Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Menolak Diskriminasi Wanita

Menolak Diskriminasi Wanita

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 11 Okt 2021
  • visibility 49
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikhah*



Masuk pada pembahasan tentang Perempuan dan tuntutan hak-hak mereka. Hadist dari Umu Salamah RA berkata, “Wahai Rasulullah: Saya tidak pernah mendengar Allah menyebutkan secara jelas perempuan didalam hijrah. Maka Allah menurunkan sebuah ayat: “Aku tidak menyia-nyiakan amal setiap orang diantara kalian baik laki-laki maupun perempuan. Sebagian dari kalian adalah bagian yang lainnya.” (QS. Ali Imron: 195)

Allah sangat mengapresiasi siapapun yang berperan. Maksudnya setiap amal apapun yang dilakukan oleh laki-laki ataupun perempuan pasti Allah akan memberikan sesuatu yang setimpal dengan perbuatan tersebut. Baik peran diranah domestik maupun publik. Jadi tidak ada peran yang diabaikan oleh Allah.

Hadist selanjutnya dari Abu Said Al-Khudri RA, “datang seorang perempuan kepada Rasulullah. Lalu perempuan itu berkata: bahwa para laki-laki itu pergi kepadamu untuk belajar tentang hadist-hadist engkau ya Rasulullah dan engkau mengajarkannya. Maka jadikanlah bagi kami (para perempuan) dari kesempatan itu dimana kami datang pada hari itu, lalu engkau ajari kami dari ilmu-ilmu yang diajarkan Allah kepadamu. Maka Rasulullah menjawab: Ya, berkumpullah kalian ditempat ini dan itu. Lalu berkumpullah para perempuan, dan Rasulullah datang memenuhi permintaan para perempuan itu untuk membuat majelis khusus perempuan. Maka Rasulullah memberikan pengajaran apa yang diajarkan Allah kepadanya.” (HR. Bukhori dan Muslim) Hadist ini sangat menarik untuk kita pahami maknanya.

Pertama, perempuan menuntut haknya dan Rasulullah menerima tuntutan itu. Jika selama ini ada yang mengatakan bahwa perempuan sebaiknya diam dan nerima, tidak usah aneh-aneh, hal itu tidaklah sama pada saat itu, ketika para perempuan menuntut haknya untuk diberikan ilmu yang sama dengan laki-laki dan Rasulullah menjawab tuntutan itu dengan mengiyakan dan memberikan kesempatan kepada para perempuan untuk belajar juga. Jadi, sesungguhnya menuntut itu tidak masalah. Siapa pun yang memiliki hak, tidak terbatas hanya pada laki-laki saja diperbolehkan untuk menuntut. Yang kedua, perempuan iu juga memiliki hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran. Bahkan dalam konteks ini Rasulullah sendiri yang langsung memberikan pengajaran tersebut. Jadi, jika selama ini masih banyak yang menganggap bahwa perempuan itu tidak perlu diberi pendidikan yang tinggi, toh ujungnya berperan dalam rumah tangga, sebetulnya itu adalah hal yang keliru. Karena didalam hadist diatas dijelaskan bahwa ketika ada seorang perempuan yang protes atau menuntut hak kepada Rasulullah, Rasulullah dengan sikapnya mengakomodir dan mengiyakan tuntutan itu. Bahwa perempuan pun berhak mendapatkan ilmu yang sama dengan laki-laki.

Islam tidak membatasi peran seseorang berdasarkan jenis kelamin. Sepanjang itu dilakukan dalam rangka kebaikan, itu adalah sesuatu yang sah-sah saja. Sungguh luar biasa sekali pesan-pesan kemanusiaan didalam Islam, semoga menjadi spirit untuk kita senantiasa berbuat baik, menjadi semangat untuk kita ikut berkontribusi dalam pemajuan dan atau pemenuhan hak-hak siapapun. Jangan menjadi bagian dari orang-orang yang melanggar hak-hak orang lain.

