Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Secangkir Kopi, Doa, dan Jalan Panjang Menuju Aceh

Secangkir Kopi, Doa, dan Jalan Panjang Menuju Aceh

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
  • visibility 7.180
  • comment 0 komentar

 

Malam belum sepenuhnya ramah ketika rombongan relawan NU Peduli PWNU Jawa Tengah kembali menghidupkan mesin. Di sebuah rest area sunyi, secangkir kopi hitam berpindah dari tangan ke tangan. Hangatnya sederhana, namun cukup untuk menjaga mata tetap terjaga dan hati tetap kuat. Di situlah, di antara lelah dan doa, perjalanan kemanusiaan menuju Aceh Timur terus dilanjutkan.

Sebanyak 22 relawan berangkat membawa satu niat: hadir untuk saudara-saudara yang terdampak banjir di Aceh. Mereka datang dari latar belakang berbeda—tukang, sopir, tenaga sanitasi, pendamping trauma healing, hingga relawan dapur umum—namun disatukan oleh semangat yang sama: mengabdi tanpa pamrih.

Perjalanan ribuan kilometer bukan tanpa cerita. Jalan panjang dari Jambi menuju Pekanbaru, Dumai, hingga Medan, dipenuhi persinggahan singkat di SPBU, masjid, rumah makan sederhana, dan rest area. Di tempat-tempat itulah kopi kembali diseduh, bukan sekadar pelepas kantuk, melainkan penanda kebersamaan. Ada tawa kecil, ada keluh lelah, namun lebih banyak doa yang diam-diam terucap.

Di tengah malam, saat sebagian orang terlelap, rombongan harus berhenti karena kendala kendaraan. AC mobil mati, lampu sein bermasalah, dan panas mulai menyergap kabin. Namun tak ada keluhan panjang. Beberapa relawan membuka kap mesin, sebagian lainnya menyiapkan air minum. Semua bekerja dalam senyap, dengan keyakinan bahwa perjalanan ini lebih besar dari rasa tidak nyaman.

Menjelang subuh, ketika azan berkumandang dari kejauhan, langkah kembali diperlambat. Sholat, rehat sejenak, lalu kembali melaju. Total 1.916 kilometer telah dilalui, dan masih ada ratusan kilometer lagi sebelum Aceh Timur menyambut mereka. Jauh? Ya. Lelah? Pasti. Namun tak satu pun yang berniat berhenti.

“Selama saudara-saudara kita masih membutuhkan, lelah ini tidak ada artinya,” ujar (Kang mukhlisin) pimpinan relawan salah satu relawan sambil menyeruput kopi terakhir sebelum kendaraan kembali melaju.

Perjalanan ini bukan sekadar tentang sampai tujuan. Ia adalah tentang niat yang dijaga, doa yang dipanjatkan, dan langkah yang terus diayunkan. Dan di setiap transit, secangkir kopi menjadi saksi bahwa kemanusiaan selalu menemukan jalannya—meski harus ditempuh dengan malam panjang dan jalan yang tak selalu mulus.

Doa terus mengiringi perjalanan relawan NU Peduli Jawa Tengah, agar mereka tiba dengan selamat, bekerja dengan ikhlas, dan pulang membawa cerita tentang harapan yang tumbuh dari kepedulian.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Filantropi Ramadan

    • calendar_month Sen, 25 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 502
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda*  Ramadan, bulan suci bagi umat Islam di seluruh dunia, bukan hanya tentang ibadah dan puasa semata. Ramadan menjadi momentum untuk introspeksi, berbagi, dan berbuat kebaikan sebanyak mungkin. Salah satu bentuk kebaikan yang sangat dianjurkan selama Ramadan adalah filantropi, kedermawanan, cinta kasih, atau amal kebajikan kepada sesama. Mengapa? Ya, karena manusia tidak sekadar […]

  • PCNU-PATI

    PC LAZISNU Pati, Beri Bantuan Korban Kebakaran

    • calendar_month Sen, 31 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

    PC Lazisnu Pati memberikan bantuan kepada korban kebakaran rumah di desa Jimbaran Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati, rabu (26/10) lalu. Dalam hal ini pihak Lazisnu Pati yang diwakili oleh beberapa tim managerial turut serta menggandeng MWC Margorejo selaku wilayah tempat kejadian.  Saiful Huda selaku manager fundrising PC Lazisnu Pati, mengatakan bahwa dirinya mendapat informasi dari group […]

  • Final Lomba Voli Putri Porsema, Kudus Vs Wonosobo Memanas

    Final Lomba Voli Putri Porsema, Kudus Vs Wonosobo Memanas

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 701
    • 0Komentar

    WONOSOBO – Riuh sorak-sorai penonton mewarnai partai final lomba voli putri tingkat SMA/MA/SMK dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII Jawa Tengah. Final yang digelar di lapangan olahraga MAN 1 Wonosobo pada Jumat (12/9/2025) itu mempertemukan tuan rumah kontingen LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Wonosobo melawan wakil dari LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten […]

  • ​Iduladha, Yayasan PIM Mujahidin Bageng Bagikan Daging Kurban untuk Ratusan Siswa dan Guru

    ​Iduladha, Yayasan PIM Mujahidin Bageng Bagikan Daging Kurban untuk Ratusan Siswa dan Guru

    • calendar_month Kam, 28 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.534
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id — Yayasan Perguruan Islam Monumen (PIM) Mujahidin Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, menggelar penyembelihan hewan dan pembagian daging kurban dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kegiatan yang religius sekaligus penuh kebersamaan ini dilaksanakan pada hari tasyrik pertama (11 Dzulhijjah), yakni Kamis (28/5/2026), bertempat di halaman Madrasah Aliyah (MA) PIM Mujahidin. Pada […]

  • Hanya Se Tinggi Lutut tapi Membunuh Harapan. Photo by Ny Menghor on Unsplaash.

    Hanya Se Tinggi Lutut tapi Membunuh Harapan

    • calendar_month Kam, 5 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 431
    • 0Komentar

    Oleh : Maulana Karim Sholikhin* “Halah, cuma banjir ndak sampai se lutut,” celetuk seorang kawan di antara riuh hujan. Seketika telinga penulis memanas. Belum usai gemuruh dalam dada akibat ungkapan nyelekit itu, ternyata masih berlanjut. “Media terlalu membesar-besarkan.” Nah, kalau yang ini sudah ndak bisa di biarkan. Uraian ‘khotbah’ unfaedah itu harus segera di sliding […]

  • PCNU_PATI Photo by Mufid Majnun

    Menjaga Marwah Corak Politik Kebangsaan NU

    • calendar_month Sab, 25 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 557
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Dalam menyongsong pesta demokrasi yang tiap lima tahun sekali diadakan, Nahdlatul Ulama (NU) memiliki sumbangsih besar terhadap negara dalam menyumbangkan suaranya melalui umatnya untuk menentukan hak pilihnya sebagai warga negara Indonesia. NU sendiri sebagai ormas terbesar di Indonesia,bahkan terbesar di dunia, tentunya para pengurus paham bentul akan situasi setiap pesta demokrasi telah […]

expand_less