Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren dan Pembangunan Masyarakat

Pesantren dan Pembangunan Masyarakat

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 24 Feb 2024
  • visibility 468
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Sebagaimana kita ketahui pesantren merupkan tempat untuk menimba ilmu baik agama maupun umum, sehingga pesantren dapat diartikan sebagai pusat pendidikan bagi santri maupun masyarakat. Mengingat pesantren sekarang ini sudah banyak mengalami perubahan baik dari segi pendidikan, gedung, dan trasformasi sosial terhadap lingkungan sekitar. Sehingga pesantren di era sekarang ini bisa disebut sebagai agen of change.

Sebuah perubahan yang ada di pesantren tentunya tidak lepas dari lingkungan serta perkembangan zaman yang terus mengalami perubahan. Perubahan ini dapat kita lihat dari pelbagai bidang baik bidang Pendidikan yang terus mengalami perubahan. Kalau dulu lebih mengedepankan penguasaan kitab kuning, sekarang justru ditekankan dalam penguasaan bahasa asing baik Arab, Inggris, dan bahasa Mandarin.

Pengembangan bahasa asing yang semakin massif di pesantren tidak lepas dari perkembangan zaman yang menuntut para santri untuk terus penguasaan bahasa asing. Selain itu juga untuk mengembangkan skill santri agar bisa bersaing ke kancah internasional. Karena di era sekarang ini tidak hanya cukup menguasai khazanah kitab kuning saja, melainkan juga santri juga mampu menguasai bahasa asing, agar santri tidak ketinggalan zaman.

Oleh karena itu, pesantren dalam memfasilitasi santrinya terus melakukan pembenahan dan upgradte perkembangan. Hal ini tidak lepas untuk mencetak santri yang unggul, produktif, dan juga memiliki ciri khas pendidikan karakter pesantren.

Sehingga dari situ, melalui pendidikan ala pesantren akan membentuk karakter santri dalam membangun mentalitas santri dan bisa menciptakan bentuk model pembangunan masyarakat. Dimana Pembangunan masyarakat melalui GBHN tidak hanya mengejar kemajuan lahiriyah (sandang, papan, dan pangan) atau hanya kepuasan batiniyah saja, melainkan keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antara keduanya.

Sedangkan tujuan pokoknya adalah mempersiapkan peserta didik agar mampu menjadi ‘Khalifah Allah’ yang akram (lebih mulia) yang berarti lebih bertaqwa kepada Allah dan yang shalih dalam arti mampu mengelola, mengembangkan dan melestarikan alam ini. Dan fungsi mereka sebagai khalifah antara lain.

Pertama, ibadatullah baik sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial, dimana di dalam komunitas berbangsa merekapun dituntut oleh ajaran Islam untuk memberikan manfaat kepada orang lain dalam kerangka ibadah sosial.

Kedua, imarah al-ardl yakni Pembangunan bumi ini dengan berbagai upaya untuk menunjang kebutuhan hidup sebagai sarana melakukan ibadah dalam rangka untuk mencapai tujuan hidupnya, yakni ‘sa’adah al-darain’.

Oleh karena itu dalam konteks ini pembangunan atau partisipasi dalam Pembangunan masyarakat sangat luas sekali, seluas potensi ajaran Islam yang akan diaplikasikan ke dalam proses Pembangunan yang manusiawi.

Pembangunan seperti di atas adalah mengejar keseimbangan dan upaya harmonisasi. Namun tidaklah mustahil, ia pun kadang merupakan arena kontradiksi. Oleh karena itu masalah pokoknya adalah Pembangunan apa pun yang dipilih, esensinya adalah untuk meningkatkan kualitas manusia secara manusiawi yang tentu saja akan mencakup berbagai aspek kehidupan duniawi dan ukhrawi dengan tata nilai yang diorientasikan pada Pancasila maupun Islam.

Dalam hal ini pengertian partisipasi dalam konteks pembangunan dimaksud adalah keterikatan suatu potensi atau peranan dengan perencanaan pelaksanaan dan pengendalian pembangunan yang menjadikan peningkatan kualitas manusia. Potensi dan peranan itu dapat berupa pendidikan termasuk juga pendidikan Islam yakni (pesantren) yang paling mempengaruhi di dalam proses pembangunan.