Hadist-hadist dan penjelasan diatas hanya sebagian sedikit dari pembahasan pada kitab Assittin Al-Adliyyah, namun kiranya saya minta maaf karena hanya itu yang mampu saya uraikan. Semoga bermanfaat. ()


*Pengurus Lazisnu Pati

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nyala Comunity Adakan Diskusi Santai, Pematerinya Dua Kader NU Pati

    Nyala Comunity Adakan Diskusi Santai, Pematerinya Dua Kader NU Pati

    • calendar_month Rab, 25 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Chicken Soup Discussion dengan tema ‘Merdeka Sejak Muda’ via Live Instagram yang dipandu oleh Founder Nyala Comunity, Dewi Furusin Marfu’ah (atas), menghadirkan dua pemateri, Maulana Luthfi Karim (kiri) dan Faqih Hilal Mukarrom PATI – Dua pengurus LTN-NU Pati menjadi pemateri dalam Chicken Soup Discussion bertajuk ‘Merdeka Sejak Muda’, Selasa (24/8) kemarin. Mereka adalah Maulana Luthfi […]

  • PAC PN Margoyoso Gelar Kegiatan Berbagi Takjil dan Buka Bersama di Bulan Ramadhan

    PAC PN Margoyoso Gelar Kegiatan Berbagi Takjil dan Buka Bersama di Bulan Ramadhan

    • calendar_month Ming, 24 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 69
    • 0Komentar

      PATI – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa (PN) Margoyoso melaksanakan kegiatan berbagi takjil dan buka bersama sebagai agenda rutin di bulan Ramadhan, Minggu (24/04/2024). Ketua PAC PN Margoyoso, Azis, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar buka bersama, tetapi juga sebagai upaya untuk menanamkan rasa tanggung jawab terhadap sesama, peduli, dan semangat berbagi. […]

  • Antisipasi Banjir, LPBI-NU Ajak Warga Ikuti Sosialisasi Biopori

    Antisipasi Banjir, LPBI-NU Ajak Warga Ikuti Sosialisasi Biopori

    • calendar_month Jum, 3 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 47
    • 0Komentar

    PATI-Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI-NU) Kabupaten Pati memiliki cara tersendiri untuk mengantisipasi musim penghujan ini. Edi Fitrianto, salah satu staf di LPBINU Pati menyatakan bahwa di musim hujan, potensi bencana semakin besar. Oleh sebab itu, perlu diadakan tindakan preventif serta respon yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Flyer Sosialisasi Biopori yang […]

  • Ngabuburit: Religiusitas dan Budaya Mbadog

    Ngabuburit: Religiusitas dan Budaya Mbadog

    • calendar_month Kam, 6 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 71
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Saya tidak tahu, sejak kapan ada tradisi ngabuburit. Namun, sebenarnya tradisi ini makin populer ketika sejumlah televisi menjadikannya sebagai acara tiap menjelang berbuka puasa saat Ramadan. Akhirnya, tradisi ini membudaya di kalangan remaja muslim dengan beragam ekspresi.   Ngabuburit merupakan istilah khas dalam budaya Sunda yang bermakna “ngalantung ngadagoan burit,” […]

  • Bedah Konsep Fiqih Sosial Mbah Sahal  di Perpustakaan Mutamakkin

    Bedah Konsep Fiqih Sosial Mbah Sahal di Perpustakaan Mutamakkin

    • calendar_month Jum, 13 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Dalam rangka menggali pemikiran dan memperdalam keilmuan Almaghfurlah KH Sahal Mahfudh atau akrab dipnggil Mbah Sahal, pengurus Perpustakaan Mutamakkin menggadakan bedah buku  karya Dr. Jamal makmur, MA “Elaborasi Lima Ciri Pokok Fiqih Sosial Kiai Sahal Mahfudh”, kemarin. Menurut Jamal Makmur selaku narasumber dan penulis kebesaran KH MA Sahal Mahfudh tidak diragukan lagi di kalangan Nahdlatul […]

  • Kunjungi Stand LP Ma’arif NU Jateng, 20 Universitas di Cina Sjap Jalin Kerjasama dengan Sekolah/Madrasah Ma’arif

    Kunjungi Stand LP Ma’arif NU Jateng, 20 Universitas di Cina Sjap Jalin Kerjasama dengan Sekolah/Madrasah Ma’arif

    • calendar_month Sel, 26 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Guang Zhou China – Rangkaian kegiatan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jateng di China pada event “2nd Belt and Road Chinese University and Overseas Partner Exchange Conference” adalah one to one overses delegates melalui kunjungan peserta konferensi. Ada 40 stand pemeran pendidikan dari universitas di Cina tersebut. Acara yang diikuti oleh 400 delegasi Internasional yang berasal […]

expand_less