Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Porsema XIII, Ketua PWNU Jateng: No One Left Behind

Porsema XIII, Ketua PWNU Jateng: No One Left Behind

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
  • visibility 198
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII Tahun 2025 yang berlangsung di Kabupaten Wonosobo menerapkan pendekatan inklusif.

Menurut Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani, hal itu sesuai arahan Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng, yang mana, tidak boleh ada anak yang tertinggal satupun di dalam kelas.

“Dalam Porsema XIII ini kami menerapkan pendidikan inklusif karena di dalam rangkaian lomba ada festival peserta didik berkebutuhan khusus,” kata Fakhruddin pada Rabu malam (10/9/2025) di Gedung Sasana Adipura Kencana Kabupaten Wonosobo

Terkait fasilitasi, Fakhruddin mengatakan bahwa di LP. Ma’arif NU PWNU Jateng sudah ada madrasah dan sekolah yang didampingi dalam pelaksanaan pendidikan inklusif.

“Rata-rata tiap satuan pendidikan memiliki sepuluh, dua puluh, bahkan tiga puluh PDBK (Peserta Didik Berkebutuhan Khusus). Yang kita bangun sekarang adalah membangun mindset pendidikan inklusif, sembari memfasilitasi afirmasi dan bantuan ruang sumber,” ungkap dia.

“Yang utama sebenarnya adalah ruang sumber, di mana ini menjadi ruang utama bagi PDBK, sarana prasaranya, akses jalan, toilet, dan lainnya yang mengakomodasi pendidikan inklusif ramah anak. Kemudian juga media pembelajaran untuk anak-anak tuna rungu, autis, dan lainnya sedang diupayakan terus untuk terus diperbaiki,” lanjut dia.

Dalam mendukung visi tersebut, pihaknya menggandeng sejumlah pihak, mulai dari unsur Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, psikolog, untuk mendampingi layanan PDBK dengan melibatkan pula akademisi dari UNWAHAS, UNISSULA, untuk memastikan layanan pendidikan inklusif sudah maksimal.

Di Jawa Tengah, kata Fakhruddin, sudah ada 36 madrasah yang dibentuk, mendaklarasikan diri sebagai lembaga pendidikan inklusif dan resmi mendapatkan Surat Keputusan Kementerian Agama RI.

“Kita juga punya tiga Sekolah Luar Biasa (SLB) yang menjadi pusat layanan anak disabilitas. Ada SLB Ma’arif Cilongok, SLB Ma’arif Muntilan, dan SLB Ma’arif Suruh yang menjadi ruang sumber, ruang belajar bagi madrasah-madrasah atau sekolah yang ingin mengembangkan pendidikan inklusif,” terang dia.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), mengatakan bahwa prinsip yang diterapkan adalah no one left behind.

“Kita memegang teguh prinsip no one left behind, berarti tidak ada yang tertinggal. Kita (PWNU Jateng), di Jawa Tengah mempunyai konsen dan perhatian pada ABK (anak berkebutuhan khusus). Di dalam Porsema ini, ABK juga difasilitasi melalui Festival PDBK,” tutur dia.

Terkait PDBK, telah mendapatkan penghargaan dari pemerintah daerah, PWNU Jawa Tengah, dan dari LP. Ma’arif NU PWNU Jateng sendiri.

“Melihat anak berkebutuhan khusus atau peserta didik berkebutuhan khusus, menangani mereka adalah panggilan kemanusiaan. Prinsipnya no one left behind di dalam pendidikan, dan no one left behind di dalam kompetisi-kompetisi yang sifatnya multiskills. Jadi PDBK itu selalu mendapatkan tempat dan penghargaan di LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah,” terang dia.

