Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ramadan Ramah Lingkungan

Ramadan Ramah Lingkungan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 14 Mar 2025
  • visibility 230
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Pertanyaannya, apakah Ramadan yang selalu hadir tiap tahunnya harus dikotori dengan praktik-praktik yang tidak ramah lingkungan? Kudune sih boten nggeh! Jangan ya dek, Ya. Sebagai bulan yang penuh berkah dan kemuliaan, Ramadan menjadi waktu yang sangat baik untuk merenung, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Selama bulan suci ini, umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa, mengendalikan diri, dan meningkatkan amal ibadah. Namun, Ramadan juga memberikan kesempatan untuk merenung tentang bagaimana kita dapat menjaga lingkungan, karena Islam mengajarkan pentingnya kebersihan sebagai bagian dari iman.

Kebersihan adalah Iman

Saya menyebut, kebersihan adalah keimanan itu sendiri. Dalam ajaran Islam, kebersihan bukan hanya suatu kewajiban fisik, tetapi juga merupakan bagian dari spiritualitas. Rasulullah SAW bersabda, “Kebersihan adalah sebagian dari iman” (HR. Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi). Hadis ini menunjukkan bahwa kebersihan bukan hanya soal tubuh dan rumah yang bersih, tetapi juga menyangkut lingkungan tempat kita hidup. Oleh karena itu, menjaga kebersihan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk saat Ramadan.

Pertama, menghindari sampah dan pemborosan selama Ramadan. Salah satu tantangan yang sering kita hadapi selama Ramadan adalah pengelolaan sampah. Banyaknya makanan yang disiapkan untuk berbuka puasa, seringkali berujung pada pemborosan dan sampah yang tidak terkelola dengan baik. Padahal, Islam mengajarkan kita untuk tidak berlebihan dalam segala hal. Allah berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 31, “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Bulan Ramadan adalah momen yang tepat untuk memperbaiki kebiasaan buruk tersebut. Menghindari pemborosan makanan adalah langkah pertama yang bisa kita lakukan. Alih-alih memasak dalam jumlah besar yang akhirnya terbuang, kita bisa menyiapkan makanan secukupnya sesuai kebutuhan. Hal ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mencerminkan sikap hemat dan peduli terhadap sesama.

Kedua, membuang sampah pada tempatnya: tanggung jawab bersama. Islam dengan tegas melarang umatnya membuang sampah sembarangan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman, dan menjaga kebersihan tempat tinggal serta lingkungan adalah kewajiban. Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga menegaskan, “Seorang laki-laki melewati ranting pohon di tengah jalan, lalu dia berkata, “Demi Allah, aku akan menyingkirkan ranting ini agar tidak mengganggu kaum Muslimin.” Maka dia pun masuk surga.” (HR Muslim).

Selama Ramadan, banyak kegiatan yang dilakukan di luar rumah, seperti berbuka puasa bersama di masjid atau acara komunitas. Sebagai umat Islam yang peduli terhadap kebersihan dan lingkungan, kita harus memastikan bahwa setelah acara tersebut selesai, sampah-sampah yang ditinggalkan tidak hanya dibuang sembarangan, tetapi dikelola dengan baik. Menjaga kebersihan tempat-tempat umum dan masjid adalah bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan dan sesama.

Ketiga, menjaga alam sebagai amanah. Islam mengajarkan bahwa bumi dan segala isinya adalah amanah dari Allah yang harus kita jaga. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 164, Allah berfirman, “Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang bahtera yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengannya Dia menghidupkan bumi setelah mati (kering), dan Dia menebarkan di dalamnya semua jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengerti.

Ramadan adalah waktu yang penuh berkah, yang mengajarkan kita untuk lebih memperhatikan dan bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah, termasuk nikmat lingkungan hidup. Menjaga kebersihan bumi, mengurangi sampah plastik, dan memanfaatkan sumber daya alam dengan bijak adalah salah satu bentuk rasa syukur kita terhadap ciptaan-Nya.

 

Praktik Ramadan Ramah Lingkungan

Jika didata, sebenarnya banyak sekali praktik-praktik sederhana yang bisa kita lakukan untuk menerapkan dan mewujudkan Ramadan ramah lingkungan. Pertama, kurangi penggunaan plastik. Sebagian besar sampah yang dihasilkan selama Ramadan sering kali berupa plastik sekali pakai, seperti kantong plastik dan pembungkus makanan. Salah satu langkah sederhana yang bisa kita lakukan adalah dengan membawa wadah sendiri saat membeli makanan untuk berbuka puasa atau sahur. Hal ini mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai dan membantu mengurangi pencemaran lingkungan.

Kedua, menyediakan makanan secukupnya. Meskipun berbuka puasa adalah momen yang istimewa, hindari memasak makanan dalam jumlah berlebihan. Perhatikan kebutuhan dan selera keluarga atau tamu yang akan berbuka bersama. Memasak dengan bijak akan mengurangi pemborosan makanan, yang pada gilirannya akan mengurangi sampah yang dihasilkan.

Ketiga, ciptakan lingkungan bersih di masjid. Jika berbuka puasa di masjid atau tempat umum, pastikan kita menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Setelah makan, buang sampah pada tempatnya dan bersihkan area sekitar tempat duduk kita. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap tempat ibadah dan sesama jamaah.

Keempat, menggunakan produk ramah lingkungan. Selain mengurangi penggunaan plastik, kita juga bisa beralih menggunakan produk yang ramah lingkungan, seperti peralatan makan yang dapat digunakan kembali atau terbuat dari bahan-bahan alami dan mudah terurai.

