Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mahasiswa UIN Walisongo Insyaallah Clear dari Radikalisme.

Mahasiswa UIN Walisongo Insyaallah Clear dari Radikalisme.

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
  • visibility 3.832
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id Semarang – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono, S.I.M., M.H., mengajak mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang untuk menjaga Indonesia dari ancaman radikalisme dan terorisme. “Ancaman terorisme di dunia siber itu nyata,” katanya dalam kegiatan Penguatan Kampus Kebangsaan “Jaga Kampus Kita” di Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang melalui FKPT Jawa Tengah Tahun Anggaran 2025 di ruang Teaterikal Rektorat UIN Walosongo Semarang, Kamis (23/10/2025).

“Maka, sekali lagi, saya mengajak sekali lagi kepada semua mahasiswa UIN Walisongo untuk menjaga Indonesia dari ancaman terorisme dan radikalisme,” ajaknya.

Kepala BNPT juga menegaskan, bahwa di Indonesia secara regulatif sudah jelas tentang terorisme dan penanggulangannya. “Di berbagai negara, definisi terorisme itu beragam, tapi hanya di Indonesia yang sudah jelas diatur dalam regulasi,” lanjutnya.

Pihaknya menjelaskan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2008 bahwa definis, terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.

Untuk mendukung itu, Kepala BNPT menjelaskan bahwa tugas mahasiswa adalah Tridharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan-pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Kita adalah KKN, ada namanya Desa Siaga, ini sudah terlaksana di beberapa UIN termasuk di Cirebon. Harapannya ke depan juga kita bisa kerjasama dengan UIN Walisongo,” katanya.

Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag., dalam sambutannya di awal juga mengajak seluruh mahasiawa untuk menjaga UIN dari faham radikalisme. “Siap ya untuk jaga UIN dari radikalisme?,” ajaknya.

Rektor mengatakan, sebenarnya terorisme lahir dari cara pandang yang salah. “Sebenarnya lahirnya terorisme bisa berangkat dari teori pendidikan, yaitu cara pandang dari pengetahuan, sikap dan keterampilan atau kognifi, afeksi, dan perilaku. Kalau cara itu pandangnya moderat maka dipastikan dia moderat. Ketika cara pandang salah, sikapnya salah, dan perilakunya salah,” lanjut dia.

Berbeda cara pandang itu tidak masalah, lanjutnya, dibolehkan dalam agama, tapi kalau orang yang tidak menghargai perbedaan cara pandang akan cenderung radikal. “Cara pandang yang ekstrem itu menafikan kemanusiaan,” katanya.

Sementara itu, disaat Kepala BNPT menyampaikan paparan materi, Mitra Deradikalisasi BNPT, Firman Arifianto, S.Pd., M.H., menceritakan pengalamannya ketika dulu masuk ke jaringan radikalisme. “Saya dulu tahun 2012 salaman dan bait dengan JI yang kemarin sudah dibubarkan,” katanya.

Ia juga menceritakan, bahwa pola perekrutan kader saat itu tidak melalui kampus tapi melalui pesantren. “Zaman dulu perekrutan lewat pondok atau mahad melalui narasi-narasi konflik di Palestina, Gaza, Vietnam, Thailand, saat itu saya merasa marah dan ingin membela saudara-saudara muslim kita di sana,” lanjut dia.

Saya pernah berangkat ke Syuriah, kata dia, dan akhirnya ditangkap. Saya tidak ingin mahasiswa UIN Walisongo seperti saya. “Cukup saya saja,” kata dia.

“Semoga mahasiswa UIN Walisongo terhindar radikalisme terorisme. Sekali lagi, jangan sampai terpapar radikalisme,” lanjut dia.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradilaisasi BNPT Mayjen TNI Sudaryanto, S.E., M. Han., Direktur Pencegahan BNPT Prof. Dr. Irfan Idris, M.A., Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT Dr. Harianto, SPd., M.Pd., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Alumni UIN Walisongo Dr. H. A.Hasan Asy’ari Ulama’i, M.Ag., Dekan Fakultas Kedokteran UIN Walisongo dr.Sugeng Ibrahim, M.Biomed, AAM., Ketua FKPT Jateng Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., dosen dan 600 mahasiswa UIN Walisongo.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    PAC IPNU IPPNU Dukuhseti Gelar Lakmud, Ada Bazar dan Pertunjukan Musik

    • calendar_month Sab, 31 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 463
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- DUKUHSETI – Bertepatan dengan momentum pergantian tahun, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Dukuhseti mengadakan Latihan Kader Muda (Lakmud). Kegiatan ini digelar di SMK Manahijul Huda Ngagel, Dukuhseti, Pati, pada 29 Desember 2022 sampai 1 Januari 2023. Ketua PAC IPNU Dukuhseti, Muhammad Lailun Najih […]

  • Muhammad Hasyim Santri Pejuang Kemerdekaan

    Muhammad Hasyim Santri Pejuang Kemerdekaan

    • calendar_month Kam, 26 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 604
    • 0Komentar

    Sebagai santri yang juga putra kiyai, masyarakat biasa memanggil dengan sebutan Gus Hasyim, nama lengkap beliau adalah Muhammad Hasyim putra Mbah Mahfudh Salam Kajen (w-1944)lahir di Kajen pada tahun 1929 M. Beliau adalah putra kedua dari enam bersaudara yaitu : 1.    Hj.  Muzayyanah, istri KH Mansyur Lasem  (ibu dari Gus Qoyyum) 2.    Muhammad Hasyim 3.    […]

  • PCNU- PATI Photo by geralt

    “Wuih Kompak Amat”

    • calendar_month Sen, 7 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Oleh : M Iqbal Dawami Cerita lucu ini berawal ketika menjelang Isya beberapa warga bergegas ke masjid untuk azan. Belum lagi sampai masjid terlihat seorang pemuda dengan tampang klimis dan dihiasi jenggot sedang menyapu di lantai masjid. Azan dimulai, jamaah pun berdatangan dan siap mendirikan shalat Isya berjamaah. Sang pemuda yang tadi menyapu segera saja […]

  • LPBA Kajen Gelar Bazar untuk Sambut Haul Syeikh Mutamakkin

    LPBA Kajen Gelar Bazar untuk Sambut Haul Syeikh Mutamakkin

    • calendar_month Ming, 1 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 658
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Dalam rangka menyongsong Haul Syeikh Ahmad Mutamakkin, Lembaga Pengembangan Bahasa Arab (LPBA) Kajen menggelar bazar buku. Bazar ini dilakukan di gedung LPBA yang berada di sebelah timur makam. “LPBA memang menggelar kegiatan ini untuk menyambut haul Syeikh Mutamakkin Kajen” kata Siswanto, panitia penyelenggara saat ditemui pcnupati.or.id Minggu (1/9). Para santri sedang memilah dan memilih buku […]

  • Tingkatkan Kualitas Pendidik, LP Ma'arif NU Jateng Gandeng Unisvet Buka Jalur S1 Melalui Program RPL

    Tingkatkan Kualitas Pendidik, LP Ma’arif NU Jateng Gandeng Unisvet Buka Jalur S1 Melalui Program RPL

    • calendar_month Rab, 7 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20.328
    • 0Komentar

    *SEMARANG —* Sebagai wujud komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas kompetensi dan kualifikasi sumber daya manusia (SDM) pendidik, Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Jawa Tengah resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Ivet (Unisvet). Sinergi lintas institusi ini disahkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Yayasan Unisvet pada Rabu, 7 Oktober 2026. Langkah strategis […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Lebaran adalah Awal!

    • calendar_month Jum, 20 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.851
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Banyak orang beranggapan Lebaran Idulfitri adalah Hari Kemenangan dan akhir dari Ramadan. Nah, ini sih pandangan umum, padahal sing bener dudu ngunu kuwi. Bahkan, Lebaran dan Idulfitri itu berbeda. Apa perbedaannya? Lebaran bisa didapatkan semua orang termasuk orang yang tak berpuasa, ini wilayahnya adalah budaya dan sosial. Jika Idulfitri, tak […]

expand_less