Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Saweran

Saweran

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 21 Jun 2023
  • visibility 417
  • comment 0 komentar

Oleh: Niam At Majha

Pada sebuah kafe saya dengan beberapa tim kerja, membahas sesuatu hal yang berkaitan dengan pengumpulan orang, menghimpun masa, menggiring opini untuk satu tujuan yaitu salah satu klien dari kami yang ingin maju dalam pertarungan merebut simpati dari masyarakat dan umat. Dan klien kami ingin menjadi pemenang dalam perebutan pemimpin tingkat nasional. Bagaimana pun jalannya harus di tempuh tanpa terkecuali.

Masih di seputar kafe dan kopi; dalam pembasan kali ini lebih spesialis, yaitu berjuang harus menggunakan uang, dalam tanda kutip nanti ketika saat mengumpulkan rakyat, tokoh yang mempunyai pengaruh, baik skala kabupaten, kecamatan atau pun desa harus di kasih sesuleh; tujuannya adalah mengganti waktu mereka meninggalkan pekerjaannya. Saat sepulang dari menghadiri ada sesuatu oleh-oleh nanti.

“Saweran?”celetuk teman saya ketika mendengarkan penjelasan yang sedang kami bahas.

Menurut hemat saya Saweran adalah menebarkan sesuatu dengan maksud dan tujuan dapat sesuatu. Sehingga dengan menggunakan metode seperti itu, sudah dipastikan klien kita akan mendapatkan simpati, mendapatkan empati, dari orang orang yang telah kita kumpulkan dan pulangnya dapat imbalan. Sekarang itu, berjuang harus menggunakan uang, apalagi merebut kekuasaan sangat perlu sekali uang untuk meyakinkan.

Jadi, dalam perebutan seperti ini Saweran tak ada salahnya soalnya kita berbagi, kita memberikan transportasi, memberikan bukti apabila kita ngopeni meskipun belum tentu terpilih dan jadi. Akan tetapi apa yang terjalani bukan sekadar janji dan janji.

“Apakah hal demikian diperbolehkan?”

Pertanyaan yang mendasar dilontarkan teman saya tersebut. Dan saya kira tentang hal tersebut tergantung orang yang memandang dan terkait berbagai kepentingan serta dengan sudut persepsi yang sekarang banyak di gunakan. Alasan yang sering kali di lontarkan klien kami adalah kalau kita tak menggunakan uang sebagai alat berjuang, bagaimana kita mendapatkan kepercayaan dari rakyat dan umat? Apabila nanti terpilih apakah mampu untuk memimpin?

Namanya juga pembenaran atas apa yang dilakukan dan kerjakan, tapi menurut saya bagaimana pun pembenaran itu sungguh tak bisa di benarkan. Mencari pembenaran itu seperti spons yang menghisap kekuatan atau energi seseorang hingga tak berdaya menerima keadaan yang sesungguhnya. Karena sudah menerima, jadi ketika akan menolak apa yang di inginkan si pemberi akan terasa sungkan dan sulit. Karena tanda jadi sudah di terima.

Salah satu bentuk mencari pembenaran yaitu semacam mencari bantuan agar kuat. Padahal dalam pencarian tersebut yang di dapat adalah bantuan kekuatan yang semu, jika kita tak memberikan amunisi maka yang ada adalah tim kita akan pada pergi dan lari. Jadi yang ada bukanlah bantuan yang resmi mengusung kita untuk menjadikan pemimpin. Akan tetapi janji dan pledoi yang menggunung.

“Lantas nasib dari klien kita nantinya bagaimana?”

Karena sudah menerima; jadi kita berjuang dengan uang semampu saldo yang di berikan, sedangkan soal nanti jadi memimpin rakyat dan umat sesuai yang di harapkan, itu menjadi soal lain. Terpenting adalah saweran lancar kerja kita gencar.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Salafiyah Borong Medali dalam Lomba Silat Nasional

    Salafiyah Borong Medali dalam Lomba Silat Nasional

    • calendar_month Sen, 16 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 440
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Yayasan Salafiyah Kajen, Margoyoso kembali membuat harum nama Kabupaten Pati di kancah Nasional. Setelah 3 Santri MA Salafiyah yang berhasil menyabet 3 medali dalam perhelatan pencak silat Tugu Muda Championship Open National Tournament 2019, kini beredar kabar dua santri MTs dan satu santri MI juga membawa pulang medali dari ajang yang sama. Para peaerta didik […]

  • Awali puasa dengan puasa

    Nyadran, Dugderan, Dandangan

    • calendar_month Ming, 2 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 480
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Menjelang Ramadan, beragam ekspresi muncul untuk menyambut bulan penuh berkah tersebut. Di dunia banyak ditemukan tradisi menyabut Ramadan. Catatan Harahap (2025) mengungkap tradisi Kanon Ramadan (UEA), Garangao (Qatar), Tedaru (Brunei Darusalam), Bazar Ramadan (Malaysia), Qatayef (Yaman), Fanous (Mesir), Tabuhan Gendang (Turki), Tembakan Meriam (Lebanon), Seheriwalas (India), dan lainnya. Sedangkan di […]

  • MA Salafiyah Kajen Siap Ciptakan Generasi Toleran dengan Keberagaman

    MA Salafiyah Kajen Siap Ciptakan Generasi Toleran dengan Keberagaman

    • calendar_month Kam, 14 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen Pati berupaya menciptakan generasi yang toleran dengan keberagaman dan peduli terhadap sesama melalui Gerakan Pelajar Lintas Agama Anti Narkoba (Gerlianaba). Dalam rangka mencapai tujuan ini, MA Salafiyah Kajen menggandeng Polresta Pati mengadakan sosialisasi mengenai penyalahgunaan narkoba dan bullying. Kegiatan ini digelar di Aula madrasah setempat, pada Kamis (14/8/2023) […]

  • Kali ini Suluk Maleman membahas Kedholiman Mencipta Kegelapan

    Kali ini Suluk Maleman membahas Kedholiman Mencipta Kegelapan

    • calendar_month Ming, 16 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 219
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Ngaji NgAllah Suluk Maleman kembali digelar di rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu (15/3) malam, dengan mengangkat tema “Menyibak Kegelapan” sebagai bahan renungan bersama. Penggagas Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin menyebut dalam Qur’an dijelaskan bahwa Allah mengeluarkan orang-orang mukmin dari kegelapan menuju cahaya. “Manusia memiliki kemampuan untuk membaca realitas karena diberi alat baca […]

  • PCNU-PATI

    Mbah Reban

    • calendar_month Kam, 28 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Oleh: Annisa Barokatus Mbah Reban adalah seorang ulama yang lahir di Desa Tambahmulyo Dukuh Tambak Kapas sekitar tahun 1944 M pada hari Rabu dan meninggal pada hari Rabu pula di rumah beliau Desa Tambahmulyo, pada tanggal 15 Jumadil Ula 1431 H pada usia 65 tahun. Nama Mbah Reban diambil dari hari lahirnya yaitu Rabu. Mbah […]

  • PCNU-PATI

    Geneologi Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Sab, 25 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Sebagaimana yang sudah ditegaskan oleh Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari Nahdlatul Ulama (NU) yang selama ini kita kenal merupakan sebuah lembaga sosial keagamaan kemasyarakatan yang didesain untuk melestarikan dan menjaga tradisi ahlussunnah waljamaah yang sudah ada di Indonesia dan sudah ada sejak Islam turun di Nusantara. Tradisi atau ajaran Islam Nusantara di […]

expand_less