Gus Rozin dan Gus Yasin Kompak Dorong Skill Manajerial Santri melalui Bimtek di Pati
- account_circle admin
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 10.733
- comment 0 komentar

Gus Rozin dan Gus Yasin Kompak Dorong Skill Manajerial Santri melalui Bimtek di Pati
Pcnupati.or.id – Pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) PWNU Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemberdayaan Koperasi Pondok Pesantren. Kegiatan yang berfokus pada diversifikasi olahan ikan lele ini dilaksanakan di Auditorium Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Pati, pada Jumat-Sabtu (17-18/4/2026).
Acara ini diikuti oleh 40 perwakilan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) di wilayah Kabupaten Pati. Tujuannya, menjadikan koperasi sebagai sarana pendidikan sosial dan ekonomi bagi santri.
Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), menekankan pentingnya kesadaran santri untuk terjun ke dunia kewirausahaan, khususnya di sektor pertanian dan perikanan.
”Harapannya santri-santri tergugah memiliki kesadaran untuk bersedia menjadi entrepreneur pertanian, perikanan, dan kemudian itu menjadi salah satu fondasi kemandirian mereka. Baik kemandirian personal maupun kemandirian pesantren,” kata pengasuh Pesantren Maslakul Huda Kajen ini.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), berharap agar ilmu yang didapat tidak hanya berhenti pada santri yang diutus pesantren untuk mengikuti pelatihan. Ia menekankan agar peserta membagikan informasi tersebut kepada pelaku unit usaha lain di yayasan atau pesantren masing-masing agar usaha yang ada bisa berjalan terus secara istiqomah.
Gus Yasin menambahkan bahwa penggunaan teknologi sangat krusial untuk mengubah mindset negatif masyarakat terhadap dunia pertanian dan peternakan. Menurutnya, dengan teknologi, proses budidaya hingga pengemasan produk lele akan lebih maksimal dan menarik bagi para konsumen.
Lebih dari itu, ia berharap pelatihan ini dapat membekali santri dengan kemampuan manajemen dan keterampilan pribadi yang bisa dibawa hingga mereka “boyong” dari pesantren.
”Bukan hanya khidmah, tapi manajemen serta skill pribadi juga perlu dikembangkan. Harapannya saat di rumah nanti, keterampilan yang didapat di pesantren bisa diteruskan dan dikembangkan agar lebih berkah,” ucap dia.
Ia menegaskan, Pemprov Jateng berkomitmen terus menambah titik kegiatan serupa, di mana saat ini telah tercatat ada 12 titik kegiatan yang dikerjasamakan dengan PWNU Jawa Tengah.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jateng, Eddy Sulistiyo Bramiyanto, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan produktivitas 113 pondok pesantren yang telah didata sejak akhir tahun lalu.
”Kami melakukan pelatihan bagi para santri untuk mengubah produk hulunya, yaitu lele, menjadi produk hilir. Tujuannya agar usaha yang dikelola pesantren meningkat secara signifikan, baik dari pola pemasaran maupun penggunaan teknologinya,” ungkap Eddy. (Angga/LTN)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar