Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kitab Kuning Zamani

Kitab Kuning Zamani

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
  • visibility 5.533
  • comment 0 komentar

 

Oleh: Dr. Jamal Makmur Asmani, M.A.*

Identitas utama pesantren adalah pengajian kitab kuning. “Jika tidak ada pengajian kitab kuning, maka esensi pesantren hilang”, tegas Jamal Ma’mur Asmani, Pengamat Kepesantrenan dan penulis sejumlah buku dalam Talkshow Hari Santri Nasional tahun 2025 dengan tema “Kitab Kuning Sebagai Identitas Utama Santri” yang diadakan Masjid Sirojul Anam Wonokerto Pasucen Trangkil Pati pada hari selasa, 4 Nopember 2025 di Aula Lantai 2.
Jamal melanjutkan, bahwa resolusi jihad yang dikumandangkan Hadlratussyaikh KH. Moh. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945 di Surabaya adalah hasil musyawarah atau bahtsul masail para kiai se-Jawa Madura yang mengambil rujukan dari kitab kuning. Keputusan apapun yang diambil para kiai dan santri pasti berpijak kepada kitab kuning sebagai bukti otentik bahwa keputusannya berdimensi agama.
Kitab kuning, kata Jamal, adalah kitab yang mengandung ajaran bermadzhab ala paham ahlussunnah wal jama’ah. Sehingga ada istilah kitab mu’tabar (dinilai benar) jika sesuai ajaran bermadzhab ala ahlussunnah wal jama’ah dan ada istilah kitab ghairu mu’tabar (dinilai tidak benar) jika bertentangan dengan ajaran bermadzhab ala ahlussunnah wal jama’ah.
Ada empat metode mendidik kiai kepada santri dalam konteks kitab kuning ini, lanjut Jamal.
Pertama, bandongan, yaitu kiai membaca kitab dengan penjelasan dan santri memberi makna. Kedua, sorogan, yaitu santri membaca dan kiai mendengar sekaligus mengoreksi jika ada yang salah. Ketiga, musyawarah atau bahtsul masail, yaitu ada masalah sosial yang terjadi yang didiskusikan para santri dengan bimbingan kiai. Keempat, tashnif atau ta’lif, yaitu mendorong santri untuk menulis karya sebagaimana tradisi ulama zaman dulu.
Pemahaman ulama Nahdlatul Ulama terhadap kitab kuning sejak dulu, tambah Jamal, selalu kontekstual, sehingga mampu menjadi solusi masalah yang sedang terjadi. Misalnya, resolusi jihad yang menjadi solusi efektif dalam menggerakkan semangat nasionalisme dalam mempertahankan kemerdekaan. Contoh lain adalah tidak boleh menamakan nonmuslim di Indonesia dengan sebutan kafir. Juga fatwa KH. Abdul Wahab Hazbullah tentang kewajiban membebaskan Irian Barat karena kaum penjajah dianggap ghashab (menguasai milik orang lain tanpa ijin).
Dalam talkshow ini, Jamal mendorong para santri untuk sungguh-sungguh dalam mempelajari kitab kuning, baik dari aspek tata bahasanya dengan kajian nahwu dan sharaf secara intensif. Juga kajian hukumnya dengan menguasai ilmu fiqh dan ushul fiqh secara mendalam. Dengan perantara ilmu tersebut, maka kitab kuning akan selalu zamani, kontekstual, mampu menjadi solusi dalam setiap masalah yang terjadi.

*Wakil Ketua PCNU Pati

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jamaah Haji Pati Mulai Pulang Pekan Depan, Ini Jadwalnya

    Jamaah Haji Pati Mulai Pulang Pekan Depan, Ini Jadwalnya

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 480
    • 0Komentar

      PCNU.OR.ID, Pati – Jamaah haji asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah dijadwalkan mulai pulang pada pekan depan. Jadwal pemulangan pun telah dirilis Kementerian Agama (Kemenag). Masyarakat yang mempunyai keluarga yang sedang ibadah haji pun perlu menyimak. Plh Kepala Kemenag Kabupaten Pati Abdul Hamid memaparkan, 1.396 jemaah haji bakal dipulangkan mulai Senin (23/6/2025) hingga Jumat (11/7/2025). […]

  • NU Ranting Kajen Gelar Khitan Massal

    NU Ranting Kajen Gelar Khitan Massal

    • calendar_month Sel, 28 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 365
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Puluhan anak mengikuti khitan massal di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Senin (27/1/2025). Khitan massal ini digelar oleh Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Kajen dalam rangka peringatan Isra Miraj Nabi Muhamad SAW dan Hari Lahir (Harlah) ke-102 NU. Anak-anak ini tampak antusias mengikuti sunatan massal. Sebelum dikhitan, mereka diarak keliling desa menggunakan […]

  • Photo by Richard Stachmann

    Pesantren dan Pembangunan Masyarakat

    • calendar_month Sab, 24 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Sebagaimana kita ketahui pesantren merupkan tempat untuk menimba ilmu baik agama maupun umum, sehingga pesantren dapat diartikan sebagai pusat pendidikan bagi santri maupun masyarakat. Mengingat pesantren sekarang ini sudah banyak mengalami perubahan baik dari segi pendidikan, gedung, dan trasformasi sosial terhadap lingkungan sekitar. Sehingga pesantren di era sekarang ini bisa disebut […]

  • MTs Banin Bakal Gelar Olimpiade, Pesertanya dari seluruh Indonesia

    MTs Banin Bakal Gelar Olimpiade, Pesertanya dari seluruh Indonesia

    • calendar_month Sab, 8 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 642
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Ajang Final Banin Olympiad of Science SD/MI Tingkat Nasional akan segera digelar secara offline Ahad (9/2) di MTs Tarbiyatul Banin Madrasah Tahfidz & Sains Boarding School, Jl. KH Hasyim Asy’ari KM 01, Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Sebelumnya, MTs Banin telah menggelar babak penyisihan secara Daring pada Kamis (6/2) lalu. Sedikitnya, […]

  • Refleksi Harlah NU ke-94 Kebangkitan Kaum Muda NU

    Refleksi Harlah NU ke-94 Kebangkitan Kaum Muda NU

    • calendar_month Sel, 11 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Harlah NU ke-94 adalah momentum strategis untuk membangkitkan spirit kaum muda NU. Sejak dipimpin Gus Dur pada tahun 1984, eskalasi pergerakan kaum muda NU mengagumkan. Gus Dur berhasil mengorbitkan kader-kader muda untuk tampil sebagai pemimpin dan aktivis NU masa depan yang kreatif, inovatif, progresif, dan kompetitif. Pencerahan pemikiran dan aksi-aksi kontroversial Gus Dur mampu membangkitkan […]

  • Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa

    Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa

    • calendar_month Kam, 19 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 458
    • 0Komentar

    Pati. Perpustakaan Darul Hadlanah mengadakan bedah buku rutin setiap tiga bulan sekali, hal tersebut dilakukan untuk menumbuhkan daya kritis para santrinya dan  menumbuhkan minat baca para santri,  bertempat di aula, pada Senin, 7/8 kemarin Bedah buku yang berjudul Zero To Hero dengan tema Mendahsyatkan pribadi biasa menjadi luar biasa” ini menjelasakan bahwa menjadi orang pintar, […]

expand_less