Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » MWC-NU Gembong Sowani Gus Muwaffiq, Apa Hasilnya?

MWC-NU Gembong Sowani Gus Muwaffiq, Apa Hasilnya?

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 17 Sep 2019
  • visibility 145
  • comment 0 komentar

YOGYAKARTA-Rombongan pengurus MWC-NU Gembong disambut hangat di kediaman KH. Ahmad Muwaffiq di Perum Jombor Pratama nomor 19, Mlati, Sleman, Yogyakarta. K. Sholihin, ketua MWC-NU Gembong beserta tamu-tamu lain menemui Gus Muwaffiq sekitar pukul 09.00 hingga pukul 10.00 WIB, Selasa (17/9).

Gus Muwaffiq (tengah) sedang Bencanda dengan K. Sholikhin (kiri) dan M. Subhan (kanan)

Dalam acara sowan ke rumah kiai nyentrik pakar sejarah ini, K. Sholikhin didampingi oleh empat orang. Mereka adalah M. Subhan (Bendahara MWCNU), Anang Alfan Ro’is (ketua Ikatan Santri Gembong), Maulana Luthfi Karim (Ketua Kader Penggerak NU Gembong) dan Moh Zubaidi (Anggota Banser).

Kedatangan rombongan ini adalah dalam rangka memohon kehadiran Gus Muwaffiq untuk memberikan tausyiyah di Gembong, Rabu (25/9) mendatang. Kegiatan yang menghadirkan Gus Muwaffiq sebagai pembicara utama tersebut adalah dalam rangka menyambut tahun baru hijriyah serta pelantikan Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Gembong.

Sejauh ini memang belum ada kepastian mengenai jadwal kegiatan tersebut. Namun, M. Subhan, bendahara MWC yang juga panitia pelaksana kegiatan memberikan bocoran tentang konsep dan rundown acara yang akan berlangsung.

“Rabu (25/9) siang ba’da dhuhur rencananya kita adakan pelantikan Ranting NU plus ngaji Gus Muwaffiq. Malamnya kita adakan burdah bersama guru kita KH. Ali Khumaidi” Ungkap pimpinan majelis dzikir Kencong Barong ini.

Akantetapi, M. Subhan menegaskan sekali lagi bahwa apa yang ia sampaikan kepada pcnupati.or.id tersebut adalah gambaran dan rencana pribadinya dengan K. Sholikhin. Adapun kepastiannya, panitia akan segera mengadakan rapat untuk melakukan plot waktu, mengingat acara yang begitu padat dan persiapan yang kian mendesak.

“Kepastiannya akan segera kami sosialisasikan setelah rapat panitia. Untuk lokasinya insya Allah di Lapangan Joko Tingkir, 300 meter timur (Kantor) Kecamatan Gembong” imbuhnya.

Sementara K. Sholikhin, dalam perbincangannya dengan Gus Muwaffiq mengungkapkan rasa terimakasihnya atas kesediaan Kiai asal Jogja tersebut untuk hadir di Gembong. Pertemuan singkat tersebut diakhiri dengan doa yang dipimpin langsung oleh tuan rumah, Gus Muwaffiq.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Wejangan Ketua PCNU Pati untuk Warga Nahdliyyin

    Ini Wejangan Ketua PCNU Pati untuk Warga Nahdliyyin

    • calendar_month Rab, 17 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 126
    • 0Komentar

    GUNUNGWUNGKAL-Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Gunungwungkal Senin (15/6) malam masih hangat. Warga Nahdliyyin Gunungwungkal kini memiliki ketua baru. Terpilihnya KH. M. Faishol sebagai pimpinan tanfidziyah (pelaksana) NU Gunungwungkal merupakan angin segar bagi pergerakan NU kedepan. Pasalnya tokoh muda energik seperti KH. M. Faishol memang sangat dinantikan gebrakannya di masyarakat. Momentum ini salah satunya […]

  • Peran Tasawuf dalam Perkembangan Islam di Indonesia

    Peran Tasawuf dalam Perkembangan Islam di Indonesia

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Indonesia merupakan negara kepulauan dengan tingkat keragaman –baik budaya, karakteristik, watak, ras, agama, dll- yang tinggi. Tingginya tingkat keragaman berpotensi besar menimbulkan perselisihan dan konflik. Maka salah satu nilai penting yang dibutuhkan bangsa ini dalam menghadapi perbedaan adalah toleransi. Hal itu yang dilakukan oleh Walisongo dalam menyebarkan Islam di nusantara. Islam menjadi agama mayoritas di […]

  • Naskah Pegon dan Peradaban Nusantara

    Naskah Pegon dan Peradaban Nusantara

    • calendar_month Jum, 9 Okt 2015
    • account_circle admin
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Dalam kosa kata bahasa Indonesia, kata ‘naskah’ digunakan tidak terbatas pada dokumen tulisan tangan semata, melainkan juga mencakup dokumen cetak lainnya. Naskah atau bisa disebut manuskrip biasanya ditulis di atas alas kertas eropa, daluang, ataupun daun lontar, yang berkembang antara abad 17 hingga abad 20 di Nusantara. Manuskrip merupakan satu-satunya media yang digunakan untuk menyimpan […]

  • Profil Ketua Cabang IPPNU Teranyar; Merangkak dari Ranting

    Profil Ketua Cabang IPPNU Teranyar; Merangkak dari Ranting

    • calendar_month Rab, 1 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 176
    • 0Komentar

    PATI – Melisa Yusrina, wanita asal Pasucen, Trangkil ini mendadak dikenal oleh kalangan pelajar sebab pencalonannya sebagai ketua IPPNU Kabupaten Pati. Melalui Visi ‘terwujudnya cita-cita organisasi melalui pelajar putri yang progresif, responsif dan inovatif’, dirinya nekad maju sebagai calon ketua ikatan pelajar putri tersebut.  Alhasil, Melisa menjadi kandidat tunggal dalam bursa ketua IPPNU. Melalui Konferensi […]

  • Photo by Nouman Younas

    KH. Sirodj: Sosok Cerdas Pencetus Pondok Pesantren Wetan Banon

    • calendar_month Jum, 10 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Oleh. Natasya Avnal Maulida Siapakah KH Sirodj Sosok Kiai Haji Sirodj merupakan salah satu kiai besar di desa Kajen, kecamatan Margoyoso, kabupaten Pati, beliau adalah pendiri sekaligus pengasuh di pondok pesantren Wetan Banon yang kini lebih dikenal sebagai pondok pesantren Salafiyah Kajen. Beliau terlahir pada tahun 1865 di desa Kajen. Ayahnya bernama Ishaq bin Sawijah […]

  • PCNU-PATI

    Kubah

    • calendar_month Jum, 25 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Pada tahun 1977, sebuah cerita pendek yang berjudul Jasa-Jasa Buat Sanwirya memperoleh Hadiah Harapan Sayembara Kincir Emas Radio Nederlands Wereldomroep. Lalu pada tahun 1980, novel karangannya yang berjudul Kubah memenangkan hadiah Yayasan Buku Utama. Selanjutnya tiga novelnya yang berjudul Ronggeng Dukuh Paruk (1982), Lintang Kemukus Dini Hari (1985), dan Jentera Bianglala (1986) meraih hadiah Yayasan […]

expand_less