“Banyak peran dan kiprah LP. Ma’arif NU PWNU Jateng dalam pendidikan. Sudah banyak pelatihan digelar, memang belum seratus persen. Namun, pendampingan untuk menyuntikkan kesadaran terhadap PDBK sudah banyak dilakukan,” lanjut dia. (Angga/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhammad Hasyim Santri Pejuang Kemerdekaan

    Muhammad Hasyim Santri Pejuang Kemerdekaan

    • calendar_month Kam, 26 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Sebagai santri yang juga putra kiyai, masyarakat biasa memanggil dengan sebutan Gus Hasyim, nama lengkap beliau adalah Muhammad Hasyim putra Mbah Mahfudh Salam Kajen (w-1944)lahir di Kajen pada tahun 1929 M. Beliau adalah putra kedua dari enam bersaudara yaitu : 1.    Hj.  Muzayyanah, istri KH Mansyur Lasem  (ibu dari Gus Qoyyum) 2.    Muhammad Hasyim 3.    […]

  • PKPNU 2025 Tinggal Menghitung Hari, Sekretaris PCNU: Sudah Siap!

    PKPNU 2025 Tinggal Menghitung Hari, Sekretaris PCNU: Sudah Siap!

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.272
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Pelaksanaan kegiatan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKP-NU) Kabupaten Pati tinggal menghitung hari. Kecamatan Gembong menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan acara tersebut. Rencananya, PKP NU tahun 2025 ini akan diselenggarakan di ponpes Raudlatul Falah dan Pondok Thoriqoh Tanwirul Qulub, Bermi, Gembong Pati mulai 31 Oktober hingga 2 Nopember 2025. Dedi Syarif, Sekretaris […]

  • Islam Agama Nurani. Photo by Mubashir Ahmet on Unsplash.

    Islam Agama Nurani

    • calendar_month Kam, 29 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Malam takbir Idul Qurban mengingatkan pelajaran Fiqih di madrasah tempo dulu. Seorang guru menjelaskan binatang yang sah digunakan qurban, di antaranya, genap usianya dan tidak cacat fisik. Step berikutnya, kalau bisa ya yang jantan, berbadan besar dan lain sebagainya. Intinya, carilah binatang terbaik di kelasnya. Kalau domba ya domba terbaik, kalau […]

  • Pendidikan Karakter Berbasis Tradisi Pesantren

    Pendidikan Karakter Berbasis Tradisi Pesantren

    • calendar_month Jum, 5 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Pati. Serangkaian acara kegiatan Konferensi Cabang IPNU dan IPPNU salah satunya yaitu bedah buku bertajuk Pendidikan Karakter Berbasis Tradisi Pesantren, dengan menghadirkan dua narasumber Abdullah Hamid Pengurus IPNU Wilayah Jawa Tengah dan Farid Abbad Sekretari Lakpesdam NU Pati, 29/4 kemarin. Sudah tak diragukan lagi bahwa pesantren memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan pendidikan. Apalagi dilihat secara […]

  • PENGUATAN KADER, PENDIDIK SEBAYA  (LELAKI BERESIKO TINGGI DAN PEKERJA SEKS) HIV&AIDS.

    PENGUATAN KADER, PENDIDIK SEBAYA (LELAKI BERESIKO TINGGI DAN PEKERJA SEKS) HIV&AIDS.

    • calendar_month Sel, 27 Okt 2015
    • account_circle admin
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Peran dan keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan Progam Pencegahan dan Penanggulangan  HIV& AIDS di Kabupaten Pati secara promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative yang berkesinambungan dapat mempertajam kepekaan dan tindakan terhadap kasus HIV-AIDS sejak dini oleh masyarakat . Menindaklanjuti hal tersebut diatas KPA Kabupaten Pati mengoptimalkan  koordinasi  penguatan progam pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS KPA Kab. Pati dengan […]

  • PCNU-PATI Photo by Yue WU

    Ini Tentang Disiplin, Bukan Siksa

    • calendar_month Sel, 10 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Oleh : Irna Maifatur Rohmah Dewasa ini, suatu tindakan yang dahulu wajar-wajar saja kini gampang sekali diperkarakan dan dipermasalahkan. Apalagi di dunia pendidikan, keluhan dari guru terkait kebiasaan anak yang terlalu manja membuat ruang gerak guru terbatas. Mau bertindak tapi dibayang-bayangi tindakan hukum. Padahal itu wajar saja untuk mendidik anak agar bisa memanajemen apa yang […]

expand_less