selamat pagi, selamat berbahagia hari ini. Selain membuka Whatsapp yang nyatanya memang tak ada ucapan tersebut disana, saya kemudian beralih ke […]

  • Kembalikan Marwah Pesantren, Fatayat NU Pati Desak Pelaku Kekerasan Seksual Dihukum Maksimal

    Kembalikan Marwah Pesantren, Fatayat NU Pati Desak Pelaku Kekerasan Seksual Dihukum Maksimal

    • calendar_month Ming, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 12.990
    • 0Komentar

      Pcnupati – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Pati bersama Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A) merilis pernyataan sikap tegas terkait kasus dugaan pencabulan yang terjadi di Pesantren Ndholo Kusumo. Kasus yang diduga melibatkan oknum pengasuh pesantren tersebut memicu keprihatinan mendalam dari organisasi perempuan Nahdliyin ini. ​Dalam surat resmi tertanggal 2 Mei […]

expand_less