Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Melestarikan Tradisi Lebaran Idulfitri

Melestarikan Tradisi Lebaran Idulfitri

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 10 Apr 2024
  • visibility 199
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda

Jika mendiskusikan tradisi Lebaran Idulfitri memang tidak ada habisnya. Tidak ada selesainya. Tidak habis dituliskan di NU Online Pati ini. Sebab, manusia Islam Indonesia sangat kultural, metaforis, dan suka akan hal-hal mistisisme yang oleh orang barat disebut klenik, mistis, dan bahkan orang kanan menyebutnya bidah.

Saya tidak akan membicarakan hal itu. Namun, saya hanya akan membincang tradisi-tradisi Lebaran Idulfitri yang enigmatis dan religius. Lebaran Idulfitri menjadi momen yang paling dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Lebaran tidak hanya sekadar perayaan agama, tetapi juga sebuah peristiwa sosial yang menghubungkan individu dengan keluarga, teman, dan masyarakat luas.

Tradisi-tradisi yang mengiringi perayaan ini telah berkembang selama berabad-abad, membentuk bagian integral dari warisan budaya bangsa-bangsa Islam. Namun, di era modern yang terus berubah, pelestarian tradisi Lebaran menjadi semakin penting untuk memastikan bahwa kekayaan budaya ini tetap hidup dan diteruskan kepada generasi mendatang.

Tradisi-Tradisi Lebaran

Saya membagi tradisi Lebaran Idulfitri ini ke dalam tiga aspek, yaitu sebelum, saat, dan setelah. Sebelum Lebaran Idulfitri, biasanya kita melakukan sejumlah praktik tradisi, dimulai dari nyadran, ziarah kubur ke para waliyullah, orang tua, sanak saudara, dan orang-orang terdekat. Selain itu, biasanya di daerah Pati ada tradisi Nuzulul Quran, pengajian, Lailatul Qadar, megengan, takbiran, takbir keliling, dan bentuk lain.

Selanjutnya ketika Lebaran Idulfitri pastinya ada salat id bersama, kondangan di masjid/musala, ziarah ke keluarga yang sudah meninggal dunia, ziarah ke pendiri desa, sowan atau unjung-unjung ke para kiai, guru, keluarga, sahabat, dalam rangka meminta maaf. Biasanya juga tasyakuran bersama melalui kondangan bersama di masjid/musala, desa, gang-gang RT, dan lain sebagainya.

Setelah Idulfitri, biasanya ada tradisi lomban kupatan, kupatan, atau bodo kupat, reuni, pengajian, dan tradisi lain sesuai pengetahuan lokal (local knowledge), kecerdasan lokal (local genius), dan kearifan lokal (local wisdom) daerahnya masing-masing.

Pelestarian Tradisi Lebaran

Tradisi Lebaran Idulfitri tidak hanya memperkaya kehidupan spiritual dan sosial individu, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang mendasar. Momen ini menjadi waktu untuk memaafkan, berbagi kebahagiaan, serta merajut kembali tali silaturahmi yang mungkin terputus. Di tengah arus modernisasi dan globalisasi, pelestarian tradisi Lebaran adalah upaya untuk mempertahankan identitas budaya yang unik dan mendalam.

Pertama, mengenalkan tradisi kepada generasi muda, pelajar, anak-anak. Generasi muda merupakan kunci utama dalam pelestarian tradisi. Melalui pendidikan yang tepat dan partisipasi aktif dalam perayaan Lebaran Idulfitri, nilai-nilai budaya dan spiritual dapat ditransmisikan kepada mereka.

Kedua, mempraktikkan adab dan etika lebaran. Tradisi Lebaran Idulfitri juga mencakup berbagai adab dan etika yang harus dipraktikkan, seperti meminta maaf kepada orang tua, tetua, dan sesama, serta memberikan sedekah kepada yang membutuhkan. Menghidupkan kembali praktik-praktik ini membantu mempertahankan esensi Lebaran Idulfitri.

Ketiga, penggunaan teknologi dengan bijak. Teknologi modern dapat menjadi alat yang berguna dalam memperluas jangkauan tradisi Lebaran Idulfitri, tetapi juga dapat mengancam keaslian dan keintiman pengalaman tersebut. Oleh karena itu, penggunaan teknologi dalam merayakan Lebaran harus dilakukan dengan bijak.

Keempat, mempromosikan keragaman budaya. Setiap daerah memiliki ciri khas dan tradisi unik dalam merayakan Lebaran Idulfitri. Pati dengan Blora, Rembang, Grobogan, Jepara saja pasti berbeda. Pati daerah Utara dengan Pati daerah Selatan juga pasti berbeda meski satu kabupaten. Dengan mempromosikan dan menghargai keragaman budaya ini, kita dapat memperkaya pengalaman Lebaran serta memperkuat ikatan antarwarga negara.

Pelestarian tradisi Lebaran Idulfitri bukanlah sekadar tentang mempertahankan warisan budaya masa lalu, tetapi juga tentang memperkuat identitas kolektif dan mempromosikan harmoni sosial. Di tengah perubahan sosial yang cepat, menjaga tradisi Lebaran Idulfitri mengingatkan kita akan nilai-nilai yang lebih besar dari kehidupan manusia, seperti kasih sayang, toleransi, dan kebersamaan.

Lebaran Idulfitri menjadi waktu untuk bersyukur, memaafkan, dan berbagi. Dengan melestarikan tradisi ini, kita tidak hanya menyelamatkan warisan budaya, tetapi juga membangun masyarakat yang lebih kuat dan berdaya. Sehingga, mari kita jaga tradisi Lebaran dengan penuh kebanggaan dan komitmen, agar pesan damai dan kasih sayang yang terkandung di dalamnya dapat terus berlanjut dari generasi ke generasi. Amin.

*Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., penulis lahir di Pati, 17 Juni. Saat ini menjadi dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2018-2023, Pengurus LTN NU PCNU Kabupaten Temanggung 2019-2024, Kabid Media, Hukum, dan Humas Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2020-sekarang, aktif menjadi reviewer 19 jurnal internasional terindeks Scopus, reviewer 9 jurnal internasional, editor dan reviewer 25 jurnal nasional.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dindikpora Dapuk Dosen INISNU Temanggung Jadi Juri Jambore Pemuda

    Dindikpora Dapuk Dosen INISNU Temanggung Jadi Juri Jambore Pemuda

    • calendar_month Jum, 28 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Temanggung – Dalam rangka pengiriman peserta pada Jambore Pemuda Jawa Tengah Tahun 2023 dengan tema “Semangat Muda Dalam Menjaga dan Melestarikan Budaya dan Keunggulan Daerah” yang akan dilaksanakan di Kota Surakarta pada tanggal 18 sampai 21 September 2023 mendatang, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Temanggung mengadakan rapat koordinasi dewan juri dalam rangkaian seleksi […]

  • PCNU - PATI Photo by Madrosah Sunnah

    Shodaqohnya WTS

    • calendar_month Ming, 26 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Seandainya WTS tersebut shodaqoh kepada faqir miskin atau masjid, sah atau tidakkah shodaqohnya ? Jawaban : Shodaqohnya tidak sah, karena syarat sahnya shodaqoh adalah halalnya harta yang disedekahkan. Referensi : Mau`idhot al-mu`minîn, Juz. 2 hal. 365 Faidl al-qodîr, Juz. 6 hal. 511 Bughyat al-mustarsyidîn, hal. 158-159

  • PCNU-PATI

    Spiritualitas Ramadan

    • calendar_month Sel, 19 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Ramadan, bulan suci dalam agama Islam merupakan periode yang penuh berkah, refleksi, dan kesempatan untuk memperdalam hubungan spiritual dengan Allah SWT. Selama bulan Ramadan, umat Islam di seluruh dunia berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam, menahan diri dari makanan, minuman, misuh-misuh, gibah, dan perilaku tertentu sebagai bentuk penghormatan kepada Allah dan pengendalian […]

  • PC IPNU IPPNU Pati Serius Kawal Kaderisasi

    PC IPNU IPPNU Pati Serius Kawal Kaderisasi

    • calendar_month Jum, 4 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 204
    • 0Komentar

      Salah satu prosesi dalam kaderisasi IPNU IPPNU PATI – Masna Zakiyyatus Salwa, Ketua PC IPNU Pati mengungkapakan, bahwa Nahdlatul Ulama (NU) telah memberikan amanah besar kepada IPNU IPPNU untuk mengembangkan kaderisasi. Hal ini karena tumbuh berkembangnya NU berada ditangan pengkaderan pertama yaitu dari banom IPNU IPPNU. “Amanah serius ini yang selalu membuat segenap pengurus […]

  • ASWAJA FEST 2025: Lomba Hafalan Bacaan Tahlil dan Tarqiyah MTs/SMP LP Ma’arif NU Kabupaten Temanggung Sukses Digelar

    ASWAJA FEST 2025: Lomba Hafalan Bacaan Tahlil dan Tarqiyah MTs/SMP LP Ma’arif NU Kabupaten Temanggung Sukses Digelar

    • calendar_month Sen, 23 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 168
    • 0Komentar

      Temanggung – MTs Integrasi Al Hudlori Kebonsari Temanggung menjadi tuan rumah Lomba Hafalan Bacaan Tahlil dan Tarqiyah tingkat MTs dan SMP di bawah naungan LP Ma’arif NU Kabupaten Temanggung. Kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan semangat keagamaan serta melestarikan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah di kalangan pelajar. Acara berlangsung pada Kamis, 19 Juni […]

  • Adzan Dua Kali Menjelang Sholat Jum’at

    Adzan Dua Kali Menjelang Sholat Jum’at

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2014
    • account_circle admin
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Adzan Dua Kali Menjelang Shalat Jum’at Pada awalnya untuk menandai datangnya shalat Jum’at dikumandangkan adzan satu kali, yaitu ketika khatib sedang duduk di mimbar. Praktek demikian berlangsung sejak jaman Rasulullah hingga Khalifah Umar bin Al Khatthab. Kemudian saat menjabat khalifah, Utsman bin Affan menambahkan satu adzan yaitu sesaat sebelum khatib naik mimbar. Hal itu dia […]

expand_less