Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Semangat Idul Adha dalam membangun Solidaritas, Berbangsa dan Bernegara

Semangat Idul Adha dalam membangun Solidaritas, Berbangsa dan Bernegara

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 13 Agu 2019
  • visibility 504
  • comment 0 komentar

Hari Raya Idul Adha merupakan momentum bersejarah bagi umat Islam di seluruh dunia, terlebih bagi umat Islam yang sedang menunaikan ibadah haji di Makkah. Banyak hikmah yang bisa kita petik dari peringatan Hari Raya Idul Adha ini, agar kita semua senantiasa meneladani Nabi Ibrahim AS atas ketaatannya menjalankan perintah Allah SWT.

Ada tiga keistimewaan yang dimiliki Nabi Ibrahim AS. Pertama, nabi yang disayang Allah, khalullah (QS. An-Nisa: 125). Kedua, Nabi Ibrahim merupakan manusia pilihan terbaik, al-mustaga (QS. Shaad: 47), dan Ketiga, Nabi Ibrahim termasuk salah satu nabi yang dijuluki Ulul Azmi, karena keteguhan hati yang dimilikinya.

Namun pada saat ini, kita sebagai bangsa Indonesia berada pada zaman di mana tidak banyak figur yang bisa kita ikuti, kita panuti dan teladani. Bagaimana tidak, sekarang ini banyak orang cerdas, banyak orang pintar, namun etikanya bobrok dan akhlaknya buruk (korupsi, manipulasi, kolusi, dsb), sehingga menimbulkan rasa tidak percaya masyarakat terhadap para tokoh/pemimpin.

Oleh karena itu, momen Idul Adha ini, kita membutuhkan keteladanan yang baik dan berbudi luhur tokoh atau pemimpin kita, seperti yang telah nyata terjadi di masa lalu, yaitu sosok seperti Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, serta tentunya Nabi Muhammad SAW. Keteladanan akhlak pribadi mereka sangat sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan yang diinginkan, serta ketaatan yang dimilikinya.

Peringatan Hari Raya Idul Adha mejadi sangat penting di tengah bangsa kita yang sedang menghadapi berbagai tantangan. Banyak pelajaran penting juga dari peristiwa sejarah itu yang bisa kita ambil hikmahnya dalam kehidupan sehari-hari. Bencana demi bencana, kerusuhan demi kerusuhan, dan berbagai konflik yang terjadi salang silih berganti menimbulkan kerusakan, bahkan sampai dengan merenggut korban jiwa. Kondisi ini harus kita cegah dan harus bisa kita carikan solusi yang tepat.

Sebagai anak bangsa, kita sangat menyayangkan kalau berbagai kerusuhan di tanah air justru diciptakan oleh orang-orang yang mengatasnamakan agama, mengatasnamakan demokrasi, kebenaran dan supremasi hukum. Usaha-usaha provokasi untuk mengadu domba sesama warga bangsa, dan sesama umat Islam, bahkan untuk menjauhkan umat Islam sendiri melaksanakan perintah Allah SWT.

Perlu kita sadari, keberagaman dan perbedaan sosial bangsa Indonesia memiliki potensi konflik, termasuk potensi perpecahan di antara  umat Islam sendiri. Sebagai umat dan bangsa Indonesia yang baik, sudah semestinya kita membangun solidaritas, kebersamaan, persatuan dan kesatuan. Tidak mengedepankan  ego serta emosi dalam menyelesaikan setiap perbedaan dan permasalahan, karena akan menjadi  lahan empuk bagi provokator untuk memecah belah umat Islam.

Semoga peringatan Idul Adha kali ini bisa dimaknai sebagai titik pijakan dan refleksi untuk terus berbenah diri dalam menanamkan nilai-nilai ajaran agama. Tanpa perenungan dan penghayatan ajaran agama, maka ibadah serta ritual yang kita laksanakan akan berhenti hanya sebatas simbol belaka.

Jika kita nanti menjadi seorang pemimpin atau figur bagi keluarga dan masyarakat, agar senantiasa kita bisa meneladani akhlak-akhlak para nabi dan kian meningkatkan kesalehan sosial. _Wallahu a’lam Bissawab_

Disarikan dari Khotbah Irjen. Pol. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.SI (KAPOLDA Jawa Tengah) di MAJT

Oleh: Thiyas T. Taufiq, M.Ag (Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Walisongo Semarang)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Targetkan Restrukturisasi Tuntas Hingga Ranting Tahun Ini

    PCNU Targetkan Restrukturisasi Tuntas Hingga Ranting Tahun Ini

    • calendar_month Ming, 25 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 426
    • 0Komentar

    PATI – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati menargetkan proses restrukturisasi organisasi akan rampung pada tahun 2019 ini. Restrukturisasi ini meliputi pengurus MWC NU Kecamatan hingga Pengurus Ranting NU. Demikian disampaikan oleh Ketua PCNU Kab. Pati, Yusuf Hasyim, M.S.I, saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi antara Pengurus Harian PCNU, Lembaga, dan MWC NU se-Kabupaten Pati, Ahad […]

