Nilai-Nilai Islam Nusantara Harus Menjadi Ruh Kurikulum Merdeka
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8.820
- comment 0 komentar

Nilai-Nilai Islam Nusantara Harus Menjadi Ruh Kurikulum Merdeka
Semarang – Nilai-nilai Islam Nusantara dinilai harus menjadi ruh dalam implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA). Hal itu ditegaskan oleh Fakhruddin Karmani dalam disertasinya yang dipromosikan pada Rabu, 25 Februari 2026 di Universitas Wahid Hasyim Semarang.
Fakhruddin Karmani dinyatakan lulus sebagai doktor ke-24 dari Prodi S3 PAI FAI Unwahas dengan masa studi 4 tahun 4 bulan 20 hari. Ia meraih IPK 3,81 dengan predikat cumlaude.
Dalam ringkasan disertasinya berjudul “Integrasi Nilai-Nilai Islam Nusantara dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA) pada Kurikulum Merdeka Madrasah dan Sekolah di Jawa Tengah”, Fakhruddin menegaskan bahwa penguatan karakter peserta didik tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat Indonesia yang majemuk.
Fakhruddin yang juga Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menilai P5RA merupakan ruang strategis untuk mengintegrasikan nilai Islam Nusantara yang moderat, toleran, dan berakar pada kearifan lokal. Integrasi ini memiliki urgensi ideologis, pedagogis, dan sosiokultural, antara lain sebagai benteng karakter murid dari intoleransi dan eksklusivisme.
Fakhruddin resmi mendapatkan gelar doktor dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor pada Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang yang digelar Rabu, 25 Februari 2026, di Ruang Theater Fakultas Kedokteran Kampus 2 Unwahas, Semarang.
Menurutnya, Kurikulum Merdeka tidak boleh hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi harus menjadi medium pembentukan karakter berakhlak, inklusif, dan beridentitas kebangsaan kuat. Integrasi Islam Nusantara menjadi legitimasi kultural sekaligus penguat moderasi beragama di sekolah dan madrasah. (*)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar