Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mustasyar PCNU Pati KH Abdul Mujib Sholeh Tutup Usia

Mustasyar PCNU Pati KH Abdul Mujib Sholeh Tutup Usia

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 26 Jan 2024
  • visibility 295
  • comment 0 komentar
 Pcnupati,or.id- PATI – Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pati, Abdul Mujib Sholeh, tutup usia, Kamis (25/1/2024) malam. Almarhum dimakamkan di kompleks pemakaman Madrasah Miftahul Huda (MMH) Tayu, Jumat (26/1/2024).
Ribuan pelayat pun berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati ini.
Sejumlah tokoh tampak hadir dalam pemakaman KH Abdul Mujib Sholeh. Seperti Rais Syuriyah PBNU KH Aniq Muhammadun, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pati KH Ahmad Khoiron, hingga Mantan Bupati Pati Haryanto.
Menantu Almarhum, Wifkil Hana mengatakan, KH Abdul Mujib Sholeh meninggal pada Kamis malam. Ia pun mengaku kaget mendengar kabar duka ini. Sebab, sepekan sebelum meninggal, Almarhum masih memimpin pengajian rutinan.
“Sepekan sebelumnya masih ngaji rutinan,” kata dia saat ditemui di rumah duka.
Sementara mantan Bupati Pati, Haryanto, mengaku bahwa dirinya sangat terkesan dengan perjuangan KH Abdul Mujib Sholeh. Menurut Haryanto, Almarhum adalah orang yang sangat baik.
”Beliau menjadi Ketua MUI cukup lama. Meskipun usianya sepuh, beliau rajin sekali. Meskipun ada acara malam atau pagi, beliau selalu hadir. Beliau juga memberikan petuah-petuah untuk kehidupan beragama, sehingga Kabupaten Pati merasa kehilangan,” tutur Haryanto.
Haryanto berharap setelah berpulangnya KH Abdul Mujib Sholeh, muncul ulama lainnya yang bisa berperan seperti Almarhum. Baik di bidang agama, pendidikan, dan masyarakat.
”Saya merasa sangat kehilangan. Mudah-mudahan akan muncul pengganti beliau untuk perkembangan agama di Kabupaten Pati,” ucap dia.
Haryanto menceritakan, KH Abdul Mujib Sholeh sangat aktif mendorong untuk penutup lokalisasi Lorong Indah (LI) di Margorejo. Sehingga lokasi yang sudah berdiri puluhan tahun itu ditutup dan diratakan dengan tanah pada 2022 lalu.
”Beliau selalu aktif saat pembongkaran LI bersama NU, Muhammadiyah maupun FKUB,” jelas dia.
”Beliau sempat mengatakan bahwa nyawa saya ini, saya wakafkan untuk berjuang agama agar lebih baik,” lanjut Haryanto.
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Boxed Water Is Better

    Love Is Stupid Part 7

    • calendar_month Ming, 26 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin ————- Dengan wajah serius lelaki itu menyusuri koridor rumah sakit Sultan Hasanudin. Sorot matanya tak lepas dari layar ponsel. Sesekali ia berhenti lalu menempelkan ponsel pada telinga, beralih mengirim pesan dan kembali melangkah. Berkali-kali pasang netranya mencocokkan nama bagian rumah sakit dengan isi chat di aplikasi hijaunya. Ia lega saat menemukan […]

  • Porsema LP Ma’arif NU di Gelar di SMK NU Pati

    Porsema LP Ma’arif NU di Gelar di SMK NU Pati

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Pati. Lembaga Pendidikan Ma’arif NU merupakan salah satu lembaga yang melaksanakan kebijakan NU di bidang pendidikan formal seperti madrasah. Maka pada kesempatan kali ini LP Ma’arif mengadakan Porsema (Pekan Olah Raga dan Seni Ma’arif NU) yang dilaksanakan di SMK NU Margorejo Pati, 25-26/2 kemarin.             “ Kami sengaja melaksanakan Porsema kali ini di sekolah baru  […]

  • PCNU-PATI

    Gelar Halal Bihalal, RMI PWNU Jateng Bahas Agenda untuk Perkuat Pesantren dan Madin

    • calendar_month Sel, 30 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-MAGELANG – Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Wilayah Nahdlatul Ulama (RMI PWNU) Jawa Tengah mengadakan halal bihalal dengan seluruh jajaran pengurus RMI kab/kota se-Jawa Tengah di Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Asri Giri, Magelang, Sabtu (20/5/2023). Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua PWNU Jateng KH Muzammil, Rois Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh, Pengasuh Pondok Pesantren […]

  • Mengoptimalkan Peran NU Untuk Kesejahteraan Sosial

    Mengoptimalkan Peran NU Untuk Kesejahteraan Sosial

    • calendar_month Sel, 24 Jan 2017
    • account_circle admin
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Penduduk Indonesia mayoritas memeluk agama Islam dan masih banyak yang berfikiran bahwa masalah sosial adalah kehendak Tuhan atau dalam bahasa agamanya disebut taqdir. Kita tidak bisa menghindari istilah taqdir karena istilah tersebut sudah popular di kalangan umat Islam. Jika ada masalah muncul yang sulit untuk diatasi, maka itu kehendak Tuhan atau taqdir. Jadi, peran Tuhan […]

  • PCNU-PATI

    NU Pati Apresiasi Langkah Pemerintah Membongkar Warung Remang-Remang di Margorejo 

    • calendar_month Sen, 12 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Sejumlah warung remang-remang di wilayah Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, dibongkar oleh pihak berwenang, pada Senin (12/6/2023).  Warung-warung itu berada di sepanjang jalan raya Pati-Kudus. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jawa Tengah terjun langsung melakukan pembongkaran tersebut.  Mereka juga di dampingi Satpol PP Pati, TNI, Polri, Bina Marga Jawa Tengah, pihak Kecamatan Margorejo hingga […]

  • Tarekat vs Syariat. Photo by Fereshteh Ghazisaeedi on Unsplash.

    Tarekat vs Syariat

    • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Sering kita temukan, perdebatan sengit antara pengikut tarekat versus pengikut fikih sentris. Forum apapun bisa jadi medan laga siapa yang terbaik di antara mereka berdua. Follower tarekat terbiasa kultus akan amalan-amalan wirid yang mereka lakukan, tanpa mau didikte oleh syariat atau fikih (dalam batas tertentu). Sementara kubu sebelah bangga dengan fikih […]

expand_less