Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PCNU Pati: Takbir Keliling Pakai Sound Horeg Melenceng dari Nilai Islam

PCNU Pati: Takbir Keliling Pakai Sound Horeg Melenceng dari Nilai Islam

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
  • visibility 10.316
  • comment 0 komentar

 

Pati – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati tak sepakat dengan peraturan yang memperbolehkan takbiran keliling menggunakan sound horeg. Mereka menilai hal tersebut sudah melenceng dengan tradisi dan nilai IsIam.

PKetua PCNU Pati, Yusuf Hasyim, menjelaskan esensi takbir keliling di malam Idulfitri yakni mengagungkan asma Allah. Bukan untuk hura-hura atau bersenang-senang di tengah publik yang berpotensi menimbulkan gangguan di masyarakat.

Menurut dia, takbiran sebaiknya dilaksanakan secara khidmat di masjid maupun musala bersama masyarakat dan takmir setempat. Jika tetap ingin menggelar takbir keliling, kegiatan tersebut diharapkan cukup dilakukan di lingkungan desa masing-masing agar tidak mengganggu ketertiban umum.

”Esensi takbir itu mengagungkan asma Allah. Jangan sampai makna takbiran kemudian bergeser menjadi kegiatan yang justru keluar dari nilai-nilai ajaran Islam,” ujar Kiai Yusuf.

Ia menilai takbiran pakai sound horeg berpotensi menimbulkan gangguan bagi masyarakat, terutama bagi masyarakat yang lanjut usia (lansia).

”Kalau sound horeg hanya sekadar untuk ramai-ramai atau hura-hura yang malah mengganggu dan menimbulkan madharat, lebih baik dihindari. Takbiran bisa dilakukan dengan suasana syahdu dan khidmat,” katanya.

Selain itu, suara keras dari sound horeg juga berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan rumah warga. Maka dari itu, semestinya takbir keliling seharusnya tak menggunakan sound horeg.

”Kalau masing-masing di desanya sendiri, saya kira akan lebih tertib dan bisa menjaga kondusivitas,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum Ramadan, organisasi kemasyarakatan keagamaan di Pati telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati terkait berbagai isu sosial, termasuk pelaksanaan takbiran.

Dalam pertemuan tersebut, organisasi seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah sepakat mengusulkan agar pemerintah mengeluarkan surat edaran yang mengatur pelaksanaan takbir keliling.

Usulan tersebut antara lain berisi pembatasan takbiran di desa masing-masing serta imbauan untuk tidak menggunakan sound horeg. Namun sayangnya, Pemkab Pati belum ditindaklanjuti dengan penertiban surat edaran.

”Pembahasan itu sudah ada sebelum Ramadan dan kita sepakat bersama. Namun sampai sekarang kita masih menunggu edarannya dari pemerintah daerah,” tandas dia.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PC Muslimat – Hidmat Gelontorkan Rp 42,6 Juta untuk Panti Asuhan di Waturoyo

    PC Muslimat – Hidmat Gelontorkan Rp 42,6 Juta untuk Panti Asuhan di Waturoyo

    • calendar_month Jum, 22 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 488
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Pati gelontorkan dana senilai Rp 42.600.000. Uang tersebut diberikan kepada Panti Asuhan Darul Hadlanah, Waturoyo, Margoyoso Pati. Secara simbolis, penyerahan dilakukan sekaligus sebagai rangkaian acara HUT Muslimat NU ke-76 dan peringatan Nuzulul Qur’an, Kamis (21/4) malam tadi. Dengan menggandeng Himpunan Daiyah dan Majelis Taklim (Hidmat) Muslimat NU Pati, […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Malas Mudik: Gejala Penyakit Jiwa?

    • calendar_month Kam, 19 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.581
    • 0Komentar

        Oleh Hamidulloh Ibda   Saya pernah membuat status WhatsApp pada puasa Ramadan 1446 H tahun 2025 lalu. “Orang yang tidak mau mudik itu sebenarnya adalah peyakit jiwa.” Sontak banyak yang komen. Memang tak sempat menuliskannya dalam bentuk artikel dan baru sempat tahun 2026 ini.   Jumlah pemudik dari tahun ke tahun selalu melimpah. […]

  • Potensi Zakat di Pati 20 Milyar

    Potensi Zakat di Pati 20 Milyar

    • calendar_month Sen, 25 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 642
    • 0Komentar

    IPMAFA mengadakan diskusi bersama tentang potensi zakat di negara Indonesia. Zakat adalah proyek Tuhan yang diperuntukkan untuk mengentaskan kemiskinan dan keterbelakangan umat. Oleh sebab itu, potensi zakat harus digali secara maksimal. Zakat harus setara dengan rukun Islam yang lain, khususnya shalat, puasa, dan lebih-lebih haji. Untuk menggerakkan potensi zakat yang sangat besar tersebut, para tokoh […]

  • Membangun Semangat Nasionalisme Melalui Tradisi Lokal

    Membangun Semangat Nasionalisme Melalui Tradisi Lokal

    • calendar_month Rab, 31 Agu 2016
    • account_circle admin
    • visibility 636
    • 0Komentar

    Pati. Pemerintah Desa Ketanggan dan KKN IPMafa beserta warga Nahdliyin setempat mengadakan ngaji budaya bersama KH. Umar Fayumi dari Kajen Putra KH. Fayumi Munji Ketua Tanfidziyah NU tahun 90-awal. Acara bertempat di Balai Desa Ketanggan 20/8 kemarin. “Semangat nasionalisme kita akan terus kuat apabila kita memahami tradisi lokal dan menjaga serta melestarikannya. Sebab tradisi lokal […]

  • PWI Pati Salurkan Air Bersih ke Dua Desa Terdampak Kekeringan

    PWI Pati Salurkan Air Bersih ke Dua Desa Terdampak Kekeringan

    • calendar_month Sab, 23 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Sejumlah wilayah di Kabupaten Pati masih mengalami krisis air bersih. Di antaranya Kecamatan Pucakwangi. Melihat kondisi ini, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pati menggandeng agen LPG mengirimkan bantuan air bersih ke dua desa di wilayah Kecamatan Pucakwangi, yaitu di Desa Plosorejo dan Tanjungsekar, Sabtu (23/9/2023) siang. Masing-masing desa diberikan satu tangki air bersih.  […]

  • MWCNU Wedarijaksa Gelar Pelatihan Pengelolaan Masjid

    MWCNU Wedarijaksa Gelar Pelatihan Pengelolaan Masjid

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 482
    • 0Komentar

    WEDARIJAKSA-Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kecamatan Wedarijaksa, Minggu (22/9) pagi memenuhi ruangan gedung NU yang baru selesai di renovasi. Gebrakan baru mulai digencarkan pengurus MWC NU Wedarijaksa dengan mengadakan acara Pelatihan Muharrik masjid, khatib dan pengelolaan ZIS (Zakat, Infaq dan Shodaqoh). Acara tersebut dihadiri oleh seluruh khatib di masing-masing masjid se-kecamatan Wedarijaksa. Diikuti pula […]

expand_less