Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Secangkir Kopi, Doa, dan Jalan Panjang Menuju Aceh

Secangkir Kopi, Doa, dan Jalan Panjang Menuju Aceh

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
  • visibility 6.746
  • comment 0 komentar

 

Malam belum sepenuhnya ramah ketika rombongan relawan NU Peduli PWNU Jawa Tengah kembali menghidupkan mesin. Di sebuah rest area sunyi, secangkir kopi hitam berpindah dari tangan ke tangan. Hangatnya sederhana, namun cukup untuk menjaga mata tetap terjaga dan hati tetap kuat. Di situlah, di antara lelah dan doa, perjalanan kemanusiaan menuju Aceh Timur terus dilanjutkan.

Sebanyak 22 relawan berangkat membawa satu niat: hadir untuk saudara-saudara yang terdampak banjir di Aceh. Mereka datang dari latar belakang berbeda—tukang, sopir, tenaga sanitasi, pendamping trauma healing, hingga relawan dapur umum—namun disatukan oleh semangat yang sama: mengabdi tanpa pamrih.

Perjalanan ribuan kilometer bukan tanpa cerita. Jalan panjang dari Jambi menuju Pekanbaru, Dumai, hingga Medan, dipenuhi persinggahan singkat di SPBU, masjid, rumah makan sederhana, dan rest area. Di tempat-tempat itulah kopi kembali diseduh, bukan sekadar pelepas kantuk, melainkan penanda kebersamaan. Ada tawa kecil, ada keluh lelah, namun lebih banyak doa yang diam-diam terucap.

Di tengah malam, saat sebagian orang terlelap, rombongan harus berhenti karena kendala kendaraan. AC mobil mati, lampu sein bermasalah, dan panas mulai menyergap kabin. Namun tak ada keluhan panjang. Beberapa relawan membuka kap mesin, sebagian lainnya menyiapkan air minum. Semua bekerja dalam senyap, dengan keyakinan bahwa perjalanan ini lebih besar dari rasa tidak nyaman.

Menjelang subuh, ketika azan berkumandang dari kejauhan, langkah kembali diperlambat. Sholat, rehat sejenak, lalu kembali melaju. Total 1.916 kilometer telah dilalui, dan masih ada ratusan kilometer lagi sebelum Aceh Timur menyambut mereka. Jauh? Ya. Lelah? Pasti. Namun tak satu pun yang berniat berhenti.

“Selama saudara-saudara kita masih membutuhkan, lelah ini tidak ada artinya,” ujar (Kang mukhlisin) pimpinan relawan salah satu relawan sambil menyeruput kopi terakhir sebelum kendaraan kembali melaju.

Perjalanan ini bukan sekadar tentang sampai tujuan. Ia adalah tentang niat yang dijaga, doa yang dipanjatkan, dan langkah yang terus diayunkan. Dan di setiap transit, secangkir kopi menjadi saksi bahwa kemanusiaan selalu menemukan jalannya—meski harus ditempuh dengan malam panjang dan jalan yang tak selalu mulus.

Doa terus mengiringi perjalanan relawan NU Peduli Jawa Tengah, agar mereka tiba dengan selamat, bekerja dengan ikhlas, dan pulang membawa cerita tentang harapan yang tumbuh dari kepedulian.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fidyah Aneh (1)

    Fidyah Aneh (1)

    • calendar_month Jum, 27 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sebagaimana yang telah berlaku didesa – desa, cara melakukan fidyahberbeda – beda. Ada yang caranya sebagai berikut : Ahli waris mengundang 10 orang misalnya, kemudian setelah berkumpul, Salah seorang ahli waris menyerahkan beras untuk fidyah kepada salah seorang diantara 10 orang tersebut, Setelah itu sebagian atau semua  beras diputarkan diantara orang – orang tersebut dengan […]

  • PCNU-PATI

    Fikih Tembakau

    • calendar_month Jum, 16 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Buku Fikih Tembakau ini disusun oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (LAKPESDAM) PBNU ini sebagai upaya untuk melihat sejauh mana kebijakan dalam persolan produk tembakau di Indonesia. Buku ini bisa menjadi rujukan alternatif kita semua, baik yang perokok maupun tidak.

  • NU Kultural sebagai Basis Masyarakat Sipil

    NU Kultural sebagai Basis Masyarakat Sipil

    • calendar_month Sab, 8 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 431
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Dalam Khittah Nahdlatul Ulama (NU), istilah NU merujuk pada dua makna yang saling terkait, yaitu NU sebagai sebuah organisasi dan NU sebagai komunitas anggotanya. KH. Abdul Muchit Muzadi dalam buku, Ensiklopedia Khittah NU, dijelaskan bahwa istilah NU Jam’iyyah (NU secara struktural) dan NU Jamaah (NU secara kultural) sering kali digunakan untuk […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Keputusan Bahtsul Masail Maudhu’iyah

    • calendar_month Sab, 8 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Di bumi Nusantara (Negara Kesatuan Republik Indonesia/NKRI) terdapat tradisi danbudaya dalam sistem pengimplementasian ajaran agama, sehingga hal itu menjadi ciri khasIslam di Nusantara yang tidak dimililiki dan tidak ada di negeri lain. Perbedaan tersebutsangat tampak dan dapat dilihat secara riil dalam beberapa hal, antara lain:

  • Harlah Salafiyah Hadirkan Bib Bidin dan Syeikh Zakaria Muhammad Marzuq

    Harlah Salafiyah Hadirkan Bib Bidin dan Syeikh Zakaria Muhammad Marzuq

    • calendar_month Rab, 13 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 133
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Gema shalawat berkumandang di komplek Yayasan Salafiyah Kajen, kecamatan Margoyoso, kabupaten Pati, Senin malam (11/10). Digelarnya acara Salafiyah bersholawat ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Haul Mbah Siroj Ishaq ke 93 dan Harlah Madrasah Salafiyah. Habib Ali Zainal Abidin dari Pekalongan dan az Zahir saat memeriahkan Maulid Nabi, Haul Mbah Siroj Ishaq dan […]

  • Ansor Pati Mantapkan Kader Penggerak

    Ansor Pati Mantapkan Kader Penggerak

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Pati, NU Online Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Pati melaksanakan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL), Ahad (19/4). Kegiatan dilaksanakan di Wisma PTPN Jolong, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Menurut Ketua PC GP Ansor Pati, Imam Rifa’i, PKL bertema “Membangun Kader Militan yang Berwawasan Kebangsaan” itu bertujuan mempersiapkan kader militan ditingkat pengurus […]

expand_less