PCNU Pati Gelar Pesantren Award 2026, Berikut Pemenangnya
- account_circle admin
- calendar_month 52 menit yang lalu
- visibility 20.952
- comment 0 komentar

PCNU Pati Gelar Pesantren Award 2026, Berikut Pemenangnya
Pcnupati.or.id— Puncak perayaan Hari Santri 2026 tingkat Kabupaten Pati yang dihelat oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati di halaman Pendopo Kabupaten Pati pada Sabtu (31/10/2026), berlangsung meriah. Ajang tahun ini menjadi semakin istimewa dengan digelarnya penganugerahan Pesantren Award 2026 bagi pondok di wilayah Kabupaten Pati.
Penghargaan ini difokuskan pada tiga pilar utama pembangunan pesantren yang menjadi satu kesatuan tak terpisahkan. Di antaranya aspek ramah anak dan perempuan, kebersihan dan kesehatan lingkungan, serta kemandirian ekonomi pesantren.
Berdasarkan hasil penilaian akhir dari tim asesor, Pondok Pesantren Mansajul Ulum yang beralamat di Desa Cebolek Kidul, Kecamatan Margoyoso, sukses menduduki peringkat pertama dan meraih predikat kategori Paripurna dengan total perolehan nilai tertinggi yakni 1912.
Pengasuh Pondok Pesantren Mansajul Ulum, KH M. Liwa’uddin, menyambut baik inisiatif yang digagas oleh PCNU Pati ini. Menurutnya, langkah ini sangat penting untuk menata, memperbaiki, dan mengawal citra pesantren agar senantiasa aman, nyaman, bersih, serta mandiri di tengah masyarakat luas.
”Kami dari Insan Pesantren menyambut baik dari PCNU karena memang pesantren ini betul-betul harus ditata dan kemudian harus memperbaiki serta dikawal supaya masyarakat tetap cinta pesantren dan pesantren punya citra yang baik, punya citra yang bersih, dan tentu punya citra yang aman, nyaman, dan mandiri,” ujar KH M. Liwa’uddin.
Kendati demikian, ia mengakui bahwa masih banyak pondok pesantren di berbagai kecamatan melalui RMI dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren Kabupaten Pati (FKPP) yang belum berani mendaftar karena merasa belum memiliki ketiga aspek yang ditawarkan oleh PCNU. Padahal, aspek-aspek tersebut merupakan tulang punggung kemajuan pesantren.
Di lingkungan Pondok Pesantren Mansajul Ulum sendiri, penerapan ketiga aspek tersebut telah berjalan jauh sebelum ajang penghargaan ini digelar. Terkait pesantren ramah anak dan perempuan, pihaknya menegaskan bahwa pondok pesantren yang diasuhnya sudah memiliki Surat Keputusan (SK) serta guru yang bersertifikat mendidik untuk melakukan sosialisasi pendidikan ramah anak.
Bahkan, pihaknya menjelaskan bahwa pondoknya sudah melakukan sosialisasi baik tingkat Tsanawiyah maupun Aliyah melalui guru bersertifikat maupun pihak luar.
“Jadi, pondok kami jauh sebelum ada pesantren award ini sudah melakukan diskusi dengan KPAI dari Jakarta yang datang ke pondok kami untuk memberikan penyuluhan. Sehingga kami lebih siap, di tempat kami ada pengumuman, ada Kotak aduan beserta nomor telepon, walaupun banyak anak-anak kalaupun tidak nyaman baik di sekolah maupun di pondok itu mengadunya langsung kepada Satgas, nah Satgas PRA-nya,” terang KH M. Liwa’uddin.
Sementara itu, terkait pemberdayaan ekonomi pesantren, ia menyampaikan bahwa pondoknya memiliki unit bisnis keripik tempe yang sudah berjalan hampir 3 tahun serta koperasi minimarket.
“Ini murni bukan bisnis pengasuh ya, karena kita melibatkan alumni, transparansi keuangan dengan akuntansi yang betul-betul bisa dilihat oleh mereka para pengurus pondok dan juga orang-orang yang bekerja. Kami mengupah secara profesional teman-teman alumni yang ikut di dalamnya. Begitu juga koperasi minimarket. Karena dulu itu adalah dapat bantuan dari Kemenag untuk pondok, bukan untuk pengasuh, sehingga ini kita kelola sampai sekarang dengan pembukuan yang insyaallah akuntabel,” jelas dia.
Begitu pula dalam hal kebersihan dan kesehatan, pihaknya menyebutkan bahwa pengawasan dilakukan secara berkala mulai dari kebersihan lingkungan, pembuangan sampah, hingga dapur pondok.
“Kami ini melebihi dapur pengasuh, karena dulu memang dapur kami sekitar tahun 2022 dapat bantuan dari Kementerian Kesehatan termasuk dalam pembuangan sampah. Itu juga sama, dan ini juga dilihat oleh para asesor yang melihat secara langsung di dapur pondok, karena kami tidak ulek-ulek dapur itu dikelola oleh kang-kang pondok yang memang mengelola dan memasak di sana. Ya, ada kompor tanam, ada dapur bersih, dan lain sebagainya,” ungkap dia.
KH M. Liwa’uddin berharap kesuksesan gelaran Pesantren Award 2026 ini dapat menjadi pelecut semangat bagi ratusan pondok pesantren lain di Kabupaten Pati yang jumlahnya mencapai sekitar 290 lembaga.
“Harapan kami di tahun depan banyak pondok yang akan mengikuti ini, karena ketiga ini sudah mulai disediakan di pondok masing-masing di Kabupaten Pati yang jumlahnya cukup banyak, ada 290. Semoga pesantren kita di Kabupaten Pati menjadi pesantren yang nyaman, yang aman, yang mandiri secara ekonomi, dan tentu menjadi pesantren yang sehat,” pungkas dia.
Berikut hasil penilaian Pesantren Award 2026 yang diselenggarakan oleh PCNU Pati.
Ketua Panitia: Dr. H. Jamal Makmur, MA
Tim Asesor: Dr. Agus Syakroni (Ketua merangkap Anggota), Dr. KH. Agus Jauhari (Anggota), Dr. Ali Subhan (Anggota), Ainur Rofiq, S.Pd., M.Pd.I. (Anggota), K. Maslahul Fu’ad (Anggota), dan K. Ladun Khobir (Anggota).
Adapun rincian hasil penilaian pesantren adalah:
1. PP. Mansajul Ulum yang beralamat di Desa Cebolek Kecamatan Margoyoso memperoleh Nilai Aspek Ramah Anak dan Perempuan sebesar 567, Nilai Aspek Bersih dan Sehat sebesar 800, serta Nilai Aspek Mandiri Ekonomi sebesar 545. Total jumlah nilai yang didapatkan adalah 1912 dengan peringkat 1 dan masuk dalam kategori Paripurna.
2. PP. Maslakul Quran yang beralamat di Desa Sirahan Kecamatan Cluwak memperoleh Nilai Aspek Ramah Anak dan Perempuan sebesar 480, Nilai Aspek Bersih dan Sehat sebesar 779, serta Nilai Aspek Mandiri Ekonomi sebesar 540. Total jumlah nilai yang didapatkan adalah 1809 dengan peringkat 2 dan masuk dalam kategori Unggul.
3. PP. Mambaul Ulum yang beralamat di Desa Pakis Kecamatan Tayu memperoleh Nilai Aspek Ramah Anak dan Perempuan sebesar 280, Nilai Aspek Bersih dan Sehat sebesar 760, serta Nilai Aspek Mandiri Ekonomi sebesar 530. Total jumlah nilai yang didapatkan adalah 1570 dengan peringkat 3 dan masuk dalam kategori Memuaskan.
4. PP. Madinatul Quran yang beralamat di Desa Winong Kecamatan Winong memperoleh Nilai Aspek Ramah Anak dan Perempuan sebesar 290, Nilai Aspek Bersih dan Sehat sebesar 371, serta Nilai Aspek Mandiri Ekonomi sebesar 800. Total jumlah nilai yang didapatkan adalah 1461 dengan peringkat 4 dan masuk dalam kategori Baik.
5. PP. Roudlatul Quran yang beralamat di Desa Tayu Wetan Kecamatan Tayu memperoleh Nilai Aspek Ramah Anak dan Perempuan sebesar 230, Nilai Aspek Bersih dan Sehat sebesar 782, serta Nilai Aspek Mandiri Ekonomi sebesar 350. Total jumlah nilai yang didapatkan adalah 1362 dengan peringkat 5 dan masuk dalam kategori Baik.
6. PP. Nurul Jadid yang beralamat di Desa Sambilawang Kecamatan Trangkil memperoleh Nilai Aspek Ramah Anak dan Perempuan sebesar 290, Nilai Aspek Bersih dan Sehat sebesar 696, serta Nilai Aspek Mandiri Ekonomi sebesar 210. Total jumlah nilai yang didapatkan adalah 1196 dengan peringkat 6 dan masuk dalam kategori Cukup.
7. PP. Al Jamal yang beralamat di Desa Slungkep Kecamatan Kayen memperoleh Nilai Aspek Ramah Anak dan Perempuan sebesar 280, Nilai Aspek Bersih dan Sehat sebesar 525, serta Nilai Aspek Mandiri Ekonomi sebesar 0. Total jumlah nilai yang didapatkan adalah 805 dengan peringkat 7 dan masuk dalam kategori Cukup.
8. PP. Al Islah yang beralamat di Desa Kadilangu Kecamatan Trangkil memperoleh Nilai Aspek Ramah Anak dan Perempuan sebesar 110, Nilai Aspek Bersih dan Sehat sebesar 221, serta Nilai Aspek Mandiri Ekonomi sebesar 0. Total jumlah nilai yang didapatkan adalah 331 dengan peringkat 8 dan masuk dalam kategori Cukup.
(Angga/LTN)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar