Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » LPS Cendekia Mahida Ngagel Adakan Seminar Pendidikan Jurnalistik di Era Digital

LPS Cendekia Mahida Ngagel Adakan Seminar Pendidikan Jurnalistik di Era Digital

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 12 Feb 2024
  • visibility 476
  • comment 0 komentar
Pcnupati.or.id.-  Lembaga Pers Siswa (LPS) Cendekia Madrasah Aliyah Manahijul Huda (Mahida), Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, mengadakan seminar jurnalistik tepat di Hari Pers Nasional (HPN) 2024. Kegiatan ini berlangsung di Aula Madrasah setempat pada Jumat (9/2/24) siang kemarin.
Adapun tema yang diangkat dalam seminar tersebut adalah “Pendidikan Jurnalistik di Era Digital”. LPS Cendekia menghadirkan narasumber dari Media Online Wartaphoto.net.
Seluruh anggota LPS Cendekia, pembina dan koordinator ekstrakurikuler turut hadir dalam seminar ini.
Koordinator ekstrakurikuler, Nur Khoiruddin, mengatakan bahwa seminar ini sangat penting untuk dilakukan. Ia berharap anak didiknya ke depan bisa menjadi seorang jurnalis yang profesional.
“Apalagi kalian belajar bersama wartawan. Di tengah maraknya dunia digital, saya harap kalian bisa mengambil banyak ilmu di sini,” kata dia di hadapan para anggota LPS Cendekia.
Sementara itu Nadilla, pembina LPS Cendekia menyebut jika pendidikan jurnalistik di era digital sangatlah penting.
“Harapan melalui kegiatan tersebut akan adanya penguatan jurnalis kita agar siap mengikuti era digital sekarang. Karena melihat bahwa sekarang adalah jaman yang sudah serba bisa,” ujar dia.
Menurut dia, tak hanya dituntut untuk mengikuti era digital saat ini, tapi seorang jurnalis juga harus paham tentang kode etiknya. Sebagaimana yang ia ketahui, saat ini banyak orang yang bisa memberikan informasi lewat media, akan tetapi mereka mengabaikan aturan atau kode etik dalam bermedia.
Direktur Wartaphoto, Rif’an Zaenal Ehwan, mengisi langsung seminar tersebut. Pada kesempatan itu, ia memberikan motivasi dan juga saran-saran mengenai jurnalistik kepada para siswa. Salah satunya adalah mengenai penggunaan Artificial Intelligence (AI) yang dapat membantu jurnalistik bekerja dengan cepat.
“Para siswa anggota LPS Cendekia Mahida kami beri materi terkait pengetahuan dalam penyajian berita yang baik dan benar. Selain itu, di era gempuran AI, kami tetap menyarankan agar adik-adik Pers siswa ini tetap mengasah skill menulis untuk belajar dengan kritis dan analisis,” kata Rif’an usai mengisi seminar.
“Saya melihat AI berfungsi lebih sebagai asisten daripada menggantikan manusia sepenuhnya. Tenaga kerja manusia tetap penting dalam pengembangan, pengawasan, dan pemanfaatan teknologi,” lanjut pria yang juga merupakan sekretaris II Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pati ini.
Ia menambahkan, peran dan kekuatan kunci yang harus dimiliki jurnalis di tengah teknologi AI, di antaranya adalah pemahamam kontekstual, berfikir kritis dan analisis, kreatifitas, orisinalitas, serta pengambilan keputusan etis. (Lps Cendekia/Angga/LTN).
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mandi dan Memakai Wangi-Wangian, ketika Khotib Sudah Khotbah

    Mandi dan Memakai Wangi-Wangian, ketika Khotib Sudah Khotbah

    • calendar_month Jum, 13 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 433
    • 0Komentar

      Pertanyaan : Bagaimana hukumnya mandi dan memakai wangi-wangian, ketika khotib sudah mulai khotbah (Jum`at)?   Jawaban :Hukumnya mandi dan memakai wangi-wangian tetap disunnahkan, apabila aman dari tafwit al-jum`ah (menghabiskan waktu jum`ah).   Referensi : & Nihâyat az-Zain, hal. 142 & Muhadzdzab, vol. 1 hal. 113 & As-syarwâni, vol. 2 hal. 465 & Tausyîh, hal. […]

  • Membumikan Green Ramadan

    Membumikan Green Ramadan

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 828
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Kemarin, saya menulis Ramadan Ramah Lingkungan. Tulisan ini sebenarnya lanjutan dari ide pokoknya. Ramadan sebagai bulan yang penuh berkah, di mana umat Islam berpuasa sebagai bentuk ibadah, refleksi diri, dan peningkatan spiritualitas harus diwujudkan serratus persen. Namun, di balik ibadah yang mulia, ada tantangan besar yang harus dihadapi, yaitu bagaimana menjaga keseimbangan […]

  • PWNU Jateng Berangkatkan 22 Relawan Kemanusiaan Tahap Pertama ke Aceh

    PWNU Jateng Berangkatkan 22 Relawan Kemanusiaan Tahap Pertama ke Aceh

    • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.097
    • 0Komentar

    JAWA TENGAH – Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh, melepas keberangkatan rombongan relawan NU Peduli Jawa Tengah menuju Aceh pada Sabtu (10/1/2026). Bertempat di Gedung PWNU Jateng, pelepasan ini menandai dimulainya misi kemanusiaan tahap pertama yang melibatkan 22 relawan pilihan dari berbagai daerah di Jawa Tengah. ​Sebelum bertolak ke […]

  • Ratusan Kader IPPNU Ikuti Sosialisasi Pengawasan Pemilu

    Ratusan Kader IPPNU Ikuti Sosialisasi Pengawasan Pemilu

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 354
    • 0Komentar

    PATI-Pemilu 2024 memang masih jauh. Namun, persiapan deni persiapan telah dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya adalah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)  yang mulai getol mengampanyekan Pemilu sehat dan Bermartabat. Para peserta sosialisasi Pengawasan Pemilu 2024 berpose bersama pimpinan dan staf Bawaslu Pati. Semua peserta merupakan aktivis IPPNU dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pati.  Setrlah program […]

  • Kunci Langgengnya Ikatan Pernikahan

    Kunci Langgengnya Ikatan Pernikahan

    • calendar_month Sel, 14 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 504
    • 0Komentar

    Oleh : Angga Saputra Pcnupati.or.id. – Angka perceraian di Pati tergolong tinggi. Berdasarkan data Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Pati,  terdapat 2.247 kasus selama tahun 2024. Angka perceraian tersebut didominasi oleh cerai gugat (diajukan istri) daripada cerai talak (diajukan suami). Rinciannya, cerai talak 538 kasus dan cerai gugat sebanyak 1.709 kasus. Adapun penyebab perceraian dikarenakan beberapa […]

  • PCNU-PATI

    Empat Ibu Pengajian

    • calendar_month Sen, 10 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Empat ibu pengajian duduk sambil ngerumpi. Mereka sedang asyik saling membangga-banggakan anaknya masing-masing. Ibu pertama berkata, “Tahu tidak, anak saya sekarang sudah jadi ustad. Kalau dia masuk ruangan, orang akan menyapa, ‘Assalamu’alaikum, selamat pagi, Ustad.’” Tak mau ketinggalan ibu kedua berkata, “Yah baru ustad, anak saya adalah seorang kyai. Orang-orang […]

expand_less