Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tim KKN Antasena Ipmafa Latih Ibu-Ibu di Tambahagung Tambakromo Bikin Inovasi

Tim KKN Antasena Ipmafa Latih Ibu-Ibu di Tambahagung Tambakromo Bikin Inovasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
  • visibility 167
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Siapa sangka, nasi yang biasanya tersisa di dapur ternyata bisa dibuat camilan yang gurih dan lezat untuk keluarga di rumah. Seperti yang dilakukan oleh ibu-ibu muslimat di Dukuh Jajar, Desa Tambahagung, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, pada Rabu (27/8/2025).

Mereka tampak antusias membuat cireng didampingi Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Antasena Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa).

Penanggung jawab kegiatan, Rofi’, mengatakan bahwa pihaknya melakukan pendampingan dengan tujuan menumbuhkan kreativitas ibu-ibu dalam mengolah makanan dari bahan yang murah dan mudah didapat.

“Kami ingin menularkan salah satu inovasi camilan dapur. Sekalian kami ajak praktik membuat cireng secara langsung di tempat pelatihan, supaya bisa dinikmati bersama nantinya,” kata dia.

Pihaknya berharap, kegiatan ini dapat memberi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berinovasi, khususnya dalam memanfaatkan bahan sederhana yang ada di sekitar.

“Dari dapur rumah, kita bisa menghasilkan kreativitas yang bermanfaat untuk keluarga maupun peluang usaha kecil,” ungkap Rofi’.

Ia menjelaskan, kegiatan ini lebih dari sekadar belajar memasak, melainkan juga menjadi ruang untuk mempererat ikatan sosial antarwarga. Menurut dia, di tengah kesibukan sehari-hari, kebersamaan dalam suasana sederhana semacam ini menghadirkan rasa hangat yang jarang ditemui.

“Inovasi dapur ternyata bukan hanya soal makanan, tetapi juga soal menumbuhkan semangat gotong royong dan saling berbagi,” tutur dia.

Salah satu warga, Sumini, mengatakan bahwa dirinya beserta peserta lain sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Menurutnya warga sangat senang mendapat inovasi baru dalam membuat camilan.

“Awalnya saya agak heran, emangnya bisa bikin cireng pakai nasi?, setelah lihat cara pembuatannya saya jadi paham,” ujar dia.

“Kalau anak-anak minta jajan sore, saya bisa bikin sendiri di rumah, jadi lebih hemat dan sehat,” imbuh dia.

Adapun cireng tersebut dibuat menggunakan adonan nasi dan tepung terigu, kemudian digoreng. Setelah matang, Tim KKN beserta peserta pelatihan yang bertempat di rumah Mulat, bersama-sama menikmati cireng tersebut.

Penulis : Tim KKN Antasena Ipmaf

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5000 Banser Ikuti Pembaretan dalam Acara Selametan Bumi Pesantenan

    5000 Banser Ikuti Pembaretan dalam Acara Selametan Bumi Pesantenan

    • calendar_month Sab, 21 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 130
    • 0Komentar

    PATI-Ribuan warga Pati memadati Stadion Joyo Kusumo, Jumat (20/9) malam tadi. Lima ribu diantaranya adalah para anggota Banser (Barisan Ansor Serba Guna) dari seluruh Satkoryon yang ada di Kabupaten Pati. Kehadiran mereka ialah untuk mengikuti acara Selametan Bumi Pesantenan dan pembaretan 5000 Banser. KH. Agus Ali Masyhuri (memakai jas) dalam acara Selametan Bumi Pesantenan dan […]

  • PCNU- PATI Photo by Maurits Bausenhart

    Ngumbah Godhong Gedang

    • calendar_month Kam, 9 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Malam Nisfu Sya’ban, malam spesial bagi sebagian kalangan Muslim. Banyak argumen temtang letak keistimewaannya hingga amalan khusus untuk menyambutnya. Tentunya ada lusinan pro dan kontra dalam cara merayakannya, terutama dari golongan islam konservatif yang patok bangkrong hanya melihat ayat dan hadits.  Di kalangan masyarakat Lereng Muria, memedomani bahwa beberapa malam sebelum […]

  • PCNU - PATI

    Dari NU Untuk Kebangkitan Bangsa

    • calendar_month Sab, 16 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 141
    • 0Komentar

    NU (Nahdlatul Ulama), dikenal sebagai organisasi yang berhaluan“tradisional” yang dilawankan dengan “modernis”. Disebut demikian, karena NUmemang bertujuan untuk mempertahankan atau memelihara tradisi Islam yangdisebut paham “ahlussunnah wa al jamaah” (aswaja). Tradisi ini sebenarnya adalahsebuah konsensus besar di bidang teologi dan fikih. Di bidang teologi, NU mengikutialiran kalam Asyariah dan Maturidiyah. Di bidang fikih, mengikuti empat […]

  • Foto Karya Ketua LTNNU Pati Dipamerkan di Lasem

    Foto Karya Ketua LTNNU Pati Dipamerkan di Lasem

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.545
    • 0Komentar

      LASEM – Sebanyak 123 karya fotografi dipamerkan di Pendopo Masjid Jami’ Lasem dan Rumah Nyonya (Kompleks Rumah Merah Lasem), Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, pada 18-25 Oktober 2025. Pameran foto jurnalistik bertajuk Santri Volume 2 ini digelar oleh Perum LKBN Antara yang berkolaborasi dengan Yayasan Lasem Heritage, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Semarang, Museum Islam Nusantara, […]

  • PCNU-PATI

    IPMAFA Bersholawat Dipadati Ribuan Zahir Mania

    • calendar_month Kam, 29 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 118
    • 0Komentar

    IPMAFA Bersholawat sukses digelar pada Selasa, 23 September 2022 di Halaman Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) dan berhasil menyedot kedatangan Zahir Mania dari Pati dan sekitarnya. Gema bersholawat yang digelar dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW dan Dies Natalis IPMAFA tersebut menghadirkan Habib Ali Zainal Abidin Bin Segaf Assegaf dan Majelis Az-Zahir dari Pekalongan. Rektor […]

  • Puncak Acara Haul Mbah Ronggo Kusumo Jatuh Kamis (10/10)

    Puncak Acara Haul Mbah Ronggo Kusumo Jatuh Kamis (10/10)

    • calendar_month Rab, 9 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 155
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Malam ini, Rabu (9/10) sedang berlangsung pengajian umum dan selawat bersama dalam rangka Haul Syekh Ronggo Kusumo. Haul yang sejatinya dilaksanakan setiap tanggal 10 Shafar dalam kalender hijriyah ini memperoleh antusiasme masyarakat luas. Memang tidak se ramai haul Syeh Ahmad Mutamakkin, namun tetap saja, ribuan warga tidak mau ketinggalan untuk turut hadir dalam agenda yang […]

expand_less