Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PCNU Pati: Takbir Keliling Pakai Sound Horeg Melenceng dari Nilai Islam

PCNU Pati: Takbir Keliling Pakai Sound Horeg Melenceng dari Nilai Islam

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
  • visibility 10.107
  • comment 0 komentar

 

Pati – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati tak sepakat dengan peraturan yang memperbolehkan takbiran keliling menggunakan sound horeg. Mereka menilai hal tersebut sudah melenceng dengan tradisi dan nilai IsIam.

PKetua PCNU Pati, Yusuf Hasyim, menjelaskan esensi takbir keliling di malam Idulfitri yakni mengagungkan asma Allah. Bukan untuk hura-hura atau bersenang-senang di tengah publik yang berpotensi menimbulkan gangguan di masyarakat.

Menurut dia, takbiran sebaiknya dilaksanakan secara khidmat di masjid maupun musala bersama masyarakat dan takmir setempat. Jika tetap ingin menggelar takbir keliling, kegiatan tersebut diharapkan cukup dilakukan di lingkungan desa masing-masing agar tidak mengganggu ketertiban umum.

”Esensi takbir itu mengagungkan asma Allah. Jangan sampai makna takbiran kemudian bergeser menjadi kegiatan yang justru keluar dari nilai-nilai ajaran Islam,” ujar Kiai Yusuf.

Ia menilai takbiran pakai sound horeg berpotensi menimbulkan gangguan bagi masyarakat, terutama bagi masyarakat yang lanjut usia (lansia).

”Kalau sound horeg hanya sekadar untuk ramai-ramai atau hura-hura yang malah mengganggu dan menimbulkan madharat, lebih baik dihindari. Takbiran bisa dilakukan dengan suasana syahdu dan khidmat,” katanya.

Selain itu, suara keras dari sound horeg juga berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan rumah warga. Maka dari itu, semestinya takbir keliling seharusnya tak menggunakan sound horeg.

”Kalau masing-masing di desanya sendiri, saya kira akan lebih tertib dan bisa menjaga kondusivitas,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum Ramadan, organisasi kemasyarakatan keagamaan di Pati telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati terkait berbagai isu sosial, termasuk pelaksanaan takbiran.

Dalam pertemuan tersebut, organisasi seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah sepakat mengusulkan agar pemerintah mengeluarkan surat edaran yang mengatur pelaksanaan takbir keliling.

Usulan tersebut antara lain berisi pembatasan takbiran di desa masing-masing serta imbauan untuk tidak menggunakan sound horeg. Namun sayangnya, Pemkab Pati belum ditindaklanjuti dengan penertiban surat edaran.

”Pembahasan itu sudah ada sebelum Ramadan dan kita sepakat bersama. Namun sampai sekarang kita masih menunggu edarannya dari pemerintah daerah,” tandas dia.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stakeholder Dorong Pendampingan dan Pengawasan JKN-KIS, Kolaborasi Akatiga-Fatayat NU

    Stakeholder Dorong Pendampingan dan Pengawasan JKN-KIS, Kolaborasi Akatiga-Fatayat NU

    • calendar_month Jum, 10 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 300
    • 0Komentar

    PATI – Kegiatan Monev Tim Global Partnership for Social Accountability (GPSA) PC Fatayat NU Kabupaten Pati oleh AKATIGA & PP Fatayat NU berlangsung lancar. Agenda tindak lanjut dari program pendampingan dan pengawasan masyarakat terkait JKN-KIS di Kabupaten Pati ini dibukan pada Rabu (8/6) lalu di Gedung Pragolo Kabupaten Pati. “Memang jangkauan kami saat ini baru […]

  • PCNU-PATI

    NU Harus Berfungsi

    • calendar_month Sab, 31 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 390
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. H. Jamal Makmur Asmani KH. M. Aniq Muhammadun, Rais Syuriyah PCNU Pati sekaligus Wakil Rais Syuriyah PBNU, mendorong pengurus NU untuk aktif menggerakkan potensi organisasi agar mampu memberikan manfaat nyata bagi warga NU, warga negara, bangsa dan umat manusia. Jangan sampai keberadaan NU tidak punya manfaat apa-apa. Dawuh beliau, NU jangan sampai […]

  • Hukum Mengirim Sticker Inna Lillah dan Copas Doa untuk Orang Meninggal

    Hukum Mengirim Sticker Inna Lillah dan Copas Doa untuk Orang Meninggal

    • calendar_month Ming, 18 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 581
    • 0Komentar

    Hadirnya media sosial sebagai media dalam memudahkan berbagai aktifitas, sudah menjadi realitas keseharian. Hal ini juga berlaku bagi orang yang hendak kirim al-fatihah atau doa. Biasanya kalau ada kabar duka orang meninggal dunia di grup Whatsapp, dalam hitungan detik setelah kabar duka muncul, langsung disambut balasan doa dan al-fatihah dalam bentuk stiker atau teks yang […]

  • Menuju Amil Lazisnu yang Profesional dan Kreatif

    Menuju Amil Lazisnu yang Profesional dan Kreatif

    • calendar_month Ming, 1 Nov 2020
    • account_circle admin
    • visibility 264
    • 0Komentar

      KH MA Sahal Mahfudh (Mbah Sahal) dikenal berhasil dalam mengembangkan zakat, infaq serta sedekah yang berhasil membangun ekonomi warga Kajen, Pati dan sekitarnya. Hal itu menjadi salah satu alasan dari Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pati, Jawa Tengah untuk menyelenggarakan pelatihan Madrasah Amil pada Ahad (1/11).     “Keberhasilan Mbah […]

  • Sambut Ramadhan, MWC NU Kayen: Ikut NU Tidak Bakal Kelaparan

    Sambut Ramadhan, MWC NU Kayen: Ikut NU Tidak Bakal Kelaparan

    • calendar_month Sab, 19 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

      Acara Megengan Bareng yang digelar oleh MWC NU Kayen, tepat pada malam nosfu Sya’ban KAYEN-Tradisi megengan telah melekat di sejumlah kalangan masyarakat di jawa. Upacara penyambutan bulan suci Ramadhan ini dilaksanakan dengan ragam cara.  “Intinya, megengan itu ekspresi kegembiraan akan datangnya Bulan Ramadhan,” tutur K. Saeku, Sekretaris PCNU Pati.  Salah satunya, kegiatan megengan dilaksanakan […]

  • Ucapan Nadzar

    Ucapan Nadzar

    • calendar_month Sel, 28 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 605
    • 0Komentar

    Sebagian orang Jawa, kalau punya hajat sering mengucapkan lafadz tertentu yang yang menyatakan kesanggupannya melakukan sesuatu apabila hajatnya terpenuhi, misalnya : do`akan aku kalau aku berhasil kamu saya beri uang atau besok hari raya qurban aku menyembelih kerbau. Pertanyaan : Termasuk nadzarkah ucapan-ucapan tersebut ? Jawaban : Ucapan seperti itu tidak termasuk nadzar, kecuali bila […]

expand_less