Berawal dari YouTube, Eks Santri Kajen Sukses Rintis Bisnis Kue Balok Lumer di Kayen
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 23 Jun 2026
- visibility 15.950
- comment 0 komentar

Berawal dari YouTube, Eks Santri Kajen Sukses Rintis Bisnis Kue Balok Lumer di Kayen
PATI ‐ Aroma sedap cokelat dan pandan akan menyapa siapa saja yang berhenti atau melintas di lampu lalu lintas tepi Jalan Raya Pati-Purwodadi, Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati.
Aroma manis nan menggugah selera itu bersumber dari lapak dagangan milik Hendri Irawan. Di lapak sederhana tersebut, pemuda 27 tahun ini berupaya membangkitkan kembali geliat penganan tradisional khas Jawa Barat, yakni kue balok, di wilayah Pati Selatan.
Menariknya, Hendri bukanlah sosok berlatar belakang dunia bisnis modern. Jejak pendidikannya justru kental dengan nuansa religius. Ia adalah seorang mantan santri yang pernah menimba ilmu di Madrasah Salafiyah Kajen, Margoyoso, dan melanjutkan mondok di Kudus. Hendri juga sempat mengecap bangku kuliah di salah satu perguruan tinggi di Pati, sebelum akhirnya memilih menyudahi langkahnya di semester empat demi fokus berwirausaha.
Langkah Hendri di dunia kuliner dimulai pada Agustus 2025 lalu. Ide tersebut lahir dari ketekunannya berselancar di platform YouTube. Di sana, ia mencari peluang usaha yang menjanjikan dan belum banyak menjamur di daerahnya.
”Awal mulanya buka-buka YouTube, cari ide mau usaha apa. Saya lihat ada orang buat kue balok. Akhirnya saya latihan di rumah, belajarnya benar-benar autodidak,” kata Hendri saat ditemui di lapaknya, Senin (22/6/2026).
Pilihan Hendri jatuh pada kue balok bukan tanpa alasan. Menurutnya, kuliner lumer ini sebenarnya sempat cukup populer di Kayen pada 2023, namun lambat laun redup hingga akhirnya lapak-lapak yang ada tutup. Melihat celah pasar yang kembali kosong, insting bisnis Hendri tertantang untuk menghidupkannya lagi.
Setiap hari, dibantu oleh seorang rekannya, Hendri mulai menggelar lapak sejak pukul 16.00 hingga 21.00 WIB. Kesabaran dan racikan autodidaknya kini berbuah manis. Dalam sehari, ia mampu menjual sekitar 50 hingga 70 pak kue balok.
Ada dua varian rasa utama yang ditawarkan, yakni cokelat orisinal dan pandan. Masing-masing dibanderol seharga Rp15.000 per pak, lengkap dengan aneka pilihan topping seperti keju, oreo, kacang, hingga almon.
Kunci keberhasilan pemuda ini tak sekadar dari racikan kue baloknya yang lumer di mulut, melainkan juga prinsip hidup yang ia pegang. “Jiwa santri” rupanya memandu Hendri untuk menjalankan etika bisnis yang khas.
Baginya, rezeki sudah ada yang mengatur dan tidak akan tertukar. Alih-alih pelit merahasiakan dapur bisnis karena takut tersaingi, ia justru berjiwa besar. Ketika ada seorang rekannya yang berniat membuka usaha serupa di wilayah Pati Utara, Hendri tanpa ragu membagikan resep rahasia kue balok andalannya tersebut. (Angga/LTN)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar