Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mustasyar PCNU Pati KH Abdul Mujib Sholeh Tutup Usia

Mustasyar PCNU Pati KH Abdul Mujib Sholeh Tutup Usia

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 26 Jan 2024
  • visibility 258
  • comment 0 komentar
 Pcnupati,or.id- PATI – Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pati, Abdul Mujib Sholeh, tutup usia, Kamis (25/1/2024) malam. Almarhum dimakamkan di kompleks pemakaman Madrasah Miftahul Huda (MMH) Tayu, Jumat (26/1/2024).
Ribuan pelayat pun berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati ini.
Sejumlah tokoh tampak hadir dalam pemakaman KH Abdul Mujib Sholeh. Seperti Rais Syuriyah PBNU KH Aniq Muhammadun, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pati KH Ahmad Khoiron, hingga Mantan Bupati Pati Haryanto.
Menantu Almarhum, Wifkil Hana mengatakan, KH Abdul Mujib Sholeh meninggal pada Kamis malam. Ia pun mengaku kaget mendengar kabar duka ini. Sebab, sepekan sebelum meninggal, Almarhum masih memimpin pengajian rutinan.
“Sepekan sebelumnya masih ngaji rutinan,” kata dia saat ditemui di rumah duka.
Sementara mantan Bupati Pati, Haryanto, mengaku bahwa dirinya sangat terkesan dengan perjuangan KH Abdul Mujib Sholeh. Menurut Haryanto, Almarhum adalah orang yang sangat baik.
”Beliau menjadi Ketua MUI cukup lama. Meskipun usianya sepuh, beliau rajin sekali. Meskipun ada acara malam atau pagi, beliau selalu hadir. Beliau juga memberikan petuah-petuah untuk kehidupan beragama, sehingga Kabupaten Pati merasa kehilangan,” tutur Haryanto.
Haryanto berharap setelah berpulangnya KH Abdul Mujib Sholeh, muncul ulama lainnya yang bisa berperan seperti Almarhum. Baik di bidang agama, pendidikan, dan masyarakat.
”Saya merasa sangat kehilangan. Mudah-mudahan akan muncul pengganti beliau untuk perkembangan agama di Kabupaten Pati,” ucap dia.
Haryanto menceritakan, KH Abdul Mujib Sholeh sangat aktif mendorong untuk penutup lokalisasi Lorong Indah (LI) di Margorejo. Sehingga lokasi yang sudah berdiri puluhan tahun itu ditutup dan diratakan dengan tanah pada 2022 lalu.
”Beliau selalu aktif saat pembongkaran LI bersama NU, Muhammadiyah maupun FKUB,” jelas dia.
”Beliau sempat mengatakan bahwa nyawa saya ini, saya wakafkan untuk berjuang agama agar lebih baik,” lanjut Haryanto.
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendidikan Politik Ala Gus Dur

    Pendidikan Politik Ala Gus Dur

    • calendar_month Sab, 7 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

     Oleh: Siswanto* KH Abdurrohman Wahid yang sering kita kenal dengan panggilan akrabnya Gus Dur merupakan sosok guru besar bangsa, nasionalis, humoris, dan merakyat. Gus Dur juga terkenal sebagai sosok budayawan dan cendekiawan rakyat yang pemekiran dan sikapnya menunjukkan kepada kepedulian terhadap nasib rakyat di tengah dinamika pembangunan nasional. Selain itu juga Gus Dur terkenal dengan […]

  • PCNU Pati selenggarakan Muskercab

    PCNU Pati selenggarakan Muskercab

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2014
    • account_circle admin
    • visibility 168
    • 0Komentar

    PCNU PATI (26/6/14). Dalam sejarah yang panjang dan monumental, NU memiliki catatan-catatan historiografis. Dengan massa organisasi yang tersebar di berbagai wilayah, NU memiliki agenda strategis untuk membantu bangsa ini keluar dari keterpurukan dan kemiskinan. Nahdlatul Ulama merupakan sebuah organisasi keagamaan  dibentuk oleh masyarakat tetapi  dalam melaksanakan pengabdian ke masyarakat harus bekerja sama dengan semua pihak […]

  • PCNU Dampingi Takmir Masjid dan Pemdes yang Berpolemik

    PCNU Dampingi Takmir Masjid dan Pemdes yang Berpolemik

    • calendar_month Rab, 4 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 200
    • 0Komentar

      PATI-Polemik terjadi anatar Pemerintah Desa (Pemdes) dengan takmir Masjid Al-Muhlisin Desa Kedungwinong, kecamatan Sukolilo. Konflik ini dipicu akibat tidak adanya izin dari  Pemerintah Desa (Pemdes) setempat kepada takmir masjid terkait rencana renovasi salah satu makam di sana yang juga melibatkan CSR PLN. Berdasarkan keterangan, Takmir Masjid Al-Muhlisin, Kiai Maswan, renovasi yang dimaksud yakni berupa […]

  • Tazkiyatul Muthmainnah (tengah jas batik) anggota komisi E DPRD Jateng usai melakukan FGD dengan Kader GPSA Fatayat NU Pati

    Tazkiyatul Muthmainnah Respon Perempuan Bersuara Mengawal JKN-KIS

    • calendar_month Ming, 12 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 246
    • 0Komentar

    PATI – Fatayat NU Pati semakin hari menunjukkan progres yang signifikan. Kolaborasi demi kolaborasi dilakukan dalam rangka memberikan manfaat kepada masyarakat. Mulai dari kerja sama dengan berbagai kementerian hingga stakeholder non pemerintah. Terakhir, PC Fatayat NU Pati baru saja melakukan evaluasi atas kerja samanya dengan Akatiga. Program bertajuk Monev Global Partnership for Social Accountability (GPSA) […]

  • Madrasah Mazro’atul Ulum Tumbangkan 2 Ekor Sapi

    Madrasah Mazro’atul Ulum Tumbangkan 2 Ekor Sapi

    • calendar_month Sen, 12 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 189
    • 0Komentar

    WEDARIJAKSA-Madrasah Mazro’atul Ulum, Suwaduk, Wedarijaksa menggelar qurban bersama pendidik dan murid. Penyembelihan hewan qurban dilakukan di belakang Madrasah Senin (12/8) pagi tadi. Beberapa dewan guru dibantu masyarakat sedang mengurus daging qurban Tak tanggung-tanggung, dua ekor sapi dipotong untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat sekitar, guru dan juga peserta didik. Beberapa orang guru terjun langsung mengurus sapi yang […]

  • Membangun Semangat Nasionalisme Melalui Tradisi Lokal

    Membangun Semangat Nasionalisme Melalui Tradisi Lokal

    • calendar_month Rab, 31 Agu 2016
    • account_circle admin
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Pati. Pemerintah Desa Ketanggan dan KKN IPMafa beserta warga Nahdliyin setempat mengadakan ngaji budaya bersama KH. Umar Fayumi dari Kajen Putra KH. Fayumi Munji Ketua Tanfidziyah NU tahun 90-awal. Acara bertempat di Balai Desa Ketanggan 20/8 kemarin. “Semangat nasionalisme kita akan terus kuat apabila kita memahami tradisi lokal dan menjaga serta melestarikannya. Sebab tradisi lokal […]

expand_less