Ramadan adalah bulan yang penuh dengan kesempatan untuk memperbaiki diri, termasuk dalam hal menjaga kebersihan dan merawat lingkungan. Islam mengajarkan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman, dan menjaga kebersihan bumi adalah tanggung jawab kita sebagai umat manusia. Dengan menghindari pemborosan, tidak membuang sampah sembarangan, dan menjaga lingkungan selama Ramadan, kita tidak hanya menunaikan kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian bumi yang merupakan amanah dari Allah.

Mari jadikan Ramadan tahun ini sebagai momentum untuk lebih peduli terhadap lingkungan, karena menjaga kebersihan adalah cerminan dari iman yang sejati. Minimal, kita tidak mbladus dan kemproh dalam segala aktivitas selama Ramadan agar benar-benar bulan ini ramah lingkungan. Apakah Anda tahu apa itu mbladus dan kemproh?

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education terindeks Scopus Q1 (2023-sekarang), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Facebook Ponpes Shofa Az Zahro’ di Clonning, Pengasuh Beri Klarifikasi

    Facebook Ponpes Shofa Az Zahro’ di Clonning, Pengasuh Beri Klarifikasi

    • calendar_month Kam, 29 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 228
    • 0Komentar

    GEMBONG – Baru-baru ini, jagad santri dihebohkan dengan akun Facebook yang mengatasnamakan Ponpes Shofa Az Zahro’, Gembong, Pati. Padahal, menurut Gus Faiz Aminuddin Shofwan, putra KH. Imam Shofwan, pengasuh pondok, akun Facebook pesantren tersebut telah lama vakum. Oknum yang disinyalir sebagai penipu tersebut, membuat akun yang sama persis dengan akun Facebook Ponpes Shofa Az Zahro’ […]

  • Sambil Manaqiban, NU Jatisari Jakenan Adakan Musyawarah Ranting

    Sambil Manaqiban, NU Jatisari Jakenan Adakan Musyawarah Ranting

    • calendar_month Sel, 10 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 215
    • 0Komentar

    JAKENAN – Secara kultural dan jamaah, Nahdlatul Ulama telah mengakar kuat di berbagai desa di Jakenan. Termasuk di Ranting NU Desa Jatisari. Sehingga tidak mengherankan jika kemudian terjadi Musyawarah Ranting untuk membentuk kepengurusan baru yang dilaksanakan berbarengan dengan acara manaqiban rutin. Ranting NU Desa Jatisari Kecamatan Jakenan, Selasa (10/9/2019) berhasil menggelar Musyawarah Ranting dan menyusun […]

  • PCNU-PATI

    Bekali Mahasiswa Untuk Belajar Meracik Kopi

    • calendar_month Sab, 27 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Dalam rangka mengembangkan potensi mahasiswa, Prodi Pengembangan Masyarakat Islam IPMAFA Pati melakukan studi kunjungan di Desa Tempur Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Kamis, 25 Mei 2023. Kegiatan ini merupakan salah satu materi kuliah tentang Manajemen Pengembangan Masyarakat. Dimana diadakannya studi kunjungan atau kuliah lapangan, harapannya mahasiswa memiliki pengalaman dan paham betul tentang manajemen pemasaran […]

  • Bangun Kemandirian Ekonomi, PC IPNU IPPNU Pati Luncurkan Kedai Pelajar - PCNU PATI

    Bangun Kemandirian Ekonomi, PC IPNU IPPNU Pati Luncurkan Kedai Pelajar

    • calendar_month Kam, 7 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 249
    • 0Komentar

    WEDARIJAKSA – Pimpinan Cabang (PC) IPNU IPPNU Kabupaten Pati melalui Lembaga Ekonomi, Kewirausahaan, dan Koperasi (Lekas) meluncurkan Kedai Pelajar. Upaya ini untuk membangun kemandirian ekonomi dalam berorganisasi. Direktur Lekas Muhammad Azka mengatakan, Kedai Pelajar merupakan usaha bisnis yang dibangun untuk mewujudkan kemandirian secara keuangan dalam Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Pati. “Kedai Pelajar ini berpeluang untuk […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Jum, 20 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Assalamu alaikum Saya Yazid di sukolilo, Mau tanya ustad, tentang masalah kuwalat, semisal saat kita ziaroh ke maqom para wali kita dianjurkan untuk menjaga sikap, kalau tidak maka dikawatirkan kuwalat, sebenarnya apa memang ada istilah kuwalat dalam pandangan agama. Sekian terima kasih. Waalaikum salam Terima kasih atas pertanyaanya Wali adalah sosok mukmin yang ahli taqwa […]

  • Bukan Sekadar Ujian Kertas, Mts Dan Sma Joyo Kusumo Sulap Ujian Jadi Laboratorium Karakter Digital

    Bukan Sekadar Ujian Kertas, Mts Dan Sma Joyo Kusumo Sulap Ujian Jadi Laboratorium Karakter Digital

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.433
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Di tengah kekhawatiran publik tentang dampak negatif gawai terhadap generasi muda, Yayasan Joyo Kusumo mengambil langkah berbeda. Lembaga pendidikan yang menaungi MTs dan SMA ini justru menjadikan teknologi sebagai mitra dalam membentuk karakter siswa. Pada Penilaian Sumatif Tengah Semester (PSTS) Genap Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung 2-9 Maret 2026, yayasan tidak hanya […]

expand_less