Antara Ayat Suci dan Stetoskop, Perjuangan Siswi MA Salafiyah Kajen Wujudkan Harapan Jadi Dokter
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 11.115
- comment 0 komentar

Antara Ayat Suci dan Stetoskop, Perjuangan Siswi MA Salafiyah Kajen Wujudkan Harapan Jadi Dokter
Pcnupati.or.id– Langkah hidup seseorang sering kali dipandu oleh perpaduan antara mimpi, nilai spiritual, dan restu orang tua. Bagi Shaloom Syahra Zahdy, siswi kelas XII MIPA Reguler MA Salafiyah Kajen Pati, memilih program studi Kedokteran bukanlah sekadar mengejar gengsi atau ambisi pribadi. Itu adalah sebuah panggilan hati yang lahir dari harapan besar keluarga.
Sebagai seorang penghafal Al-Qur’an, Syahra meyakini bahwa ilmu kedokteran adalah ladang pengabdian yang selaras dengan nilai-nilai agama. Ia berprinsip bahwa ilmu kesehatan dan spiritualitas harus berjalan beriringan guna membentuk pribadi yang bermanfaat bagi kemanusiaan.
Di balik keteguhan hatinya, terselip pesan mendalam dari kedua orang tuanya, Ahmadi dan Dian Uftika, yang selalu menekankan pentingnya menjadi pribadi yang ringan tangan.
“Jangan pernah berharap imbalan uang dari mereka, mintalah imbalan doa saja,” pesan itu kini menjadi kompas moral dalam setiap langkah yang diambil Syahra.
Cita-cita besar tersebut tidak diraih secara instan. Sejak kelas XI, Syahra telah mempersiapkan diri melalui bimbingan belajar intensif untuk menghadapi Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT). Namun, takdir membuka jalan lain yang tak terduga. Sang ibu mendapatkan informasi mengenai jalur prestasi di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA).
Momentum awal Ramadan 2026 menjadi titik balik perjuangannya. Dengan dukungan penuh dari pihak kesiswaan MA Salafiyah Kajen, Syahra memantapkan diri untuk mendaftar. Meski harus bersaing ketat dengan 850 pendaftar demi memperebutkan salah satu dari 35 kursi yang tersedia, ia tak gentar. Ketekunannya membuahkan hasil, Syahra dinyatakan lolos sebagai salah satu mahasiswa terpilih.
Capaian membanggakan ini ia syukuri sebagai buah dari doa dan bimbingan kolektif. Syahra juga menitipkan pesan motivasi bagi adik-adik kelasnya di MA Salafiyah Kajen agar terus berani merajut mimpi.
“Kejar dan wujudkan cita-citamu. Tidak ada yang tidak mungkin selama kita terus berusaha,” ujar gadis asal Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti, Pati ini.
Ia juga menekankan bahwa kunci keberhasilan tidak lepas dari adab menghormati guru, sosok yang membentuk karakter dan membuka jalan menuju masa depan.
Bagi Syahra, MA Salafiyah bukan sekadar sekolah, melainkan rumah kedua yang penuh kehangatan.
“Saya tidak akan pernah melupakan almamater ini. Doa saya akan selalu menyertai para guru yang telah membimbing saya menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkas dia dengan haru.
Kisah Syahra menjadi pengingat bahwa kesuksesan sejati diukur dari niat untuk memberi manfaat. Dari ayat-ayat suci yang ia jaga di dalam dada, kini ia melangkah menuju dunia medis untuk menunaikan amanah pengabdian.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar