Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Banjir di Bulan Ramadhan

Banjir di Bulan Ramadhan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 18 Mar 2024
  • visibility 391
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Bulan Ramadhan selalu disambut dengan sukacita oleh umat Islam di seluruh dunia. Bulan penuh berkah ini menjadi momen untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, melalui ibadah puasa, shalat tarawih, dan berbagai amalan baik lainnya. Namun, tak jarang ujian dan cobaan datang di saat-saat seperti ini, seperti musibah banjir yang kerap kali terjadi di beberapa daerah—termasuk Kabupaten Pati.

Di tengah kesibukan beribadah, tiba-tiba hujan deras mengguyur tanpa henti. Sungai-sungai mulai meluap, air perlahan-lahan merendam jalanan, merangsek masuk ke rumah-rumah penduduk. Kehidupan yang biasanya penuh dengan kegembiraan Ramadhan, kini bercampur dengan kekhawatiran dan ketidakpastian akibat banjir.

Kita bayangkan, para kepala keluarga berjuang keras untuk menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan. Barang-barang penting dinaikkan ke tempat yang lebih tinggi. Sementara itu, ibu-ibu berusaha menjaga ketenangan anak-anak mereka, meski di dalam hati mereka sendiri penuh dengan kecemasan.

Masyarakat sekitar pun mulai bahu-membahu. Mesjid boleh jadi yang biasanya ramai dengan jamaah tarawih, kini dijadikan tempat penampungan sementara bagi mereka yang terkena dampak banjir. Solidaritas sosial begitu terasa, dimana semua lapisan masyarakat, tanpa memandang status sosial, bersama-sama membantu satu sama lain.

Di saat-saat seperti inilah, esensi dari bulan Ramadhan teruji. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang empati, kepedulian, dan saling membantu. Bencana banjir di bulan suci ini mengajarkan arti dari kesabaran dan kebersamaan.

Kerja keras para relawan juga tidak terlupakan. Mereka datang dari berbagai penjuru, membawa bantuan berupa makanan, pakaian, dan kebutuhan pokok lainnya. Bahkan di tengah keterbatasan, mereka tetap berusaha menyediakan makanan untuk berbuka dan sahur bagi para korban banjir.

Pemerintah setempat pun bergerak cepat, mengkoordinasikan bantuan dan evakuasi. Meskipun terkadang terdapat kendala di lapangan, upaya untuk meringankan beban masyarakat terus dilakukan. Setiap langkah yang diambil merupakan manifestasi dari tanggung jawab sosial dan kemanusiaan.

Tentunya, musibah banjir di bulan Ramadhan ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya persiapan dan mitigasi bencana. Tidak hanya dari segi infrastruktur, tetapi juga kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Namun, di balik semua kesulitan tersebut, ada hikmah yang bisa diambil. Kesadaran untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan, dan pentingnya menjaga lingkungan untuk mencegah bencana serupa di masa yang akan datang.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Sitiluhur Gelar Kampoeng Ramadhan

    GP Ansor Sitiluhur Gelar Kampoeng Ramadhan

    • calendar_month Ming, 2 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 418
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Gerakan Pemuda Ansor Ranting Sitiluhur, terus berupaya melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam memberikan manfaat di tengah-tengah masyarakat. Seperti halnya dalam menyambut Ramadan tahun ini, GP Ansor  bersama pemuda Sitiluhur menggelar “Kampoeng Ramadhan”. Kegiatan ini dibuka pada Ahad (2/3/2025) sore di Dukuh Boro, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Pati. Turut hadir dalam pembukaan itu Ketua PAC […]

  • Heboh, 12 Pimpinan Ranting Plus 2 Anak Rantong Fatayat NU Dilantik

    Heboh, 12 Pimpinan Ranting Plus 2 Anak Rantong Fatayat NU Dilantik

    • calendar_month Ming, 31 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Ketua PC Fatayat NU, Asmonah (pegang kertas) sedang melantik para Pengurus 12 Ranting dan 2 Pengurus Anak Ranting Fatayat NU yang ada di Kecamatan Trangkil  TRANGKIL – PAC Fatayat NU Trangkil baru melangsungkan pelantikan Pimpinan Ranting (PR). Tak hanya satu, namun 12 PR Fatayat NU dilantik dalam satu majelis pada Jumat (29/10) lalu. Jumlah tersebut […]

  • Puasa Mutih dan Patigeni

    Puasa Mutih dan Patigeni

    • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 3.425
    • 0Komentar

    Seorang kyai memberikan ijazah/amalan yang berupa puasa mutih (makan nasi saja) selama tujuh hari yang diakhiri dengan pati geni (tidak makan dan tidak minum dan tidak tidur) mulai maghrib sampai maghrib yang akan datang. Pertanyaan : Bolehkah amalan tersebut menurut kacamata fiqih ?   Jawaban : Boleh apabila tidak ada niat wishol dan amalan tersebut […]

  • Ranting IPNU IPPNU Alasdowo Tanam 500 Bibit Tanaman

    Ranting IPNU IPPNU Alasdowo Tanam 500 Bibit Tanaman

    • calendar_month Sen, 4 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 597
    • 0Komentar

    Para pengurus IPNU dan IPPNU jelang penananman bibit tanaman DUKUHSETI – PR IPNU IPPNU Desa Alasdowo sukses menggelar progam penghijauan desa, Minggu (3/10). Kegiatan tersebut terlaksana atas kerjasama dengan mahasiswa IAIN Kudus. Penghijauan tersebut dilakukan di beberapa titik. Diantaranya, di lapangan desa, kantor balai desa, puskesmas kecamatan dan di tepian sungai. Kegiatan dilakukan dengan menanam […]

  • PCNU-PATI

    Belahan Jiwa Al-Musthafa

    • calendar_month Sen, 30 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 1.218
    • 0Komentar

    Fatimah al-Zahra, adalah putri bungsu Rasulullah SAW. Ia adalah satu-satunya putri Rasulullah SAW yang memiliki anak keturunan. Tiga kakak perempuannya, Zainab, Ruqayyah, dan Ummu Kultsum, tidak mempunyai anak, Dari Rahim Fatimah, lahir Hasan dan Husain, cucu tersayang Rasulullah SAW. Karena itu pula, Fatimah sangat dicintai dan amat disayang Rasulullah SAW, sebab ia menjadi penerus garis […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Perempuan Dalam Tradisi Pesantren. Photo by Mufid Majnun on Usnplash.

    Perempuan dalam Tradisi Pesantren

    • calendar_month Ming, 17 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Tradisi pesantren selama ini yang kita kenal mempunyai kehidupan yang diwarnai dengan norma-norma ajaran Islam. Di mana ajaran Islam ini menekankan pada sikap patuh dan tawadlu’ kepada pengasuh pesantren (kiai). Seperti yang dijelaskan oleh Zamakhsyari Dhofir dalam bukunya, Tradisi Pesantren, sikap patuh dan tawadlu’ ini bisa terbentuk. Hal ini tidak lepas setiap harinya di lingkngan […]

expand_less