Dengan demikian, besar dan luasnya partisipasi seperti yang pada gilirannya akan menumbuhkan dinamika tinggi dari manusia untuk membangun dirinya dan lingkungannya dari sisi material maupun spitual adalah merupakan indicator konkrit bagi suksesnya pembangunan.

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sosialisasi Zakat, Infak dan Sedekah, Ketua Lazisnu Gembong Ungkap Permasalahan Lapangan

    Sosialisasi Zakat, Infak dan Sedekah, Ketua Lazisnu Gembong Ungkap Permasalahan Lapangan

    • calendar_month Jum, 18 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 520
    • 0Komentar

    KH. Jamal Makmur (kiri) dalam acara Sosialisasi Lazisnu di wilayah kerja MWC NU Gembong. GEMBONG – NU Care Lazisnu Kecamatan Gembong, menyelenggarakan Sosialisasi zakat, infaq dan sedekah kepada semua Pengurus Ranting Lazisnu.  Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (18/3), mulai pukul 13.00 WIB., hingga sore di MTs. Al Ma’arif Gembong. Ahmad Shodiq, Ketua NU Care Lazisnu […]

  • Buka Bersama  dan Mempersiapkan Materi Audiensi dengan Forkompinda

    Buka Bersama dan Mempersiapkan Materi Audiensi dengan Forkompinda

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2015
    • account_circle admin
    • visibility 550
    • 0Komentar

    Kabar NU. Kamis 25 Juni 2015, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dan Ansor, Banser mengadakan buka bersama di rumah Makan Runting serta membahas agenda Audiensi dengan Forkominda Sabtu 27 Juni mendatang. “ Pada tanggal 2 Juni kemarin sebelum Puasa kami dari PCNU sudah memberikan surat permohan waktu untuk penjadwalan Audiensi, akan tetapi dari pihak Pemkab belum […]

  • PCNU-PATI Photo by Dmitry Ganin

    Playboy

    • calendar_month Ming, 4 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Oleh: Elin Khanin “Kamu kalau sudah kebelet nikah bilango sama Ummik.” Laki-laki berkulit sawo matang di hadapan Bu nyai Khomsah itu menunduk dalam. Tiba-tiba tak berani menatap sang ibunda. Kontras dengan ekspresi wajahnya saat membenarkan hafalan wanita sepuh itu.  Berkobar-kobar. Pun sebaliknya, ia begitu antusias ketika Bu nyai menyimak dan membenarkan hafalannya. Rutinitas bakda isya’ […]

  • PCNU-PATI Photo by Susan Wilkinson

    Iblis Berjubah Malaikat

    • calendar_month Ming, 6 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Ya, seandainya calon suaminya adalah Faris bukan kakek tua itu, mungkin ia perlu berpikir ulang. Gadis itu menggeleng. Menepis pikiran konyol yang tiba-tiba melintas. Ternyata tak semua lelaki bersarung terlihat kolot. Melihat Faris kenapa lelaki justru tampak berkharisma dengan outfit begitu? “Den Faris itu pemilik sekaligus pengelola panti. Setiap hari berkunjung […]

  • 3 Lembaga NU Distribusikan 30.000 Liter Air Bersih

    3 Lembaga NU Distribusikan 30.000 Liter Air Bersih

    • calendar_month Ming, 15 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 565
    • 0Komentar

    JAKENAN-Musim kemarau panjangan menimbulkan kegelisahan bagi masyarakat. Para petani khususnya, yang membutuhkan sumber daya air sebagai penunjang kegiatan cocok tanam akhir-akhir ini mulai risau dengan kondisi yang demikian. Beberapa aliran sungai bahkan dikabarkan mengering. Armada truk tangki siap mendistribusikan air bersih ke Kecamatan Jakenan Di Kabupaten Pati Sendiri, ada beberapa kecamatan yang mulai kesulitan air […]

  • Lazisnu Pati Buka Donasi untuk Semeru

    Lazisnu Pati Buka Donasi untuk Semeru

    • calendar_month Rab, 8 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 472
    • 0Komentar

    Pamflet Lazisnu Pati Peduli Semeru PATI – NU Care-Lazisnu  Kabupaten Pati, terhitung mulai Senin (6/12) melakukan penggalanan dana bantuan untuk korban erupsi gunung semeru. Hal tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terkena musibah bencana erupsi gunung Semeru di Lumajang Jawa Timur. Relawan NU Care-Lazisnu kabupaten Pati dengan bermodalkan membuat flyer untuk mengulurkan tangan menyisihkan […]

expand_less