  • PCNUPati.or.id, Pati – Gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menghantam hingga area Masjid Agung Baitunnur Pati saat demo 13 Agustus 2025, kemarin. LPBHNU Pati pun menyayangkan tindakan represif aparat. Beredar video, gas air mata ditembakkan hingga halaman Masjid Agung. Sejumlah warga pun menjadi korban. Naasnya, bukan hanya massa demo yang terkana imbas. Warga yang hendak jemaah pun menjadi korban. Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Pati Ahmad Shofwan angkat bicara. Menurutnya demo merupakan hak masyarakat. ”Menanggapi tindakan represif tindakan aparat yang sampai mengejar ke masjid agung. Yang pertama, demo itu hak dan sudah diatur dalam undang-undang, bahwa menyampaikan pendapat di muka umum itu boleh. Kemarin demo itu memang legal dan berizin masih batas waktu yang diperbolehkan,” ujar Shofwan, Kamis (14/8/2025). Ia pun menyayangkan tindakan kepolisian yang dinilai terlalu represif. Apalagi pihak kepolisian sampai menembakkan gas air mata ke halaman Masjid Agung Pati. ”Sementara tindakan aparat polisi mengejar para demonstran sampai masjid sangat disayangkan. Karena masjid itu tempat ibadah. Tidak boleh aparat itu represif sampai ke sana. Karena di sana bukan para pendemo. Ada masyarakat yang ingin ibadah,” tutur dia. Tindakan aparat ini membuat sejumlah masyarakat menjadi korban. Bahkan banyak masyarakat yang hendak jamaah, ibu-ibu dan anak-anak terkena imbasnya. ”Apalagi gas air mata itu memang diarahkan ke halaman parkir mobil (masjid) dan juga ke tempat wudlu. Itu saya sayang kan,” ungkap dia. Tak hanya itu, tindakan aparat juga dinilai terlalu berlebihan lantaran juga menembakkan gas air mata di gang-gang permukiman warga.Ia pun berharap kejadian semacam ini tak terjadi lagi. ”Pak Kapolda, Kapolres harus mengevaluasi dan berbenah kejadian tidak terulang lagi. Di gang sampai masyarakat kena. itu tidak boleh. Kalau menangkap pendemo yang rusuh silahkan. Saya pastikan pendemo yang rusuh itu didatangkan dari luar sengaja membikin rusuh. Bukan orang Pati. Orang Pati tidak seperti itu,” tandas dia. Sementara itu, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto mengaku pihaknya sudah sesuai SOP. Meskipun, banyak ibu hingga anak yang menjadi korban. ”Oke, tentunya protap SOP yang dilakukan oleh pihak kepolisian sudah sesuai. Karena kita dari awal pada saat aksi unjuk rasa yang damai Itu berjalan dengan lancar dan kita menjamin keamanan dari para demonstran,” pungkasnya.

    Gas Air Mata Hantam Area Masjid Agung, LPBHNU Pati: Aparat Jangan Represif

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 616
    • 0Komentar

      PCNUPati.or.id, Pati – Gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menghantam hingga area Masjid Agung Baitunnur Pati saat demo 13 Agustus 2025, kemarin. LPBHNU Pati pun menyayangkan tindakan represif aparat. Beredar video, gas air mata ditembakkan hingga halaman Masjid Agung. Sejumlah warga pun menjadi korban. Naasnya, bukan hanya massa demo yang terkana imbas. Warga […]

  • SAMBUTAN PENGURUS CABANG NAHDLATUL ULAMA KABUPATEN PATI

    Sambutan PCNU Pati di Hari Santri Nasional 2024

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh Saudara-saudara santri yang saya banggakan. Dalam suasana memperingati Hari Santri tanggal 22 Oktober 2024, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, semoga rahmat, berkah, dan perlindungan-Nya senantiasa menyertai kita semua. Saudara-saudara sekalian Penetapan Hari Santri Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 adalah suatu […]

  • PCNU-PATI Photo by Malik Skydsgaard

    Fenomena Prostitusi dalam Perspektif Fiqih Sosial Kiai Sahal Mahfudh

    • calendar_month Sab, 26 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 626
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, prostitusi didefinisikan sebagai pertukaran hubungan seksual dengan uang atau hadiah sebagai suatu transaksi perdagangan atau pelacuran. Aktifitas seksual yang terjadi dalam prostitusi bukan lahir karena hubungan sah suami-istri, melainkan karena adanya transaksi “penjual” dan “pembeli”. Dari sini sudah jelas sekali, bahwa prostitusi merupakan praktik bisnis perzinaan berbayar […]

  • KH Nafi’ Abdillah Kajen dan Sembilan Akhlak Mulia

    KH Nafi’ Abdillah Kajen dan Sembilan Akhlak Mulia

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 494
    • 0Komentar

    KH Ahmad Nafi’ Abdillah Kajen, Pati, Jawa Tengah dipanggil Yang Maha Kuasa. Menurut keluarga, beliau wafat di Turki pada hari ahad, 22 Jumadil Ula 1438 H/19 Februari 2017. KH A. Nafi’ Abdillah adalah putra KH. Abdullah Zein Salam bin KH Abdussalam. Kakeknya KH Abdussalam adalah pendiri Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen yang dulu dikenal […]

  • Man in Black Leather Jacket and Black Knit Cap Sitting on Brown Wooden Chair

    Pembakaran Kemenyan saat Manaqiban

    • calendar_month Sen, 20 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 483
    • 0Komentar

    Pada saat membaca “ manaqib Syeikh Abdul Qodir Jailani “ ada sebagian masyarakat yang mempunyai adat  membakar kemenyan disamping jam’iyah manaqib tersebut. Asap tersebut sebagai penghormatan kehadiran beliau . Pertanyaan : Bagaimana hukumnya membakar kemenyan tersebut ? Jawaban : Boleh Referensi : Bulhoh at Thullab hal 53-54 2. Benarkah Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani hadir saat […]

expand_less