Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » RMI-NU Desak Polresta Pati Tuntaskan Kasus Asusila Santri

RMI-NU Desak Polresta Pati Tuntaskan Kasus Asusila Santri

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 30 Apr 2026
  • visibility 13.039
  • comment 0 komentar

 

pcnupati.or.id – Kabar seorang oknum pengasuh pondok pesantren yang cabuli santrinya memicu respon pedas dari khalayak. Salah satu yang memberikan komentar keras adalah PCNU Pati.

“Bagaimanapun, Pondok Pesantren (Ponpes) sangat diidentikkan dengan NU. Jadi, mau tidak mau NU harus angkat suara,” tutur Kiai Yusuf Hasyim, Ketua PCNU Pati, Rabu (29/4) petang.

Selain itu, berdasarkan pernyataan Kiai Yusuf, tindakan asusila tersebut tidak bisa dibiarkan. Apalagi, lanjut dia, beberapa korban dikabarkan masih di bawah umur.

Dia meminta kepada masyarakat untuk mengawal dan mendukung penuh pengusutan kasus ini. Dirinya juga telah berkoordinasi kepada KH. Liwa’uddin, Ketua RMI-NU (lembaga NU yang menangani Ponpes-red) Kabupaten Pati agar terus mendesak Kapolresta Pati atau pimpinan instansi lain yang bersangkutan untuk segera mengusut tuntas kasus ini.

“Kami sudah meminta Ketua RMI-NU untuk mengirim surat kepada Kapolresta Pati agar kasus ini diusut tuntas,” terang Kiai Yusuf.

Lebih lanjut, jika memang terbukti bersalah, PCNU meminta supaya pelaku ditindak tegas sesuai dengan aturan perundang-undangan yang ada. Sebab, menurutnya kejadian ini sangat mencoreng nama baik Islam dan pesantren dan mencederai nilai-nilai kesusilaan.

“Dalam penangannya, kami berharap penuh kepada Kapolresta Pati untuk menindak tegas, dan kepada masyarakat, mari kita kawal bersama,” tandas dia.

Bukan Anggota RMI-NU

Sementara itu, KH. Liwa’uddin menyebutkan bahwa Ponpes bersangkutan ternyata tidak terdaftar sebagai anggota RMI-NU Kabupaten Pati, yang berarti Ponpes tersebut tidak memiliki aviliasi dengan NU secara struktural. Pernyataan ini disampaikan oleh Kiai Liwa’ kepada pcnupati.or.id, Rabu (29/4).

Meski bukan anggota RMI-NU, Kiai Liwa’ mengaku bahwa pihaknya telah berkomunikasi intens dengan Kiai Yusuf Hasyim terkait langkah NU Pati ke depan. Rencananya, Baik RMI-NU, PCNU maupun lembaga-lembaga NU lainnya akan melakukan pertemuan khusus guna membahas permasalahan ini.

“Bukan anggota RMI-NU, tapi bagaimanapun masyarakat tahunya ya Ponpes milik orang NU. Maka kami harus menetralisir dan melakukan tindakan objektif dan terukur, serta meminta Kapolresta Pati untuk menuntaskan kasus asusila santri,” tegas Kiai Liwa’.(lut/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPC Resmi Buka Pendaftaran Calon Ketua PC IPNU dan IPPNU Pati

    KPC Resmi Buka Pendaftaran Calon Ketua PC IPNU dan IPPNU Pati

    • calendar_month Kam, 12 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 577
    • 0Komentar

    PATI – Komisi Penjaringan Calon (KPC) IPNU IPPNU Kabupaten Pati baru saja membuka pendaftaran calon ketua IPNU dan IPPNU Kabupaten Pati untuk masa khidmah 2021-2023. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 11 sampai 16 Agustus  2021. Pendaftaran dilakukan di kantor PC IPPNU Kab. Pati, Lt 1. Gedung NU Kab. Pati pukul 13.00 – 16.00 WIB. Abdul Ghofur, […]

  • Bangun Karakter dan Harumkan Bangsa

    Bangun Karakter dan Harumkan Bangsa

    • calendar_month Jum, 3 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 418
    • 0Komentar

    Pati. Madrasah Aliyah NU Luthful Ulum melaksanakan harlah ke-34 serta Wisuda Kelas XII MA NU Luthful Ulum Wonokerto Pasucen Trangkil Pati,29/5 kemarin. Bupati Pati, H. Haryanto, SH., MM., M.S.I dalam sambutannya, menekankan kepada kader-kader muda Indonesia untuk menguatkan pendidikan karakter supaya tidak jatuh dalam godaan-godaan amoral yang berhembus kencang di era liberalisasi informasi sekarang ini, […]

  • Ini Wejangan Ketua PCNU Pati untuk Warga Nahdliyyin

    Ini Wejangan Ketua PCNU Pati untuk Warga Nahdliyyin

    • calendar_month Rab, 17 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 372
    • 0Komentar

    GUNUNGWUNGKAL-Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Gunungwungkal Senin (15/6) malam masih hangat. Warga Nahdliyyin Gunungwungkal kini memiliki ketua baru. Terpilihnya KH. M. Faishol sebagai pimpinan tanfidziyah (pelaksana) NU Gunungwungkal merupakan angin segar bagi pergerakan NU kedepan. Pasalnya tokoh muda energik seperti KH. M. Faishol memang sangat dinantikan gebrakannya di masyarakat. Momentum ini salah satunya […]

  • Jamaah Masjid Besar Baitul Muttaqin Santuni Yatim-Dhuafa

    Jamaah Masjid Besar Baitul Muttaqin Santuni Yatim-Dhuafa

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 390
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Pengurus Takmir Masjid Besar Baitul Muttaqin menyantuni yatim-dhuafa Senin (17/4) malam ini. Panitia penyelenggara menggelontorkan sedikitnya Rp 24,7 juta. Dana tersebut dikumpulkan dari masyarakat sekitar dan didonasikan kepada 113 yatim, dhuafa dan marbot. “Alhamdulillah santunan dari beliau-beliau sangat bermanfaat khususnya menjelang hari saya,” ujar Supardi, salah satu penerima donasi. Agenda yang dihelat sekaligus […]

  • Peringati Harlah Ke 78, Muslimat NU Pati Gelar Festival Drum Band

    Peringati Harlah Ke 78, Muslimat NU Pati Gelar Festival Drum Band

    • calendar_month Ming, 3 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 539
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke 78, Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati mengadakan festival drum band antar Taman Kanak-Kanak – Raudhatul Atfhal (TK-RA). Kegiatan ini dihadiri oleh Bunda PAUD Kabupaten Pati Faisa Mukti Septiani. Kegiatan yang diikuti oleh 24 peserta grup drum band TK-RA se Kabupaten Pati tersebut dilaksanakan di Gedung […]

  • Ngabuburit: Religiusitas dan Budaya Mbadog

    Ngabuburit: Religiusitas dan Budaya Mbadog

    • calendar_month Kam, 6 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 665
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Saya tidak tahu, sejak kapan ada tradisi ngabuburit. Namun, sebenarnya tradisi ini makin populer ketika sejumlah televisi menjadikannya sebagai acara tiap menjelang berbuka puasa saat Ramadan. Akhirnya, tradisi ini membudaya di kalangan remaja muslim dengan beragam ekspresi.   Ngabuburit merupakan istilah khas dalam budaya Sunda yang bermakna “ngalantung ngadagoan burit,” […]

expand_less