Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Baca Sholawat Itu Ada Aturannya

Baca Sholawat Itu Ada Aturannya

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 1 Des 2023
  • visibility 376
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Sholawat itu sejak zaman kanjeng Nabi sudah ada. Bahkan kita semua juga tahu perintah sholawat itu tak hanya ditujukan untuk manusia saja. Gusti Allah dan para malaikat pun turut memanjatkan sholawat untuk kanjeng Nabi Muhammad. Sholawat itu ibadah gratis dan termudah yang diperintah Tuhan kepada hambanya.

Kita telah mendengar berkali-kali ceramah dari para Kyai, Habaib, dan guru-guru kita bahwa dengan bersholawat apapun masalah yang kita hadapi akan dengan mudah dan cepat terselesaikan. Sholawat memang memiliki sejuta, satu miliar atau bahkan tak terhitung manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Janji Allah, barangsiapa bersholawat satu kali maka akan mendapat pahala 10x lipat. Bayangkan jika kita berkali-kali membaca sholawat. Berapa banyak pahala yang kita kumpulkan. Tawaran yang sangat menggiurkan bukan.

Dan semakin berkembangnya zaman, kini sholawat banyak kita temukan di berbagai sudut belahan dunia manapun. Dengan diiringi aransemen musik yang indah dan merdu, sholawat yang dibaca pun tampak tak membosankan. Ada yang menggunakan lagu india, lagu-lagu Jawa, atau lagu-lagu klasik zaman dulu. Selain itu ditambah dengan alat musik seperti piano dan alat-alat yang lainnya turut memperindah bacaan sholawat tersebut.

Kedahsyatan makna sholawat kini telah membawa pada banyaknya majelis-majelis sholawat yang bermunculan. Group-group hadroh dengan satu orang yang menjadi khodim (pemimpin) hampir setiap hari baik pagi, siang ataupun malam selalu mengisi panggung-panggung acara yang digelar individu maupun kelompok masyarakat.

Jika dulu orang-orang hadir ke majelis karena haus akan ilmu, sekarang tampaknya sudah agak lain. Mereka berbondong-bodong datang ke majelis hanya untuk bertemu dengan habaibnya atau personil hadrohnya. Dan jika Habaib yang dirawuhkan sudah sepuh, maka antusias pengunjung pun akan berkurang. Berbeda dengan yang masih muda dan viral, maka jamaahnya sudah pasti akan membludak.

Beberapa waktu yang lalu ditempat tinggal saya ada salah seorang tetangga mengadakan majelis sholawat. Jumlah pengunjungnya begitu banyak. Satu minggu kemudian tetangga lainnya mengadakan pengajian sebagai rasa syukur karena telah mengkhitankan anaknya. Hanya pengajian. Tak ada embel-embel sholawatan. Meski sebenarnya di sela-sela pengajian tersebut, ada sholawatannya. Pengunjung yang hadir hanya sepertiga bahkan sepertinya lebih kurang dari jumlah pengunjung saat majelis sebelumnya. Itu kasus yang pertama.

Kasus kedua. Saya pun juga menyaksikan sendiri saat sang Kyai tengah bermauidhoh hasanah, ada beberapa pengunjung yang berteriak untuk meminta segera menyudahi apa yang disampaikan. Mereka ingin untuk melanjutkan sholawatan kembali. Padahal sebenarnya baik sholawatan dan pengajian adalah dua hal yang sama-sama baik dan mendatangkan pahala. Namun jika sampai berteriak menghentikan mubaligh ceramah, itu yang tidak sopan.

Bagi saya kedua kasus ini sangat memprihatinkan. Apakah memaknai sholawat sekarang sudah bergeser maknanya? Datang ke majelis tergantung siapa yang dirawuhkan dan mengabaikan ilmu yang disampaikan oleh penceramahnya. Mementingkan sholawatan dan sholawatan terus. Meski hal ini tak sepenuhnya salah, tapi ya jangan begitu to. Mengutip apa pernah disampaikan oleh salah satu Kyai dalam acara selapanan di desa saya, Ngono yo Ngono neng yo ojo Ngono.

 

Apalagi fenomena sekarang pun didalam majelis sholawat banyak juga para pengunjungnya yang berjogetan layaknya sedang menghadiri acara dangdutan. Sholawatan kok jogetan. Kan yo wis yak nah jika begitu. Baca sholawat itu ada aturannya. Tak sembarangan. Lha wong sholawat itu untuk memuji kanjeng Nabi kok disampaikan dengan cara yg tak sopan. Yak nah yak nah.

Tetapi semoga kedepan nanti akan banyak yang sadar. Sesuatu yang baik harus disampaikan dengan hal baik pula. Merawat dan menjaga nama baik sebagai umatnya kanjeng Nabi Muhammad harus diutamakan. Shollu ‘Ala Nabi Muhammad.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semangat Kaderisasi jadi Tema Besar Pelantikan IPNU IPPNU Pasuruhan

    Semangat Kaderisasi jadi Tema Besar Pelantikan IPNU IPPNU Pasuruhan

    • calendar_month Sel, 26 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 453
    • 0Komentar

      Para pengurus IPNU Desa Pasuruhan, Kayen usai dilantik KAYEN – Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Desa Pasuruhan resmi dilantik di Padepokan Ansor Pasuruhan, minggu (24/10). Acara tersebut sekaligus menjadi puncak serangkaian Acara Maulid Nabi Muhammad SAW. Dengan Menggandeng grup rebana Al-Ma’wa, acara berjalan dengan meriah.  Hadir dalam acara tersebut, Kepala Desa Pasuruhan dan Banom- Banom […]

  • Twibons Latihan Kader Lanjutan Fatayat NU Kab. Pati

    Twibons Latihan Kader Lanjutan Fatayat NU Kab. Pati

    • calendar_month Sab, 25 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 327
    • 0Komentar

       1. Klik Link   https://twb.nz/twibonlklfatayatnu 2. Klik Pilih Foto    Pilih Foto yang sesuai 3. Atur Foto dengan cara menyentuh foto dan klik Pungkas     Atur foto untuk menemukan lokasi foto yang sesuai 4. Klik Unduh untuk mendowload hasil twibons    Klik unduh untuk mendowload hasil Foto yang sudah menjadi Twibonze 5. Twibons sudah jadi

  • Sebuah Visi Hidup Kaum Santri

    Sebuah Visi Hidup Kaum Santri

    • calendar_month Sen, 8 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 559
    • 0Komentar

    Buku yang bertajuk kisah keseharian di pesantren ini, penulis mencoba memberikan informasi terkait kegiatan yang di lakukan oleh para kaum sarungan. Bisa dikatakan sebagai pembuka jendela kecil pembuka cerita-cerita yang tersimpan pendam di pesantren. (hal vi) Malamatiyyah, istilah ini dipopulerkan pertama kali oleh seorang sufi asal Naisabur Khurasan, yaitu Syaikh Hamdun bin Ahmad al-Qashshar (wafat […]

  • Harlah NU, Genengmulyo Gelar Pengajian

    Harlah NU, Genengmulyo Gelar Pengajian

    • calendar_month Sen, 31 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 389
    • 0Komentar

      KH. Abdul Hadi Kurdi menyampaikan ceramah dalam rangka Harlah NU JUWANA – PR IPNU IPPNU Desa Genengmulyo sukses menggelar pengajian dalam rangka Harlah NU ke-96. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Jami’ Baitussalam, Sabtu (29/1/2022). KH. Abdul Hadi Kurdi diundang sebagai penceramah. Kegiatan dihadiri oleh GP Ansor, muslimat, Fatayat, NU, IPNU, IPPNU dan warga sekitar. […]

  • Nilai-Nilai Islam Nusantara Harus Menjadi Ruh Kurikulum Merdeka

    Nilai-Nilai Islam Nusantara Harus Menjadi Ruh Kurikulum Merdeka

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.102
    • 0Komentar

      Semarang – Nilai-nilai Islam Nusantara dinilai harus menjadi ruh dalam implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA). Hal itu ditegaskan oleh Fakhruddin Karmani dalam disertasinya yang dipromosikan pada Rabu, 25 Februari 2026 di Universitas Wahid Hasyim Semarang. Fakhruddin Karmani dinyatakan lulus sebagai doktor ke-24 dari Prodi S3 […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Rab, 5 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikumwarohmatullohiwabarokatuh Pak kyai, ketika ujian SIM, praktik gagal berkali kali, lalu sebagai solusi terakhir polisi menyarankan lewat  pelatihan dengan biaya  yang lebih mahal dari biaya resmi pembuatan SIM itu sendiri. Kalau tidak, berkas permohonan SIM akan diblokir maka mengulang dari awal dengan menunggu satu tahun, atau polisi menyuruh membayar sejumlah uang agar langsung dapat  SIM […]

expand_less