Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Secangkir Kopi, Doa, dan Jalan Panjang Menuju Aceh

Secangkir Kopi, Doa, dan Jalan Panjang Menuju Aceh

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
  • visibility 6.888
  • comment 0 komentar

 

Malam belum sepenuhnya ramah ketika rombongan relawan NU Peduli PWNU Jawa Tengah kembali menghidupkan mesin. Di sebuah rest area sunyi, secangkir kopi hitam berpindah dari tangan ke tangan. Hangatnya sederhana, namun cukup untuk menjaga mata tetap terjaga dan hati tetap kuat. Di situlah, di antara lelah dan doa, perjalanan kemanusiaan menuju Aceh Timur terus dilanjutkan.

Sebanyak 22 relawan berangkat membawa satu niat: hadir untuk saudara-saudara yang terdampak banjir di Aceh. Mereka datang dari latar belakang berbeda—tukang, sopir, tenaga sanitasi, pendamping trauma healing, hingga relawan dapur umum—namun disatukan oleh semangat yang sama: mengabdi tanpa pamrih.

Perjalanan ribuan kilometer bukan tanpa cerita. Jalan panjang dari Jambi menuju Pekanbaru, Dumai, hingga Medan, dipenuhi persinggahan singkat di SPBU, masjid, rumah makan sederhana, dan rest area. Di tempat-tempat itulah kopi kembali diseduh, bukan sekadar pelepas kantuk, melainkan penanda kebersamaan. Ada tawa kecil, ada keluh lelah, namun lebih banyak doa yang diam-diam terucap.

Di tengah malam, saat sebagian orang terlelap, rombongan harus berhenti karena kendala kendaraan. AC mobil mati, lampu sein bermasalah, dan panas mulai menyergap kabin. Namun tak ada keluhan panjang. Beberapa relawan membuka kap mesin, sebagian lainnya menyiapkan air minum. Semua bekerja dalam senyap, dengan keyakinan bahwa perjalanan ini lebih besar dari rasa tidak nyaman.

Menjelang subuh, ketika azan berkumandang dari kejauhan, langkah kembali diperlambat. Sholat, rehat sejenak, lalu kembali melaju. Total 1.916 kilometer telah dilalui, dan masih ada ratusan kilometer lagi sebelum Aceh Timur menyambut mereka. Jauh? Ya. Lelah? Pasti. Namun tak satu pun yang berniat berhenti.

“Selama saudara-saudara kita masih membutuhkan, lelah ini tidak ada artinya,” ujar (Kang mukhlisin) pimpinan relawan salah satu relawan sambil menyeruput kopi terakhir sebelum kendaraan kembali melaju.

Perjalanan ini bukan sekadar tentang sampai tujuan. Ia adalah tentang niat yang dijaga, doa yang dipanjatkan, dan langkah yang terus diayunkan. Dan di setiap transit, secangkir kopi menjadi saksi bahwa kemanusiaan selalu menemukan jalannya—meski harus ditempuh dengan malam panjang dan jalan yang tak selalu mulus.

Doa terus mengiringi perjalanan relawan NU Peduli Jawa Tengah, agar mereka tiba dengan selamat, bekerja dengan ikhlas, dan pulang membawa cerita tentang harapan yang tumbuh dari kepedulian.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH Maimun Zubair Sang Legenda Pesantren

    KH Maimun Zubair Sang Legenda Pesantren

    • calendar_month Rab, 7 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    KH. Maimun Zubair adalah Ulama besar yang lahir di Indonesia. Pemikiran dan karyanya Tidak hanya dikaji di Indonesia, tapi juga dunia. Beliau meskipuntidak belajar di perguruan tinggi, tapi wawasannya yang luas dan pergaulannya yang mendunia, pemikirannya menjadi rujukan umat Islam dan dunia. Beliau produk asli Pesantren. Setelah dididik dengan keras dan disiplin oleh ayahnya, seorang Ulama besar, KH […]

  • Rais Syuriah NU Pati: Penanganan Jenazah Covid-19 Harus Sesuai Syariat Islam

    Rais Syuriah NU Pati: Penanganan Jenazah Covid-19 Harus Sesuai Syariat Islam

    • calendar_month Kam, 19 Nov 2020
    • account_circle admin
    • visibility 187
    • 0Komentar

      Pati. Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, Jawa Tengah KH Aniq Muhammadun mengatakan bahwa saat ini pengelolaan manajemen penanganan jenazah Covid-19 masih perlu diperhatikan sehingga bisa ditangani sesuai dengan syariat Islam.       Ia menyampaikan hal ini pada kegiatan rutinan Istighotsah dan Pembacaan Ratibul Haddad bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang […]

  • Ini Wejangan Ketua PCNU Pati untuk Warga Nahdliyyin

    Ini Wejangan Ketua PCNU Pati untuk Warga Nahdliyyin

    • calendar_month Rab, 17 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 225
    • 0Komentar

    GUNUNGWUNGKAL-Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Gunungwungkal Senin (15/6) malam masih hangat. Warga Nahdliyyin Gunungwungkal kini memiliki ketua baru. Terpilihnya KH. M. Faishol sebagai pimpinan tanfidziyah (pelaksana) NU Gunungwungkal merupakan angin segar bagi pergerakan NU kedepan. Pasalnya tokoh muda energik seperti KH. M. Faishol memang sangat dinantikan gebrakannya di masyarakat. Momentum ini salah satunya […]

  • SMK Cordova Bentuk Komisariat IPNU-IPPNU

    SMK Cordova Bentuk Komisariat IPNU-IPPNU

    • calendar_month Jum, 27 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Pati. SMK Cordova Margoyoso Pati mendeklarasikan pembentukan Komisariat IPNU/IPPNU, dengan mengambil tema“Membangun Kader yang Berkompeten dalam Berorganisasi”23/09/kemarin. Acara bertempat di Masjid SMK Cordova deklarasi dimulai dengan tahlil yang dipimpin Kepala SMK Cordova Muhammad Niam Sutaman, diikuti dengan menyanyikan lagu kebangsaan  Indonesia Raya, Mars Sybbanul Watan,  Mars Cordova dan Mars IPNU/IPPNU. Muhammad Niam, menegaskan bahwa sekolah […]

  • 14 Pendekar Wedarijaksa Lolos UKT

    14 Pendekar Wedarijaksa Lolos UKT

    • calendar_month Sen, 23 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Suasana tasyakuran dan wisuda pelatih PAC Pagar Nusa Wedarijaksa WEDARIJAKSA – Pengurus Anak Cabang Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa Kecamatan Wedarijaksa menggelar tasyakuran, Minggu (22/8) malam tadi. Kegiatan yang berlangsung di Aula MA Bustanul Ulum Pagerharjo ini dilaksanakan dalam rangka wisuda 14 siswa Pagar Nusa yang telah lolos Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) pelatih.  “Mereka […]

  • Malamatiyyah; Sebuah Pencarian Ridho Ilahi

    Malamatiyyah; Sebuah Pencarian Ridho Ilahi

    • calendar_month Kam, 27 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Pati. Perpustakaan Mutamakkin mengadakan bedah buku Malamatiyyah karya Sahal Japara dengan mendatangkan penulisnya dan sebagai pembanding Mohammad Aniq pemerhati sastra pesantren, Minggu kemarin malam di aula Perpustakaan Mutamakin Kajen Pati.  Ganu Yahya selaku Ketua Perpustakaan menjelaskan, bahwa acara bedah buku kumpulan cerpen ini  diselenggarakan dengan tujuan memberikan apresiasi sekaligus motivasi kepada santri-santri  agar lebih giat […]

expand_less